Beberapa saat sebelumnya ….
Sedangkan diruang rawat Shea, tampak dia tengah ditemani oleh Zhea dan Kay. Sedangkan Zhia sedang pergi ke kantin rumah sakit untuk membeli beberapa makanan, karena para cucunya yang terus merengek kelaparan. Sedangkan Ashlyn, tengah mencari keberadaan Papah mertuanya untuk menanyakan keberadaan sang suami yang tidak bisa dihubungi. Hingga tersisa ‘lah tiga cucu genius itu dengan penjagaan super ketat di luar ruangannya.
“Aku bosan terus berbaring di sini! Padahal aku sudah merasa baik-baik saja, tapi kenapa Mommy tidak mengijinkan aku pulang saja,” gerutu Shea yang kerjanya hanya terbaring, makan dan berbaring lagi.
“Aku juga bosan terus menemanimu di sini. Bagaimana kalau kita menjenguk Dokter cantik itu saja, kita bisa sedikit bermain dengannya,” usul Kay yang juga merasakan kebosanan yang sama.
“Tapi bukankah Grandma dan yang lainnya sudah mengatakan bahwa kita tidak boleh pergi kemanapun karena masih ada beberapa pelaku yang masih berkeliaran,” ujar Zhea mengingatkan Shea dan Kay akan pesan yang para orang dewasa berikan pada mereka.
“Kita hanya mengunjungi Dokter Cantik yang yang ruang rawatnya tidak jauh dari sini. Jadi, tidak aka nada masalah, apalagi Grandpa dan Daddy sudah memastikan keamanan di sekitar sini.” Tapi Shea malah menyakinkan Zhea bahwa tidak akan yang terjadi karena keamanan rumah sakit sedang di ambil alih oleh keluarga Xavier.
“Benar, Zhea! Apa yang kau takutkan memangnya, semuanya akan baik-baik kita. Lagian kita hanya akan menjenguk Dokter Cantik sebentar saja,” bujuk Kay yang semakin menyakinkan Zhea untuk mengikuti mereka.
“Baiklah, tapi kita harus meninggalkan pesan untuk Grandma agar dia tidak kahwatir karena kita tiba-tiba menghilang,” ujar Zhea yang akhirnya setuju untuk mengikuti Shea dan Kay.
“Sudah selesai!” Shea meletakkan sebuah kertas yang dia tulis tangan mengatakan tujuan kepergian mereka. Dia pun beranjak dari ranjang rumah sakitnya sembari berkata penuh semangat, “Ayo kita pergi mengunjungi Dokter Cantik!”
Shea pun menggandeng Kay dan Zhea dengan hati riang.
...****************...
Sampai setibanya mereka di lorong rumah sakit yang menuju ke ruang rawat Olivia. Raut wajah riang mereka berubah menjadi sangat serius ketika melihat para anak buah keluarga Xavier telah berjatuhan, tapi bukan tidak sadarkan diri melainkan sudah tidak bernapas lagi.
“Jangan sentuh aku … Hiks! Aku mohon jangan sentuh aku ….”
“DOKTER CANTIK!” seru Shea, Zhea dan Kay serentak saat mendengar teriakan Olivia dari dalam ruang rawatnya. Tanpa pikir panjang lagi ketiganya langsung berlari ke arah ruangan itu dan bersama-sama menendang pintu yang sepertinya dikunci dari dalam.
Sretttt ….
Melihat Dokter cantik mereka yang akan dilecehkan lagi, Shea pun langsung mengeluarkan sebilah belati dan melemparkannya pada pria bertopeng itu. Sayangnya, pria itu bisa menghindarinya tepat waktu sehingga belati tersebut hanya menggores lengannya.
Arshan cukup terkejut sekaligus panik, karena mengira di antara Rayden, Levi dan Lucia yang memergokinya kali ini. Karena jika dugaannya itu benar terjadi, maka sudah pasti dia akan mengalami kesulitan meloloskan diri dari ruangan tersebut.
“Lepaskan Dokter cantik, Dasar penjahat!”
Namun, ternyata yang melempar belati itu adalah Shea yang datang bersama dengan saudari kembarnya yaitu Zhea dan sepupunya, Kay. Arshan yang tidak mengetahui kemampuan tidak bocah itu, tentu saja tersenyum meremehkan dan mengganggap enteng ketiganya.
“Bwahaha, ternyata hanya tiga bocah sialan yang mengganggu kesenanganku. Jika kalian tidak ingin mati, maka cepatlah pergi dari sini dan berpura-pura ‘lah tidak melihat apapun di sini,” sentak Arshan yang masih tertawa meremehkan pada kehadiran tiga cucu mafia yang bisa kapan saja berubah menjadi titisan malaikat maut.
“Ck, meremehkan kami rupanya!” balas Kay yang tersenyum meremehkan pada sosok pria bertopeng itu.
“Menjauh Lah dari Dokter cantik atau kau akan menerima akibatnya,” ancam Shea yang tidak tega melihat Olivia yang sudah sangat ketakutan.
“Anak kecil seperti kalian bisa apa, Hah? Mungkin hanya berteriak dan menangis minta to—”
“Tentu saja bisa membunuh sampah bajingan sepertimu,” potong Shea.
Srettt, ….
Sebuah belati kembali melesat dan mengarah pada sosok pria bertopeng itu, bersamaan dengan melesatnya Shea dan Kay yang mulai melakukan serangan secara langsung. Sementara Zhea yang belum memiliki pengalaman bertarung memilih untuk membawa Olivia ke tempat yang lebih aman, dia juga mengambil ponsel milik Olivia untuk meminta bantuan kepada orang dewasa lainnya.
“D-dia kembali! Hiks … Tolong aku, dia kembali untuk menyakitiku lagi … Hiks ….” Rintih Olivia yang benar-benar sangat ketakutan dengan munculnya sosok pria yang telah menghancurkan dirinya.
“Dokter Cantik, tenanglah! Ada kami yang akan melindungi dari setan berwujud manusia itu.”
Zhea pun berusaha menenangkannya, dia membawa tubuh Olivia yang lebih besar darinya ke dalam pelukan hangatnya dan tidak membiarkan Olivia melihat wajah pria bertopeng itu dengan menggunakan selimut untuk menutupi wajahnya.
“Tenanglah, Dokter Cantik! Kami pasti akan melindungimu.” Ucapan Zhea entah mengapa terasa menenangkan saat Olivia mendengarnya, sama seperti kelembutan dan kehangatan Mamah Zhia.
Memang kesalahan besar, karena Arshan meremehkan kemampuan ketiga bocah itu. Nyatanya Shea memiliki kemampuan bela diri yang sangat ahli, begitu juga dengan Kay meski tidak sehebat Shea. Akan tetapi, bocah laki-laki itu cukup merepotkan karena bermain dengan senjata tersembunyi. Arshan dibuat semakin panik, saat Zhea berhasil menghubungi salah satu iblis terkuat keluarga Xavier dengan menggunakan ponsel milik Dr. Olivia.
“Jadi, kau bajingan pengecut yang telah menghancurkan hidup Dokter cantik kami, hmm!” geram Shea yang terus melontarkan serangan demi serangan tanpa ampun, padahal dia masih mengenakan pakaian pasien yang sama dengan Olivia.
“Beraninya kau muncul kembali di hadapan Dokter Cantik,” ujar Shea semakin intens melakukan serangannya.
“Sepertinya dia ingin cari mati, Kak Shea!” seru Kay yang masih membantu Shea membuat fokus pria bertopeng itu teralihkan padanya, sehingga Shea semakin mudah menyerangnya.
“Baiklah, kalau memang itu yang kau inginkan! Maka aku akan mengabulkannya.”
Shea kembali mengeluarkan belati terakhirnya, aura membunuh seketika mengelilingi tubuhnya bersamaan keluarnya belati kesayangannya itu. Sosok Shea yang seperti itu sangat mirip dengan Lucia ketika mode membunuhnya keluar.
“Jangan lupa kirim dia ke neraka, Kak Shea!” imbuh Kay yang kini ikut menyerang secara serius yang berhasil membuat pria bertopeng itu semakin kewalahan.
Untuk sekadar membalas perkataan Shea saja, Arshan tidak mampu melakukannya. Karena sekali fokusnya teralihkan dari kedua bocil mematikan itu, maka detik berikutnya sudah dipastikan dia akan pindah alam. Arshan yang bisa fokus bertahan agar tidak terluka terlalu parah, karena kedua bocil itu sama sekali tidak memberikan dirinya kesempatan untuk melakukan serangan balik.
Bersambung, ....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 101 Episodes
Comments
Kalsum
mantap para bocil hajar terus sampe. mampus klau perlu mati👍👍👍
2025-02-11
0
Neneng Sumiati
hjr trio bocil mafia...jgn dikasih ampun...
2024-10-30
0
arniya
makin seru..... semoga cepat ketangkap
2024-10-10
0