Tok
Tok
Tok
"Yura bangun sayang" seseorang memanggil namanya
Yura pun terusik saat tidur karena hari ini sedang libur sekolah dia menghabiskan waktu liburnya dengan tidur sepanjang hari, dia merasa mengenali suara tersebut perlahan dia membuka matanya.
"Kok gue berasa dengar suara eomma ya" guman yura lalu dia bangun dari tempat tidurnya dan membuka pintu kamarnya
Ceklek
"OMO, eomma" teriak yura dengan senang
"Halo putri kesayangan eomma" memeluk putrinya
"Eomma kok kesini ga kabarin yura" sahut yura bermanja-manja dengan eommanya
"Eomma sama appa sampai dijakarta jam 12 malam jadi ga sempat hubungi kamu" ujar eomma pamella dengan lembut mengelus pucuk kepala yura
Eomma pamella menyuruh yura untuk mandi dan turun kebawah agar dia sarapan bersama dengan keluarganya.
Selesai mandi yura langsung bergegas turun dan menyapa semua orang yang sedang duduk dimeja makan.
"Joeun achim , eomma nek" sapa yura dan duduk dimeja makan
"Kamu ga sapa appa mu sayang" tanya eomma pamella
"Yura lupa, annyoenghaseyo appa" ujar yura dan menyantap sarapannya
Appa kim jooan pun hanya menganggukan kepalanya dan menikmati sarapan bersama keluarganya.
'Ck appa sok keren, apa dia ga merasa bersalah gitu sama gue' batin yura sambil menatap sang appa yang tidak melirik dia sama sekali.
Selesai mereka sarapan yura bersama kedua orang tuanya duduk diruang keluarga dan sedangkan nenek siska dia sudah pergi untuk arisan bersama teman-temannya.
"Sepertinya kamu betah tinggal bersama nenek sayang" ujar eomma pamella yang duduk disebelah yura
Dan yura pun menganggukan kepalanya."Ne eomma, yura betah kok tinggal sama nenek meski dia sedikit bawel dan nyebelin tapi aku suka disini" sahutnya
"Berarti appa tidak salah mengirim kamu tinggal disini bersama nenek" celetuk appa yang fokus ke laptopnya
Yura hanya memutarkan kedua bola matanya sekalinya bicara membuat dia kesal, meski dia suka berargumen dengan sang ayah dia tetep menghormati dan mencintai appanya karena menurut yura sikap appanya seperti itu dia tidak ingin anak perempuannya menjadi sosok yang lemah.
"Gimana sekolah mu" tanya appa jooan
Dia pun berpikir sejenak jangan sampai appa tau jika dia disekolah barunya selalu melanggar aturan "Mmm, biasa aja sih malah disana yura punya dua sahabat baru namanya alleta dan nadira mereka sangat baik sama yura" sahutnya
"Apa kamu sering bolos dan terlambat sekolah kim yura" ucap sang appa dengan tatapan tajam
"Appa jangan tatap yura seperti itu, yura ga pernah bolos kok cuman terlambat pernah itu pun karena macet. Lagi pula disana ada ketua osis yang sangat kejam appa" ujar yura berusaha meyakinkan sang appa jika ucapan dia tidak bohong
"Geurae, appa percaya sama kamu jangan pernah bolos atau terlambat lagi paham kamu" dengan tegas appa joan mengingatkan yura.
"Arassoeyo"
~o0o~
Diapartemen yang luas garvin sedang diruang belajarnya dia pun sibuk dengan profosal sekolah karena akan ada pertandingan basket yang diadakan disekolahnya.
Drrtt...
Gio is calling...
Gio : [halo sayang nya gio sini kumpul kemarkas]
Garvin : [gue sibuk]
Gio : [sibuk ngapain sih beb]
Garvin : [ck berisik]
Garvin pun memutuskan sambungan telponnya, lalu melanjutkan perkerjaannya karena 2 hari lagi harus cepat diselesaikan.
Ting
Ting
Ting
Suara bel apartemen garvin berbunyi dia bergagas berdiri dari meja belajarnya dan membuka pintu apartemennya. Ternyata yang datang adalah Gio dan bara karena garvin tau mereka akan menyusul keapartemen miliknya.
"Lama banget sih bukainnya panas diluar" cetus gio langsung masuk kedalam dan pergi kearah kulkas mengambil minuman serta cemilan milik garvin
"Ck belum disuruh masuk sama yang punya rumahnya udah nyelonong aja duluan! anggep rumah sendiri ya bar" teriak bara dia pun sama seperti gio langsung masuk kedalam apartemen garvin sebelum yang punya rumah menyuruh mereka masuk.
"Lo sama aja bar" celetuk gio sambil memakan cemilan milil garvin
Garvin hanya menggelengkan kepalanya atas tingkah laku kedua sahabatnya yang membuat kepalanya pening.
"Ada apa kalian kesini" ujar garvin dengan datar dia pun duduk disofa dan menyalakan rokok miliknya
"Jangan galak-galak dong beb, kita kesini mau ngomongin masalah balapan kok" sahut gio
Dan bara pun menganggukan kepalanya "Bener vin kata gio kita mau ngomongin masalah balapan nanti"
"Oke" ucap garvin dengan singkat
"Motor lo udah gue bawa kebengkel bang johan dan udah beres nanti lo tinggal pake aja diarena balap" ujar bara
Garvin pun menganggukan kepalanya sambil menikmati rokoknya "nah untuk taruhannya lumayan vin 20 juta lo siap ga?" tanya bara
"Atur aja sama kalian" sahut garvin
"Oke, nanti gue sama gio mau chek arena balapnya takut si kelvin berbuat curang sama elo" ucap bara dengan menyalakan rokok miliknya
Selang tak lama ponsel milik garvin bergetar ada pesan masuk ternyata yang mengirim pesan adalah papanya dia memberitahu jika anak rekan bisnisnya akan pindah kesekolahan sama seperti garvin.
"Ck" garvin hanya berdecak dia tau itu akal-akalan sang papa untuk mendekati garvin dengan anak rekan bisnis papanya.
~o0o~
Dikamar yura sedang asyik menonton serial drama korea sambil memakan cemilan yang dibawakan oleh eommanya, dia pun tiba-tiba teringat dengan garvin.
"Kenapa gue keinget garvin sih! Apa bener gue suka sama tuh anak ya" gumannya yang sambil menonton drama
"Apa gue chat dia aja ya, tapi kan gue ga ada nomornya" gerutu yura yanh bingung dengan dirinya sendiri
Dan ponsel yura bergetar dia pun melirik ponsel miliknya itu hanya chat dari grup dia bersama kedua sahabatnya tiba-tiba ada chat masuk dari nomor yang tidak dikenal.
"Siapa sih yang chat ganggu" ponsel dia pun bergetar lagi saat dia chek betapa terkejutnya yura.
Unknown : P
Unknown : ini gue garvin
"Hah! Garvin chat gue kok dia bisa tau nomor gue dari siapa?" Yura pun bertanya pada dirinya dengan heran kenapa garvin bisa punya nomor telponnya
Ting.. ponsel yura pun berbunyi lagi dan ada pesan masuk lalu dia pun mengecheknya ternyata itu dari nadira
Nadira : ra sorry gue kasih nomor lo ke ka garvin, di dia bilang ada perlu sama lo
Me : oke ga apa-apa kok nad
Nadira : ka garvin udah chat lo belum?
Me : udah kok nad
"Dia ada perlu sama gue? Perlu apa ya" guman yura dan dia pun membalas pesan garvin
Me : iya kenapa ka
Dia menbalas pesan garvin namun sudah 20 menit yang lalu garvin tak membalas chat nya sama sekali "ck, dia chat gue tapi giliran gue bales malah ngilang dasar kaktus nyebelin"
Selang tak lama ponsel yura berdering dan sontak dia terjut garvin menelponnya, jantung yura pun berdetak kencang padahal saat dia ditelpon dari brian jantung dia aman tak seperti ini.
Me : [halo]
Garvin : [keluar]
Me : [hah]
Garvin : [gue didepan rumah lo]
Me : [ ngapain]
Tut.. garvin pun mematikan telponnya dan yura mengumpatin garvin yang seenaknya mematikan telponnya.
"Ck, ngapain sih dia"guman yura dan dia pun berkaca dijermin lalu merapihkan dirinya
"Ah ga perlu pake apa-apa gue kan cantik lagi juga ketemu si kaktus doang" ujar yura dan dia pun pergi keluar untuk menghampiri garvin
Dan benar saja garvin ada diluar rumahnya dia sedang bersender di motor sport miliknya yura pun terpesona dengan style yang garvin kenakan
'Gila kenapa dia keren banget, mirip banget sama oppa-oppa korea' ucap yura sambil memperhatikan garvin
"Ngapain lo malem-malem gini kerumah gue"
"Masih jam 7 malam" beo garvin dengan dingin
"Tetep aja udah malam ka" sahut yura dengan memalihkan wajahnya karena dia sudah tak bisa fokus jantung dia berdetak kencang
"Gue mau ajak lo jalan" ujar garvin
"Tapi gue cuman pake baju kaya gini ka" ucap yura dengan memperlihatkan pakaian nya yang menurut dia kurang rapih
"Lo cantik kok" beo garvin
Deg
'A-apa kata dia? Gu-gue cantik' batin yura dan wajah yura pun memerah seperti tomat atas ucapan garvin
Garvin pun memperhatikan yura tersipu malu karena ucapannya tadi dia pun tersenyum tipis dan memberikan jaket miliknya ke yura.
"Nih pake"
"O-oke ka" yura pun memakai jaket milik garvin dia pun menaiki motor sport garvin
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 127 Episodes
Comments