Dihukum Ketos

Drama pagi pun berlanjut seperti biasa rutinitas yura yang terlambat masuk sekolah sering terjadi setalah dia 3 bulan bersekolah di Salibury High School.

"Aduh neng yura, kenapa telat lagi emang nya gak cape toh dihukum terus?" Tanya pak ujang

"Ya cape pak! Mangkanya bukain dong pak gerbangnya. Nanti yura kasih minuman deh buat bapak gimana" sambil memohon dan membuat puppy eyes

"Aduh gak bisa neng pak ujang takut dimarahin sama mas garvin" ucap pak ujang

Selang tak lama yura pun dihukum untuk membersihkan WC sekolah, dengan kesal ia pun menggerutu sepanjang hukumannya

"Ck, awas aja dasar kaktus bakal gue kasih pelajaran dia"gummanya yura sambil membersihkan WC

Bel istirahat pun bunyi, yura dan kedua sahabatnya pun berjalan menuju kantin. Mereka pun bergegas duduk.

"Ra lo telat lagi?" Tanya nadira

"Iya telat nad, dan lo tau gue harus bersihin WC cowo dan gila bau banget" ujarnya dengan kesal sambil menatap meja kedepan

"Untung lo gak pingsan ra" ujar alleta sambil tertawa

"gue mau perhitungan sama si kaktus" sambil meminum jus mangga yang ia pesan tadi

Yura keluar dari kelas karena mata pelajaran matematika yang ia tak sukai guru nya absen tidak masuk, dan kesempatan yura untuk bolos ke stand kpop karena mereka sedang ada launching album baru.

Ia bergegas memanjat dinding sekolah bersama kedua sahabatnya dan tidak disangka mereka bertiga pun terciduk siapa lagi Kalau bukan garvin sii ketua osis

"Kalian bertiga mau kemana hemm?" Tanya garvin

"Eh ada kaktus, m-maksudnya ketua osis" ujarnya sambil memposiskan badan nya dengan benar

"Kalian ikut gue, termasuk lo kim yura gak ada bosen nya lo dihukum hemm" ucap garvin sambil melipatkan kedua tangan didada nya

Mereka bertiga pun mengekorin garvin, dan menyuruh angga untuk menghukum mereka berdiri dilapangan dan hormat bendera, angga pun mengikuti perintah dari garvin dan ia pun langsung meninggalkan angga dan ketiga gadis tersebut

"Kalian dengar apa kata garvin jadi lakuin!" ujar angga

"Dasar kaktus"

"Ketos nyebelin"

"Aaaaaa, rasanya pengen gue botakin kepalanya"

Teriakan yura pun tak dihiraukan garvin, dan mereka pun mengikuti hukumannya sampai jam pulang sekolah, tak terasa bel pulang sekolah pun berbunyi dan mereka bertiga bergegas pulang karena terasa letih karena menjalanin hukumannya.

"Ra kita berdua balik duluan ya" ujar nadira

"Oke! Bentar lagi jemputan gua dateng kok" ujar nya sambil membulatkan jarinya serperti huruf O

Yura menunggu jemputannya namun sudah 15menit juga tidak datang, dan selang tak lama 3 motor dari karangan sekolah pun keluar.

"Eh, ada yura cantik sendirian aja mau ditemin sama abang gio yang ganteng ini gak" ucap gio sambil menaikan kedua alisnya

"Najis ganteng dari mana lo muka kaya monyet" celetuk bara

"Sial lo, noh muka lo kaya babi hutan! gue gini-gini laku keras bos sorry gak kaya loh jones akut" ucap gio sambil tertawa

GIOVANDI ALBERTO pria tampan memiliki sifat asal ceplas ceplos dikenal playboy salibury high school, gadis sekolahan nya pun tergila-gila padanya dengan sifat playboynya ia selalu menanggapi para gadis yang menyukainya.

ALDEBARA PUTRA ia tak kalah tampan dengan kedua sahabatnya ia paling humble, dan seringkali dibuat kesal dengan ocehan gio terkadang dia suka sering bertengkar dengannya ia pun digilai para gadis disekolahnya seperti kedua sabahatnya itu

Yura pun mendengarkan ocehan mereka berdua dengan malas memutarkan kedua bola matanya.

"Mendingan kalian bertiga pergi deh, sesama monyet dan babi mending nyingkir gue lagi gak mood" kesalnya sambil memainkan ponsel miliknya

Dan tak lama jemputannya pun datang ia bergegas langsung masuk kedalam mobil.

"Ck, untung cantik bisa dimaklumin coba kalau kaya si markonah udah gue tendang tuh cewe" ocehan gio membuat garvin menggelengkan kepalanya

Malam pun tiba yura pun berbaring sambil memainkan ponsel miliknya, ia pun iseng dengan base sekolahnya tersebut. Dan ia menaikan sebelah alis nya dan dengan rasa penarasan ia mengklik nama pengguna akun Garvin addison.

"Mmm, dia tuh sebenernya ganteng sih mirip soobin txt" gummanya sambil mengscroll layar ponselnya

"Apaan sih! Bisa-bisanya gue sempet kagum dan suka sama si kaktus es!" Gerutu nya yura

Tuk

Tuk

Tuk

Ketukan pintu kamarnya pun terdengar, ia siapa lagi yang mengetuk pintu kalau bukan neneknya.

"Ra, nenek masuk ya" ucap nenek siska tak ada jawaban ia pun masuk kekamarnya yura dan melihat sang cucu sedang bermain ponsel dan mengguna earphone.

Plak

"Awww, nenek sakit kenapa kepala yura di getok sih!" Gerutunya sambil duduk

"Kamu ini ya! Dari nenek ketuk pintu kamar kamu manggil kamu gak kamu sautin!" Kesel nya nenek siska dengan tingkah cucu perempuan nya yang satu ini

Yura pun dengan malas dengan ocehan cerewet neneknya hanya memutarkan kedua bola matanya.

"Emang nenek mau ngapain kekakamar yura?" Tanya yura

"Besok kamu liburkan kita pergi malam sabtuan yuk nongkrong di kafe" ujar nenek siska

"Mwoya! He to the low hellow nenek gak inget umur sok bergaya mau nongkrong di kafe,ck" ketus ucapan yura

Plak

"Emang nya kenapa kalau nenek mau bergaya, gak boleh emang hah?" Tanya nenek siska dengan kesal dan memukul tangan cucunya

"Ck, gak usah mukul juga keless yaudah ayo pergi yura siap-siap dulu" ujar nya

Mereka berdua pun sampai di kafe terkenal yang sering didatangi para kalangan remaja, disana begitu ramai karena malam sabtu dan ada live musik.

"Nek, cari tempat duduk yura pesenin minum sama cemilan aja ya nanti kalau kurang tinggal pesen lagi" ucapnya berjalan untuk memesan minuman

Nenek siska pun tidak mendapatkan tempat untuk duduk dan ada 3 pemuda disana menawarkan tempat duduk nenek siska pun menganggukan kepalanya.

"Wah, kalian ganteng ya sekolah dimana nak?" Tanya nenek siska

"Kita sekolah di salibury high school nek, nenek bisa aja kita sih emang sering di gilai sama para gadis di sekolah" ujar laki laki tersebut

"Cucu nenek juga sekolah disana, dia cantik cuman memang sedikit nakal" ucap nenek siska

Selang tak lama yura mencari keberadaan neneknya dan dia melihat nenek nya duduk dengan ke 3 pemuda ia merasa seperti kenal dan berpikir siapa mereka, yura menghampiri sang nenek.

"Nek! ngapain disini kan yura suruh cari tempat duduk malah gabung sama berondong malu sama umur" bisiknya di telinga sang nenek

"Kamu ini ra, nenek masih muda lagi juga nenek duduk disini gak ada tempat lagi penuh" ujar nenek siska

"Ck, alesan aja" kesal nya sambil memalihkan wajahnya

Dan ke 3 pemuda tersebut pun saling padang melihat sang cucu marah karena malu neneknya yang terlalu gaul seperti anak remaja pada umumnya.

"Cepet duduk!" Perintah nenek siska

"Ck, kaya gak ada tempat lain aja" gerutunya yura sambil meminum jus jeruk miliknya

"Jangan seperti itu, nanti kamu jatuh cinta sama mereka bertiga tau rasa" ledeknya nenek siska dengan senyum simpul

"Michyoessoe! mana mungkin yura jatuh cinta sama mereka terutama si kaktus!" Ujarnya dengan kesal garvin hanya menatap yura dan memainkan ponsel miliknya

"Kaktus siapa ra, mereka namanya garvin, bara, sama gio" tanya nenek siska

"Gak tau ah nek!" Ucapnya dengan kesal karena dia masih kesal dengan garvin berturut-turut dihukum

Mereka berdua pun pulang dari kafe tersebut dan yura menjalankan runitasnya seperti biasa sebelum tidur skincarean dan jika dia belum mengantuk jangan lupa untuk nonton drama korea atau melihat live idol nya yaitu BTS  yang biasnya yura yaitu Min Yoongi.

Weekend pun berganti hari menjadi hari dimana membuat dirinya badmood dan para siswa pun sangat membenci hari itu, dan dengan runitasnya kim yura dengan sang nenek.

"KIM YURA..."

"BANGUN! kamu mau berangkat sekolah jam berapa ini sudah jam 06.30 WIB" teriak nenek siska dengan menguncangkan badan yura agar cepat bangun

Yura pun tersentak bangun saat mendengar teriakan sang nenek.

"Ah... nenek kenapa gak bangunin yura sih kan jadi telat gini" teriaknya dan langsung berlari kekamar mandi

Ia pun berlari dengan tergesa-gesa sampai nafas nya naik turun karena berlari sesampai di depan sekolah gerbang pun sudah ditutup

"Pak ujang bukain, tolong yura cape lari loh pa biarin yura masuk ya" ujar nya dengan memohon dan keringat berjujuran di kening nya

"Aduh, neng yura maaf bukannya gak mau bukain ini kan hari senin dan sebentar lagi upacara juga! lagian neng yura kenapa telat coba?"tanya pak ujang

"Yura semalam nonton drama pak" ujar nya

Yura pun berpikir keras untuk bisa masuk tanpa dihukum, ia pun kebelakang sekolah dan berniat untuk memanjat dinding sekolah yang tidak begitu tinggi namun dengan ukuran tinggi yura 160cm tetap itu sangat tinggi.

"Excuse me" ujar seorang pemuda yang mendekati nya

Yura pun menoleh dan menaikan sebelah halis nya dan berdehem kepada pemuda tersebut, ia pun melihat seragama nya sama seperti nya

'Kayanya dia siswa disini juga' batin yura

"Can i help you?" Tanya pemuda tersebut

"Yes, I'm late for school and the school gate is closed. I want to climb the walls of this school" ucap nya dengan tersenyum

"Oke, i'll help you" ucap sang pemuda tersebut

Tak selang lama mereka berdua berhasil masuk kesekolah dan tak lupa yura mengucapkan terimakasih ke pemuda tersebut, dan pemuda itu pun hanya menganggukan kepalanya dan tersenyum.

Yura pun berdiri di barisan dengan kelasnya, ia pun berdiri paling belakang ia lupa membawa topi karena telat bangun dan tergesa-gesa.

"Lo maju kedepan" bariton suara pemuda yang membuat badmood dirinya

Ia pun berjalan kedepan baris dengan siswa siswi lain yang tidak lengkap atributnya, upacara pun selesai dan mereka masih tetap di lapangan akhirnya mereka diberu hukuman untuk memungut sampah di sekitar sekolah. Beda dengan yura dia harus membersihkan taman belakang sekolah.

"Ck, shibal emang tuh si kaktus dia emang gak ngomong depan muka gue tapi nyuruh bawahanya" gerutunta dengan kesal sambil menyapu taman belakang

'Neoege bachilge

Neoreul jikil brave heart

Gwageoe beorin nae eoriseogeun oman

Come to me, make it right

Dasi yeongyeolhae jwo, nal

Samkyeo, nal

Oh, my, oh, my God

Si kaktus nyebelin

Oh, my, oh, my God

Aku ingin memukulnya sampai botak'

Ia dengan asik menyayikan lagu bite me dan mengubah lirik sambil menyapu, tiba-tiba terdengar suara dari seseorang

"Lo udah selesai nyapunya?" Tanya dengan suara datar dan wajah dinginya

Saat menoleh ia pun dengan malas memutarkan bola matanya, karena ia tau suara siapa itu

"Udah selesai, sumpah gue kesel sama lo kaktus ngehukum gue tanpa ngotak yang lain cuman ambil sampah sedangkan gue harus nyapu taman belakang yang luas kaya gini" ujarnya dengan kesal

"Karena lo melanggar" ucapnya dengan ekspresi datar nya

"Ck, sumpah lo tuh kaktus nyebelin" gerutunya sambil pergi meninggalkan garvin

Disuatu ruangan terdengar suara seorang pemuda yang berteriak membuat teman disamping nya kesal

"Ahh.. sial!" Teriak gio dengan kesal karena kalah bermain game

"Eh setan, berisik tai sakit kuping gue lo teriak di samping kuping" ucap bara dengan kesal

"Ya gue kesel, kalah elo sih bar gak mau kebawah jadi gue mati" ujar gio

Klik

Pintu pun terbuka dan garvin masuk kedalam ruang itu ia pun duduk di sofa lalu memainkan ponsel miliknya

"Eh! Sayangnya aku habis nugas negara air ya" ucap gio dengan tertawa

"Jijik anjing gua dengernya! Teriak bara

Garvin hanya menggelengkan kepalanya mendengar celotehan gio dan bara karena dia tau kedua sahabatnya itu sering ribut masalah sepele

"Lo abis nguhukum si yura lagi vin?" Tanya bara

Garvin pun mengela nafas dan berdehem kepada bara "hemm"

"Anjir, nih orang bener-bener kaya kulkas 10 pintu dingin banget lo titisan si elsa frozen vin" celotehan gio yang tidak ditanggapain oleh garvin

Ketiga gadis melangkah kaki nya di koridor sekolah untuk kekelas nya karena mereka baru selesai dari kantin, saat mereka menuju ke kelasnya kaka kelas yang sering di panggil gang pinky girl karena sering membully adik kelas atau seangkatannya.

"Eh! elo maksudnya apa deketin cowo gue" sentak gadis itu sambil menghalangi jalan ketiga gadis itu

"Maksud lo apa ya ka, cowo lo yang mana?" Tanya yura menaikan sebelas alisnya

"Alah, gak usah sok polos deh loh" ujar clarissa

"Eh, nenek lampir kalau mau nuduh yang vailed dong jangan asal tuduh" celetus alleta yang kesal

"Diem lo, ini bukan urusan lo jadi gausah campur" ujar cindy antek nya clarissa

Yura pun dibuat bingung sejak kapan dia dekat sama cowo disekolahan ini, selama sekolah disini dia gak pernah dekat dengan siapa pun.

"Cowo lo emang siapa ka?" Tanya yura

"Asal lo tau cowo gue garvin, jadi gue peringatin lo gak usah ke Ge'eran buat deketin dia ngerti lo" ujar clarissa dengan tegas

"Hahaha, maksud lo si kaktus" ucapnya yura dengan tertawa sinis

"Kaktus?" Tanya clarissa

"Iya, kaktus itu panggilan khusus gue buat ka garvin" ucapnya dengan sinis dan menaikan sebelah halisnya

Clarissa pun dengan wajah memerah dia kesal dengan ucapan dari yura karena memiliki panggilan khusus untuk garvin ia pun tanpa segan menjambak rambut yura, dan terjadi pertengkaran yura pun tak terima ia pun menjambak rambut clarissa.

Dan kedua teman clarissa serta sahabat yura pun ikut bertengkar banyak siswi dan siswa melihat pertengkaran mereka.

"Vin, lo harus keluar sekarang" ujar angga yang tiba-tiba datang ketempat garvin dan sahabatnya yang sedang beristirahat

Mereka pun bertiga bergegas keluar dan melihat pemandangan yang gavin belum pernah liat sebelumnya, yang ia tau yura hanya akan dihukum karena bolos pelajaran atau telat masuk sekolah.

"STOP kalian semua!" Mereka pun berhenti dan menoleh ke arah suara tersebut, ya betul itu garvin

"Vin, ini salah si cewe korea kawe. dia jambak rambut aku" ujar clarissa dengan merengek ke garvin dan menunjuk kearah yura

Yura dan kedua sahabat nya hanya memutar bola mata mereka mendengar rengekan clarissa yang sok manis didepan garvin.

"Kalian semua ikut gue" ucap garvin dengan nada datar dan wajah yang sangat dingin

Mereka  berenam mengekori garvin keruang osis, garvin pun menghukum mereka sementara untuk yura dan kedua sahabatnya membersihkan lapangan basket dan yura di beri surat peringatan untuk orang tuanya kesekolah.

"Ck, liat si kaktus jelas bukan salah gue cewenya aja yang lebay segala pakai surat peringatan" gerutu yura sambil membersihkan lapangan basket

"Biarin lah ra, nanti balas tuh si nenek lampir" ujar alleta dengan kesal

"Udah guys, nih gue settelin musik buat jernihin otak kita" beo nadira sambil menyalakan musik diponselnya mereka bertiga bernyanyi lagu bts sambil melakukan hukumannya

Selesai dari hukuman mereka pun ke kembali kekelas mereka, berbeda dengan yura dia menyimpang ke toilet karena sudah kebelat untuk buang air kecil. Ia pun terkejut berpapasan dengan pemuda yang membantu nya tadi pagi

"Aaaa.. shibal" gumman yura dengan mengumpat

"Hai" sapa pemuda dan melambaikan tangan nya

Yura hanya tersenyum kepada pemuda tersebut dan membalas lambai tangannya.

"What are you doing?" Tanya pemuda tersebut

"I just finished from the toilet" ujar yura

"I'm Brian aldion"ujar brian dengan senyuman

"Gue kim yura ka, lo bisa panggil gue yura" beo yura

"Oh shit, eh sorry ra gue pikir lo gak bisa ngomong indonesia" ucap brian dengan malu

"Ahaha, gapapa kak gue emang blasteran korea sama indo kok! Lagian lo gak nanya gua bisa ngomong indo atau enggak" ucap yura dengan tertawa

"Kalau gitu gue duluan kekelas ya kak bye" ucap nya sambil berlari menuju kekelasnya

Brian hanya memandangi punggu yura dari kejauhan dan tersenyum.

"Oh namanya kim yura, cantik kaya orangnya" gumman brian ia pun pergi dari tempat itu

Dari kejauhan terlihat sosok seorang pria yang dari tadi memperhatikannya dari jauh, melihat interaksi keduanya itu membuat sang pemuda merasa kesal.

"Woy vin, lo ikut ngumpul gak kemarkas?" Tanya bara yang sudah duduk dimotornya

Terdengar suara teriakan para gadis yang membuat bara dan garvin menoloh kearah sana dan ya siapa pelaku utama nembuat kebisingan teriakan para gadis.

'Kak gio ganteng'

'Kak jalan yuk'

'Kak aku padamu'

'Kak ajak aku kawin lari dong, aku siap kok'

"Najis tuh anak sok kegantengan masih aja tebar pesona" dengan rasa malas bara hanya memutarkan bola matanya,

"Eh! dasar sempak bolong gue denger ya lo ngomong apa hah!" Bentak nya sambil menuju kearah sahabatnya

"Ck," bara hanya berdecak karena malas menanggapi ocehan gio

"Nanti gue kabarin" beo garvin

langsung menyalakan si kuda besi jantannya yang ia namai black devil kesayangan. Berbeda dengan gio yang menamai motor nya dengan sebutan sunny motor sport berwarna merah

"Emang ya tuh si titisan elsa frozen, sekali ngomong cuman 3 huruf irit kaya pertengahan bulan" beo gio sambil menyalakan si sunny motor ke sayangannya.

Terpopuler

Comments

athaya_dèslyn

athaya_dèslyn

ilahhh baguss i like it

2024-07-06

0

&-miss chan-&

&-miss chan-&

Jujur aja, cerita ini salah satu yang paling seru yang pernah gue baca!

2024-05-30

1

lihat semua
Episodes
1 Pindah sekolah
2 Dihukum Ketos
3 Ada apa dengannya
4 Aneh
5 Perasaan aneh
6 Heart Beat
7 Ada yang aneh
8 Bingung
9 Masa lalu
10 Ada yang berubah
11 Perubahan garvin
12 Jantung Normal
13 Jatuh cinta
14 Mulai Ada Hati
15 Bintang
16 Pertengkaran
17 Rasa sayang Ayah
18 Perhatian
19 Semakin dekat
20 Murid baru
21 Balap Motor
22 Bad day
23 Different
24 what about Yura
25 Ada apa
26 Ungkapan Garvin
27 Bimbang
28 Feeling
29 Cold man
30 New couple
31 Ubah cara panggilan
32 Fitnah
33 Pembullyan
34 Dibalik ceria yura
35 Hal yang tak terduga
36 Menemani nenek
37 Kemesraan new couple
38 Kebersamaan
39 Kebohongan
40 Rasa Sakit
41 Penjelasan Garvin
42 Teror
43 Teror Lagi
44 Pertengkaran
45 Hari yang Indah
46 Dibully lagi
47 Perasaan yang aneh
48 Mencari kado
49 Ulang tahun caca
50 Rasa kecewa
51 Jalan-jalan dengan nenek
52 Rasa bersalah
53 Berbaikan
54 Rasa khawatir sahabat
55 Dilabrak kaka kelas
56 Curiga
57 Dejavu
58 Hampir dilecehkan
59 Perdebatan
60 Perasaan bersalah yura
61 Kasih sayang kaka
62 Ancaman clarissa
63 I love you
64 Never let you go
65 Kabur
66 Yura menghilang
67 Terungkap
68 Disekap
69 Menyelamatkan
70 Sudah terjadi
71 Kenyataan
72 Ternyata dia
73 Cemburu sang kaka
74 Dia laki-laki yang baik
75 Mulai menerima
76 Dia gadis yang baik
77 Hukuman
78 Tak salah pilih
79 Menginap Dirumah Yura
80 Liburan
81 Engagement Day
82 Janji garvin pada caca
83 Mulai menerima mama riana
84 Awal pertengkaran
85 Awal pertengkaran
86 Amarah garvin
87 Kembali seperti biasa
88 Keharmonisan
89 Hari ujian
90 Terakhir sekolah
91 Ingin menikmati masa remaja
92 Sekertaris ular
93 Siapa gadis itu
94 Sejauh mana hubungannya
95 Aku yang tersakiti
96 Gadis nakal
97 Harus dimiliki
98 Menyingkirkan yura
99 Tak salah pilih
100 Rasa sedih
101 Nenek siska masuk rumah sakit
102 Mengabaikan
103 Kepergian nenek siska
104 Sudah mengetahui
105 Orang ketiga
106 Butuh waktu
107 Goodbye
108 Kehidupan baru yura
109 Lost her
110 Kembalinya kim yura
111 Bertemu caca
112 Kembali bertemu
113 Dijebak sophie
114 Rasa sakit garvin
115 Fakta sebenarnya
116 Menebus kesalahan
117 Rumah sakit
118 Mode manja
119 Perasaan iri garvin
120 Pernikahan nadira
121 Yura di culik
122 Aku akan menjagamu
123 Perasaan yang sama
124 Will you marry me
125 Akhir hubungan alleta
126 Kembali berkumpul bersama
127 Happy ending
Episodes

Updated 127 Episodes

1
Pindah sekolah
2
Dihukum Ketos
3
Ada apa dengannya
4
Aneh
5
Perasaan aneh
6
Heart Beat
7
Ada yang aneh
8
Bingung
9
Masa lalu
10
Ada yang berubah
11
Perubahan garvin
12
Jantung Normal
13
Jatuh cinta
14
Mulai Ada Hati
15
Bintang
16
Pertengkaran
17
Rasa sayang Ayah
18
Perhatian
19
Semakin dekat
20
Murid baru
21
Balap Motor
22
Bad day
23
Different
24
what about Yura
25
Ada apa
26
Ungkapan Garvin
27
Bimbang
28
Feeling
29
Cold man
30
New couple
31
Ubah cara panggilan
32
Fitnah
33
Pembullyan
34
Dibalik ceria yura
35
Hal yang tak terduga
36
Menemani nenek
37
Kemesraan new couple
38
Kebersamaan
39
Kebohongan
40
Rasa Sakit
41
Penjelasan Garvin
42
Teror
43
Teror Lagi
44
Pertengkaran
45
Hari yang Indah
46
Dibully lagi
47
Perasaan yang aneh
48
Mencari kado
49
Ulang tahun caca
50
Rasa kecewa
51
Jalan-jalan dengan nenek
52
Rasa bersalah
53
Berbaikan
54
Rasa khawatir sahabat
55
Dilabrak kaka kelas
56
Curiga
57
Dejavu
58
Hampir dilecehkan
59
Perdebatan
60
Perasaan bersalah yura
61
Kasih sayang kaka
62
Ancaman clarissa
63
I love you
64
Never let you go
65
Kabur
66
Yura menghilang
67
Terungkap
68
Disekap
69
Menyelamatkan
70
Sudah terjadi
71
Kenyataan
72
Ternyata dia
73
Cemburu sang kaka
74
Dia laki-laki yang baik
75
Mulai menerima
76
Dia gadis yang baik
77
Hukuman
78
Tak salah pilih
79
Menginap Dirumah Yura
80
Liburan
81
Engagement Day
82
Janji garvin pada caca
83
Mulai menerima mama riana
84
Awal pertengkaran
85
Awal pertengkaran
86
Amarah garvin
87
Kembali seperti biasa
88
Keharmonisan
89
Hari ujian
90
Terakhir sekolah
91
Ingin menikmati masa remaja
92
Sekertaris ular
93
Siapa gadis itu
94
Sejauh mana hubungannya
95
Aku yang tersakiti
96
Gadis nakal
97
Harus dimiliki
98
Menyingkirkan yura
99
Tak salah pilih
100
Rasa sedih
101
Nenek siska masuk rumah sakit
102
Mengabaikan
103
Kepergian nenek siska
104
Sudah mengetahui
105
Orang ketiga
106
Butuh waktu
107
Goodbye
108
Kehidupan baru yura
109
Lost her
110
Kembalinya kim yura
111
Bertemu caca
112
Kembali bertemu
113
Dijebak sophie
114
Rasa sakit garvin
115
Fakta sebenarnya
116
Menebus kesalahan
117
Rumah sakit
118
Mode manja
119
Perasaan iri garvin
120
Pernikahan nadira
121
Yura di culik
122
Aku akan menjagamu
123
Perasaan yang sama
124
Will you marry me
125
Akhir hubungan alleta
126
Kembali berkumpul bersama
127
Happy ending

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!