Perubahan garvin

Tok

Tok

Tok

"Selamat pagi pak"

"Selamat pagi ra, kamu telat lagi" ujar pak sopiyan wali kelasnya

"E-enggak pak, tadi yura keruangan osis dulu soalnya dipanggil sama kak garvin disuruh liat catatan yura aja" sahut yura khawatir pak sopyan menelpon appanya

"Baiklah, cepat kamu duduk ketempat dudukmu" ujar pak sopyan dan melanjutkan mengajarnya.

"Pusing gue pelajaran pak sopiyan" celutuk alleta sambil bersender didinding kelas

"Iya bener al, kenapa harus ada mata pelajaran kimia sih! Matematika aja udah bikin pusing" ujar nadira yang merapihkan rambut nya

"Kita ganti baju yuk, soalnya jam pelajaran kedua itu olahraga" sahut nadira

"Oke let's go" sahut yura dan alleta

Mereka bertiga pun sudah berganti seragam olahraga dan bergegas kelapangan untuk mengikuti pelajaran olahraga, mereka pun berbaris bersama teman sekelasnya.

"Aldi kamu pimpin pemanasan" ujar pak bagas guru olahraga

"Baik pak" aldi pun maju kedepan dan memulai pemanasan.

Namun berbeda dengan yura dan nadira mereka hanya sedikit menggerakan badannya karena menurut mereka olahraga melelahkan.

"Dari pada olahraga mending cover dance bener ga sih" ujar yura yang setengah hati menggerakan badannya

"Betul tuh, mending kita senam aerobik" sahut nadira

"Kalian itu bodoh ya, senam aerobik dan cover dance itu sama aja dengan olahraga" celetuk alleta karena males dengan ocehan mereka kedua sahabatnya

"Iyakah? Gue baru tau al" sahut yura diiringi anggukan nadira bahwa dia pun merasa sama seperti yura.

Alleta hanya memutar bola matanya karena malas dengan pertanyaan sahabatnya yang membuat dia pening, pak bagas pun sedari tadi memperhatikan yura dan nadira tidak mengikuti pemanasan benar mereka pun dipanggil maju kedepan.

"Yura nadira maju kalian" ujar pak bagas

Yura dan nadira pun saling pandang "kita pak" sahut nadira dan mereka maju kedepan

"Iya kalian, dari tadi bapak liat kalian tidak mengikuti pemanasan yang aldi dan teman-teman kalian lakukan"

"Ish bapak, gerakan si aldi ga bikin semangat" sahut nadira

"Yaudah kalau gitu kalian berdua yang pandu pemanasannya" celetuk pak bagas

"Lo sih nad segala ngomong gitu" ujar yura karena kesal dengan nadira yang sedikit polos

Mereka berdua pun memandu pemanasan dengan penuh semangat dan bergairah, dikejauhan garvin dan kedua sahabatnya melihat yura dan nadira sedang berolahraga.

"Jiah, gue baru tau ada pemanasan kaya gitu. Emang beda sih kalau orang korea kalau pemanasan" celetuk gio yang memperhatikan mereka berdua

Garvin dan bara hanya diam mendengar ocehan gio mereka berdua hanya memperhatikan yura dan nadira saja.

"Nadira lucu juga ya" guman bara yang memperhatikan nadira ketawa bersama kedua sahabatnya

"Waw! Elo suka sama nadira bar? Amazing breaking news" celetuk gio sambil tertawa

"Emang gue salah suka sama nadira hah? Yang harusnya amazing tuh kalau garvin punya pacar" sahut bara dengan melirik garvin

Garvin hanya diam mendengar ocehan bara dan gio "Iya elo ada benarnya bar, kalau garvin suka sama cewe dan punya pacar gue mau potong tumpeng ah" sahut gio sambil merangkul garvin

"Bacot" ucap garvin dengan dingin dan meninggalkan bara dan gio

"Merinding banget gue sama si frozen" sahut gio sambil memegang dadanya terkejut dengan ucapan garvin yang begitu pedas melebih bon cabe level 50.

Yura dan kedua sahabatnya selesai berolahraga dan bel istirahat pun sudah tadi tadi bunyi, mereka pun sudah berganti seragam dan pergi kekantin karena haus dan lapar akibat olahraga yang menguras stamina mereka.

"Kalian mau pesen apa guys, biar gue pesenin" tanya nadira

"Gue mau bakmi sama es jeruk nad" sahut yura

"Kalau gue samain kaya yura aja nad" ujar alleta

Yura dan alleta mencari tempat duduk yang kosong namun semuanya penuh, hanya meja garvin dan kedua sahabatnya yang kosong.

"Ayang yura duduk disini aja masih kosong kok" teriak gio sambil menepuk kursi kosong

"Ck, jangan deh ra kita cari tempat lain males gue ada playboy Salibury high school"bisik alleta

"Mmm, udah ga apa-apa kita cuman makan aja kok soalnya ga ada tempat lain" sahut yura

Mereka berdua pun menghampiri meja garvin dan duduk disana.

"Kalian berdua udah pesen makanan belum? Biar si bara yang pesenin buat kalian" tanya gio

"Kok gue" ucap bara sambil menunjuk dirinya

"Elo kan babu gue, masa lo lupa" gio dengan tertawa jahat

"Ck, hari ini terakhir ya gue jadi babu lo itupun karena gue kalah taruhan main game" tak terima atas ucapan gio bara pun merasa kesal

Yura dan alleta pun hanya melihat mereka berdua yang dari tadi berdebat, yura memperhatikan garvin sedari tadi yang datar dan dingin hanya fokus dengan makanan yang dia santap.

Nadira pun datang dengan membawa pesanan mereka bertiga "itu pesanan kita udah dateng ka, jadi ga perlu pesen lagi" sahut yura sambil menunjuk kearah nadira

Nadira pun ikut bergabung dan duduk disebelah bara, bara pun merasa senang karena nadira bisa duduk disampingnya tapi bara tetep memasang wajah cool agar tak terlihat kalau dia begitu senang.

"Lo ga makan nasi nad?" Tanya bara sambil memperhatikan nadira makan, nadira hanya menggelengkan kepalanya.

Garvin pun selesai makan dia berdiri dan pergi meninggalkan kantin.

"Mau kemana vin?" Tanya gio

Garvin tidak menjawab pertanyaan gio dia pun pergi meninggalkan mereka semua dari kantin.

"Ck, dasar robot frozen ditanya ga disahutin kenceng banget itu baut" celetuk gio dengus kesal terhadap garvin

Yura hanya memandangi kepergian garvin 'dia kenapa ya' yang bertanya pada hatinya dia benar bingung dengan sikap garvin terkadang berubah

Dan garvin pun berlajan menuju taman belakang sekolah dia selalau menyempatkan waktunya disana karena disana dia bisa menjernihkan isi kepalanya dengan baik.

Yura pun dengan penasaran mencari keberadan garvin saat dia melangkahkan kakinya kearah taman belakang dia pu mendapati garvin sedang duduk dan tertidur di bawah pohon mangga. Yura hanya memperhatikan garvin dari kejauhan

"Oh dia disitu" Guman yura sambil memperhatikan garvin

Tiba-tiba dia dikejutkan oleh seseorang dari belakang karena dia terkejut dia pun hampir jatuh untungknya pria itu nangkap yura.

"Ka brian ngapain sih ngangetin aja" dengus yura dengan kesal

Brian pun melepaskan pelukannya dari yura "maaf ra gue ga sengaja, lagian lo dari tadi melamun sih" sahut brian dengan mengangkat jarinya berhuruf V

"Lo ngikutin gue ya ka"

"Hahaha iya gue ngikutin lo, sepanjang koridor lo kaya cari seseorang gue penasaran aja. Mangkanya gue ikutin lo sampai sini" ucap brian dengan tersenyum

"Jangan-jangan lo nyariin gue ya! Jadi baper gue" dengan memegang dadanya dan tersenyum

"Apan sih ka ga jelas loh" yura pun kesal dengan ucapan brian dia pun pergi dari sana dan brian pun mengekori yura dari belakang

Dan ternyata sedari tadi garvin memperhatikan mereka dan mendengarkan percakapan mereka barusan.

Episodes
1 Pindah sekolah
2 Dihukum Ketos
3 Ada apa dengannya
4 Aneh
5 Perasaan aneh
6 Heart Beat
7 Ada yang aneh
8 Bingung
9 Masa lalu
10 Ada yang berubah
11 Perubahan garvin
12 Jantung Normal
13 Jatuh cinta
14 Mulai Ada Hati
15 Bintang
16 Pertengkaran
17 Rasa sayang Ayah
18 Perhatian
19 Semakin dekat
20 Murid baru
21 Balap Motor
22 Bad day
23 Different
24 what about Yura
25 Ada apa
26 Ungkapan Garvin
27 Bimbang
28 Feeling
29 Cold man
30 New couple
31 Ubah cara panggilan
32 Fitnah
33 Pembullyan
34 Dibalik ceria yura
35 Hal yang tak terduga
36 Menemani nenek
37 Kemesraan new couple
38 Kebersamaan
39 Kebohongan
40 Rasa Sakit
41 Penjelasan Garvin
42 Teror
43 Teror Lagi
44 Pertengkaran
45 Hari yang Indah
46 Dibully lagi
47 Perasaan yang aneh
48 Mencari kado
49 Ulang tahun caca
50 Rasa kecewa
51 Jalan-jalan dengan nenek
52 Rasa bersalah
53 Berbaikan
54 Rasa khawatir sahabat
55 Dilabrak kaka kelas
56 Curiga
57 Dejavu
58 Hampir dilecehkan
59 Perdebatan
60 Perasaan bersalah yura
61 Kasih sayang kaka
62 Ancaman clarissa
63 I love you
64 Never let you go
65 Kabur
66 Yura menghilang
67 Terungkap
68 Disekap
69 Menyelamatkan
70 Sudah terjadi
71 Kenyataan
72 Ternyata dia
73 Cemburu sang kaka
74 Dia laki-laki yang baik
75 Mulai menerima
76 Dia gadis yang baik
77 Hukuman
78 Tak salah pilih
79 Menginap Dirumah Yura
80 Liburan
81 Engagement Day
82 Janji garvin pada caca
83 Mulai menerima mama riana
84 Awal pertengkaran
85 Awal pertengkaran
86 Amarah garvin
87 Kembali seperti biasa
88 Keharmonisan
89 Hari ujian
90 Terakhir sekolah
91 Ingin menikmati masa remaja
92 Sekertaris ular
93 Siapa gadis itu
94 Sejauh mana hubungannya
95 Aku yang tersakiti
96 Gadis nakal
97 Harus dimiliki
98 Menyingkirkan yura
99 Tak salah pilih
100 Rasa sedih
101 Nenek siska masuk rumah sakit
102 Mengabaikan
103 Kepergian nenek siska
104 Sudah mengetahui
105 Orang ketiga
106 Butuh waktu
107 Goodbye
108 Kehidupan baru yura
109 Lost her
110 Kembalinya kim yura
111 Bertemu caca
112 Kembali bertemu
113 Dijebak sophie
114 Rasa sakit garvin
115 Fakta sebenarnya
116 Menebus kesalahan
117 Rumah sakit
118 Mode manja
119 Perasaan iri garvin
120 Pernikahan nadira
121 Yura di culik
122 Aku akan menjagamu
123 Perasaan yang sama
124 Will you marry me
125 Akhir hubungan alleta
126 Kembali berkumpul bersama
127 Happy ending
Episodes

Updated 127 Episodes

1
Pindah sekolah
2
Dihukum Ketos
3
Ada apa dengannya
4
Aneh
5
Perasaan aneh
6
Heart Beat
7
Ada yang aneh
8
Bingung
9
Masa lalu
10
Ada yang berubah
11
Perubahan garvin
12
Jantung Normal
13
Jatuh cinta
14
Mulai Ada Hati
15
Bintang
16
Pertengkaran
17
Rasa sayang Ayah
18
Perhatian
19
Semakin dekat
20
Murid baru
21
Balap Motor
22
Bad day
23
Different
24
what about Yura
25
Ada apa
26
Ungkapan Garvin
27
Bimbang
28
Feeling
29
Cold man
30
New couple
31
Ubah cara panggilan
32
Fitnah
33
Pembullyan
34
Dibalik ceria yura
35
Hal yang tak terduga
36
Menemani nenek
37
Kemesraan new couple
38
Kebersamaan
39
Kebohongan
40
Rasa Sakit
41
Penjelasan Garvin
42
Teror
43
Teror Lagi
44
Pertengkaran
45
Hari yang Indah
46
Dibully lagi
47
Perasaan yang aneh
48
Mencari kado
49
Ulang tahun caca
50
Rasa kecewa
51
Jalan-jalan dengan nenek
52
Rasa bersalah
53
Berbaikan
54
Rasa khawatir sahabat
55
Dilabrak kaka kelas
56
Curiga
57
Dejavu
58
Hampir dilecehkan
59
Perdebatan
60
Perasaan bersalah yura
61
Kasih sayang kaka
62
Ancaman clarissa
63
I love you
64
Never let you go
65
Kabur
66
Yura menghilang
67
Terungkap
68
Disekap
69
Menyelamatkan
70
Sudah terjadi
71
Kenyataan
72
Ternyata dia
73
Cemburu sang kaka
74
Dia laki-laki yang baik
75
Mulai menerima
76
Dia gadis yang baik
77
Hukuman
78
Tak salah pilih
79
Menginap Dirumah Yura
80
Liburan
81
Engagement Day
82
Janji garvin pada caca
83
Mulai menerima mama riana
84
Awal pertengkaran
85
Awal pertengkaran
86
Amarah garvin
87
Kembali seperti biasa
88
Keharmonisan
89
Hari ujian
90
Terakhir sekolah
91
Ingin menikmati masa remaja
92
Sekertaris ular
93
Siapa gadis itu
94
Sejauh mana hubungannya
95
Aku yang tersakiti
96
Gadis nakal
97
Harus dimiliki
98
Menyingkirkan yura
99
Tak salah pilih
100
Rasa sedih
101
Nenek siska masuk rumah sakit
102
Mengabaikan
103
Kepergian nenek siska
104
Sudah mengetahui
105
Orang ketiga
106
Butuh waktu
107
Goodbye
108
Kehidupan baru yura
109
Lost her
110
Kembalinya kim yura
111
Bertemu caca
112
Kembali bertemu
113
Dijebak sophie
114
Rasa sakit garvin
115
Fakta sebenarnya
116
Menebus kesalahan
117
Rumah sakit
118
Mode manja
119
Perasaan iri garvin
120
Pernikahan nadira
121
Yura di culik
122
Aku akan menjagamu
123
Perasaan yang sama
124
Will you marry me
125
Akhir hubungan alleta
126
Kembali berkumpul bersama
127
Happy ending

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!