Begitu masuk ke dalam ruangan rawat, seringai Ryan semakin lebar ketika melihat rekan-rekannya yang tengah sibuk menikmati tubuh seorang dokter cantik dan kedua perawatnya. Dengan seringai yang tak luntur sedikitpun di bibirnya Ryan berkata, “Apakah dia wanita yang ingin kau hancurkan kehidupannya?"
“Hmm, lihatlah! Bukankah dia sangat cantik, seksi dan menggoda karena itulah kami selalu berusaha memperebutkannya. Tapi siapa sangka dia begitu arogan hanya karena di tunjuk menjadi dokter khusus yang menangani kedua orang tua tidak berguna itu. Karena kau sudah membantu kami, maka aku akan mengizinkanmu untuk memuaskannya juga,” ujar pria itu yang ternyata pria yang sama dengan pria yang memaksa Dr. Olivia tadi siang.
“Boleh juga! Tapi aku harus menyampaikan hadiah yang Tuanku titipkan untuk kedua orang tua itu dulu,” ucap Ryan yang mengeluarkan dua buah suntikan yang sudah berisi cairan obat di dalamnya.
“Baiklah, kalau begitu kami berdua akan bersenang-senang dulu dengannya,” ujar pria itu yang kembali menghampiri pria yang tengah menikmati tubuh Dr. Olivia.
Tubuh Dr. Olivia sendiri kini tangannya telah diikat, matanya ditutup dan mulutnya dibungkam dengan kain. Hingga wanita malang itu tidak bisa melakukan apapun ketika tubuhnya dinikmati oleh pria bajingan situ secara bergantian. Dr. Olivia hanya bisa menangis, merasa putus asa karena tidak ada satupun orang yang menolongnya. Dia sempat bertanya-tanya dimana para penjaga yang sebelumnya menjaga di depan ruangan itu. Hingga dia akhirnya mendengar bahwa para bajingan itu telah membunuh semuanya tanpa tersisa satupun.
“Olivia, sudah aku duga kalau tubuhmu akan senikmat ini! Jujur saja, aku selalu membayangkan berada diatas tubuhmu seperti ini mendengarmu mendesah nikmat atas permainanku,” ucap pria yang sebelumnya bicara dengan Ryan, “Sayang sekali, aku tidak bisa mendengar desahanmu sekarang tapi aku cukup menikmati tubuhmu,” lanjutnya.
“Hai, kenapa kita tidak boleh membuka sumpalan di mulutnya? Bukankah kita akan semakin bergairah kalau melakukan sambil mendengar suara indahnya,” tanya pria itu pada pria yang pertama kali menikmati tubuh Dr. Olivia.
“Jangan gila! Puaskan saja dirimu, setelah itu kita harus pergi karena kau tahu sendiri bahwa rencana ini tidak boleh gagal sedikitpun,” jawab pria satunya dengan nada yang terdengar kesal.
“Benar! Ayo, kita pergi Tuanku sudah memberikan isyarat untuk kita menyudahi permainan ini,” sela Ryan yang menghampiri kedua pria yang masih menikmati tubuh wanita malam itu secara bergantian.
“Apa kau tidak ingin mencicipinya?” tanya salah satu pria itu.
“Tidak ada waktu lagi! Kita harus bergegas pergi sekarang sebelum pasukan bantuan mereka tiba di sini,” ujar Ryan yang berjalan pergi begitu saja.
Pria itupun segera melepaskan penyatuannya pada tubuh Dr. Olivia dan kemudian berbisik, “Jaga benihku dengan baik, Oliviaku Sayang! Aku pasti akan kembali lagi untuk memilikimu sepenuhnya.”
Setelah membisikan hal itu, pria tersebut segera menyusul Ryan keluar. Akan tetapi, tidak dengan pria yang menikmati tubuh Dr. Olivia yang pertama kalinya. Dia mulai melepaskan ikatan tangan, membuka penutup mata dan melepas kain di mulutnya. Namun, sebelum Dr. Olivia membuka matanya tiba-tiba pria itu menggunakan kedua tangannya untuk menutup mata Dr. Olivia lagi.
Tidak hanya itu, pria gila itu juga mulai mengeluarkan sebuah pisau bedah dari saku bajunya. Perlahan pisau tersebut menyayat setiap inci tubuh Dr. Olivia hingga membuat wanita malang itu berteriak kesakitan.
“Dengar sampai kapanpun kau adalah milikku, Olivia! Tidak boleh ada pria lain yang berada di sisimu, bahkan ayah atau kakak laki-lakimu sendiri. Aku bahkan akan menyingkirkan bajingan tadi agar tidak mengganggu kita lagi di masa depan,” ucap pria itu sembari memainkan pisaunya ditubuh polos Dr. Olivia.
“Arghh …” teriakan Dr. Olivia terdengar begitu memilukan tapi tidak ada satupun orang yang mendengarnya.
“To-tolong kasihani dia! Ja-jangan menyakitinya dia tidak tahu apapun.”
Perhatian pria itu seketika teralihkan pada sosok pria tua yang berusaha menggapai keberadaannya dan Dr. Olivia. Pria tua itu adalah Noland yang menggunakan sisa nyawanya untuk menyelamatkan Dokter malang yang selama ini membantunya untuk sembuh. Namun, siapa sangka dokter malang itu malah bernasib sama dengan putrinya, Rayna yang tubuhnya dinikmati secara paksa oleh para bajingan.
“Ka-kalian boleh … membunuh kami, tapi jangan dengannya ….” Imbuh Julia yang juga teringat tentang kejadian yang menimpa putrinya.
“Ck, jadi kalian masih hidup rupanya! Apakah kejadian yang Dokter cantik ini alami sekarang mengingatkan kalian pada putri kalian, hmm? Harus aku akui dia juga tampak seksi dan menggoda pada saat itu, tapi sayangnya aku tidak bisa ikut menikmati tubuhnya waktu itu,” ujar pria yang membuat Noland dan Julia semakin membelalakkan matanya.
“A-apa maksudmu?” Dengan napas yang semakin tercekat, Noland mencoba mengorek informasi tentang siapa pria itu sebenarnya dan mengapa dia bisa tahu tentang kejadian yang menimpa putrinya.
“Haish, Sial! Padahal aku belum puas meninggalkan tanda ditubuhnya, tapi mereka sudah datang lebih dulu!” umpat Pria itu yang akhirnya berlari pergi untuk menyelamatkan dirinya sendiri.
“Dok-dokter Oliv …. Ughh … Maafkan kami,” ucap Noland dan Julia yang sampai akhir hayatnya berusaha mendekati Dr. Olivia tapi sayangnya racun tersebut begitu kuat hingga membuat mereka tidak bisa bertahan lebih lama. Dan pada akhirnya Noland dan Julia menghembuskan napas terakhirnya setelah mengucapkan kata maaf untuk Dokter malang itu.
Tak lama setelah kepergian pria itu, para staff dan pihak rumah sakit pun datang. Sudah pasti mereka sangat terkejut menyaksikan sendiri korban pertarungan dunia bawah. Mereka pun segera menelpon pihak berwajib sembari memastikan orang ada orang yang masih hidup atau tidak.
...****************...
Sedangkan di acara pesta …
Ashlyn yang saat itu juga membacanya juga sangat terkejut, dia lalu memandangi semua orang yang tengah menatap mereka menuntut penjelasan apa yang sebenarnya telah terjadi. Dengan nada bicara yang gemetar, Ashlyn berkata, “Grandpa dan Grandma dinyatakan meninggal dunia 20 menit yang lalu.”
“Apa!” seru semua orang dengan ekspresi tidak percaya.
“Pihak rumah sakit mengatakan bahwa telah terjadi penyerangan di rumah sakit. Jack, Max dan Matt saat ini dalam kondisi kritis karena mengalami luka serius sedangkan yang lainnya telah dinyatakan meninggal dunia. Bahkan Dr. Olivia juga tidak luput dari serangan tersebut,” jelas Ashlyn dengan berderai air mata.
“Tidak! Itu semua tidak mungkin, aku harus memeriksanya secara langsung,” ucap Lucia yang bergegas pergi mencari mobil yang bisa membawanya segera menuju rumah sakit.
“Grandpa dan Grandma telah tiada! Lalu Dr. Olivia … Aku mohon tidak ada sesuatu yang buruk terjadi padamu,” gumam Ryuga yang berdoa agar sang pujaan hati baik-baik saja meski hatinya sangat kacau.
Bersambung, ....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 101 Episodes
Comments
Kalsum
kasihan dr olivia g tau ap2 jd korban
2025-02-10
0
Ari Ani
aku no komen Thor....ceritamu memeng selalu keren 👍👍👍
2024-09-21
0
LinLin
wah Thor masa iya musuh Rayden dr jaman Anak kembar sang mafia msh ada
2024-09-18
0