Bahkan meski dia harus berbagi dengan pria lain, Arshan sama sekali tidak peduli karena setelah itu dia akan menyingkirkan siapapun pria yang berani mendekati Olivia. Karena setelah itu hanya dia yang akan berdiri disamping Olivia sebagai pahlawan dan penyelamat hidupnya. Namun, kini rencananya mulai berantakan setelah kehadiran Ryuga yang semakin dekat dengan Olivia bahkan tersiar kabar tentang adanya pernikahan keduanya.
Bukannya memeriksa pasien seperti yang dia katakan sebelumnya, Arshan ternyata berniat untuk mengunjungi Olivia di ruang perawannya. Di saat yang bersamaan, ternyata Ryuga juga tengah menunggu sampai DR. Oliver keluar dari ruangan itu setelah melakukan pemeriksaan kepada Olivia dan memberikannya obat.
“Ternyata memang benar kalau dia menyukai Olivia-ku! Dia juga yang telah memberikan Olivia bunga dan surat yang membuatnya kembali bangkit dari keterpurukannya. Sial, jika saja aku tidak pergi tugas diluar kota untuk menghindari kecurigaan semua orang. Mungkin saat ini aku sudah menjadi satu-satunya orang yang bisa memeluk Olivia,” umpat Arshan dalam hatinya.
“Adu, kenapa kali ini lama sekali ‘sih?” gumam Ryuga yang tampak gelisah menunggu Dr. Oliver keluar dari ruangan itu, “Ini lagi, para setan ini yang terus saja menelponku. Padahal aku baru menghilang hampir setengah jam, tapi mereka sudah rewel seperti bebek kawin,” lanjutnya yang kini menggerutu karena Rayga dan Regis menghubunginya terus menerus, padahal dia harus memberikan bunga dan suratnya lebih dulu.
“Tuan Ryuga, apa yang sedang anda lakukan dengan bersembunyi di semak-semak seperti ini?”
Pada akhirnya Arshan langsung menghampiri Ryuga dan bersikap seolah tidak tahu apapun. Spontan Ryuga pun segera menyembunyikan bunga dan suratnya, dia kembali mengubah mode dinginnya dan menatap tidak suka pada dokter dihadapannya. Entah apa alasannya Ryuga tidak menyukai dokter yang sedang berdiri tepat di hadapannya itu. Hanya saja melihat wajahnya saja Ryuga sudah ingin sekali menghancurkan wajah itu.
“Apa aku mengenalmu? Sehingga kau bisa bersikap ‘sok akrab seperti ini denganku? Dan sepertinya aku tidak perlu mengatakan apa yang sedang aku lakukan di sini. Apalagi jika aku tidak salah ingat, rumah sakit ini sudah resmi menjadi milik Kakak iparku beberapa waktu yang lalu. Jadi, terserah aku ingin melakukan apapun di sini termasuk memecatmu,” cecar Ryuga yang cukup panjang tapi kata-katanya begitu menusuk hati.
“Dan seingatku, bukankah selain Dr. Oliver dan keluarganya serta keluarga Xavier, orang lain di larang berada di area ini. Lalu kenapa kau bisa berada di sini, Hah?” sentak Ryuga yang kini menatap dokter di depannya itu dengan tajam dan penuh curiga.
Ya, sejak kejadian Ryuga melihat Olivia yang berlari ketakutan saat dia datang secara diam-diam. Ryuga memang meminta kepada Lucia untuk mem-privasi area di dekat ruang rawat Olivia. Apalagi dia tidak tahu apakah semua pelakunya memang sudah ditangkap atau masih ada yang tersisa, mengingat mereka juga masih menyelesaikan masalah ini.
“Saya hanya ingin menjenguk Dr. Olivia. Setelah kembali dari tugas di luar kota saya baru mendengar bahwa—”
“Apakah kau memang tidak tahu atau berpura-pura tidak tahu apa yang aku katakan barusan? Bahwa area ini telah dilarang untuk di datangi oleh orang lain kecuali orang-orang yang aku sebutkan sebelumnya. Lalu kenapa kau masih berani memasuki area ini, Hah?” Ryuga dengan tegas kembali memotong ucapan dokter itu, kini tatapan matanya semakin menaruh curiga dan tajam seolah ingin menguliti orang di depannya detik itu juga.
“Tapi saya benar—”
“Pergi dan jangan pernah lagi kau menampakkan dirimu di area ini! Atau aku tidak akan segan lagi padamu, meski kau salah satu dokter terbaik di rumah sakit ini.” Ryuga tidak mau mendengar apapun alasannya lagi, dia dengan tegas mengusir dokter itu sebelum Olivia menyadari keberadaan pria lain di area tersebut.
“Baiklah, maaf sebelumnya aku benar-benar tidak tahu—”
“Sekarang kau sudah tahu ‘kan? Jadi, cepat pergi dari sini dan jangan pernah menginjakkan kakimu di area ini lagi. Mengerti!” Lagi-lagi Ryuga memotong ucapan dokter itu dan dengan sangat tegas melarang siapapun untuk datang ke area yang telah dilarang.
“Sial! Beraninya dia mengusirku seperti ini. Kita lihat saja nanti siapa pemenang yang akhirnya mendapatkan Olivia. Jika aku tidak bisa mendapatkannya, maka orang lain juga tidak akan mendapatkannya termasuk dirimu, Tuan muda Ryuga!” batin Arshan yang dengan berat hati meninggalkan area itu.
“Benarkah dia seorang Dokter? Lalu kenapa aku merasa wajahnya seperti penjahat? Aku harus menanyakan tentang identitasnya pada Kak Lucia,” gumam Ryuga yang entah mengapa merasa membenci dokter itu, padahal dia tidak mengenalnya sama sekali. Ini pertama kalinya Ryuga merasa sangat membenci orang yang bahkan sama sekali tidak dia kenal.
Pemikiran itu pun teralihkan ketika tiba-tiba pintu ruang rawat Olivia terbuka dan memperlihatkan Dr. Oliver yang baru saja keluar dari sana. Ryuga segera berniat untuk kembali bersembunyi, tapi Dr. Oliver sudah mengetahui keberadaannya lebih dulu. Akan sangat canggung jika dia tetap bersembunyi padahal sudah jelas dia sudah ketahuan.
“Ryuga, ternyata kau yang selama ini memberikan bunga dan surat untuk adikku?” ujar Dr. Oliver yang tidak sengaja melihat beberapa tangkai bunga matahari yang coba Ryuga sembunyikan.
“Emm … Bisakah kau berpura-pura tidak tahu bahwa aku yang memberikan bunga dan surat-surat itu. Tolong, biarkan ini menjadi rahasia kita berdua saja,” pinta Ryuga dengan wajah memerah karena menahan malu karena ketahuan sama calon kakak iparnya sendiri.
“Hahahaa, kenapa kau terlihat malu seperti itu. Tenang saja, aku pasti akan membantumu merahasiakannya dari semua orang. Dan terima kasih karena berkat bunga-bunga dan surat yang kau kirimkan setiap hatinya, Olivia perlahan mulai bangkit dari keterpurukannya dan secara tidak langsung kau menjadi penyemangat hidupnya,” ucap Dr. Oliver yang tulus mengatakan semua itu.
“Tidak! Sudah seharusnya aku melakukan ini, karena bagaimanapun juga adikmu yang menjadi korban dalam permasalahan keluarga kami,” sanggah Ryuga dengan cepat.
“Benarkah hanya karena itu kau melakukan ini? Bukan karena kau juga menyukai adikku secara diam-diam?” goda Dr. Oliver yang dapat melihat dengan jelas perasaan cinta yang terpancar dari sorot mata Ryuga untuk adiknya.
“I-itu … Sebenarnya, aku memang menyukai adikmu sejak awal aku melihatnya. Apakah karena aku berasal dari keluarga Xavier kau ingin melarangku untuk melakukan ini lagi?”
Ryuga tidak akan menyangkal perasaannya lagi, sebab dia benar-benar telah terjatuh dalam pesona Dr. Olivia. Ryuga malah takut kalau keluarga Jansen akan melarangnya mendekati Olivia dengan apa yang telah Olivia alami karena berhubungan dengan keluarga Xavier.
“Aku hanya ingin melihatnya tersenyum lagi,” imbuhnya dengan wajah tertunduk.
Bersambung, ....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 101 Episodes
Comments
Kalsum
ayo Ryuga silidikin dokter arhan dialah dalang semuanya yg terjadi pd dr olivia
2025-02-11
0
Alexandra Juliana
Yaelah Ryuga sdh mengklaim dokter Oliver kakak iparnya..
2024-07-31
0
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
insting ryuga benar sekali. waspada terus ya
2024-07-08
0