Bab 08. Pembalasan Dendam Untuk Olivia

Olivia perlahan mulai membuka surat tersebut dan perlahan membacanya yang ternyata berisi,

Hai, namaku bunga Hydrangea!

Aku terlihat sangat cantik ‘kan? Seperti yang menerima bunga dan surat ini.

Olivia tampak sedikit menyunggingkan senyumannya setelah membaca dua bait surat tersebut. Orang tua dan Kakaknya tentu melihatnya dengan sangat jelas, meski senyuman itu setipis tisu yang dibagi dua. Mereka tentu menyadari bahwa putrinya mulai terhibur saat membaca surat itu.

Bukankah aku terlihat semakin cantik dengan berbagai warna yang berbeda. Karena pada dasarnya bunga Hydrangea tetaplah bunga Hydrangea terlepas bagaimanapun bentuk dan warnaku. Aku tetaplah bunga Hydrangea yang cantik.

Begitu juga denganmu yang menerima bunga dan surat ini. Kau tetap dirimu sendiri terlepas dari apapun yang telah terjadi padamu, apapun yang telah kau lalui dan apapun yang telah hilang darimu. Kau tetap dirimu, tidak ada yang bisa mengubah dirimu menjadi orang lain. Atau men- statement dirimu untuk menjadi kau versi mereka.

Kali ini bukan senyuman tipis lagi, melainkan butiran air mata yang kembali mengalir deras membasahi wajah cantiknya. Namun, bukan tangisan histeris seperti sebelumnya, tetapi tangisan haru dan tersentuh dari setiap kata yang tertulis dalam surat itu.

Apa kau tahu mengapa orang itu lebih memilihku, bunga Hydrangea untuk menyampaikan surat ini padamu?

Sebab dalam budaya Jepang aku dilambangkan dengan emosi yang tulus, rasa terima kasih dan permintaan maaf.

Olivia tampak terhenti sejenak menatap bait demi bait kata dalam surat itu. Entah mengapa lambang bunga itu seolah bisa menggambarkan kehidupannya. Dimana dia dengan tulus merawat para pasiennya selama ini, ucapan terima kasih selalu dia dapatkan setelah berhasil menyelamatkan dan menyembuhkan pasiennya dan permintaan maaf setiap kali dia gagal menyelamatkan pasiennya, baik untuk dirinya sendiri maupun keluarga pasien.

Sejak aku melihatmu dan bertemu denganmu, sosokmu terlihat bagaikan sosok malaikat tak bersayap melainkan malaikat yang mengenakan snelli putih. Kau memiliki emosi yang begitu tulus merawat dan menyembuhkan para pasienmu.

Tapi di mataku kau lebih terlihat bagaikan bidadari yang Tuhan kirimkan untuk menjadi penyemangat hidupku dan … mungkin menjadi masa depanku. Hehehe ….

Olivia kembali menyunggingkan sedikit senyumannya, karena orang itu menuliskan sesuai apa yang dia pikirkan tadi. Dan yang membuatnya sedikit terhibur, karena orang itu melihatnya seperti sosok malaikat sekaligus bidadari. Dari tulisan itu Olivia bisa langsung menyadari bahwa orang yang mengirimkan bunga dan surat itu pasti diam-diam menyukainya.

Lalu terima kasih sudah menjadi harapan hidup untuk para pasien mu yang sebelumnya sudah putus asa. Jadi, kau juga harus jadikan bunga Hydrangea ini sebagai penyemangat hidupmu. Dan maaf, bukan kesalahanmu karena terlibat dalam kejadian malam itu. Aku ….

Akan aku pikirkan lagi akan menulis apa, sepertinya surat ini harus berakhir sampai di sini dulu. Aku pasti akan kembali dan harap saat itu sudah bisa melihat senyuman cantikmu lagi.

Pertanda,

◦•●◉✿ 𝙍 ✿◉●•◦

“R! Siapa ‘R’ ini?” gumam Olivia setelah selesai membaca surat tersebut.

Jujur saja, setelah dia membaca surat itu kini perasaannya jauh lebih tenang. Seperti yang tertulis dalam surat, bagaimana bentuk dan warna hidupnya dia tetaplah Olivia dan tidak akan menjadi orang lain. Apapun yang nantinya dia hadapi setelah kejadian malam itu, dia tetap akan menjadi Olivia Serena Jansen. Putri dari pasangan Eric Bernando Jansen dan Aria Safina Jansen, serta adik kesayangan dari Oliver Sterling Jansen.

“Olivia, Adik kesayangku!” panggil Oliver dengan suara yang begitu lembut, hingga membuat Olivia menatap ke arahnya.

“Seperti bunga Hydrangea ini, apapun yang terjadi padamu kau akan selamanya tetap menjadi adik kesayangaku! Adik yang selalu bersikap manja dan selalu ingin mengikuti jejak Kakaknya. Kau akan tetap menjadi adikku yang terhebat,” ungkapnya sembari menahan tangis, tapi semua itu percuma ketika melihat adik kesayangannya yang langsung memeluk dan menangis terisak dalam dekapannya.

“Benar, Olivia sayang! Apapun yang terjadi padamu, kau akan tetap menjadi putri kesayangan Papah dan Mamah. Adik kesayangan Kak Oliver, semuanya tidak akan berubah karena kami semua akan selalu berada di sampingmu. Kita akan menghadapinya bersama, hmm?” ucap Aria disela tangisannya. Meski tidak ada jawaban, tapi kali ini Olivia menganggukkan kepalanya sebagai jawaban bahwa dia sudah mengerti dan mulai menerima apa yang telah terjadi padanya, hingga membuat orang tua dan kakaknya bisa sedikit bernapas lega.

...****************...

Beralih beberapa jam kemudian pada Ryuga yang saat itu tengah dalam pertarungan. Suara tembakan, adu pedang, teriakan kesakitan dan penuh amarah terus terdengar memenuhi wilayah tersebut. Mereka semua saling menyerang, membunuh dan menggila tanpa ampun kepada orang-orang yang telah menciptakan kehancuran kebahagiaan keluarga Xavier. Namun, yang benar-benar sangat menggila dalam pertarungan itu hanya Rayden, Ryuga dan Rayga.

“Dia benar-benar gila! Membunuh dan menyerang siapapun yang terlihat di matanya,” gumam Frank yang tentu saja merujuk pada Rayden.

“Wah, setia kawan sekali kalian! Bagaimana kalau kami mengantarkan kalian ke neraka bersama-sama, seperti kalian bersama-sama membunuh dan melukai orang-orangku!” seru Rayden yang kini sudah berdiri berdampingan dengan Ryuga yang ternyata mengejar Ryan.

“Kenapa Papah perlu menanyakan itu? Sebab kita akan memastikan mereka semua mati dalam hari dan waktu yang sama yaitu hari ini dan beberapa menit ke depan,” ujar Ryuga yang menunjukkan seringainya yang mengerikan sama persis seperti Rayden.

“Namun, sebelum itu setidaknya aku harus memotong burung sampah kalian yang telah berani melecehkan dokter yang tidak terlibat apapun dalam masalah ini. Membunuh, melukai dan melecehkan adalah alasan yang sudah sangat kuat bahwa sampah seperti kalian tidak pantas lagi hidup di dunia ini!” Lanjut Ryuga sembari memainkan pisau belati di kedua tangannya yang dia akan membalaskan dendam untuk sang pujaan hatinya.

Tanpa ingin membuang waktu lebih lama lagi, Rayden dan Ryuga kembali melancarkan serangan mereka. Ryan dan Frank pun tidak diam saja, keduanya turut membalas serangan yang dilancarkan Rayden dan Ryuga yang tengah menggila.

Namun, sayangnya serangan ayah dan anak itu sulit sekali diprediksi. Alhasil, Ryan juga harus menerima banyak luka sayatan pada seluruh urat nadi seluruh bagian tubuhnya. Baik itu di bagian kedua tangannya, kedua kakinya serta beberapa tusukan diperutnya.

“Ingat, kalian harus membayar berkali-kali lipat atas perbuatan yang telah kalian lakukan padanya. Aku sudah menahan diri untuk tidak mendekatinya, karena takut dia terlibat dan terluka. Tapi kalian malah tetap melukainya, melecehkannya dan membuatnya trauma. Kalian memang tidak pantas disebut manusia!” ujar Ryuga dengan sorot mata yang penuh dengan dendam.

Yang kemudian berakhir pada bagian urat nadi yang berada di lehernya. Dimana Ryuga yang melakukannya sembari berkata, “Sampah sepertimu tempatnya memang di neraka!”

Bersambung, ....

Terpopuler

Comments

Kalsum

Kalsum

bangus ryuga km harus bisa bunuh yg melecehkan pujaan ht mu

2025-02-10

0

𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉

𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉

bagus Ryuga, habisi semua penjahat yang tega menyakiti keluarga Xavier... mereka pantas mendapatkan kematian yang menyakitkan

2024-07-14

0

𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉

𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉

aaaa Ryuga bisa juga bikin suratnya,aku ikut meleleh☺️☺️

2024-07-14

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 01. Cinta Pertama Dan Pandangan Pertama
2 Bab 02. Membayangkan Masa Depan Indah
3 Bab 03. Ternyata Tak Sesuai Bayangan
4 Bab 04. Malam Tragis
5 Bab 05. Trauma Mendalam
6 Bab 06. Hancurnya Sang Pujaan Hati
7 Bab 07. Bunga Dan Sebuah Surat
8 Bab 08. Pembalasan Dendam Untuk Olivia
9 Bab 09. Permintaan Maaf & Terima Kasih Keluarga Xavier
10 Bab 10. Malah Berlomba-lomba Melamar
11 Bab 11. Munculnya Pelaku Sebenarnya
12 Bab 12. Cinta Atau Obsesi?
13 Bab 13. Pertemuan Ryuga Dengan Arshan
14 Bab 14. Mendapat Restu Calon Kakak Ipar
15 Bab 15. Masih Ada Pelaku Lainnya
16 Bab 16. Kecerdikan Arshan
17 Bab 17. Dia Kembali!
18 Bab 18. Trio Bocil Mematikan
19 Bab 19. Hanya Sebuah Dugaan
20 Bab 20. Masih Ada Komplotannya
21 Bab 21. Obsesi Gila Arshan
22 Bab 22. Harus Dirahasiakan
23 Bab 23. Permintaan Mamah Zhia
24 Bab 24. Mulai Terungkap
25 Bab 25. Masih Terasa Abu-abu
26 Bab 26. Munculnya Kembali Ingatan Masa Lalu
27 Bab 27. Semakin Kepikiran
28 Bab 28. Selalu Gagal Mengatakannya
29 Bab 29. Pengakuan Ryuga & Restu Keluarga
30 Bab 30. Akhirnya Ketahuan Juga
31 Bab 31. Lamaran Yang Ditolak
32 Bab 32. Berusaha Menyakinkan
33 Bab 33. Akhirnya Setuju Menikah
34 Bab 34. Bersemangat Menyusun Jebakan
35 Bab 35. Masuk Jebakan
36 Bab 36. Anakmu Adalah Anakku, Anak Kita!
37 Bab 37. Pernikahan Impian Olivia
38 Bab 38. PreWedding
39 Bab 39. Malam Sebelum Pernikahan
40 Bab 40. Hari Pernikahan
41 Bab 41. Beruntungnya Olivia
42 Bab 42. Akhirnya Sah Menikah
43 Bab 43. Renand Menjadi Penentu
44 Bab 44. Penampilan Special Idol KW
45 Bab 45. Malam Setelah Pernikahan
46 Bab 46. Menjadi Pengkhianat
47 Bab 47. Nasehat Bocah Psikopat
48 Bab 48. Waktunya Menggila
49 Bab 49. Menggilanya Ryuga
50 Bab 50. Berakhir Dengan Kematian
51 Bab 51. Ungkapan Cinta Tak Terduga
52 Bab 52. Mendadak Jadi Teman Curhat
53 Bab 53. Menjodohkan Ala Papah Rayden
54 Bab 54. Paksaan Untuk Menikah
55 Bab 55. Harus Tetap Menikah
56 Bab 56. Dibalik Rencana Ada Rencana
57 Bab 57. Tidak Bisa Lari
58 Bab 58. Persiapan Pernikahan Part. 1
59 Bab 59. Persiapan Pernikahan Part. 2
60 Bab 60. Hari Pernikahan
61 Bab 61. Resmi Menikah
62 Bab 62. Perhatian Regis Untuk Sang Istri
63 Bab 63. Ternyata Sama-sama Sakit Hati
64 Bab 64. Harus Melepaskan
65 Bab 65. Malam Pertama ReLicia
66 Bab 66. Cobaan Untuk Regis
67 Bab 67. Honeymoon Bersama
68 Bab 68. Akhirnya Berangkat Honeymoon Juga
69 Bab 69. Sebenarnya Apa Maumu?
70 Bab 70. Ciuman Yang Membuat Debaran
71 Bab 71. Tiada Hari Tanpa Berdebat
72 Bab 72. Saling Memberi Kesempatan
73 Bab 73.Akhirnya Ketahuan Dong!
74 Bab 74. Menikmati Masa Honeymoon
75 Bab 75. Waktunya Kembali
76 Bab 76. Akhirnya Kebenaran Terungkap
77 Bab 77. Keputusan Alicia
78 Bab 78. Lamaran Pernikahan Untuk Rayga
79 Bab 79. Alasan Harus Menikah
80 Bab 80. Sama Dengan Menantang Maut
81 Bab 81. Pengawal Spesial Untuk Vania
82 Bab 82. Terang-Terangan Menyerang
83 Bab 83. Setuju Untuk Menikah
84 Bab 84. Kebahagiaan x Kemarahan
85 Bab 85. Berita Pernikahan
86 Bab 86. The Greatest Wedding
87 Bab 87. Sudah Tidak Jomblo Lagi
88 Bab 88. Jangan Membangunkan Iblis Xavier
89 Bab 89. Baru Peringatan
90 Bab 91. Hadirnya Kabar Bahagia
91 Bab 90. Waktunya Berpesta
92 Bab 92. Rencana Penculikan
93 Bab 93. Quality Time Para Istri
94 Bab 94. Penculikan
95 Bab 95. Quality Time Para Suami
96 Bab 96. Salah Memilih Target Penculikan
97 Bab 97. Akhirnya Memilih Berdamai
98 Bab 98. Pernikahan (Mantan) Trio Jomblo
99 Bab 99. Kalau Jodoh Pasti Disatukan
100 Bab 100. Delapan Tahun Kemudian
101 PROMO NEW NOVEL AUTHOR
Episodes

Updated 101 Episodes

1
Bab 01. Cinta Pertama Dan Pandangan Pertama
2
Bab 02. Membayangkan Masa Depan Indah
3
Bab 03. Ternyata Tak Sesuai Bayangan
4
Bab 04. Malam Tragis
5
Bab 05. Trauma Mendalam
6
Bab 06. Hancurnya Sang Pujaan Hati
7
Bab 07. Bunga Dan Sebuah Surat
8
Bab 08. Pembalasan Dendam Untuk Olivia
9
Bab 09. Permintaan Maaf & Terima Kasih Keluarga Xavier
10
Bab 10. Malah Berlomba-lomba Melamar
11
Bab 11. Munculnya Pelaku Sebenarnya
12
Bab 12. Cinta Atau Obsesi?
13
Bab 13. Pertemuan Ryuga Dengan Arshan
14
Bab 14. Mendapat Restu Calon Kakak Ipar
15
Bab 15. Masih Ada Pelaku Lainnya
16
Bab 16. Kecerdikan Arshan
17
Bab 17. Dia Kembali!
18
Bab 18. Trio Bocil Mematikan
19
Bab 19. Hanya Sebuah Dugaan
20
Bab 20. Masih Ada Komplotannya
21
Bab 21. Obsesi Gila Arshan
22
Bab 22. Harus Dirahasiakan
23
Bab 23. Permintaan Mamah Zhia
24
Bab 24. Mulai Terungkap
25
Bab 25. Masih Terasa Abu-abu
26
Bab 26. Munculnya Kembali Ingatan Masa Lalu
27
Bab 27. Semakin Kepikiran
28
Bab 28. Selalu Gagal Mengatakannya
29
Bab 29. Pengakuan Ryuga & Restu Keluarga
30
Bab 30. Akhirnya Ketahuan Juga
31
Bab 31. Lamaran Yang Ditolak
32
Bab 32. Berusaha Menyakinkan
33
Bab 33. Akhirnya Setuju Menikah
34
Bab 34. Bersemangat Menyusun Jebakan
35
Bab 35. Masuk Jebakan
36
Bab 36. Anakmu Adalah Anakku, Anak Kita!
37
Bab 37. Pernikahan Impian Olivia
38
Bab 38. PreWedding
39
Bab 39. Malam Sebelum Pernikahan
40
Bab 40. Hari Pernikahan
41
Bab 41. Beruntungnya Olivia
42
Bab 42. Akhirnya Sah Menikah
43
Bab 43. Renand Menjadi Penentu
44
Bab 44. Penampilan Special Idol KW
45
Bab 45. Malam Setelah Pernikahan
46
Bab 46. Menjadi Pengkhianat
47
Bab 47. Nasehat Bocah Psikopat
48
Bab 48. Waktunya Menggila
49
Bab 49. Menggilanya Ryuga
50
Bab 50. Berakhir Dengan Kematian
51
Bab 51. Ungkapan Cinta Tak Terduga
52
Bab 52. Mendadak Jadi Teman Curhat
53
Bab 53. Menjodohkan Ala Papah Rayden
54
Bab 54. Paksaan Untuk Menikah
55
Bab 55. Harus Tetap Menikah
56
Bab 56. Dibalik Rencana Ada Rencana
57
Bab 57. Tidak Bisa Lari
58
Bab 58. Persiapan Pernikahan Part. 1
59
Bab 59. Persiapan Pernikahan Part. 2
60
Bab 60. Hari Pernikahan
61
Bab 61. Resmi Menikah
62
Bab 62. Perhatian Regis Untuk Sang Istri
63
Bab 63. Ternyata Sama-sama Sakit Hati
64
Bab 64. Harus Melepaskan
65
Bab 65. Malam Pertama ReLicia
66
Bab 66. Cobaan Untuk Regis
67
Bab 67. Honeymoon Bersama
68
Bab 68. Akhirnya Berangkat Honeymoon Juga
69
Bab 69. Sebenarnya Apa Maumu?
70
Bab 70. Ciuman Yang Membuat Debaran
71
Bab 71. Tiada Hari Tanpa Berdebat
72
Bab 72. Saling Memberi Kesempatan
73
Bab 73.Akhirnya Ketahuan Dong!
74
Bab 74. Menikmati Masa Honeymoon
75
Bab 75. Waktunya Kembali
76
Bab 76. Akhirnya Kebenaran Terungkap
77
Bab 77. Keputusan Alicia
78
Bab 78. Lamaran Pernikahan Untuk Rayga
79
Bab 79. Alasan Harus Menikah
80
Bab 80. Sama Dengan Menantang Maut
81
Bab 81. Pengawal Spesial Untuk Vania
82
Bab 82. Terang-Terangan Menyerang
83
Bab 83. Setuju Untuk Menikah
84
Bab 84. Kebahagiaan x Kemarahan
85
Bab 85. Berita Pernikahan
86
Bab 86. The Greatest Wedding
87
Bab 87. Sudah Tidak Jomblo Lagi
88
Bab 88. Jangan Membangunkan Iblis Xavier
89
Bab 89. Baru Peringatan
90
Bab 91. Hadirnya Kabar Bahagia
91
Bab 90. Waktunya Berpesta
92
Bab 92. Rencana Penculikan
93
Bab 93. Quality Time Para Istri
94
Bab 94. Penculikan
95
Bab 95. Quality Time Para Suami
96
Bab 96. Salah Memilih Target Penculikan
97
Bab 97. Akhirnya Memilih Berdamai
98
Bab 98. Pernikahan (Mantan) Trio Jomblo
99
Bab 99. Kalau Jodoh Pasti Disatukan
100
Bab 100. Delapan Tahun Kemudian
101
PROMO NEW NOVEL AUTHOR

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!