Pertengkaran

"Kita kekantin belakang aja yuk, pasti kantin utama penuh soalnya kita keluar kelasnya kelamaan" ujar alleta mereka bertiga pun berjalan ke kantin belakang

"Kalian mau pesan apa?"

"Sama gue sama nadira samain aja kaya lo al" sahut yura lalu alleta pun pergi memesan makanan dikantin.

Saat mereka bertiga tengah duduk dikantin dan menunggu pesanannya data tiba-tiba clarissa bersama kedua temannya datang dan menggebrak meja kantin.

Brak

"Maksud lo apa hah!" Teriak clarissa sambil menunjuk nadira

"Apa-apaan lo! Dan segala nunjuk nadira kaya gitu mau cari masalah lo sama gue hah" bentak alleta yang tak kalah kesal

"Diem lo! gue ada urusan sama temen jalang lo ini" clarissa menarik nadira supaya dia menjauh dari mejanya

"Lepasin gue" teriak nadira sambil memberontak

Plak

"Ini hukuman lo yang cari gara-gara sama gue dasar jalang osis" sentak clarissa dan mendorong tubuh nadira yang sempat ditahan oleh yura

Yura pun tak senang jika sahabatnya diperlakukan seperti itu ia pun menampar balik pipi clarissa dengar keras

Plak

"Ini balasan lo udah nampar sahabat gue" ucap yura dengan marah

"Sial dasar jalang, jangan sok jadi pahlawan kesiangan deh lo segala bantuin teman jalang lo ini hah!" Bentak clarissa dengan keras dan dia ingin menjambak rambut yura namun alleta langsung menipis tangan clarissa dengan kasar

"Berani lo nyentuh sahabat gue" bentak alleta dia maju dan berhadapan dengan clarissa karena geram dengannya alleta pun tak segan menjambak rambut clarissa dan terjadi pertengkaran dikantin.

Para siswa disana pun hanya menonton dan bersorak senang karena tidak ada yang berani melawan clarissa dan kedua temannya selama ini. mereka berenam sedang saling jambak satu sama lain dan sang ketua osis bersama sahabatnya datang sehingga sorakan para siswa pun berhenti.

"Kalian semua diam" bariton sang ketua osis dengan dingin

"Dan buat lo berenam ikut gue keruang BK sekarang juga" bentak garvin dengan dingin

Mereka pun mengekori garvin ke ruangan BK dan para wali mereka pun ditelpon untuk datang kesekolah.

Berbeda dengan yura dia sangat gugup dan khawatir karena yang kali ini datang kesekolahannya bukan lagi nenek siska melainkan appa nya pikiran yura benar-benar sangat kacau.

"Sekarang jelaskan kepada ibu kenapa kalian bisa bertengkar? Dan kamu clarissa, milla, cindy kalian bertiga itu kakak kelas tingkat jadi harus mencontohkan ke adik kelas kalian dengan baik. Bukan bertengkar seperti ini" ucap bu mega dengan menatap satu persatu muridnya ini.

"Dia duluan bu yang cari gara-gara sama saya" ucap clarissa dan menunjuk nadira

"Eh jaga ucapan lo ya, jelas-jelas yang cari masalah lo sama teman-teman lo duluan" sentak alleta yang tak terima

"Jadi kamu yang mulai clarissa" tanya bu mega dengan lembut

Clarissa hanya diam dan wanita paruh bayah masuk ke ruangan BK dengan marah karena tak terima anaknya ditampar.

"Clarissa kamu ga apa-apa kan sayang? Mana yang sakit nak siapa yang nampar kamu" tanya mama clarissa

"Sakit ma, dia yang menampar clarissa" rengek clarissa kepada ibunya dan menunjuk yura

Plak

"Kamu ga pernah diajarin sopan santun sama kedua orang tua kamu hah" bentak mama clarissa dengan marah menampar yura

Diruangan itu sangat memanas dan appa jooan pun datang bersama sekertarisnya ia melihat pipi kanan putrinya merah terlihat bekas tamparan.

"Selamat siang, saya ayah nya yura" ujar appa joan dengan wibawa

'Siapa pria itu sangat tampan dan berwibawa' batin mamanya clarissa

Appa jooan pun duduk disamping yura dan ditemani sekertaris pribadinya.

"Selamat siang pak, mohon maaf mengganggu waktunya yura dan kedua sahabatnya terlibat pertengkaran dengan kakak kelas tingkatnya" ujar bu mega dia memandangi appa jooan yang begitu tampan dan berwibawa

"Baik boleh dijelaskan kronologinya anak saya bisa bertengkar dengan kakak kelasnya" ucap appa joaan sambil melirik yura dengan dingin

"Yura, alleta nadira silahkan diantara kalian siapa yang mau jelasin kronologinya" pinta bu mega dia pun menatap muridnya dan melihat yura yang begitu gugup saat kedatangan appanya

Alleta pun menarik napas dan menjelaskan kronologinya dari awal sampai akhir tanpa dibuat-buat.

"Baik, jadi clarissa tak terima jika kamu dapat hukuman dari garvin karena nadira mengadu bahwa tadi pagi kamu melabrak yura sehingga pergelangan tanggan yura merah. Betul clarissa" tanya bu mega dengan serius

Clarissa hanya diam dan menunduk karena dia malu disana ada garvin berdiri semenjak dari tadi

"Baik, ibu harap kalian bisa saling memaafkan dan terpaksa ibu tetap akan kasih hukuman kalian untuk membersihkan toilet disekolah. Dan maaf untuk pak kim jooan dan ibu erika apa kalian tidak keberatan dengan hukuman yang saya berikan?" Tanya bu mega

Berbeda dengan mamanya clarissa dia tak terima putrinya dapat hukuman sedangkan dia ditampar oleh yura, karena dia merasa sebagai ibunya tak pernah sekali memarahi atau menampar anak kesayangannya tersebut

"Saya ga terima bu mega, anak saya ditampar sama anak yang tidak punya etika sama sekali" sentak erika

"Tapi anda juga menampar yura bukannya impas bu erika" ucap seseorang

Semua orang yang diruangan tersebut langsung menoleh kesuara tersebut. Dan betul itu adalah garvin yang dari tadi memantau percakapan mereka semua dan memperhatikan yura sedari tadi tak berbicara karena dia takut dengan appanya.

"Saya menampar dia karena tak terima" ujar erika

"Jadi anda tidak terima anak saya menampar putri anda, begitu pula saya sebagai appanya tidak tak terima anak saya ditampar oleh orang lain. Selama ini saya dan mamanya yura tak pernah menamparnya meski putri saya sangat nakal" ucap appa jooan dengan dingin

"Dan maaf selama ini saya selalu mengajarkan anak saya attitude dia tidak akan menampar putri anda tanpa alasan apapun, dan saya akan membuat masalah ini ke jalur hukum" ucap dengan tegas appa jooan

Yura pun tersentak mendengar ucapan appanya yang begitu menyayanginya sampai membelanya seperti itu meski appa jooan sangat keras terhadapnya tapi dia tetaplah putri kecilnya.

"A-apa.. memangnya anda siapa yang seenaknya ingin melaporkan saya kepihak berwajib" sentak erik dengan berbata-bata karena ketakutan.

"Sudah bu erika pak kim jooan tolong masalah ini jangan diperbesar sampai kejalur hukum. Biar putri-putri kalian menyelesaikan masalahnya dengan hukuman sesuai peraturan sekolah" ujar bu mega dengan lembut dia tak ingin masalah nya semakin rumit karena dia tau pak kim jooan adalah orang yang disegani banyak orang dia pembisnis sukses.

"Baik kalau begitu" ujar appa jooan dengan dingin

Mereka pun keluar dari ruang BK yura pun mengekori sang appa yang sedari tadi tak berbicara atau menatapnya sama sekali saat didalam sana, dia benar-benar takut jika appanya marah.

Episodes
1 Pindah sekolah
2 Dihukum Ketos
3 Ada apa dengannya
4 Aneh
5 Perasaan aneh
6 Heart Beat
7 Ada yang aneh
8 Bingung
9 Masa lalu
10 Ada yang berubah
11 Perubahan garvin
12 Jantung Normal
13 Jatuh cinta
14 Mulai Ada Hati
15 Bintang
16 Pertengkaran
17 Rasa sayang Ayah
18 Perhatian
19 Semakin dekat
20 Murid baru
21 Balap Motor
22 Bad day
23 Different
24 what about Yura
25 Ada apa
26 Ungkapan Garvin
27 Bimbang
28 Feeling
29 Cold man
30 New couple
31 Ubah cara panggilan
32 Fitnah
33 Pembullyan
34 Dibalik ceria yura
35 Hal yang tak terduga
36 Menemani nenek
37 Kemesraan new couple
38 Kebersamaan
39 Kebohongan
40 Rasa Sakit
41 Penjelasan Garvin
42 Teror
43 Teror Lagi
44 Pertengkaran
45 Hari yang Indah
46 Dibully lagi
47 Perasaan yang aneh
48 Mencari kado
49 Ulang tahun caca
50 Rasa kecewa
51 Jalan-jalan dengan nenek
52 Rasa bersalah
53 Berbaikan
54 Rasa khawatir sahabat
55 Dilabrak kaka kelas
56 Curiga
57 Dejavu
58 Hampir dilecehkan
59 Perdebatan
60 Perasaan bersalah yura
61 Kasih sayang kaka
62 Ancaman clarissa
63 I love you
64 Never let you go
65 Kabur
66 Yura menghilang
67 Terungkap
68 Disekap
69 Menyelamatkan
70 Sudah terjadi
71 Kenyataan
72 Ternyata dia
73 Cemburu sang kaka
74 Dia laki-laki yang baik
75 Mulai menerima
76 Dia gadis yang baik
77 Hukuman
78 Tak salah pilih
79 Menginap Dirumah Yura
80 Liburan
81 Engagement Day
82 Janji garvin pada caca
83 Mulai menerima mama riana
84 Awal pertengkaran
85 Awal pertengkaran
86 Amarah garvin
87 Kembali seperti biasa
88 Keharmonisan
89 Hari ujian
90 Terakhir sekolah
91 Ingin menikmati masa remaja
92 Sekertaris ular
93 Siapa gadis itu
94 Sejauh mana hubungannya
95 Aku yang tersakiti
96 Gadis nakal
97 Harus dimiliki
98 Menyingkirkan yura
99 Tak salah pilih
100 Rasa sedih
101 Nenek siska masuk rumah sakit
102 Mengabaikan
103 Kepergian nenek siska
104 Sudah mengetahui
105 Orang ketiga
106 Butuh waktu
107 Goodbye
108 Kehidupan baru yura
109 Lost her
110 Kembalinya kim yura
111 Bertemu caca
112 Kembali bertemu
113 Dijebak sophie
114 Rasa sakit garvin
115 Fakta sebenarnya
116 Menebus kesalahan
117 Rumah sakit
118 Mode manja
119 Perasaan iri garvin
120 Pernikahan nadira
121 Yura di culik
122 Aku akan menjagamu
123 Perasaan yang sama
124 Will you marry me
125 Akhir hubungan alleta
126 Kembali berkumpul bersama
127 Happy ending
Episodes

Updated 127 Episodes

1
Pindah sekolah
2
Dihukum Ketos
3
Ada apa dengannya
4
Aneh
5
Perasaan aneh
6
Heart Beat
7
Ada yang aneh
8
Bingung
9
Masa lalu
10
Ada yang berubah
11
Perubahan garvin
12
Jantung Normal
13
Jatuh cinta
14
Mulai Ada Hati
15
Bintang
16
Pertengkaran
17
Rasa sayang Ayah
18
Perhatian
19
Semakin dekat
20
Murid baru
21
Balap Motor
22
Bad day
23
Different
24
what about Yura
25
Ada apa
26
Ungkapan Garvin
27
Bimbang
28
Feeling
29
Cold man
30
New couple
31
Ubah cara panggilan
32
Fitnah
33
Pembullyan
34
Dibalik ceria yura
35
Hal yang tak terduga
36
Menemani nenek
37
Kemesraan new couple
38
Kebersamaan
39
Kebohongan
40
Rasa Sakit
41
Penjelasan Garvin
42
Teror
43
Teror Lagi
44
Pertengkaran
45
Hari yang Indah
46
Dibully lagi
47
Perasaan yang aneh
48
Mencari kado
49
Ulang tahun caca
50
Rasa kecewa
51
Jalan-jalan dengan nenek
52
Rasa bersalah
53
Berbaikan
54
Rasa khawatir sahabat
55
Dilabrak kaka kelas
56
Curiga
57
Dejavu
58
Hampir dilecehkan
59
Perdebatan
60
Perasaan bersalah yura
61
Kasih sayang kaka
62
Ancaman clarissa
63
I love you
64
Never let you go
65
Kabur
66
Yura menghilang
67
Terungkap
68
Disekap
69
Menyelamatkan
70
Sudah terjadi
71
Kenyataan
72
Ternyata dia
73
Cemburu sang kaka
74
Dia laki-laki yang baik
75
Mulai menerima
76
Dia gadis yang baik
77
Hukuman
78
Tak salah pilih
79
Menginap Dirumah Yura
80
Liburan
81
Engagement Day
82
Janji garvin pada caca
83
Mulai menerima mama riana
84
Awal pertengkaran
85
Awal pertengkaran
86
Amarah garvin
87
Kembali seperti biasa
88
Keharmonisan
89
Hari ujian
90
Terakhir sekolah
91
Ingin menikmati masa remaja
92
Sekertaris ular
93
Siapa gadis itu
94
Sejauh mana hubungannya
95
Aku yang tersakiti
96
Gadis nakal
97
Harus dimiliki
98
Menyingkirkan yura
99
Tak salah pilih
100
Rasa sedih
101
Nenek siska masuk rumah sakit
102
Mengabaikan
103
Kepergian nenek siska
104
Sudah mengetahui
105
Orang ketiga
106
Butuh waktu
107
Goodbye
108
Kehidupan baru yura
109
Lost her
110
Kembalinya kim yura
111
Bertemu caca
112
Kembali bertemu
113
Dijebak sophie
114
Rasa sakit garvin
115
Fakta sebenarnya
116
Menebus kesalahan
117
Rumah sakit
118
Mode manja
119
Perasaan iri garvin
120
Pernikahan nadira
121
Yura di culik
122
Aku akan menjagamu
123
Perasaan yang sama
124
Will you marry me
125
Akhir hubungan alleta
126
Kembali berkumpul bersama
127
Happy ending

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!