Perhatian

"Sumpah gue ga suka hari senin kenapa harus ada upacara sih" gerutu alleta

"Nad kenapa lo diem, uang jajan lo dipotong?" Tanya alleta dan nadira pun hanya menggelangkan kepalanya

"Terus lo kenapa cerita aja sama gue"

"Gu-gue minta maaf" ujar nadira yang tiba-tiba menangis alleta pun dengan kebingungan nadira menangis tersedu-sedu

"Maaf kenapa eyy" ucap alleta dengan mengelus-elus pundak nadira

"Gara-gara gue lo sama yura dihukum, dan uang jajan lo pun dipotongkan" tangis nadira sambil memeluk lengan alleta dan teman kelasnya pun pada heran kenapa nadira menangis

"Oy alleta lo apain si nadira sampai nangis gitu" tanya siswa kelasnya

"Enggak gue apa-apain kok"

Nadira pun ditenangkan oleh alleta dia sudah tak menangis lagi dan yura masuk kekelas dengan wajah ditekuk alleta pun kebingungan kenapa sahabatnya sangat aneh.

"Eh ra lo kenapa" tanya alleta yang masih mengelus-elus pundak nadira

Yura tak menjawab sama sekali pertanyaan alleta dia pun pergi meninggalkan kelas dan pergi kelapangan untuk upacara.

"Huwaa,kayanya yura marah sama gue" nadira pun menangis kembali yang membuat pening kepalanya

Semua siswa salibury high school pun telah berkumpul dilapangan dan mereka pun menjalankan upacara seperti biasanya dihari senin, yura sepanjang upacara hanya diam tak berbicara dan tiba-tiba seseorang memberikan permen untuknya.

Yura pun sontak menoleh pria itu adalah garvin yang tengah berjaga dibelakang barisan kelas yura, Dan dia mengambil permen dari garvin.

"Yura..." teriak alleta yang sedari tadi memanggilnya nadira pun hanya berlenggotan ditangan alleta karena dia takut yura membencinya

"Kenapa sih tuh anak" gumam alleta dengan bertanya pada dirinya sendiri

Yura tidak pergi kekelas nya melainkan ketaman belakang sekolah dia berniat hari ini untuk bolos. Saat dia tengah duduk ditaman belakang seseorang menghampirinya dan duduk disamping yura, Pria itu memberikan minuman untuk yura sontak yura pun menoleh kearahnya.

"Ambil" ujar pria itu

Dia pun menerima minuman pemberian pria itu "makasih ka" ujar yura dengan lemas

"Lo sengaja mau bolos lagi"

"Iya ka, lo mau hukum gue kan yaudah" yura hendak berdiri namun ditahan oleh pria itu

"Duduk kali ini gue ga akan hukum lo" ucap garvin dengan lembut

"Lo ada masalah, atau dimarahi sama bokap lo" tanya garvin sambil menatap lurus kearah pohon mangga

Yura hanya menggelengkan kepalanya "bukan ka" sahutnya dengan lesu karena sedari tadi dia tak bersemangat karena kedua orang tuanya pergi kekorea yang membuat dia tak semangat untuk sekolah.

"Terus apa?" Tanya garvin sekali lagi

"Orang tua gue pergi kekorea mereka disana selama 6 bulan, sedangkan selama ini kalau mereka pergi kekorea ga selama itu atau gue ikut pindah kesana" lirik yura dengan menundukan kepalanya

Garvin pun paham dengan perasaan yura karena dia tak bisa jauh dengan kedua orang tuanya, dia pun merasakan sama seperti yang dirasakan yura.

"Gua ngerti perasaan lo, tapi setidaknya mereka bisa kembali nemuin lo ra" ujar garvin dan yura pun menoleh kearah garvin karena entah kenapa dia merasakan garvin begitu sedih

"Emangnya orang tua lo pergi keluar negeri juga ka?" Tanya yura

"Bokap gue masih tinggal di indonesia, tapi nyokap gue udah pergi jauh ra dan gue sama sekali ga bisa ketemu sama dia" dengan sedih garvin mengutarakan perasaannya.

"Maaf ka gue ga tau"

Garvin mengelus pucuk kepala yura "jadi lo ga perlu sedih dan lo bisa telpon orang tua lo buat nanya kabar mereka, jadi lo jangan bolos kaya gini pasti mereka bakal kecewa sama lo" sambil terseyum garvin pun mengacak-acak rambut yura dan pergi meninggalkan yura disana.

"Bener juga kata si kaktus kalau gue bolos pasti appa eomma bakal kecewa lagi" gumam yura dia pun bergegas kekelasny dan untung saja belum ada guru yang masuk

~o0o~

"Huwaaa, gue kira lo marah dan benci sama gue ra" tangis nadira yang dikira yura marah padanya perihal mereka dihukum karena membelanya

"Cup cup jangan nangis gitu nad, nanti dikira gue yang bikin lo nangis mending kita kekantin yuk gue lapar banget" ajak yura sambil mengusap air mata nadira

Alleta pun masih terheran-heran dengan kedua sahabatnya kenapa mereka sangat aneh hari ini. Merek bertiga pun kekantin dan memesan makananya tiba-tiba garvin dan kedua sahabatnya duduk dimeja mereka

"Hai ladies boleh gabung kan abang gio yang tampan ini" ujar gio dengan pede

Dia pun langsung duduk dimeja ketiga gadis cantik itu, lalu garvin dan bara pu ikut duduk disana.

"Nad kok mata lo sembab kenapa" tanya bara dengan khawatir

"Cie udah mulai perhatian nih" ledek gio bara pun tak menanggapi ocehan gio

"Gue ga apa-apa kok, tadi nangis gue pikir yura marah sama gue dan alleta uang jajannya dipotong sama nyokapnya gara-gara berantem sama clarissa" ucap nadira dengan polos

Alleta dan yura hanya bingung dengan nadira yang sedikit polos kenapa dia ceritakan semuanya kebara perihal kenapa dia menangis.

"Udah nad ga usah khawatir nanti abang garvin yang teraktir yura sama alleta jajan dikantin" celetuk dio sambil melirik garvin

Dan lagi-lagi garvin yang jadi tumbal gio meski tidak keberatan dan uang garvin pun banyak tetap saja membuat garvin jengkel.

Tettt... bel sekolah bunyi yura pun merapihkan buku-bukunya dan dia pun berjalan ke parkiran bersama kedua sahabatnya

"Ra lo balik sama siapa?" Tanya nadira

"Gue kayanya mau pesen ojek online aja nad" sahut yura

"Sorry ya ra gue ga bisa anter lo, gue aja nebeng sama nadira" ujar alleta sambil menunjuk nadira yang mengemut permen candy nya

Yura pun hanya menganggukan kepalanya dan dia pun pergi dari sekolah menuju kehalte dekat sekolah, sedari tadi dia memesan ojek online tak ada yang mau nerimanya tiba-tiba motor garvin menghampiri yura.

"Lo lagi nunggu jemputan" tanya garvin

"Gue lagi pesen ojek online tapi belum dapet" sahut yura yang masih coba memesan ojek onlinenya

"Naik gue anter lo pulang"

"Ga usah ka gue bisa pulang sendiri"

"Udah naik gue ga suka penolakan ra"

Yura menuruti perintah garvin dan garvin pun memberikan helmnya karena dia membawa dua helm tadi pagi dia sempat berangkat bareng dengan gio mereka pun pergi meninggalkan halte tiba-tiba yura meminta garvin untuk berhenti.

"Ka berenti" ujar yura

"Kenapa"

"Ka kesana dulu yuk ada yang jual cilok gue mau makan itu ka" ucap yura sambil menunjuk penjual cilok garvin menurutinya dan mereka pun menghampiri penjual cilok itu.

"Abang mau beli" ujar yura yang antusias

"Boleh, neng cantik mau beli berapa" tanya penjual cilok

"Mau sepuluh ribu boleh bang"

"Boleh dong, neng orang korea ya" tanya penjual cilok sambil membuat cilok pesanan yura

"Iya bang, ayah saya asli korea kalau mama saya asli indonesia" ucap yura dengan ramah

Garvin hanya menatap yura dengan lembut, dia kagum dengan yura bisa seramah itu dengan semua orang apa lagi dengan orang tua.

"Ini neng ciloknya"

Saat yura mau membayar cilok itu tiba-tiba garvin menyerahkan uang 100.000ribu ke penjual cilok itu "kembalian nya buat abang aja" ujar garvin

Merek berdua duduk dibangku taman dan melihat sekitar taman banyak orang tua dan anak kecil yang bersantai dan bermain ditaman itu, garvin pun memperhatikan seorang ibu dan anaknya yang sedang bermain ayunan.

"Ka coba buka mulutnya" ujar yura dan garvin pun membuka mulutnya yura pun menyuapi cilok ke garvin

"Enak kan"

Garvin hanya menganggukan kepalanya dan menatap intens yura dia pun tersenyum padanya.

Deg

"E-elo senyum sama gue ka" tanya yura dengan heran dan jantung dia pun berdetak lebih cepat kali ini

"Iya kenapa" tanya garvin sambil memakan cilok yang ada ditangan yura

Seketika yura bengong atas perlakuan garvin yang membuat dia membeku ditempat.

"Ra kita pulang ya udah sore nanti nenek siska nyariin lo" ujar garvin dan memberikan jaketnya

Yura pun menganggukan kepalanya dan dia menerima jaket garvin, mereka pun meninggalkan taman itu dan garvin mengantarkan yura pulang.

Setibanya dirumah, yura pun turun dari motor garvin dia pun kesusahan membuka pengait helm milik garvin dan garvin membantu yura sehingga wajah mereka berdekatan.

"Ma-makasih ka" yura hendak ingin mengembalikan jaket garvin namun dia menolaknya untuk yura pakai dan simpan.

"Gue balik dulu ya, jangan lupa mandi dan kerjain tugas sekolah lo" garvin pun mengacak-acak rambut yura dan pergi dari rumah yura

Lalu yura masuk kedalam rumah dan bergegas kekamar, dia langsung berteriak gembira sambil memeluk bantal karena sikap garvin tadi.

"Aaaa.. eomma anak mu ini jatuh cinta sama si kaktus" teriak yura

Episodes
1 Pindah sekolah
2 Dihukum Ketos
3 Ada apa dengannya
4 Aneh
5 Perasaan aneh
6 Heart Beat
7 Ada yang aneh
8 Bingung
9 Masa lalu
10 Ada yang berubah
11 Perubahan garvin
12 Jantung Normal
13 Jatuh cinta
14 Mulai Ada Hati
15 Bintang
16 Pertengkaran
17 Rasa sayang Ayah
18 Perhatian
19 Semakin dekat
20 Murid baru
21 Balap Motor
22 Bad day
23 Different
24 what about Yura
25 Ada apa
26 Ungkapan Garvin
27 Bimbang
28 Feeling
29 Cold man
30 New couple
31 Ubah cara panggilan
32 Fitnah
33 Pembullyan
34 Dibalik ceria yura
35 Hal yang tak terduga
36 Menemani nenek
37 Kemesraan new couple
38 Kebersamaan
39 Kebohongan
40 Rasa Sakit
41 Penjelasan Garvin
42 Teror
43 Teror Lagi
44 Pertengkaran
45 Hari yang Indah
46 Dibully lagi
47 Perasaan yang aneh
48 Mencari kado
49 Ulang tahun caca
50 Rasa kecewa
51 Jalan-jalan dengan nenek
52 Rasa bersalah
53 Berbaikan
54 Rasa khawatir sahabat
55 Dilabrak kaka kelas
56 Curiga
57 Dejavu
58 Hampir dilecehkan
59 Perdebatan
60 Perasaan bersalah yura
61 Kasih sayang kaka
62 Ancaman clarissa
63 I love you
64 Never let you go
65 Kabur
66 Yura menghilang
67 Terungkap
68 Disekap
69 Menyelamatkan
70 Sudah terjadi
71 Kenyataan
72 Ternyata dia
73 Cemburu sang kaka
74 Dia laki-laki yang baik
75 Mulai menerima
76 Dia gadis yang baik
77 Hukuman
78 Tak salah pilih
79 Menginap Dirumah Yura
80 Liburan
81 Engagement Day
82 Janji garvin pada caca
83 Mulai menerima mama riana
84 Awal pertengkaran
85 Awal pertengkaran
86 Amarah garvin
87 Kembali seperti biasa
88 Keharmonisan
89 Hari ujian
90 Terakhir sekolah
91 Ingin menikmati masa remaja
92 Sekertaris ular
93 Siapa gadis itu
94 Sejauh mana hubungannya
95 Aku yang tersakiti
96 Gadis nakal
97 Harus dimiliki
98 Menyingkirkan yura
99 Tak salah pilih
100 Rasa sedih
101 Nenek siska masuk rumah sakit
102 Mengabaikan
103 Kepergian nenek siska
104 Sudah mengetahui
105 Orang ketiga
106 Butuh waktu
107 Goodbye
108 Kehidupan baru yura
109 Lost her
110 Kembalinya kim yura
111 Bertemu caca
112 Kembali bertemu
113 Dijebak sophie
114 Rasa sakit garvin
115 Fakta sebenarnya
116 Menebus kesalahan
117 Rumah sakit
118 Mode manja
119 Perasaan iri garvin
120 Pernikahan nadira
121 Yura di culik
122 Aku akan menjagamu
123 Perasaan yang sama
124 Will you marry me
125 Akhir hubungan alleta
126 Kembali berkumpul bersama
127 Happy ending
Episodes

Updated 127 Episodes

1
Pindah sekolah
2
Dihukum Ketos
3
Ada apa dengannya
4
Aneh
5
Perasaan aneh
6
Heart Beat
7
Ada yang aneh
8
Bingung
9
Masa lalu
10
Ada yang berubah
11
Perubahan garvin
12
Jantung Normal
13
Jatuh cinta
14
Mulai Ada Hati
15
Bintang
16
Pertengkaran
17
Rasa sayang Ayah
18
Perhatian
19
Semakin dekat
20
Murid baru
21
Balap Motor
22
Bad day
23
Different
24
what about Yura
25
Ada apa
26
Ungkapan Garvin
27
Bimbang
28
Feeling
29
Cold man
30
New couple
31
Ubah cara panggilan
32
Fitnah
33
Pembullyan
34
Dibalik ceria yura
35
Hal yang tak terduga
36
Menemani nenek
37
Kemesraan new couple
38
Kebersamaan
39
Kebohongan
40
Rasa Sakit
41
Penjelasan Garvin
42
Teror
43
Teror Lagi
44
Pertengkaran
45
Hari yang Indah
46
Dibully lagi
47
Perasaan yang aneh
48
Mencari kado
49
Ulang tahun caca
50
Rasa kecewa
51
Jalan-jalan dengan nenek
52
Rasa bersalah
53
Berbaikan
54
Rasa khawatir sahabat
55
Dilabrak kaka kelas
56
Curiga
57
Dejavu
58
Hampir dilecehkan
59
Perdebatan
60
Perasaan bersalah yura
61
Kasih sayang kaka
62
Ancaman clarissa
63
I love you
64
Never let you go
65
Kabur
66
Yura menghilang
67
Terungkap
68
Disekap
69
Menyelamatkan
70
Sudah terjadi
71
Kenyataan
72
Ternyata dia
73
Cemburu sang kaka
74
Dia laki-laki yang baik
75
Mulai menerima
76
Dia gadis yang baik
77
Hukuman
78
Tak salah pilih
79
Menginap Dirumah Yura
80
Liburan
81
Engagement Day
82
Janji garvin pada caca
83
Mulai menerima mama riana
84
Awal pertengkaran
85
Awal pertengkaran
86
Amarah garvin
87
Kembali seperti biasa
88
Keharmonisan
89
Hari ujian
90
Terakhir sekolah
91
Ingin menikmati masa remaja
92
Sekertaris ular
93
Siapa gadis itu
94
Sejauh mana hubungannya
95
Aku yang tersakiti
96
Gadis nakal
97
Harus dimiliki
98
Menyingkirkan yura
99
Tak salah pilih
100
Rasa sedih
101
Nenek siska masuk rumah sakit
102
Mengabaikan
103
Kepergian nenek siska
104
Sudah mengetahui
105
Orang ketiga
106
Butuh waktu
107
Goodbye
108
Kehidupan baru yura
109
Lost her
110
Kembalinya kim yura
111
Bertemu caca
112
Kembali bertemu
113
Dijebak sophie
114
Rasa sakit garvin
115
Fakta sebenarnya
116
Menebus kesalahan
117
Rumah sakit
118
Mode manja
119
Perasaan iri garvin
120
Pernikahan nadira
121
Yura di culik
122
Aku akan menjagamu
123
Perasaan yang sama
124
Will you marry me
125
Akhir hubungan alleta
126
Kembali berkumpul bersama
127
Happy ending

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!