"Selamat siang sus, saya Kim yura sudah daftar online untuk bertemu dengan dokter jantung"
"Baik bu, silahkan tunggu dulu nanti dipanggil namanya" ujar perawat
Yura pun menunggu namanya untuk di panggil dia pun memainkan ponsel miliknya karena gugup bertemu dengan dokter.
"Apa gue beneran punya masalah sakit jantung ya" guman yura sambil menggigit kuku jari dia pun tak tenang dan menghentak-hentakan sebelah kaki kanannya, selang tak lama nama dia pun dipaling oleh perawat di rumah sakit harapan indah jakarta.
"Ibu Kim yura"
"Iya suster saya" sahut yura dengan mengangkat tangan kanannya
"Silahkan masuk keruangan dokter" ujar perawat
Yura pun menganggukan kepalanya dan berjalan menuju ruangan dokter dia pun mengetuk pintu lalu masuk keruangan dokter.
"Halo selamat siang bu" ucap dokter dengan ramah
"Si-siang dok, panggil saya yura aja dok saya masih sekolah" ujar yura dengan senyum terpaksa karena akibat gugup
"Baik yura, perkenalkan saya dokter bayu. Kalau boleh tau kamu ada keluhan apa?" Tanya dokter bayu
"Gini dok, saya akhir-akhir ini jantung saya selalu berdetak kencang dan tidak karuan" sahut yura dengan serius menjelaskan gejala yang dia rasakan
"Baik kita tes EKG terlebih dahulu ya" ujar dokter bayu
Yura pun mengikuti arahan dokter bayu untuk tes EKG 'apa gue bakal mati muda ya' batin yura yang sedang berbaring untuk periksa tes EKG.
Dia pun kembali duduk dan menunggu hasil EKG nya keluar dia pun bergulat dengan pikirannya yang membuat tak tenang.
"Baik yura, hasil dari EKG jantung kamu normal" ujar dokter bayu sambil memperlihatkan hasil EKG kepada yura
"Hah! Ga mungkin dok, jantung saya benar-benar ga normal loh" sahut yura yang tak percaya atas hasil EKG yang dokter bacakan untuknya
"Baik, kalau boleh kamu bisa jelaskan ke saya dengan detail?"
"Jadi gini loh dok, setiap saya deket si kaktus jantung saya suka tiba-tiba berdetak kencang banget" ujar yura dengan wajah serius menceritakan keluhannya
"Maaf yura, kaktus itu tanaman bukan?" Tanya dokter
"Bukan dok"
Dokter bayu kembali mendengarkan penjelasan yura dia hanya menggelengkan kepalanya, baru kali ini dia pendapatkan pasien unik karena orang datang kerumah sakit periksa jantung karena mereka memang sakit. Tapi tanpa sadar yura datang kerumah sakit mengeluh jantungnya berdebar kencang karena dia sedang jatuh cinta.
"Mmm dari cerita kamu ini saya paham, jadi gini kamu tidak sakit jantung melainkan kamu sedang jatuh cinta sama laki-laki yang bernama kaktus itu" ucap dokter dengan menahan rasa ketawa karena tingkah laku pasien dia yang satu ini
"Apa! Masa sih dok saya jatuh cinta sama si kaktus! Sahut yura dengan tak percaya
"Baik dok kalau gitu saya pergi dulu, terimakasih dok" yura pun membungkuk kan badannya dan pergi dari ruangan dokter bayu.
Sepanjang perjalan dia keluar dari rumah sakit dia masih memikirkan dengan ucapan dokter bayu karena dia benar-benar tidak percaya jika dia jatuh cinta dengan garvin.
Tak lama yura pun sudah sampai dirumahnya dan dia pun pergi kekamar pribadi miliknya lalu bergegas membersihkan dirinya untuk mandi.
Selesai mandi dia pun berbaring diatas tempat tidurnya sambil browsing artikel digoogle.
"Hah, kok semua nya sama kaya gue rasain sih" gerutu yura masih membaca artikelnya
"Ga mungkin gue jantuh cinta sama si kaktus" teriak yura sambil menutupi wajahnya dengan bantal, tiba-tiba pintu kamar yura terbuka dengan keras.
Brak
Sontak yura terkejut dan langsung bangun dari tempat tidurnya dia melihat nenek siska masuk dengan memakai masker yang membuat yura mengumpat didalam hatinya.
"Kamu kenapa yura malam-malam teriak?" Tanya nenek siska
"Yura ga apa-apa kok, ck nenek kenapa lagi malam-malam pake masker terus berkeliaran didalam rumah" sahut yura yang sambil memeluk boneka chimmy
"Kamu ini jangan suka bikin nenek jantungan deh teriak-teriak gitu, dan satu hal lagi suka-suka nenek mau pake maskeran atau enggak orang nenek mau cantik"
Nenek siska pun menarik kursi belajar yura dan dia pun memperhatikan cucu nya sedang gelisah. Yura pun tiba-tiba memberanikan dirinya untuk bertanya kepada neneknya perihal jatuh cinta.
"Nek yura mau tanya dong" dengan tatapan serius
"Mau tanya apa?"
"Yura serius nek" ucap yura yang dari tadi melihat neneknya sedang membuka album BTS milik yura
"Nenek juga udah serius yura" ujar nenek siska dengan kesal
Dia pun bingung akan sikap cucunya yang menatap nenek siska dengan wajah serius milik yura
"Nek, jatuh cinta itu kaya gimana" tanya yura dengan serius
"Ck, kamu ga tau jatuh cinta ra?" Tanya nenek siska
"Ish nek, yura lagi serius" sahut yura dengan kesal
"Iya, nenek pernah jatuh cintalah. Kalau ga pernah jatuh cinta ga mungkin ada eomma kamu dan kamu pun ga mungkin ada yura" celetuk nenek siska dan yura pun hanya menganggukan kepalannya
"Rasanya seperti apa nek"
"Maksud kamu jatuh cinta ra? Mmm, yang nenek rasain sih dulu jatuh cinta sama almarum kakek kamu jantung nenek suka deg-degan kalau sama kakek kamu, terus nenek suka kesel kalau dia deket-deket sama cewe dan suka mikirin dia terus" ujar nenek siska dia pun memperhatikan cucunya karena nenek siska tau jika yura sedang jatuh cinta dengan seorang pria namun dia tak menyadari nya sama sekali.
"Kamu lagi jatuh cinta sama siapa ra" ledek nenek yura sambil menatap yura
"A-apa sih nek, yura ga jatuh cinta sama siapa-siapa kok" sahut yura dengan gugup
Nenek siska pun beranjak pergi dari kamar yura dia pun tak lupa meledek yura dengan menyebut nama garvin.
"Kamu suka garvin kan ra" ledek nenek siska dia pun bergegas pergi dari kamar yura.
"Yura ga suka garvin nek" teriak yura dengan kesal
Nenek siska hanya tersenyum karena dia tau jika cucu perempuan nya sudah besar dan menyukai seorang pemuda.
"Cucu perempuan kita sudah besar mas" Ujar nenek siska sambil menatap bingkai photo sang suami
~oOo~
Yura sudah berada disekolah karena hari ini dia sama sekali tak terlambat, karena semalaman dia tidak bisa tidur memikirkan ucapan dokter bayu dan akibatnya dia sangat mengantuk selama pelajaran berlangsung.
"Ra mau kekantin ga?" Tanya alleta
Yura hanya mendongk kan wajah dan menyuruh alleta dan nadira pergi karena dia hanya ingin tidur karena benar-benar mengantuk, alleta dan nadira pun meninggalkan yura di kelas sendirian.
'Ternyata dia dikelas'
Dan seseorang berjalan kearah meja yura dia pun duduk disamping yura dan memandanginya yang sangat terlelap tidur
"Lo kalau tidur cantik juga" ujar pria itu
Dia pun menaruh susu strawberry yang dia bawa disamping yura, dia tersenyum manis dan pergi meninggalkan yura dikelasnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 127 Episodes
Comments