Ada yang aneh

"Pulang sama gue"

Yura pun mengerutkan dahinya merasa heran dengan sikap garvin akhir-akhir ini

"Thanks, gue bisa pulang sendiri"

Yura pun hendak meninggalkan area sekolah dengan sontak yura terkejut saat garvin menggendongnya keatas motor sportnya

"Lepasin gue ka" teriak yura

Garvin pun tak menghiraukan ucapan yura dia pun tetap menggendong yura agar bisa duduk atas motor sport miliknya, garvin pun menyalakan motor sportnya dan melaju meninggalkan area sekolah.

"Lo gila ya ka, apa lo salah makan hah?" Tanya yura dengan nada kesal

"Pegangan" beo garvin

"Hah!"

Garvin pun melajukan motor sportnya dengan kencang gadis itu pun hampir terjungkal, sontak yura langsung memeluk perut garvin.

"Lo sengaja ya ka?" Bentak yura

Garvin hanya tersenyum dibalik helm full facenya sedari tadi melirik yura dari kaca spion motor, yura pun sedang mengoceh karena garvin mendadak melaju motor nya dengan kencang yang membuat yura terkejut.

Motor sport garvin pun sampai didepan gerbang rumah yura. Garvin membantu yura untuk turun dari motornya, sebenarnya yura masih kesal dengan garvin atas tindakkan dia yang membuat pusing kepalanya.

"Thanks, udah anterin gue pulang" ujar yura sambil memalihkan wajahnya

Garvin tak menjawab ucapan yura yang membuat dia makin kesal atas tingkah laku garvin yang tidak bisa ditebak

"Ck, punya mulut itu dipake buat ngomong bukan rapet kaya prangko" gerutu yura dan membalikkan badan hendak ingin masuk kedalam rumah dan tanpa disadari garvin pun berbicara padanya

"Gue boleh ikut masuk" ucap datar garvin

"Hah!"

Sontak yura pun terkejut dan dia pun mengizinkan garvin ikut masuk kedalam rumah dengan menganggukan kepalanya, mereka masuk kedalam rumah dan yura menyuruh garvin untuk duduk diruang tamu garvin pun menganggukan kepalanya lalu dia duduk disofa. Sementara yura pergi kekamar untuk berganti pakaiannya.

Meong

Seketika ada cleo yang mengeong, garvin pun menggendong dan meletakkan cleo di pahanya dia pun mengelus-elus bulu cleo yamg sangat lembut dan wangi.

Yura pun turun dari kamarnya dan melihat pemandangan yang belum pernah ia lihat, dimana garvin mengelus-elus seekor kucing dan tersenyum. Karna yura tak ingin moment itu hilang dia pun memotret garvin secara diam-diam layaknya paparazi.

"Lo suka kucing ka"

Garvin hanya menoleh tanpa menjawab ucapan yura sama sekali, yura pun hanya berdecak karena garvin selalu seperti itu.

"Percuma gue ngomong lo ka ga bakal disahutin berasa ngomong sama makhluk astral" kesalnya yura

"Gue suka" ucap garvin dengan singkat

"Hah!"

"Gue suka kucing" sambil menunjuk cleo

Yura hanya ber'ia O karna garvin benar-benar diluar prediksi yura yang membuat dia pusing.

"Ga tau cewe mana yang bakal betah sama lo, ngomong aja irit banget" ujar yura yang ikut mengelus cleo

"Ada" ucap garvin

"Hahaha, siapa yang mau lo" ujar yura sambil tertawa

"Lo" ucap garvin datar dengan ekspresi dinginnya

"A-apa ngaco lo ka, mana mungkin gue mau sama lo"

Tanpa disadari tadi jantung yura berdetak sangat kencang yang membuat sang empu gelagapan panik karna ucapan garvin. Dan pemuda itu pun menatap yura dengan serius

'Gila kenapa jantung gue kaya gini terus sih, apa gue sakit jantung ya? Mana garvin ngeliatin gue kaya gitu' batin yura yang sedari tidak tenang karena jantungnya makin berdetak sangat kencang

Dia pun tiba-tiba berdiri "gue ambil minuman dulu buat lo ka"

Yura pun pergi meninggalkan garvin menuju dapur dan mengambil minuman untuknya dan garvin

"Gila! Jantung gue kayanya ga beres deh, besok pulang sekolah harus pergi ke dokter jantung" gumannya sambil membawa nampan minuman ke ruang tamu.

Langit pun sudah malam, 20 menit yang lalu garvin sudah pulang meninggalkan rumah yura, dan gadis itu pun dikamarnya sedang bergulat dengan pikirannya atas prilaku garvin yang diluar nalar.

"Aaaa.. kenapa si kaktus tiba-tiba aneh kaya gitu" gumman yura

"Fix besok gue harus kerumah sakit ketemu dokter jantung"

Karena semalaman yura masih bergulat dengan pikirannya memikirkan garvin dia pun akhirnya tidur tengah malam bukan tengah malam lagi tapi pagi hari, pada akhirnya dia pun telat bangun.

"Aaaa... gue telat kesekolah" teriaknya

Dia pun bergegas kesekolah waktu pun menunjuk kan jam 07.15, akhirnya yura terlambat lagi ia pun sampai didepan gerbang sekolahnya.

"Pak ujang yang paling ganteng, bukain dong gerbangnya yura mau masuk" memohon sambil cengengesan

"Aduh neng yura yang cantik, kenapa hari ini telat perasaan kemarin-marin neng yura ga telat?" Tanya pak ujang

"Iya nih pak, gara-gara si kaktus" ujarnya dengan muka kesalnya

"Maksud neng yura mas garvin"

"B-bukan pak, maksud yura gara-gara nonton serial kartun kaktus gitu loh" alibi yura

Tanpa yura sadari garvin dari tadi mendengar ocehan dia bersama pak ujang, garvin pun berdehem sontak yura pun menoleh kearahnya.

'Sial jangan bilang dia dari tadi disitu, dan dengerin obrolan gue sama pak ujang mampus lo ra' batin yura yang takut garvin mendengarnya

"Kenapa lo telat" dengan datar

"Ya namanya juga telat gimana sih" ucap yura dengan sewot

"Masuk!"

Pak ujang pun membuka kan gerbangnya dan yura pun masuk dengan gembira namun ternyata dia salah, saat dia hendak melangkah kakinya garvin memanggilnya

"Mau kemana"

"Ya mau kekelas, kemana lagi" ujar yura dengan memutarkan bola matanya

"Ikut gue" garvin pun melangkahkan kakinya meninggalkan gerbang

"Ck,"

Yura pun mengikuti langkah kaki garvin dia pun tau pasti akan dapat hukum dari ketos yang selama ini dia benci, Mereka berdua pun sampai diruangan lab lama garvin menyuruh nya untuk membersihkan ruangan itu yang sudah tidak dipakai lagi.

Mata yura pun melotot karena ruangan lab itu benar-benar kotor dan dia pun tidak tau akan membersihkan ruangan itu berapa jam, dia pun protes ke garvin karena menghukum dia diluar prediksi yura.

"Lo gila ka! gue disuruh bersihin ruangan ini. Mana kotor banget gue harus berapa jam bersihinnya" protes yura

"Bersihin" garvin pun meninggalkan yura disana sendirian

"Hauhhss, nyebelin banget si kaktus" gerutu yura

Yura pun tetap mengikuti perintah garvin untuk mengerjakan hukumannya meski setengah hati mengerjakannya.

"Bukannya itu yura ya" gumamnya brian

Brian pun menghampiri yura yang sedang menbersihkan ruangan lab lama tersebut

"Hei ra, ngapain lo disini" tanya brian

"Uhuk, uhuk, eh ka ini gue kena hukuman sama si kaktus" ucap yura yang menutupi hidungnya karena ruangan itu penuh dengan debu

"Kaktus?"

"Ka garvin ka, itu panggilan gue buat dia karna dia tuh rese sekalinya ngomong nusuk kaya kaktus" celoteh yura dengan kesal

Brian hanya tertawa dengan celotehan yura yang menurut dia sangat lucu, brian pun membantu yura membersihkan ruang itu sesekali sambil tertawa.

Dari kejauhan seseorang memperhatikan mereka dan mengepalkan kedua tangannya.

Bel istirahat pun berbunyi yura dan brian pun menyelesaikan ruangan itu meski tidak semuanya selesai

"Ka thanks ya udah bantuin gue, gara-gara gue lo bolos pelajaran" ucap yura

"Hahaha, santai aja ra emang gue niat bolos karena suntuk, terus lihat lo disini yaudah sekalian bolos bermanfaat" ujar brian dengan tertawa

"Mana ada bolos bermanfaat ngaco lo ka"

"Ada, buktinya gue"

"Okelah, gue teraktir lo makan deh dikantin gimana buat ucapan terimakasih gue ke elo" ujar yura

"Mmm, kalau pulang sekolah gimana ra di kafe deket sekolah?" Tanya brian

"Oke ka"

Yura pun pergi dari ruangan lab itu berjalan menuju kelasnya karena dia sudah menitip makanan ke alleta.

"Nih ra pesenan lo" ujar alleta dan duduk didepan meja yura

Yura pun mengambil pesanannya dan memakan pesanan yang ia titip ke alleta karena dia dari pagi belum sarapan sama sekali badan dia pun lelah karena membersihkan ruang lab yang lumayan besar.

"Oh ya nanti kita ada jamkos guru mau pada rapat" ucap nadira karena dia pun anggota osis

"Ah lumayan nih buat tidur dikelas" celetuk alleta

Yura pun hanya menanggukan kepala tanda dia setuju dengan ucapan alleta, dia pun melihat ponsel miliknya ada beberapa pesan dari eomma pamella.

'Yoebosseyo'

'Halo sayang, gimana sekolah kamu'

'Not bad eomma'

'Kok kamu nelpon eomma kamu bolos lagi'

'Engga kok, gurunya lagi rapat jadi kelas kosong dan ga ada tugas juga makanya yura telpon eomma'

'Oh kirain kamu bolos lagi, awas aja nanti appa mu marah'

'Ne, yura ga bolos lagi kalau bolos pun uang jajan yura bakal di potong kan sama appa'

'Itu kamu paham sayang'

Yura pun mematikan telpon dari eomma pamella dia pun memejamkan matanya yang dari tadi duduk ditaman belakang sekolah, para siswa tidak pernah datang kesini untuk duduk karena jarak kelas lumayan jauh jadi bel masuk pun kurang terdengar.

"Bukannya itu si kaktus" guman yura yang melihat kearah pohon mangga

"Aaa.. matja itu kaktus ngapain dia disitu jangan-jangan kesambet dia"

Kemudian dia beranjak dari bangku taman dan mendekati garvin yang sedari tadi tidur sambil menyender di pohon.

'Dia kalau tidur ganteng ya, hidung dia mancung kulitnya juga putih apa lagi alisnya juga tebel. Dipikir-pikir bibirnya si kaktus merah dan sexy kaya soobin' batin yura sambil memegangi bibirnya sendiri

Garvin pun membuka matanya karena dia rasa ada seseorang yang dari tadi menatapnya

"Ngapain lo" dengan suara deep voice garvin

Degh

'Jantung gue ga aman sumpah ngedenger deep voice dia' batin yura

"A-apa, gue pikir lo mati atau pingsan jadi gue samperin" alibi yura dengan wajah memerah seperti tomat

"Lo lagi sakit" tanya garvin

"Engga kata siapa gue sakit"

"Itu merah muka lo" ucap garvin sambil beranjak berdiri

Yura pun lari dan meninggalkan garvin disana karena malu bisa-bisanya wajah dia memerah dan jantung dia pun terus berdetak kencang, garvin pun menatap punggung yura sambil tersenyum simpul

Terpopuler

Comments

athaya_dèslyn

athaya_dèslyn

ceritanya seru tapi kok yang like dikit ya 🙁

2024-07-06

0

Bipana Telaija Gurung

Bipana Telaija Gurung

Terima kasih, cerita ini sangat menghiburku.

2024-05-30

1

lihat semua
Episodes
1 Pindah sekolah
2 Dihukum Ketos
3 Ada apa dengannya
4 Aneh
5 Perasaan aneh
6 Heart Beat
7 Ada yang aneh
8 Bingung
9 Masa lalu
10 Ada yang berubah
11 Perubahan garvin
12 Jantung Normal
13 Jatuh cinta
14 Mulai Ada Hati
15 Bintang
16 Pertengkaran
17 Rasa sayang Ayah
18 Perhatian
19 Semakin dekat
20 Murid baru
21 Balap Motor
22 Bad day
23 Different
24 what about Yura
25 Ada apa
26 Ungkapan Garvin
27 Bimbang
28 Feeling
29 Cold man
30 New couple
31 Ubah cara panggilan
32 Fitnah
33 Pembullyan
34 Dibalik ceria yura
35 Hal yang tak terduga
36 Menemani nenek
37 Kemesraan new couple
38 Kebersamaan
39 Kebohongan
40 Rasa Sakit
41 Penjelasan Garvin
42 Teror
43 Teror Lagi
44 Pertengkaran
45 Hari yang Indah
46 Dibully lagi
47 Perasaan yang aneh
48 Mencari kado
49 Ulang tahun caca
50 Rasa kecewa
51 Jalan-jalan dengan nenek
52 Rasa bersalah
53 Berbaikan
54 Rasa khawatir sahabat
55 Dilabrak kaka kelas
56 Curiga
57 Dejavu
58 Hampir dilecehkan
59 Perdebatan
60 Perasaan bersalah yura
61 Kasih sayang kaka
62 Ancaman clarissa
63 I love you
64 Never let you go
65 Kabur
66 Yura menghilang
67 Terungkap
68 Disekap
69 Menyelamatkan
70 Sudah terjadi
71 Kenyataan
72 Ternyata dia
73 Cemburu sang kaka
74 Dia laki-laki yang baik
75 Mulai menerima
76 Dia gadis yang baik
77 Hukuman
78 Tak salah pilih
79 Menginap Dirumah Yura
80 Liburan
81 Engagement Day
82 Janji garvin pada caca
83 Mulai menerima mama riana
84 Awal pertengkaran
85 Awal pertengkaran
86 Amarah garvin
87 Kembali seperti biasa
88 Keharmonisan
89 Hari ujian
90 Terakhir sekolah
91 Ingin menikmati masa remaja
92 Sekertaris ular
93 Siapa gadis itu
94 Sejauh mana hubungannya
95 Aku yang tersakiti
96 Gadis nakal
97 Harus dimiliki
98 Menyingkirkan yura
99 Tak salah pilih
100 Rasa sedih
101 Nenek siska masuk rumah sakit
102 Mengabaikan
103 Kepergian nenek siska
104 Sudah mengetahui
105 Orang ketiga
106 Butuh waktu
107 Goodbye
108 Kehidupan baru yura
109 Lost her
110 Kembalinya kim yura
111 Bertemu caca
112 Kembali bertemu
113 Dijebak sophie
114 Rasa sakit garvin
115 Fakta sebenarnya
116 Menebus kesalahan
117 Rumah sakit
118 Mode manja
119 Perasaan iri garvin
120 Pernikahan nadira
121 Yura di culik
122 Aku akan menjagamu
123 Perasaan yang sama
124 Will you marry me
125 Akhir hubungan alleta
126 Kembali berkumpul bersama
127 Happy ending
Episodes

Updated 127 Episodes

1
Pindah sekolah
2
Dihukum Ketos
3
Ada apa dengannya
4
Aneh
5
Perasaan aneh
6
Heart Beat
7
Ada yang aneh
8
Bingung
9
Masa lalu
10
Ada yang berubah
11
Perubahan garvin
12
Jantung Normal
13
Jatuh cinta
14
Mulai Ada Hati
15
Bintang
16
Pertengkaran
17
Rasa sayang Ayah
18
Perhatian
19
Semakin dekat
20
Murid baru
21
Balap Motor
22
Bad day
23
Different
24
what about Yura
25
Ada apa
26
Ungkapan Garvin
27
Bimbang
28
Feeling
29
Cold man
30
New couple
31
Ubah cara panggilan
32
Fitnah
33
Pembullyan
34
Dibalik ceria yura
35
Hal yang tak terduga
36
Menemani nenek
37
Kemesraan new couple
38
Kebersamaan
39
Kebohongan
40
Rasa Sakit
41
Penjelasan Garvin
42
Teror
43
Teror Lagi
44
Pertengkaran
45
Hari yang Indah
46
Dibully lagi
47
Perasaan yang aneh
48
Mencari kado
49
Ulang tahun caca
50
Rasa kecewa
51
Jalan-jalan dengan nenek
52
Rasa bersalah
53
Berbaikan
54
Rasa khawatir sahabat
55
Dilabrak kaka kelas
56
Curiga
57
Dejavu
58
Hampir dilecehkan
59
Perdebatan
60
Perasaan bersalah yura
61
Kasih sayang kaka
62
Ancaman clarissa
63
I love you
64
Never let you go
65
Kabur
66
Yura menghilang
67
Terungkap
68
Disekap
69
Menyelamatkan
70
Sudah terjadi
71
Kenyataan
72
Ternyata dia
73
Cemburu sang kaka
74
Dia laki-laki yang baik
75
Mulai menerima
76
Dia gadis yang baik
77
Hukuman
78
Tak salah pilih
79
Menginap Dirumah Yura
80
Liburan
81
Engagement Day
82
Janji garvin pada caca
83
Mulai menerima mama riana
84
Awal pertengkaran
85
Awal pertengkaran
86
Amarah garvin
87
Kembali seperti biasa
88
Keharmonisan
89
Hari ujian
90
Terakhir sekolah
91
Ingin menikmati masa remaja
92
Sekertaris ular
93
Siapa gadis itu
94
Sejauh mana hubungannya
95
Aku yang tersakiti
96
Gadis nakal
97
Harus dimiliki
98
Menyingkirkan yura
99
Tak salah pilih
100
Rasa sedih
101
Nenek siska masuk rumah sakit
102
Mengabaikan
103
Kepergian nenek siska
104
Sudah mengetahui
105
Orang ketiga
106
Butuh waktu
107
Goodbye
108
Kehidupan baru yura
109
Lost her
110
Kembalinya kim yura
111
Bertemu caca
112
Kembali bertemu
113
Dijebak sophie
114
Rasa sakit garvin
115
Fakta sebenarnya
116
Menebus kesalahan
117
Rumah sakit
118
Mode manja
119
Perasaan iri garvin
120
Pernikahan nadira
121
Yura di culik
122
Aku akan menjagamu
123
Perasaan yang sama
124
Will you marry me
125
Akhir hubungan alleta
126
Kembali berkumpul bersama
127
Happy ending

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!