Rasa sayang Ayah

"Appa yura minta maaf" lirih yura dengan lesu dan merasa takut mata dia pun berkaca-kaca

Appa jooan pun tak menanggapin ucapan yura dia pun terus berjalan di lorong koridor banyak siswa yang memperhatikan mereka berdua, mereka sangat kagum dengan ketampanan dan wibawa appa jooan.

'Gila ada oppa korea'

'Sugat daddy versi korea'

'Sumpah ganteng banget

'Pantes yura cantik kaya artis korea bokapnya juga ganteng banget'

Appa jooan keluar dari sekolahan yura dan seseorang menghampirnya saat dia hendak masuk kedalam mobilnya.

"Selamat siang om, boleh bicara sebentar"

"Baik, kamu siapa nak" ujar appa jooan dengan dingin

"Perkenalkan saya garvin ketua osis di salibury high school" ujar garvin dengan ramah.

"Ada perlu apa kamu dengan saya"

"Saya harap om tidak memarahi yura, selama ini yura tidak pernah seperti yang om liat tadi. Paling juga dia melanggar peraturan sekolah hanya karena terlambat dan itu pun saya selalu menghukumnnya sesuai peraturan sekolah om" ujar garvin dengan serius mengutarakan semuanya

"Baik, saya tidak akan memarahi nya tapi boleh saya minta tolong sama kamu" ujar appa jooan sambil memegangi pundak garvin dengan lembut

"Apa om kalau boleh tau"

"Tolong jagain yura dia memang gadis nakal tapi dia sangat penurut jika diberitahu dan saya harap dia bisa sekolah dengan tenang tidak ada lagi bertengkar disekolah" ujar appa jooan dia pun sedikit mendudukan kepalanya dan masuk kedalam mobil lalu meninggalkan sekolah yura

~o0o~

Setelah beberapa hari lalu dia bertengkar dengan clarissa yura pun sama sekali tak berbicara dengan appanya dia sangat khawatir jika appanya marah. Bukan karena dia takut uang jajan nya dipotong karena dia pernah berjanji tidak akan bertengkar atau melakukan kekerasan keteman sekolahnya.

"Appa pasti marah banget sampai dia ga mau ngomong sama gue lagi" lirik yura dengan lemas meski appanya keras dia tak menyukai jika appanya mendiamkannya

Tok

Tok

Tok

"Masuk aja ga yura kunci kok pintunya" ujarnya yang sedang duduk dimeja belajarnya

Dan appa jooan pun masuk kedalam kamarnya yura pun mendadak gugup, appa jooan pun duduk kasur milik yura dan dia menatap putrinya dengan dingin.

"Apa appa mengganggu mu belajar"

"Ti-tidak" yura pun menggelengkan kepalanya dan menunduk tak berani menatap sang ayah

"Appa dan eomma besok pagi akan kekorea dan disana sekitar 6 bulan, appa harap kamu disini bisa bersikap baik disekolah maupun dirumah bersama nenek" ujar appa jooan dengan tegas

"Ne" mata yura pun berkaca-kaca dia pun sedari tadi menahan air matanya karena dia merasa bersalah kepada ayahnya dan dia pun akan ditinggal pergi kekorea.

Dia tak pernah mempermasalahkan tinggal bersama dengan neneknya karena jarak surabaya dengan jakarta tidak begitu jauh karena masih satu negara. namun ketika dia mendengar appanya akan pulang ke kampung halamanya yang beda negara dia pun sangat bersedih.

"Appa maafin yura, sudah buat appa marah dan kecewa" lirik yura yang masih menunduk

"Duduk sini disamping appa" ujar appa jooan yura pun menuruti perintah appanya dan dia pun duduk disamping appanya

"Appa memang marah dan kecewa sama kamu, dan kamu sudah berjanji tak akan nakal lagi setelah pindah sekolah hari ini appa tau kamu bertengkar dengan kakak kelas mu sampai menamparnya. Tapi appa juga marah sama orang yang menampar putri kecil appa! Selama ini appa dan eomma tak pernah menampar kamu dari kecil appa selalu mendidik kamu dengan keras supaya menjadi perempuan seperti eomma mu" ujar appa jooan sambil menatap lembut putri kecilnya itu

"Kamu tidak salah membela sahabat kamu atau membela diri kamu sendiri,tapi appa harap kamu jangan pernah melakukan kekerasan cukup melawan saja kamu paham sayang?" Appa jooan pun mengelus rambut yura dengan penuh kasih sayang

Air mata yura pun pecah dia tak bisa menahannya lagi dia menangis kencang dan memeluk appanya, dia pun menyesali perbuatannya meski appanya tak memasalahkan jika dia membela sahabatnya.

Dan eomma pamella pun datang kekamar putrinya karena dia mendengar yura menangis dia bergegas masuk karena dia takut suaminya memarahinya keterlaluan.

"Appa kamu apakan putri kecilku sampai menangis" sentak eomma pamella dan memeluk yura dengan mengelus pundaknya

"Cup cup sayang, kamu diapakan sama appa mu ini bilang sama eomma"

Yura tak menjawab apapun dia hanya menangis dipelukkan eommanya semakin kencang karena dia akan ditinggal pergi oleh kedua orang tuanya, sebenarnya yura sangat manja terhadap eommanya meski dia selalu didik keras oleh appanya tetap dimata keluarganya dia putri kecilnya.

"Eomma dan appa akan pergi ninggalin yura di indonesia" lirik yura

"Sayang eomma dan appa disana hanya sebentar cuman 6 bulan kita masih bisa komunikasi"

"Eomma disini aja sama yura biar appa pergi sendiri"sambil menatap eomma pamella

Eomma pamella pun menghampus air mata yura yang sedari tadi menangis tak henti, dia pun melihat putrinya seperti anak berusia 3 tahun yang tak sanggup ditinggalkan oleh salah satu dari kedua orang tuanya.

"Tidak bisa yura eomma harus ikut dengan appa, appa membutuhkan eomma disana" ujar appa jooan

"Betul sayang appa lebih membutuhkan eomma disana, kamu disini baik-baik sama nenek ya nanti eomma belikan album dan photo card idol kesukaan kamu" ucap eomma pamella dengan lembut.

~o0o~

Yura pun mengantarkan kedua orang tuanya kebandara dia pun tak kuat ditinggal kedua orang tuanya pergi jauh. Meski bisa menelpon kedua orang tuanya namun tetap tak mudah jika harus LDR dengan kedua orang tuanya.

"Inget baik-baik disini jagain nenek jangan nakal ya sayang" ucap eomma pamella dan mencium kening yura

Yura pun memeluk eomma dengan erat "yura ikut ke korea ya! Yura jugan kangen halmoeni haraboeji sama oppa" lirik yura sambil berkaca-kaca

"Tidak bisa sayang sekolah kamu bagaimana"

Yura pun terdiam dan melepaskan pelukannya dan appa jooan pun menghampiri yura dan mengelus pucuk kepalnya dengan lembut

"Appa harap kamu tidak membenci appa, dan kamu harus sekolah dengan giat maaf sikap appa yang terlalu keras sama kamu appa seperti itu karena benar-benar menyayangi mu. Kamu putri kecil appa satu-satunya" ujar appa jooan dengan lembut

Yura pun menangis mendengar ucapan appanya selama ini appanya tak pernah mengungkapkan perasaanya semenjak yura masuk sekolah dasar, terakhir kali appanya bilang menyayangi yura saat dia TK.

"Nado saranghae appa, maafin yura juga selalu buat membuat appa marah" lirihnya sambil memeluk appanya

Kedua orang tua yura pun masuk kedalam bandara karena pesawat mereka sebentar lagi akan landing, yura pun masih menangis tersedu-sedu nenek siska pu memberikan tisu untuknya.

"Udah ga usah nangis! kamu ga malu dari tadi diliatin sama anak kecil ra, nanti garvin ga suka sama kamu loh" ledek nenek siska

"Apa sih nek, kok bawa-bawa garvin" ujar yura dengan kesal dia pun meninggalkan neneknya masuk kedalam mobil pribadi milik nenek siska.

Episodes
1 Pindah sekolah
2 Dihukum Ketos
3 Ada apa dengannya
4 Aneh
5 Perasaan aneh
6 Heart Beat
7 Ada yang aneh
8 Bingung
9 Masa lalu
10 Ada yang berubah
11 Perubahan garvin
12 Jantung Normal
13 Jatuh cinta
14 Mulai Ada Hati
15 Bintang
16 Pertengkaran
17 Rasa sayang Ayah
18 Perhatian
19 Semakin dekat
20 Murid baru
21 Balap Motor
22 Bad day
23 Different
24 what about Yura
25 Ada apa
26 Ungkapan Garvin
27 Bimbang
28 Feeling
29 Cold man
30 New couple
31 Ubah cara panggilan
32 Fitnah
33 Pembullyan
34 Dibalik ceria yura
35 Hal yang tak terduga
36 Menemani nenek
37 Kemesraan new couple
38 Kebersamaan
39 Kebohongan
40 Rasa Sakit
41 Penjelasan Garvin
42 Teror
43 Teror Lagi
44 Pertengkaran
45 Hari yang Indah
46 Dibully lagi
47 Perasaan yang aneh
48 Mencari kado
49 Ulang tahun caca
50 Rasa kecewa
51 Jalan-jalan dengan nenek
52 Rasa bersalah
53 Berbaikan
54 Rasa khawatir sahabat
55 Dilabrak kaka kelas
56 Curiga
57 Dejavu
58 Hampir dilecehkan
59 Perdebatan
60 Perasaan bersalah yura
61 Kasih sayang kaka
62 Ancaman clarissa
63 I love you
64 Never let you go
65 Kabur
66 Yura menghilang
67 Terungkap
68 Disekap
69 Menyelamatkan
70 Sudah terjadi
71 Kenyataan
72 Ternyata dia
73 Cemburu sang kaka
74 Dia laki-laki yang baik
75 Mulai menerima
76 Dia gadis yang baik
77 Hukuman
78 Tak salah pilih
79 Menginap Dirumah Yura
80 Liburan
81 Engagement Day
82 Janji garvin pada caca
83 Mulai menerima mama riana
84 Awal pertengkaran
85 Awal pertengkaran
86 Amarah garvin
87 Kembali seperti biasa
88 Keharmonisan
89 Hari ujian
90 Terakhir sekolah
91 Ingin menikmati masa remaja
92 Sekertaris ular
93 Siapa gadis itu
94 Sejauh mana hubungannya
95 Aku yang tersakiti
96 Gadis nakal
97 Harus dimiliki
98 Menyingkirkan yura
99 Tak salah pilih
100 Rasa sedih
101 Nenek siska masuk rumah sakit
102 Mengabaikan
103 Kepergian nenek siska
104 Sudah mengetahui
105 Orang ketiga
106 Butuh waktu
107 Goodbye
108 Kehidupan baru yura
109 Lost her
110 Kembalinya kim yura
111 Bertemu caca
112 Kembali bertemu
113 Dijebak sophie
114 Rasa sakit garvin
115 Fakta sebenarnya
116 Menebus kesalahan
117 Rumah sakit
118 Mode manja
119 Perasaan iri garvin
120 Pernikahan nadira
121 Yura di culik
122 Aku akan menjagamu
123 Perasaan yang sama
124 Will you marry me
125 Akhir hubungan alleta
126 Kembali berkumpul bersama
127 Happy ending
Episodes

Updated 127 Episodes

1
Pindah sekolah
2
Dihukum Ketos
3
Ada apa dengannya
4
Aneh
5
Perasaan aneh
6
Heart Beat
7
Ada yang aneh
8
Bingung
9
Masa lalu
10
Ada yang berubah
11
Perubahan garvin
12
Jantung Normal
13
Jatuh cinta
14
Mulai Ada Hati
15
Bintang
16
Pertengkaran
17
Rasa sayang Ayah
18
Perhatian
19
Semakin dekat
20
Murid baru
21
Balap Motor
22
Bad day
23
Different
24
what about Yura
25
Ada apa
26
Ungkapan Garvin
27
Bimbang
28
Feeling
29
Cold man
30
New couple
31
Ubah cara panggilan
32
Fitnah
33
Pembullyan
34
Dibalik ceria yura
35
Hal yang tak terduga
36
Menemani nenek
37
Kemesraan new couple
38
Kebersamaan
39
Kebohongan
40
Rasa Sakit
41
Penjelasan Garvin
42
Teror
43
Teror Lagi
44
Pertengkaran
45
Hari yang Indah
46
Dibully lagi
47
Perasaan yang aneh
48
Mencari kado
49
Ulang tahun caca
50
Rasa kecewa
51
Jalan-jalan dengan nenek
52
Rasa bersalah
53
Berbaikan
54
Rasa khawatir sahabat
55
Dilabrak kaka kelas
56
Curiga
57
Dejavu
58
Hampir dilecehkan
59
Perdebatan
60
Perasaan bersalah yura
61
Kasih sayang kaka
62
Ancaman clarissa
63
I love you
64
Never let you go
65
Kabur
66
Yura menghilang
67
Terungkap
68
Disekap
69
Menyelamatkan
70
Sudah terjadi
71
Kenyataan
72
Ternyata dia
73
Cemburu sang kaka
74
Dia laki-laki yang baik
75
Mulai menerima
76
Dia gadis yang baik
77
Hukuman
78
Tak salah pilih
79
Menginap Dirumah Yura
80
Liburan
81
Engagement Day
82
Janji garvin pada caca
83
Mulai menerima mama riana
84
Awal pertengkaran
85
Awal pertengkaran
86
Amarah garvin
87
Kembali seperti biasa
88
Keharmonisan
89
Hari ujian
90
Terakhir sekolah
91
Ingin menikmati masa remaja
92
Sekertaris ular
93
Siapa gadis itu
94
Sejauh mana hubungannya
95
Aku yang tersakiti
96
Gadis nakal
97
Harus dimiliki
98
Menyingkirkan yura
99
Tak salah pilih
100
Rasa sedih
101
Nenek siska masuk rumah sakit
102
Mengabaikan
103
Kepergian nenek siska
104
Sudah mengetahui
105
Orang ketiga
106
Butuh waktu
107
Goodbye
108
Kehidupan baru yura
109
Lost her
110
Kembalinya kim yura
111
Bertemu caca
112
Kembali bertemu
113
Dijebak sophie
114
Rasa sakit garvin
115
Fakta sebenarnya
116
Menebus kesalahan
117
Rumah sakit
118
Mode manja
119
Perasaan iri garvin
120
Pernikahan nadira
121
Yura di culik
122
Aku akan menjagamu
123
Perasaan yang sama
124
Will you marry me
125
Akhir hubungan alleta
126
Kembali berkumpul bersama
127
Happy ending

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!