Bingung

"Sial kenapa muka gue bisa-bisanya merah didepan dia sih" guman yura sambil berjalan dilorong koridor sekolah

Tet.. bel pulang pun berbunyi yura merapihkan buku-bukannya dia pun segera pergi dari kelasnya untuk pergi ke kafe dekat sekolah karena sudah janjian dengan brian.

"Ra lo jadi ke kafe dekat sekolah sama ka brian?" Tanya alleta

"Iya al, lo mau ikut"

"Kayanya enggak deh, soalnya nenek gue datang dari palembang jadi gue harus pulang."

"Kau lo nad mau ikut ga"

"Gue sih pengen ikut, tapi gue masih ada rapat osis" ucap nadira dengan lesu

Yura pun meninggalkan kedua sahabatnya dan pergi ke kafe dekat sekolah.

Dia mencari keberadaan brian namun tak ada brian disana "Ka brian kayanya belum datang, gue cari tempat duduk dulu aja sambil pesan minuman dan tunggu dia datang"

Brian pun datang dengan tergesa-gesa pasalnya dia lupa dengan janji bersama yura.

"Ra, sorry gue telat datangnya" ujar brian sambil duduk dimeja yura

"Oh iya ka ga apa-apa, lagi juga gue baru sampai"

"Serius lo ga marahkan" tanya brian karena dia tidak ingin yura marah karena kesempatan dia untuk bisa dekat dengan yura.

"Santai aja ka, udah sana lo pesen minum sama makan gue teraktir"

Brian pun menganggukan kepalanya dan memanggil pelayan kafe untuk memesan makanan dan minum

Mereka pun cukup lama disana untuk berbincang-bincang dan tidak disangka garvin bersama kedua sahabatnya ada dikafe dekat sekolah juga.

"Itu bukannya yura sama brian ya" celetuk gio sambil menunjuk kearah dua remaja tersebut

"Oh iya, kayanya mereka akrab banget" ujar bara

Dan garvin hanya melihat mereka dengan wajah datar karena selama ini dia tak pernah mengobrol dengan yura seperti itu.

Mereka bertiga pun berjalan kearah meja dekat yura dan brian. Sontak yura melihat garvin dengan wajah yang begitu datar dan auranya pun benar-benar dingin

Garvin hanya melewati yura dan brian mereka bertiga pun duduk dimejanya dan memesan pesanan mereka.

Yura hanya memperhatikan garvin dari mejanya entah mengapa dia merasa aneh dengan sikap garvin.

'Dia tuh sebenernya kenapa' batin yura yang masih memperhatikan garvin dari jauh

"Vin, si kelvin ngajakin lo buat balapan" ujar bara

"Kapan"

"Belum tau! tapi kalau lo terima tawaran si kelvin buat balapan gue langsung infoin kedia"

"lo atur aja"

Garvin beranjak berdiri dan pergi dari kafe meninggalkan kedua sahabatnya.

"Mau kemana lo" tanya gio mulut penuh dengan makanan

Garvin pun tak menjawab pertanyaan gio dia langsung pergi dari kafe tersebut.

"Ra thanks teraktiran nya. Kapan-kapan gue yang teraktir lo" ucap brian

"Iya ka sama-sama, harusnya gue yang bilang terimakasih sama lo udah bantuin gue tadi disekolah"

"Ra gue boleh minta nomor telpon lo ga? Cuman untuk nambah kontak aja ra"

Yura menganggukan kepalanya memberikan nomor telpon nya pada brian, dan brian pun menyerahkan ponselnya ke yura.

"Lo mau gue anterin ga baliknya ra?"tanya brian

"Ga usah ka, gue balik sendiri nanti supir gue jemput kok" ujar yura yang sambil memainkan ponselnya

"Oke, gue balik duluan ya ra" sambil mengacak-acak rambut yura

"Ish apa sih ka segala acak-acak rambut gue, sana pergi hati-hati dijalan" dengan kesal

Brian hanya tertawa karena ekspresi yura yang menurut dia sangat lucu, dia pun melambaikan tanganya dan pergi mengendarai mobil sportnya berwarna putih

Hendak yura ingin memesan taxi ponselnya mendadak mati kehabisan baterai.

"Ck segala habis baterai, kalau gini ceritanya mending gue tadi minta anterin pulang sama ka brian akhh"

Dia pun berjalan menuju halte sekolah untuk memberhentikan taxi yang lewat, saat dia sedang duduk dihalte menunggu taxi lalu ada motor sport hitam berhenti didepannya.

'Siapa'batin yura yang menaikan sebelah alisnya

Laki-laki itu turun dari motor dan membuka helm full facenya tidak disangka adalah garvin yang seharusnya dia sudah pulang dari tadi ternyata dia masih ada disekitar sekolah.

"Ck, ternyata si kaktus" gerutunya sambil memalihkan wajahnya

Garvin hanya menatap yura karena ekspresi yura 'lucu juga' batin garvin sambil tersenyum tipis

"Apa! Lo liatin gue kaya gitu, mau apa lo ka" dengan nada kesal karena garvin dari tadi hanya menatap yura dengan dingin

"Balik sama gue"

"Ck, ngapain gue harus pulang sama lo" dengan melipatkan kedua tangannya didada

Garvin pun malas dengan ocehan yura dia pun menggendong yura dengan ala bridal style sontak yura terkejut garvin menggendongnya.

"Turunin gue kaktus ngapain loh"

Tak dihiraukan sama sekali oleh garvin dia pun membawa yura keatas motor sportnya. Garvin menyerahkan jaket miliknya ke yura untuk menutupi pahanya

"Nih"

"Gue ga butuh jaket lo" dengan nada kesal

Garvin memasangkan jaketnya untuk menutupi paha yura dan dia pun manaiki motor sportnya 'kenapa dia act to service banget, dan lagi-lagi jantung gue selalu kaya gini kalau deket garvin' batin yura

"Pegangan" ucap garvin dengan datar

"Ga mau lo pasti modus kan pengen dipeluk sama gue ngaku deh"

"Terserah"

Garvin menjalankan motornya dan sontak yura terkejut karena tiba-tiba garvin tanpa aba-aba melajukan motornya dengan cepat. Dia pun memeluk pinggang garvin karena takut jatuh.

"Kenapa berhenti? Lo mau modus kan sama gue biar dipeluk lagi" dengan kesal memukul punggung garvin

"Liat tuh" sambil menunjuk kearah atas

Yura pun melihat keatas yang garvin tunjuk ternyata mereka berhenti dilampu merah, dia pun sangat malu karena ocehannya tadi garvin sedari tadi cuman melirik yura dari kaca spion.

Dan setelah 20 menit perjalanan dari kafe dekat sekolah menuju rumah yura akhirnya mereka sampai didepan rumah gadis itu.

Dan yura turun dari motor garvin tak lupa ia mengucapkan terimakasih lalu pergi meninggal garvin.

"lucu" ucap garvin sambil tersenyum dan menatap punggung yura yang berjalan kedalam rumahnya, garvin pun pergi dari rumah yura.

Urineun Drop it like HOT HOT HOT

Oh jigeum Feelin' so HOT

I norae Burnin' like HOT HOT HOT HOT

Boom Brr Boom Boom

Urineun Drop it like HOT HOT HOT

Oh jigeum Feelin' so HOT

Yeah I'm runnin' too HOT HOT HOT HOT

Boom Brr Boom Boom

"Astaga nenek!"teriak yura

Nenek siska tidak menghiraukan yura karena musik yang dia putar sangat kencang, yura pun langsung mengecilkan volume musiknya

"Apa lagi ra, nenek lagi coba dance lagu hot seventeen ganggu terus kamu" celetuk nenek siska yang masih menari mengikuti gerakan tarian idol kpop itu

"Nek inget umur, kalau encok gimana itu pinggang" ucap yura dengan kesal dengan tingkah laku neneknya seperti anak remaja

"Enak aja, pinggang nenek masih kuat ya, emangnya kamu aja yang boleh suka Kpop nenek juga bisa suka apa lagi udah beli light stick nya" ujar nenek siska sambil memperlihatkan light stick seventeen

"Hauhhs, kenapa gue punya nenek yang terlalu gaul" teriak yura sambil pergi kekamarnya

Nenek siska pun melanjutkan aktivitas cover dancenya sendirian.

Episodes
1 Pindah sekolah
2 Dihukum Ketos
3 Ada apa dengannya
4 Aneh
5 Perasaan aneh
6 Heart Beat
7 Ada yang aneh
8 Bingung
9 Masa lalu
10 Ada yang berubah
11 Perubahan garvin
12 Jantung Normal
13 Jatuh cinta
14 Mulai Ada Hati
15 Bintang
16 Pertengkaran
17 Rasa sayang Ayah
18 Perhatian
19 Semakin dekat
20 Murid baru
21 Balap Motor
22 Bad day
23 Different
24 what about Yura
25 Ada apa
26 Ungkapan Garvin
27 Bimbang
28 Feeling
29 Cold man
30 New couple
31 Ubah cara panggilan
32 Fitnah
33 Pembullyan
34 Dibalik ceria yura
35 Hal yang tak terduga
36 Menemani nenek
37 Kemesraan new couple
38 Kebersamaan
39 Kebohongan
40 Rasa Sakit
41 Penjelasan Garvin
42 Teror
43 Teror Lagi
44 Pertengkaran
45 Hari yang Indah
46 Dibully lagi
47 Perasaan yang aneh
48 Mencari kado
49 Ulang tahun caca
50 Rasa kecewa
51 Jalan-jalan dengan nenek
52 Rasa bersalah
53 Berbaikan
54 Rasa khawatir sahabat
55 Dilabrak kaka kelas
56 Curiga
57 Dejavu
58 Hampir dilecehkan
59 Perdebatan
60 Perasaan bersalah yura
61 Kasih sayang kaka
62 Ancaman clarissa
63 I love you
64 Never let you go
65 Kabur
66 Yura menghilang
67 Terungkap
68 Disekap
69 Menyelamatkan
70 Sudah terjadi
71 Kenyataan
72 Ternyata dia
73 Cemburu sang kaka
74 Dia laki-laki yang baik
75 Mulai menerima
76 Dia gadis yang baik
77 Hukuman
78 Tak salah pilih
79 Menginap Dirumah Yura
80 Liburan
81 Engagement Day
82 Janji garvin pada caca
83 Mulai menerima mama riana
84 Awal pertengkaran
85 Awal pertengkaran
86 Amarah garvin
87 Kembali seperti biasa
88 Keharmonisan
89 Hari ujian
90 Terakhir sekolah
91 Ingin menikmati masa remaja
92 Sekertaris ular
93 Siapa gadis itu
94 Sejauh mana hubungannya
95 Aku yang tersakiti
96 Gadis nakal
97 Harus dimiliki
98 Menyingkirkan yura
99 Tak salah pilih
100 Rasa sedih
101 Nenek siska masuk rumah sakit
102 Mengabaikan
103 Kepergian nenek siska
104 Sudah mengetahui
105 Orang ketiga
106 Butuh waktu
107 Goodbye
108 Kehidupan baru yura
109 Lost her
110 Kembalinya kim yura
111 Bertemu caca
112 Kembali bertemu
113 Dijebak sophie
114 Rasa sakit garvin
115 Fakta sebenarnya
116 Menebus kesalahan
117 Rumah sakit
118 Mode manja
119 Perasaan iri garvin
120 Pernikahan nadira
121 Yura di culik
122 Aku akan menjagamu
123 Perasaan yang sama
124 Will you marry me
125 Akhir hubungan alleta
126 Kembali berkumpul bersama
127 Happy ending
Episodes

Updated 127 Episodes

1
Pindah sekolah
2
Dihukum Ketos
3
Ada apa dengannya
4
Aneh
5
Perasaan aneh
6
Heart Beat
7
Ada yang aneh
8
Bingung
9
Masa lalu
10
Ada yang berubah
11
Perubahan garvin
12
Jantung Normal
13
Jatuh cinta
14
Mulai Ada Hati
15
Bintang
16
Pertengkaran
17
Rasa sayang Ayah
18
Perhatian
19
Semakin dekat
20
Murid baru
21
Balap Motor
22
Bad day
23
Different
24
what about Yura
25
Ada apa
26
Ungkapan Garvin
27
Bimbang
28
Feeling
29
Cold man
30
New couple
31
Ubah cara panggilan
32
Fitnah
33
Pembullyan
34
Dibalik ceria yura
35
Hal yang tak terduga
36
Menemani nenek
37
Kemesraan new couple
38
Kebersamaan
39
Kebohongan
40
Rasa Sakit
41
Penjelasan Garvin
42
Teror
43
Teror Lagi
44
Pertengkaran
45
Hari yang Indah
46
Dibully lagi
47
Perasaan yang aneh
48
Mencari kado
49
Ulang tahun caca
50
Rasa kecewa
51
Jalan-jalan dengan nenek
52
Rasa bersalah
53
Berbaikan
54
Rasa khawatir sahabat
55
Dilabrak kaka kelas
56
Curiga
57
Dejavu
58
Hampir dilecehkan
59
Perdebatan
60
Perasaan bersalah yura
61
Kasih sayang kaka
62
Ancaman clarissa
63
I love you
64
Never let you go
65
Kabur
66
Yura menghilang
67
Terungkap
68
Disekap
69
Menyelamatkan
70
Sudah terjadi
71
Kenyataan
72
Ternyata dia
73
Cemburu sang kaka
74
Dia laki-laki yang baik
75
Mulai menerima
76
Dia gadis yang baik
77
Hukuman
78
Tak salah pilih
79
Menginap Dirumah Yura
80
Liburan
81
Engagement Day
82
Janji garvin pada caca
83
Mulai menerima mama riana
84
Awal pertengkaran
85
Awal pertengkaran
86
Amarah garvin
87
Kembali seperti biasa
88
Keharmonisan
89
Hari ujian
90
Terakhir sekolah
91
Ingin menikmati masa remaja
92
Sekertaris ular
93
Siapa gadis itu
94
Sejauh mana hubungannya
95
Aku yang tersakiti
96
Gadis nakal
97
Harus dimiliki
98
Menyingkirkan yura
99
Tak salah pilih
100
Rasa sedih
101
Nenek siska masuk rumah sakit
102
Mengabaikan
103
Kepergian nenek siska
104
Sudah mengetahui
105
Orang ketiga
106
Butuh waktu
107
Goodbye
108
Kehidupan baru yura
109
Lost her
110
Kembalinya kim yura
111
Bertemu caca
112
Kembali bertemu
113
Dijebak sophie
114
Rasa sakit garvin
115
Fakta sebenarnya
116
Menebus kesalahan
117
Rumah sakit
118
Mode manja
119
Perasaan iri garvin
120
Pernikahan nadira
121
Yura di culik
122
Aku akan menjagamu
123
Perasaan yang sama
124
Will you marry me
125
Akhir hubungan alleta
126
Kembali berkumpul bersama
127
Happy ending

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!