Perasaan aneh

Hari paling yura senangi adalah weekend dimana dia tidak harus bergulat dipagi hari, ia bisa menikmati hari nya diatas kasur sepanjang hari tanpa ada ocehan dari siapa pun

Namun semua itu sirna karena ia lupa sekarang tinggal bersama sang nenek yang teramat bawel dan menyebalkan baginya

"YURA.."

"Bangun ga kamu cepetan!" Teriak nenek siska

Tidur yura pun terusik dengan teriakan sang nenek, padahal ia tau sekarang hari libur waktu nya istirahatkan isi kepalanya karna lelah selama bersekolah. Yura pun beranjak bangun dari kasur empuknya dan membuka pintu kamarnya

Ceklek

"Apa sih nek, pagi-pagi udah teriak aja didepan kamar yura" jawabnya mata yang masih setengah tertutup

"Kata siapa masih pagi yura, kamu liat keluar ini sudah siang" ujar nenek siska dengan kesal melihat cucunya

"Nenek mau ngapain sih sebenernya?" Tanya yura dengan menyenderkan badan kesamping pintu

"Ikut nenek lari pagi cepat! Kalau ga mau nenek akan telpon appa mu sekarang juga" ancam nenek siska dengam senyum singkat

"Ck," yura berdecak dan langsung kekamar mandi dan siap-siap untuk lari pagi

Mereka berdua pun berlari pagi menikmati udara pagi banyak orang-orang menghabiskan hari liburnya untuk berolahraga, dan banyak juga orang-orang yang berjualan dengan macam-macam makanan dan minuman

"Nek, kita istirahat dulu yuk! Yura haus sama laper" ucapnya dengan lemas karena ia belum sarapan sama sekali

"Ck, baru lari 20menit aja udah cape kamu ra. Yaudah ayok" ajak nenek siska untuk mencari tempat istirahat

Yura sedang menikmati ketoprak dan es teh manis tiba-tiba ada 3 pemuda yang berteriak memanggil nenek siska, sontak nenek siska pun menoleh kearah suara itu.

"Nenek siska.."

"Eh, kalian bertiga olahraga disini juga?" Tanya nenek siska

"Iya dong nek, biar badan sehat dan juga disini banyak cewe cantik dan sexy juga" ujar gio sambil tertawa

Berbeda dengan bara hanya memutarkan bola matanya sedangkan garvin hanya memasang wajah datar dan dingin sesekali ia melirik yura yang sedang asyik menyantap sarapannya.

"Hahaha, kamu bisa aja" ketawanya nenek siska

"OMG! Ayang yura suka makan ketoprak juga kita sama dong berarti kita jodoh nih" dengan menaik turukan kedua alisnya

Yura hanya berdecak dan memutarkan bola matanya karena malas dengar ocehan gio sedari tadi, yura pun melirik garvin yang sedang asyik peregangan kakinya

'Gila garvin kalau pakai kaos hitam celana pendek kaya gitu berasa sugar daddy aura jantannya keluar' batin yura sambil menelan Salivanya.

Selang berapa lama nenek siska dan yura pulang kerumah dan yura bergegas kekamarnya untuk mandi dan berbaring menikmati weekendnya sambil menonton serial drama koreanya

Tuk

Tuk

Tuk

"Ra, nenek mau pergi sebentar ya sekalian mau grooming si cleo dan chek ke dokter juga" ucapnya nenek siska

Yura hanya ber'ia O karna benar-benar fokus dengan serial drama korea nya yang membuat dia baper

"Coba garvin kaya byoen woo soek, enggak dingin selalu senyum act to service romantis pasti gue tetep bertahan sama rasa kagum gue ke lo" gumannya yura sambil memakan camilannya

Malam pun tak terasa nenek siska pun belum pulang ia pun terasa bosan dirumah dan berjalan-jalan ditaman. Malam ini sangat cerah dan begitu banyak bintang, yura pun berjalan di taman dekat rumahnya dan ia pun melihat kearah pohon beringin disana ada seseorang yang sedang duduk dan ia merasa mengenalin orang itu.

Yura pun ragu untuk mendekatinya khawatir jika ia salah orang

"Kaya si kaktus, apa gue samperin ya? Ah takut salah orang" gumannya dengan bingung ia pun memberanikan diri untuk mendekati pemuda tersebut

Dan benar dugaan yura ternyata itu adalah garvin duduk sambil menunduk entah kenapa ia rasa ada yang aneh dengan garvin, yura pun hanya berdehem "Ehemmm".

Garvin pun mendongkkan wajahnya dan melihat didepan nya ada yura sedang berdiri dan menatapnya

"Hei kaktus" yura pun refleks menutup bibir nya dengan satu tangan nya.

"Aaa.. maaf maksudnya hei ka"

Garvin pun hanya diam dan memasang wajah datar dinginnya, yang membuat yura jengkel karna ia sama sekali tak membalas sapaannya.

"Ck, salah emang gue nyamperin dia. Sedari tadi gue ngomong sama ini pohon kali ya" gerutunya dengan kesal sambil membuang wajahnya

"Kenapa" jawab garvin dengan datar

"Ka lo tuh punya mulut buat dipake ngomong bukan diem aja ka, nyebelin banget si loh kaktus" ucapnya dengan kesal

"Lo ngapain disini, segala duduk dibawah pohon beringin disangka orang lo dedemit penunggu ini pohon ka" ucapnya sambil melihat keatas pohon beringin.

"Ck, ga dijawab lagi kesel gue sama lo ka" ucapnya pada garvin dan ia pun tersontak melihat wajah garvin yang terluka

"Ka wajah lo kenapa? Lo abis berantem ya" tanya yura dengan memegangi wajah tampannya garvin, mereka pun saling menatap satu sama lain dan yura pun langsung memalihkan wajahnya dari garvin

"S-sorry ka gue ga bermaksud" ujarnya

garvin hanya menganggukan kepalanya dan memalihkan wajahnya kearah lain

Yura pun menarik tangan garvin agar dia mengikutinya

"Ayok ka ikut gue, lo bawa motor kan? Motor lo dimana" tanya nya

Garvin hanya menganggukan kepala nya dan menujuk kearah motornya, mereka pun pergi dari taman dan sampai didepan rumah yura

"Masuk ka ini rumah nenek gue" ajak yura sambil berjalan kedalam rumah

Garvin pun mengikuti langkah kaki yura masuk kedalam rumahnya dan yura pun menyuruh garvin duduk di sofa. Garvin mengukuti perintah yura dia pun duduk dengan tenang di sofa itu

"Mbok tolong buatin minuman buat teman yura ya, eh sebentar! Dia bukan teman yura tapi si kaktus nyebelin" ucapnya yang terdengar oleh garvin

"Ini den minumannya silahkan"

"Terimakasih mbok" garvin pun tersenyum ke mbok mirah

Yura pun turun dari kamarnya dan membawakan P3K untuk mengobati luka yang ada diwajahnya garvin

"Sini muka lo, gue obatin nanti infeksi kalau lo biarin" yura pun dengan telaten mengobati luka diwajahnya garvin

"Ssstt"

"Sorry ka, ini gue udah pelan-pelan kok" ujar yura

Tanpa sadar garvin menatap wajah yura yang begitu cantik benar apa kata siswa disekolahannya, yura memang cantik bak idol korea.

Entah kenapa jantung yura berdegup sangat kencang saat wajah mereka saling tatap dan apa lagi wangi parfume garvin yang membuatnya nyaman

'Kenapa sih sama jantung gue' batin yura sambil memalihkan wajahnya

Setelah mengobati garvin yura hanya memainkan ponselnya selang tak lama nenek siska pun datang

"Eh ada nak garvin" tanya nenek siska

Garvin pun menjawab dengan senyuman manis dan memperlihatkan kedus lengsung pipinya.

'Sial, kenapa dia ganteng banget sih kalau senyum' batin yura yang dari tadi tidak tenang karna jantungnya terus berdetak kencang

"Nenek keatas dulu ya, kamu ajak garvin ketaman belakang ra nanti kita ngobrol disana" ucap nenek siska dan pergi meninggalkan mereka berdua

Meong

"Aaa.. cleo sayang sini, uhhh lucu nya kamu habis ketemu dokter rizky ya. Nenek ga genit disanakan kalau dia genit kamu marahin ya" beo yura yang sedang menggendong kucing kesayangannya

Yura pun menyuruh garvin untuk ketaman belakang terlebih dulu karna yura harus memasukan cleo kekandangnya, ia pun berjalan ketaman belakang rumahnya dan melihat garvin duduk sambil memainkan ponsel terlihat wajah nya dari pantulan cahaya di ponselnya

'Si kaktus ganteng juga, ah ga boleh suka ra jangan" batin yura yang sedari tadi teriak 

"Ka."

Garvin pun menoleh kearah yura yang tadi memanggilnya

"Gue boleh tanya sesuatu" dengan nada seriusnya

"Apa"

"Wajah lo kenapa bisa terluka gitu? Kalau lo ga mau jawab juga gapap kok" ujarnya

"Mmm, gue dipukul sama bokap" ucapnya dengan datar

"Hah! Kok bisa ka" tanyanya dengan terkejut

"Karna gue ga bisa jadi apa yang dia mau"

Yura pun melirik garvin ternyata dibalik sikap dingin dia ternyata ada begitu luka yang dia ga bisa ungkapkan.

'Ternyata dibalik sikap dingin lo, banyak cerita yang ga bisa lo ceritain ya' batin yura

Flashback on

Drtt...

'Kamu dimana vin'

'Ada apa'

'Pulang sekarang'

Garvin pun berdecak kesal karna yang menelponnya adalah papanya karna dia tidak ingin bertemu sama sekali dengannya

"Mau kenapa lo vin" tanya bara

"Balik" beranjak pergi keluar dari markas yang sering mereka kunjungi hampir tiap hari

Garvin pun mengendarai motor sportnya menuju rumah nya sesampainya dihalaman rumahnya. Ia pun berjalan masuk kedalam rumah dan ada teriakan suara anak kecil yang memanggilnya

"Abang avin" teriak anak kecil itu

Garvin tersenyum dan melewati anak kecil itu dan menghampiri papanya yang sedang duduk

"Ada apa" tanya garvin dengan wajah dingin

"Ikut papa makan malam bersama rekan bisnis papa" ujar papa alex

"Baik" jawab datar garvin

Mereka pun sampai di restauran mahal disana sudah ada teman rekan kerja papa alex, dan mereka pun duduk dan menikmatin makanannya

"Dan, kenalin ini putra saya garvin addison" ujar papa alex

"Putra mu tampan juga lex, oh iya ini putri ku maudy ananda" ujar danu

"Putri mu juga sangat cantik" dengan tertawa bersama pak danu

"Baiklah garvin ini maudy dia putri dari pak danu papa harap kamu bisa akrab dengannya tanpa harus papa jodohkan kalian" ucap alex dengan tajam menatap garvin

"hahaha, untuk apa perjodohan memang putri pak danu tidak bisa cari pria yang mau dengannya" ucap garvin dengan datar dan tersenyum sinis

"Jaga bicara kamu garvin" bentak papa alex

Selesai makan malam mereka pun sampai dirumah kediam alex addison suasananya sangat mencekam karna tindakan garvin yang membuat sang papa marah besar dan malu

Plak

"Dasar anak kurang ajar"

Garvin pun hanya tertawa saat papanya menampar pipinya dengan keras

"Hahaha, tampar lagi pah kalau bisa pukul garvin" teriaknya garvin

Bugh

"Kamu itu anak tidak tau diuntung hah!" Bentak papa alex 

"Hahaha, papa rela menjual anaknya demi perusahan papa! itu namanya tamak pah. Dan papa pun berani tampar dan mukul garvin! Mama pun ga pernah tampar atau mukul garvin" bentak garvin dan pergi meninggalkan papanya disana

Flashback off

Tiba-tiba nenek siska datang menghampiri mereka dan berdiri disamping yura, dan betapa terkejutnya yura melihat wajah neneknya

"Kamjjagiya, nenek!" Teriak yura

"Apa sih malam-malam teriak gitu sakit kuping nenek"

"Kenapa nenek pake sheet maks jam segini sih"

"Emang kenapa? Nenek juga mau biar kulit nenek ga keriput, syirik aja kamu" dengan melangkah kan kaki nya untuk duduk di sebelah garvin

"Ck, inget umur nek" gerutu yura dengan kesal

Garvin hanya menyimak pertengkaran nenek dan cucu ia pun tersenyum singkat karena tingkah laku yura terhadap neneknya,

Yura pun sudah berada dikamar karna garvin sudah pulang dari sedari tadi ia pun masih membayangkan senyuman manis dengan lesung pipi garvin

"Ah garvin wangi banget tadi. Apa lagi tadi senyumnya manis banget" gumannya yura sambil memeluk boneka BT21

Episodes
1 Pindah sekolah
2 Dihukum Ketos
3 Ada apa dengannya
4 Aneh
5 Perasaan aneh
6 Heart Beat
7 Ada yang aneh
8 Bingung
9 Masa lalu
10 Ada yang berubah
11 Perubahan garvin
12 Jantung Normal
13 Jatuh cinta
14 Mulai Ada Hati
15 Bintang
16 Pertengkaran
17 Rasa sayang Ayah
18 Perhatian
19 Semakin dekat
20 Murid baru
21 Balap Motor
22 Bad day
23 Different
24 what about Yura
25 Ada apa
26 Ungkapan Garvin
27 Bimbang
28 Feeling
29 Cold man
30 New couple
31 Ubah cara panggilan
32 Fitnah
33 Pembullyan
34 Dibalik ceria yura
35 Hal yang tak terduga
36 Menemani nenek
37 Kemesraan new couple
38 Kebersamaan
39 Kebohongan
40 Rasa Sakit
41 Penjelasan Garvin
42 Teror
43 Teror Lagi
44 Pertengkaran
45 Hari yang Indah
46 Dibully lagi
47 Perasaan yang aneh
48 Mencari kado
49 Ulang tahun caca
50 Rasa kecewa
51 Jalan-jalan dengan nenek
52 Rasa bersalah
53 Berbaikan
54 Rasa khawatir sahabat
55 Dilabrak kaka kelas
56 Curiga
57 Dejavu
58 Hampir dilecehkan
59 Perdebatan
60 Perasaan bersalah yura
61 Kasih sayang kaka
62 Ancaman clarissa
63 I love you
64 Never let you go
65 Kabur
66 Yura menghilang
67 Terungkap
68 Disekap
69 Menyelamatkan
70 Sudah terjadi
71 Kenyataan
72 Ternyata dia
73 Cemburu sang kaka
74 Dia laki-laki yang baik
75 Mulai menerima
76 Dia gadis yang baik
77 Hukuman
78 Tak salah pilih
79 Menginap Dirumah Yura
80 Liburan
81 Engagement Day
82 Janji garvin pada caca
83 Mulai menerima mama riana
84 Awal pertengkaran
85 Awal pertengkaran
86 Amarah garvin
87 Kembali seperti biasa
88 Keharmonisan
89 Hari ujian
90 Terakhir sekolah
91 Ingin menikmati masa remaja
92 Sekertaris ular
93 Siapa gadis itu
94 Sejauh mana hubungannya
95 Aku yang tersakiti
96 Gadis nakal
97 Harus dimiliki
98 Menyingkirkan yura
99 Tak salah pilih
100 Rasa sedih
101 Nenek siska masuk rumah sakit
102 Mengabaikan
103 Kepergian nenek siska
104 Sudah mengetahui
105 Orang ketiga
106 Butuh waktu
107 Goodbye
108 Kehidupan baru yura
109 Lost her
110 Kembalinya kim yura
111 Bertemu caca
112 Kembali bertemu
113 Dijebak sophie
114 Rasa sakit garvin
115 Fakta sebenarnya
116 Menebus kesalahan
117 Rumah sakit
118 Mode manja
119 Perasaan iri garvin
120 Pernikahan nadira
121 Yura di culik
122 Aku akan menjagamu
123 Perasaan yang sama
124 Will you marry me
125 Akhir hubungan alleta
126 Kembali berkumpul bersama
127 Happy ending
Episodes

Updated 127 Episodes

1
Pindah sekolah
2
Dihukum Ketos
3
Ada apa dengannya
4
Aneh
5
Perasaan aneh
6
Heart Beat
7
Ada yang aneh
8
Bingung
9
Masa lalu
10
Ada yang berubah
11
Perubahan garvin
12
Jantung Normal
13
Jatuh cinta
14
Mulai Ada Hati
15
Bintang
16
Pertengkaran
17
Rasa sayang Ayah
18
Perhatian
19
Semakin dekat
20
Murid baru
21
Balap Motor
22
Bad day
23
Different
24
what about Yura
25
Ada apa
26
Ungkapan Garvin
27
Bimbang
28
Feeling
29
Cold man
30
New couple
31
Ubah cara panggilan
32
Fitnah
33
Pembullyan
34
Dibalik ceria yura
35
Hal yang tak terduga
36
Menemani nenek
37
Kemesraan new couple
38
Kebersamaan
39
Kebohongan
40
Rasa Sakit
41
Penjelasan Garvin
42
Teror
43
Teror Lagi
44
Pertengkaran
45
Hari yang Indah
46
Dibully lagi
47
Perasaan yang aneh
48
Mencari kado
49
Ulang tahun caca
50
Rasa kecewa
51
Jalan-jalan dengan nenek
52
Rasa bersalah
53
Berbaikan
54
Rasa khawatir sahabat
55
Dilabrak kaka kelas
56
Curiga
57
Dejavu
58
Hampir dilecehkan
59
Perdebatan
60
Perasaan bersalah yura
61
Kasih sayang kaka
62
Ancaman clarissa
63
I love you
64
Never let you go
65
Kabur
66
Yura menghilang
67
Terungkap
68
Disekap
69
Menyelamatkan
70
Sudah terjadi
71
Kenyataan
72
Ternyata dia
73
Cemburu sang kaka
74
Dia laki-laki yang baik
75
Mulai menerima
76
Dia gadis yang baik
77
Hukuman
78
Tak salah pilih
79
Menginap Dirumah Yura
80
Liburan
81
Engagement Day
82
Janji garvin pada caca
83
Mulai menerima mama riana
84
Awal pertengkaran
85
Awal pertengkaran
86
Amarah garvin
87
Kembali seperti biasa
88
Keharmonisan
89
Hari ujian
90
Terakhir sekolah
91
Ingin menikmati masa remaja
92
Sekertaris ular
93
Siapa gadis itu
94
Sejauh mana hubungannya
95
Aku yang tersakiti
96
Gadis nakal
97
Harus dimiliki
98
Menyingkirkan yura
99
Tak salah pilih
100
Rasa sedih
101
Nenek siska masuk rumah sakit
102
Mengabaikan
103
Kepergian nenek siska
104
Sudah mengetahui
105
Orang ketiga
106
Butuh waktu
107
Goodbye
108
Kehidupan baru yura
109
Lost her
110
Kembalinya kim yura
111
Bertemu caca
112
Kembali bertemu
113
Dijebak sophie
114
Rasa sakit garvin
115
Fakta sebenarnya
116
Menebus kesalahan
117
Rumah sakit
118
Mode manja
119
Perasaan iri garvin
120
Pernikahan nadira
121
Yura di culik
122
Aku akan menjagamu
123
Perasaan yang sama
124
Will you marry me
125
Akhir hubungan alleta
126
Kembali berkumpul bersama
127
Happy ending

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!