Ryuga semakin mengurungkan niatnya untuk mendekati dan mengejar Dr. Olivia, apalagi mengingat keluarganya kini harus menghadapi musuh klan mafia mereka yang cukup kuat. Lebih baik memendam perasaannya untuk sementara waktu, daripada harus melibatkan Dr. Olivia dalam bahaya dari para musuhnya maupun keluarganya.
“Benar! Situasi saat ini sangat berbahaya jika aku mendekatinya. Lebih baik tetap seperti ini untuk sementara waktu agar dia juga tetap aman dari ancaman musuh. Selagi membereskan masalah musuh, aku juga bisa mencari tahu tentangnya lebih dulu agar nantinya bisa lebih mudah mengenalnya,” ucap Ryuga dalam hatinya yang telah memutuskan setelah cukup banyak hal yang dia pertimbangkan.
...****************...
Setelah cukup lama menenangkan Mamah Zhia, akhirnya mereka kembali ke ruangan dimana Grandpa dan Grandma dirawat. Disana masih ada Luca, Ashlyn, Zhea, Shea dan Kay yang tengah asyik bercerita. Demi menutupi kesedihan setelah mendengar kabar buruk tentang kondisi Grandpa dan Grandmanya, mereka pun akhirnya memutuskan untuk ikut bergabung dan bercanda ria bersama seakan semuanya baik-baik saja.
Hingga tiba-tiba pintu kembali terbuka, Ryuga sangat berharap bahwa dia bisa kembali melihat Dr. Olivia tapi nyatanya Levi dan Lucia yang datang.
“Aku kira dia yang datang!” batin Ryuga yang harus menelan kekecewaan, karena harapannya tidak terwujud.
“Luca! Lucia, lihatlah ketiga adikmu ini. Bagaimana bisa mereka belum menikah padahal sudah setua ini,” ujar Julia begitu melihat kedatangan Luca, Lucia dan Levi.
“Memang seperti itu, Grandma! Luca bahkan pernah berniat ingin menjodohkan salah satu dari mereka bertiga dengan adiknya Ashlyn, tapi saat hari pertemuan ketiganya malah pada kabur entah kemana,” celetuk Luca yang tersenyum seraya menghampiri sang Grandma, “Padahal adik Ashlyn memiliki perasaan pada salah satu dari kalian,” imbuhnya.
“Kak, kami bertiga itu tampan, mapan dan kaya dengan masa depan yang suudah dijamin oleh Papah! Jadi, tidak perlu dijodohkan seperti itu, diluar sana sudah banyak yang mengantri seperti sedang mengantri sembako gratis,” balas Regis yang membuat semua orang tertawa bahagia. Meski tawa yang penuh kebahagiaan itu berselimut dengan kesedihan yang tidak bisa diungkapkan.
“Lalu kapan kalian bertiga berniat untuk menikah? Menunggu Grandpa dan Grandma sudah tidak ada lagi di dunia ini, hmm?” celetuk Noland yang membuat semua orang yang mengetahui kondisinya menatapnya dengan perasaan tidak suka.
“Menikah? Jika memang harus menikah aku hanya ingin Dr. Olivia yang menjadi pengantinku, ibu dari anak-anakku dan pendamping hidupku sampai maut memisahkan kami berdua.”
Diam-diam Ryuga malah membayangkan dirinya suatu hari nanti akan menikahi Dr. Olivia bahkan sampai membayangkan punya anak dan menua bersama hidup bahagia selamanya, “Astaga, hanya membayangkannya saja sudah membuatku merasa sangat bahagia, apalagi kalau benar-benar menjadi kenyataan. Mulai sekarang aku akan berusaha untuk mendapatkannya,” lanjutnya masih dalam hati.
“Jangan bicara buruk seperti itu lagi, Pah! Kami semua tidak suka mendengarnya,” ujar Lucia dengan wajah cemberutnya yang membuat Noland dan Julia teringat akan pertemuan mereka dulu dengan Lucia kecil.
“Baiklah, maafkan Grandpa! Tadi Grandpa hanya ingin sedikit bercanda saja dengan kalian, tanpa memahami perasaan kalian,” ucap Noland yang tidak tahan melihat kesedihan di wajah semua anggota keluarganya.
Untuk mencairkan suasana, Shea langsung memeluk Kakek buyutnya. Sementara Zhea yang memeluk Nenek buyutnya, keduanya sengaja bergelayut manja untuk mengalihkan perhatian semua orang. Ditambah dengan kelakuan Kay yang merasa cemburu dengan kedekatan Shea serta Zhea dengan Kakek dan Nenek buyutnya.
“Papah, Kay juga mau memeluk Kakek dan Nenek buyut,” rengek Kay pada Luca dengan wajah memelasnya yang malah terlihat menggemaskan.
“Siapa suruh kau cicit laki-laki sendiri,” ejek Shea seraya menjulurkan lidahnya pada Kay untuk menggodanya.
“Mommy Lucia! Daddy Levi, cepatlah membuat adik laki-laki untuk mereka agar aku tidak menjadi cicit laki-laki satu-satunya di sini,” pinta Kay yang malah meminta langsung pada Levi dan Lucia bukannya memintanya pada orang tuanya sendiri.
“Hai, bocah! Minta saja langsung pada orang tuamu, kenapa malah meminta adik laki-laki dari kami,” sentak Levi yang menghindari kemarahan Lucia yang memang sensitive jika berkaitan dengan kata adik untuk Zhea dan Shea.
“Kalau tidak minta saja pada ketiga Uncle-mu ini.” Sambung Levi seraya menunjuk pada Ryuga, Rayga dan Regis secara bergantian.
“Lah? Kenapa kami lagi yang kena ‘sih? Sejak tadi kami diam ‘loh!” protes Rayga yang tidak terima dengan perkataan Levi.
“Benar, pacar saja kami belum punya, apalagi menikah dan mempunyai anak, _...”
“Haish, sudahlah kenapa jadi membahas pernikahan kita lagi ‘sih? Bisa tidak kita ganti topik saja,” potong Ryuga ketika Regis mulai bicara omong kosong lagi, “Benar, lebih baik ganti topik sebelum aku benar-benar lepas kendali dan mengatakan kepada semua orang bahwa aku ingin melamar dan menikahi Dr. Olivia secepatnya sebelum keduluan pria lain,” sambungnya dalam hati.
“Hahahaa, … Sudahlah kalian bertiga, sebaiknya salah satu dari kalian terima saja penawaran dari Luca untuk menikah dengan Alicia? Mamah tidak keberatan sama sekali ‘kok kalau Alicia menjadi menantu Mamah,” ujar Zhia yang tertawa dengan kelakuan anak-anaknya.
“Mamah…” Ketiga serentak mencoba melakukan protes.
“Jangan sampai itu terjadi! Apalagi kalau yang disukai Alicia adalah aku, lalu bagaimana dengan masa depan yang aku bayangkan dengan Dr. Olivia? Menikah? Punya anak? Hidup bahagia dan menua bersama?” Jujur saja, dalam hati Ryuga semakin tidak tenang jika perkataan Mamah Zhia benar-benar terjadi.
“Apa mau Papah daftarkan kalian ke acara perjodohan yang tengah marak itu, hmm?” ujar Rayden yang sontak membuat ketiganya menggelengkan kepalanya secara serentak.
Semua orang sontak tertawa gemas dengan reaksi yang ditunjukan oleh Triple R. Suasana yang tadinya sempat hening dan terasa tidak nyaman kini kembali menghangat dengan penuh canda tawa dari semua orang.
...****************...
Dan sejak hari itu juga Ryuga mulai diam-diam selalu memperhatikan Dr. Olivia dan kalau ada kesempatan dia akan mencoba untuk lebih dekat dan mengenalnya secara langsung. Namun, sayangnya permasalahan musuhnya membuat Ryuga menjadi sangat sibuk karena harus menangani banyak hal penting. Hingga suatu hari, Ryuga tidak sengaja melihat Dr. Olivia tengah dipaksa oleh seorang pria yang tidak dia kenal sebelumnya.
“Dr. Olivia?” gumam Ryuga yang seperti biasa akan memperhatikan dambaan hatinya dia dari kejauhan sebelum akhirnya melihat kesempatan untuk mendekatinya. Akan tetapi, kali ini sepertinya dia tidak perlu pikir panjang untuk menemuinya.
“Lepaskan! Bukankah sudah aku katakan bahwa aku tidak ingin makan siang denganmu.” Terlihat Dr. Olivia kesulitan melepaskan genggaman tangan pria itu dari lengannya.
“Hai, dia bilang lepaskan! Apa kau tuli?” ujar Ryuga yang meremas tangan pria itu dengan kuat hingga membuat pria itu meringis kesakitan.
Bersambung, ....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 101 Episodes
Comments
Neneng Sumiati
cool ryuga
2024-10-30
0
Rizky Rezha
nice
2024-08-29
0
Fahmi Ardiansyah
semoga Ryuga bisa memperjuangkan cintanya
2024-08-05
0