Lamaran ditolak.

"Kamu tahu gak sayang, pulau ini dulu pernah dibuat jadi lokasi syuting film Hollywood yang berjudul KING KONG pada tahun 2005 yang dibintangi oleh Naomi Watts, Jack black, Adrien Brody dan Andy Serkis." Ucap Yasir masih dengan memeluk Rili yang sedang duduk dan menyandarkan kepalanya di bahu Yasir.

"Aku pernah nonton filmnya, tapi aku tidak tahu bahwa film itu pernah syuting di Pulau Mursala ini." Jawab Rili sembari matanya tertuju ke air terjun.

Yasir seolah mendongeng kepada wanitanya itu. Rili mendengarkan semua celotehannya Yasir. Setelah puas menikmati pemandangan Air Terjun di Pulau Mursala. Pasangan kekasih yang sedang dimabuk asmara ini langsung pulang ke rumah orang tua Rili.

Kini Rili dan Yasir sedang berada di dalam mobil. Sudah 15 menit mereka sampai di depan pagar rumah Rili, tapi Yasir belum mau turun juga dari mobilnya.

"Ayo turun bang!" Ucap Rili dengan sedikit kesal. Gimana Rili tidak kesal. Yasir selalu minta waktu untuk menenangkan diri sebelum bertemu dengan calon mertua nya tersebut.

"Lima menit lagi ya dek, Abang berdoa dulu." Ucap Yasir sambil menarik napas dalam-dalam. Kemudian mulutnya komat-kamit dan tangannya menengadah.

Ternyata pria ini bisa juga tidak percaya diri.

Tangan Rili bergerak untuk membuka pintu mobil, tapi aksinya itu langsung dihentikan Yasir. "Ada apa lagi bang? Ayo cepetan turun, nanti keburu Ayah pergi ke Mesjid. Ini sudah mau sholat ashar." Ucap Rili yang mulai kesal dengan tingkah Yasir yang seperti ABEGE itu.

Yasir menarik tangan Rili dan menempatkannya di dadanya yang bidang. "Jantung abang dag Dig dug sayang. Abang nervouse, ini rasanya lebih menegangkan dari pada mau terima hasil Ujian Nasional." Ucap Yasir sembari tetap memegang tangan Rili yang berada di atas dadanya.

"Peluk Abang dulu, beri Abang kekuatan dan dukungan moril." Ucap Yasir dengan manjanya. Rili geleng-geleng kepala melihat tingkah Yasir. "Minta dukungan, apa lagi mesum." Ucap Rili.

Yasir langsung menarik Rili ke pelukannya. Rili pun membalas pelukan tersebut dan mengusap lembut punggung Yasir. "Semoga niat baik kita diijabah Allah dan direstui Ayah dan mama." Ucap Rili kemudian melepas pelukannya.

Rili dan Yasir turun dari mobil dan berlari kecil untuk menghindari hujan yang turun dari langit yang lumayan deras. Petirpun saling bersahutan menambah kegelisahan seorang pria yang akan melamar gadis pujaannya itu.

"Assalamualaikum..." Ucap Rili.

"Walaikumsalam." Mama Rili mempercepat langkahnya untuk membuka pintu, Karena dia ingin segera melihat putrinya yang cantik itu.

Mama Rili langsung memeluk putri semata wayangnya tersebut.

"Apa kamu sehat nak?" Ucap mamanya dengan penuh kekhawatiran dan mengajak Rili untuk duduk di sofa ruang tamu.

Mama Rili memeriksa setiap anggota tubuh putrinya, untuk memastikan bahwa putrinya baik-baik saja. Saking seriusnya memperhatikan putrinya. Mama Rili tidak mengetahui bahwa Yasir juga ada di ruangan itu.

"Eehhmmmm .." Yasir berdehem untuk memberi kode, bahwa dia juga ada di ruang tamu tersebut.

"Ya ampun.... Ada anak Yasir. Maafin ibu ya tadi ibu bener-bener gak lihat nak. Ibu khawatir sekali sama Rili." Ucap mama Rili.

"Iya Bu, gak apa-apa. Yasir mengerti gimana perasan ibu mendapat kabar putrinya tenggelam." ucap Yasir dengan sopannya.

"Mana Ayah ma?" Tanya Rili.

"Ayahmu dibelakang benerin kandang ayam yang rusak." Ucap mama Rili.

"Bu, ada hal penting yang ingin saya bicarakan dengan ibu dan ayah sekarang." Ucap Yasir dengan gugupnya. Dia bicara sambil meremas-remas jemarinya.

"Ibu panggil ayah dulu kalau begitu. Ril, buatin minum untuk nak Yasir dan ayah." Ucap mamanya dan berlalu pergi untuk memanggil suaminya.

Kini kedua orang tua Rili sudah berada di ruang tamu tersebut. Rili pun sudah datang dengan membawa 4 gelas teh manis panas.

Yasir sekarang duduk di depan lelaki berkaca mata cekung itu, wajahnya berkerut karena terjamah usia. Uban beradu putih dengan peci hajinya.

dada Yasir bergemuruh, hujan dan Gelagar petir diluar sana, mengoyak diamnya pria yang lagi nervous tersebut. Yasir mengaduk air dalam gelas kristal berisi teh hangat.

Lalu menyeruputnya.

Bismillah.... Ucap Yasir dalam hati.

"Ada yang ingin kamu katakan nak?" ucap Ayah Rili

"Mohon maaf sebelumnya pak, jika ucapan saya nantinya ada yang salah atau kurang berkenan."

"Memang nya kamu mau mengatakan apa?" tanya Ayah Rili penasaran.

"Begini pak, saya berniat untuk melamar Rili," Ucap Yasir dengan gugup.

"Apa? mau melamar putri kami?

"Iya pak, saya bersungguh-sungguh, ingin menikahi Rili"

" Eehhhnmm ... Apa kamu yakin nak Rival? kamu lihat sendiri bagaimana keadaan kami. Kami ini tidak sederajat dengan keluarga kalian.

"Insha Alloh yakin pak. Saya tidak pernah membedakan status sosial. Saya sangat mencintai Rili." Ucap Yasir dan melirik Rili.

"Apa yang membuatmu yakin?" tanya Ayah Rili.

"Saya benyak belajar, terutama ilmu Agama, saya selalu termotivasi oleh surat An-nur ayat 26, disana dikatakan bahwa lelaki yg baik diperuntukan bagi wanita yg baik, dan wanita yg keji diperuntukan bagi lelaki yang keji, begitu seterusnya. Setiap hari Saya berusaha membaikan diri saya, dengan berusaha mendekatkan diri kepada ALLOH, meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah saya, dengan harapan suatu saat nanti Allah berkenan menitipkan saya pasangan yang sholeha." Ucap Yasir tegas, Dia lagi berusaha nampak alim agar Ayah Rili yakin, kalau Dia pantas untuk Rili.

"Saya percaya Rili wanita yang sholeha Pak."

"Ehmmmm... kalo begitu, berarti kamu yakin bahwa dirimu itu Sholeh begitu?" ucap ayah Rili dengan sedikit menurunkan kaca matanya.

"Saya masih mempunyai banyak kekurangan dalam hal agama pak, tapi saya yakin Rili adalah wanita yang tepat yang akan mendukung saya menjadi suami yang Soleh kelak

"Kapan kedua orang tuamu datang melamar putriku secara resmi?"

Yasir yang mendengar pertanyaan Ayah Rili mendadak panik dan takut rencananya untuk menikahi Rili akan ditolak.

"Itu dia pak, orang tua saya belum bisa melamar Rili secara resmi, karena ada sesuatu hal yang membuat kedua orang tua saya tidak bisa datang ke sini." Ucap Yasir gugup. Nampak sekali pria itu mengusap-usap pahanya dengan telapak tangannya yang sudah dibasahi keringat.

"Maksud mu apa nak? kamu mau menikahi putriku tanpa sepengetahuan orang tuamu?" Ayah Rili sudah mulai nampak kesal dengan pernyataan Yasir

"Iya pak, untuk saat ini aku hanya bisa menikahi Rili secara siri. Kalau urusan saya sudah selesai saya akan mengurus dokumen nya ke KUA." Ucap Yasir dengan gugup.

"-Jangan mentang-mentang kamu kaya jadi sesuka hatimu terhadap kami. Putri saya itu berharga. Enak saja kamu mau menikahinya secara siri. Tidak..... bapak tidak setuju!" Ayah Rili nampak emosi dan menunjuk-nunjuk Yasir dengan jari telunjuknya.

"Saya tidak mengganggap putri bapak tidak berharga. Rili sangat berharga buat saya pak. Dia sangat berharga sehingga saya tidak ingin kehilangan dia. Saya ingin cepat mengikat dia." Ucap Yasir berusaha meyakinkan Ayah Rili.

"Tolong izinkan saya menikahi Rili malam ini juga pak dan izinkan saya untuk memboyong dia untuk ikut dengan saya ke kota Pek*nbaru." Yasir memelas kepada calon mertuanya tersebut.

"Kalau menikah siri bapak tidak setuju!"

Kini suasana di ruang tamu tersebut nampak memanas. Rili hanya bisa diam dan matanya mulai berkaca-kaca. Sedangkan mama Rili nampak sedang memegang tangan putrinya. Wanita paruh baya itu sedang menenangkan putrinya.

"Saya mohon pak! izinkan kami menikah malam ini. Saya serius dengan anak bapak, saya sangat mencintainya. Setelah urusan saya selesai saya akan menikahi dia kembali dengan resmi dan akan mengadakan pesta megah."

"Kami tidak butuh pestamu itu, kami hanya butuh penghargaan. Kalau bener kami serius, siapkan urusanmu secepatnya. Datangkan kedua orang tuamu untuk melamar putriku dengan hormat." Ayah Rili beranjak pergi dari duduknya dan masuk ke dalam kamar. Mama Rili mengikuti langkah suaminya.

Kini Yasir nampak prustasi, pria itu nampak memijit-mijit keningnya dan menyisirkan rambutnya ke belakang dengan jarinya, Pria itu menyandarkan tubuhnya di sofa dan menghembuskan napas kasar.

"Abang, baik-baik saja kan?" Tanya Rili dan memegang bahu pria itu. Ya, Rili sudah duduk di dekat Yasir.

"Abang sedang tidak baik. Abang punya firasat kalau Abang tidak menikahimu sekarang, maka kamu akan meninggalkan Abang." Jawab Yasir dengan memandang wajah kekasihnya itu dengan sedihnya.

"Mana mungkin Rili berpaling dari Abang, setelah apa yang terjadi pada kita kemarin." Ucap Rili dengan suara pelan, dia takut orang tuanya mendengar perkataannya. Kedua mata Wanita itu nampak mengeluarkan cairan bening yang hendak jatuh dipipinya.

Yasir langsung menarik Rili kepelukannya, dia mencium kening wanita itu sangat lama.

"Tunggu Abang ya sayang, kalau urusan Abang sudah selesai Abang langsung akan menikahimu secara Resmi." Rili hanya menerima perlakuan Yasir, dia seolah enggan melepas pelukan Yasir. Padahal mereka sedang berada di ruang tamu. Kalau Orang tua Rili melihat gimana. Tentunya orang tua Rili akan menganggap Yasir tidak sopan.

Tiba-tiba suara getaran handphone Yasir di dalam saku celananya, menyadarkan kedua nya. Rili berangsur menjauhkan dirinya dari pelukan Yasir. Ternyata yang menelpon adalah Ayah Yasir.

"Assalamualaikum ayah."

Iya, malam ini juga saya berangkat." Begitulah isi singkat percakapan antara ayah anak itu.

"Sayang, mungkin keinginan Abang untuk memiliki mu harus Abang tahan lagi. Kamu harus sabar menunggu Abang! Abang akan secepatnya mengurus semuanya dan akan menikahimu." Ucap Yasir dan kembali menarik Rili kepelukannya.

"Eehhmmmm.... "Suara deheman Ayah Rili membuat Yasir refleks melepas pelukannya. Rili sangat malu dan langsung berdiri menghampiri orang tuanya tersebut. Yasir juga ikut berdiri.

"Ayah hargai keseriusanmu dengan berani melamar putriku seorang diri, tapi bukan begini caranya. Selesaikan semua urusanmu, kalau itu adalah alasanmu tidak bisa menikahi putriku secara resmi sekarang." Ucap Ayah Rili dan hendak pergi ke Mesjid.

Yasir mendekatkan dirinya pada calon mertuanya itu dan sekali gerakan dia merangkul pria paruh baya itu. "Terimakasih ayah masih memberi kepercayaan kepadaku, aku akan menyelesaikan urusanku secepatnya lalu menikahi Rili." Yasir melepaskan pelukannya dan mencium punggung tangan Ayah Rili.

"Ayah ke mesjid dulu." Ucap nya dan menepuk bahu Yasir. " Iya ayah." jawab Yasir dan duduk kembali didekat Rili.

"Kalau begitu Abang pamit ya dek, karena malam ini Abang akan berangkat ke Peka*nbaru. Masih banyak yang harus Abang siapkan." Ucap Yasir. Kemudian pria itu berpamitan kepada ibu Rili.

Kedua wanita itu mengantarkan Yasir keluar rumah. Yasir menyalami tangan ibu Rili. Kemudian pria itu juga meraih tangan Rili dan mengecup punggung tangan Rili di depan Ibunya. Rili yang mendapat perlakuan memalukan itu dihadapan ibunya langsung menepis tangan Yasir. "Maaf!" Ucap Yasir.

"Gak apa-apa, ibu memaklumi perasaanmu nak Yasir. Kamu hati-hati di jalan ya. Salam sama kedua Orang tuamu." Ucap mama Rili dan mengusap-usap punggung Yasir. Ibu Rili meninggalkan kedua insan yang sedang dilanda sedih tersebut.

Yasir langsung memeluk Rili kembali, Rili sedikit berontak takut dilihat mamanya. Yasir tidak menghiraukan Rili yang berontak, pria itu malah semakin mengeratkan pelukannya.

"Bang, ada mama." Ucap Rili masih dalam pelukan Yasir. "Mama tidak lihat sayang, mama sudah masuk ke dalam." Ucap Yasir kemudian melepas pelukan nya tetapi tetap memegang kedua bahu Rili. "Tunggu Abang ya, kalau ada waktu Abang akan menghubungimu ya sayang." Ucap Yasir dan mengecup kening Rili dan dengan cepat Yasir mencium bibir Rili dengan sekilas.

Rili terkejut dengan Perbuatan Yasir, tapi dia tidak ada komentar. Sepertinya wanita itu sudah mulai biasa dengan ciuman dari Yasir.

Atau jangan-jangan Rili sudah candu.

"Abang pulang ya, nanti malam buka kado dari Abang ya sayang." Ucap Yasir.

Kini Yasir sudah memasuki mobilnya. Rili menatap mobil Yasir yang melaju sampai tidak dapat dijangkau mata Rili lagi.

Wanita itu masuk ke dalam rumah dan langsung menuju kamarnya. Dia sangat lelah sekali dan langsung merebahkan tubuhnya di ranjang. Deringan hape yang berbunyi di tasnya pun tidak membangunkan wanita itu.

Bersambung..

Mohon beri dukungan nya dengan like, coment, vote dan jadikan novel ini sebagai favorit.

Terima kasih.

Terpopuler

Comments

Nia Nara

Nia Nara

Kayaknya yasir ini banyak teka-teki dalam hidupnya ya

2023-10-03

0

Sunarti

Sunarti

orang tua selalu menginginkan yg terbaik buat anak"nya

2021-04-17

2

Laura hussein

Laura hussein

gak sabar nunggu Up-nya
karya terbaik mu patut diacungi jempol kak 👍
favorit 👌

2021-03-02

1

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Nama Samaran
3 Yasir kurnia
4 syok....
5 selama satu hari
6 visual cast
7 calon imamku
8 rasanya mau copot.
9 Malam pertama...?
10 Munafik.
11 Takut tergoda
12 Jodoh dari tante
13 Kisah di Pulau 1
14 Kisah di pulau part 2
15 Kisah di pulau part 3
16 Kisah di pulau part 4
17 Menyesali
18 Ditawari Menikah Siri
19 Lamaran ditolak.
20 Rindu
21 Sedih yang tak berujung
22 Rival Youman
23 Curhat
24 Apakah ini suatu petunjuk?
25 Mati satu tumbuh seribu.
26 Belum bisa move on
27 Tutup Buku.
28 Misteri Jodoh
29 Naas
30 Pertemuan yang menyakitkan
31 Aku sangat ilfeel
32 Berkata jujur
33 Kita hanya bisa berusaha berubah nasib
34 Berbohong untuk membahagiakan
35 Tak sesuai dengan harapan
36 Waktu lebih berharga dari emas
37 Sama-sama keras
38 Tetap tidak mendapat jawaban
39 Jangan menilai orang buruk
40 Salah sambung
41 Aku akan menikah
42 Menjilat ludah sendiri.
43 Bahagia itu kita sendiri yang buat
44 couple
45 Gak punya uang
46 Dia datang
47 Kenapa Dia nampak menyedihkan
48 Dia harus datang
49 Mimpiku jadi nyata.
50 Ikhlas
51 Mencium keningmu
52 memanjat
53 Malam pertama yang begitu indah dan membahagiakan
54 Terpleset
55 Tidak boleh bermesraan
56 Disiang bolong yang Hot
57 Mimpiku
58 Persiapkan Dirimu
59 Takdirku Jadi Pelakor.
60 Malam pertama sampai malam ketujuh
61 Aku ingin makan, Aku ingin memakanmu!
62 Belum siap
63 Pagi-pagi udah berisik
64 Menyeramkan
65 Nasibku
66 Apa Dia datang mencariku?
67 Dia memanggil namaku
68 10 Ronde
69 Gara-gara ayam
70 Uangmu tidak usah dikasih Sama istrimu.
71 CCTV
72 Mandi wajib.
73 Menakutkan
74 Perkelahian
75 Ditawari jadi Asisten
76 Pengorbananku sia-sia
77 Batu gigi petir
78 BOS
79 Visual cast Maura Kistina
80 Timun bungkuk
81 Mama... Aku Ingin Pulang
82 Menguping
83 Jangan tinggalkan aku.
84 RR (Rival Rili) Jangan lupa like, coment positif dan bantu share ya kak cantik
85 Aku harus menemuimu
86 Hampir gila
87 Dejavu
88 -
89 Yasir yang polos
90 Rindu
91 Melepas Rindu.
92 Abang akan bertanggung jawab
93 Tidak mau menyalahkan keadaan
94 Suamiku pria baik
95 Penuh dengan teka-teki
96 Apa Dia punya saudara
97 Surat Ibu
98 Rili tidak sabar lagi untuk mengetahui semuanya
99 Bercerita part 1
100 Bercerita part 2
101 Meracuni pikiran Rival
102 Meminta mediasi
103 pemandangan yang menyesakkan dada
104 Aku bukan barang mainan
105 Saling meluapkan amarah
106 Pergilah kasih
107 Kita harus bertemu lagi.
108 Minta cerai kepada Rival
109 Haruskah Aku memaksanya ikut denganku!
110 Minta bantuan.
111 Kalau memang cinta, harus diperjuangkan
112 Tidak akan ada perceraian
113 Mengikhlaskanmu
114 Berdamai dengan hati
115 fakta yang menyayat hati
116 Berpisah
117 Menyesal Melepaskanmu
118 Banteng marah
119 Pasrah
120 Terobos
121 Dek, Abang Datang!
122 Maafkan kami Nak!
123 seperti mimpi
124 Yes, I will
125 Sah
126 Intermission
127 Panas didalam
128 Samawa
129 Warning. Harap bijak memilih bacaan.
130 Masih melakukan kegiatan yang membuat ketagihan.
131 Private number
132 PARIBAN, I HATE YOU
133 Ambruk
134 Tidak pantas
135 Bahan olok-olok an
136 Tidak mau berpisah
137 Pria munafik muncul
138 Mantan mengaku masih cinta dan sayang.
139 Sedang berkompetisi
140 Tanya saja hatimu
141 Penyesalan datangnya belakangan
142 Cuek-cuek
143 Yasir berceramah
144 Belajar menggoda
145 Buanglah mantan pada tempatnya
146 Seprei difigurakan
147 Jangan lupa baca Doa
148 Indah di pantai sore hari
149 Siapa?
150 Mulai sensitif
151 Godaan setan.
152 Sangat mengkhawatirkan mu
153 Yasir pria setia dan tidak akan pernah tergoda dengan wanita lain.
154 Season 2 Kenyataan yang begitu menyakitkan
155 Season 2 Najis besar
156 season 2 Door....
157 Season 2. Bertarung
158 Season 2 Kena Razia mesum
159 Season 2 Malu
160 Season 2 Fitnah lebih kejam dari pembunuhan
161 Season 2 Mely Anisah Ajib
162 Season 2 Rival melankolis
163 Season 2 Tawaran apa?
164 Season 2 Menerima tawaran
165 Season 2 Suami tidak bertanggung jawab
166 Season 2 Bermimpi terbang di angkasa
167 Season 2. Test DNA
168 Season 2 Istri kedua
169 Season 2 Ceraikan Rili
170 Season 2 Aku istrimu
171 Season 2 Mau mendominasi
172 Season 2 Serangan mendadak
173 Season 2 Suka-sukamu lah Dek.
174 Season 2 Mencoba menjadi suami seutuhnya
175 Season 2 Cobalah untuk mencintaiku
176 Season 2 Cara menyenangkan suami
177 Season 2 Mencoba menahan
178 Season 2 Ada Penampakan
179 Season 2 Cinta atau nafsu?
180 Season 2 Kamar kunti
181 Season 2 Menguji kesabaran
182 Season 2 Tamu
183 Season 2 Jangan menggoda terus
184 Season 2 Permainan Mely
185 Season 2 Khawatir
186 Season 2 Orang hilang
187 Season 2. Biarlah miskin harta, tapi kaya hati.
188 Season 2 Sari naksir Rival
189 Season 2 Wanita sulit dimengerti
190 Season 2 Rival bingung
191 Season 2 Berdamai
192 Season 2 Main ular tangga
193 Season 2 Foto Rili
194 Season 2 Tidak mau jadi gembel
195 Season 2 : Sifat bunglonnya Mely
196 Season 2 Menolak tawaran
197 Season 2 Tanda-tanda akan baikan
198 Season 2 Kumat lagi
199 Season 2 Menyesal
200 Season 2 Takut ditinggalkan
201 Season 2 Tingkah lebih parah dari anak TK
202 Season 2 Anak Orang Hilang
203 Season 2 Penjahat jadi penolong
204 Season 2 Santapan lezat
205 Season 2 Pipis
206 Season 2 Memijatmu
207 Season 2 Abang serius
208 Season 2 Siapa Firman?
209 Season 2 Ada apa dengan Mamanya Mely?
210 Season 2 Menutup mata
211 Season 2 Maryam
212 Season 2 I u
213 season 2 Sangat mencintaimu
214 Season 2 Bercocok tanam
215 Season 2 Setiap orang punya pengalaman sendiri
216 Season 2 terserah kamu
217 Season 2 Jangan terlalu mencintai sesuatu
218 Season 2 Sabar Rival
219 Season 2 Surprise
220 Season 2 Mencarikan istri kedua
221 Season 2 Mely meragukan perasaan Abang Rival
222 Season 2 Baper
223 Season 2 Dimadu
224 Season 2 Kabar dari kampung
225 Season 2 Budak cintamu
226 Season 2 Tidak lulus
227 Season 2 Kena prank, orang yang suka memprank
228 Season 2 Dunia Maya
229 Season 2 Membicarakan diri sendiri
230 Season 2 Mely semakin agresif
231 Season 2 BUAH TANGAN YANG SPEKTAKULER
232 Season 2 Sampai di kampung
233 Season 2 Ibunya Rival ?
234 Season 2 Dua Nantulang
235 Season 2 Rival banyak mau nya.
236 Season 2 Rival sensitif
237 Season 2 Sama-sama sensitif
238 Season 2. Masih cinta atau merasa bersalah
239 Season 2. Hamil
240 Season 2 Kenapa bisa kembar?
241 Season 2 Panggil Aku Mas
242 Season 2 Boleh dilakukan
243 Season 2 Menemukan foto mirip dirinya sewaktu kecil
244 Season 2 Masih Abu-abu
245 Season 2 Menceraikan wanita hamil
246 Season 2 Menghindar
247 Season 2 Mely curiga
248 Season 2 Tidak mau Gila
249 Season 2 orang tua Mely pulang
250 Season 2 Membaca hasil test DNA
251 Season 2 Haram Hukumnya
252 Season 2 pikiran kalut membuat jadi bloon
253 Season 2 Masih seputar test DNA
254 Season 2 Jamu ajaib
255 Season 2 Berakhir sudah
256 Season 2 Aku anak siapa?
257 Season 2 Ayahku di mana?
258 Season 2 Dia pasti akan mencari mu
259 Season 2 LDR an
260 Season 2 Kenapa Dia tidak ada disisinya
261 Season 2 Menyesali kebodohanku
262 Season 2 Aku akan menemuimu
263 Season 2 Keinginan yang tidak bisa ditolerir
264 Season 2 Ada apa dengan Mely
265 Season 2 Yasir dan Rili muncul
266 Season 2 Curhat Mely
267 Season 2 Ikut Pak Firman
268 Season 2 Anisah
269 Season 2 Sarung terlepas
270 Season 2 Sakitnya luar biasa
271 Season 2 Masih kesal
272 Season 2 Perhatian Yasir
273 Season 2 Merasa tidak dicintai
274 Season 2 Kena semprot
275 Season 2 curi-curi kesempatan
276 Season 2 Belum memaafkan
277 season 2 masih cemburu
278 Season 2 kembali
279 Season 2 kekasihku kembali pulang
280 Season 2 Yasir Rili jadi tersangka
281 Season 2 Cah kangkung
282 Season 2 gara-gara ikan gabus
283 Season 2 mengejar yang tak pasti
284 Season 2 Aku cinta
285 Season 2 Rasa kasihan
286 Season 2 Hadirkan Rili
287 Season 2 menempel terus
288 Season 2 Perasaan Rili tidak tenang
289 Season 2 keluarga dikampung datang
290 Season 2 Berangkat
291 Season 2 kalah saing
292 Season 2 Kehadiran Ibu Durjanna
293 Season 2 Di Rukyah
294 Season 2 Intropeksi diri masing-masing
295 Season 2 Tidak perlu dibahas
296 Season 2 Gengsi dong
297 Seaosn 2 megap-megap
298 Season 2 kritis
299 Season 2 menjumpai Ibu Durjanna
300 Season 2 Merenung
301 Season 2 Merasa tidak bisa memuaskan
302 Season 2 Gelang kaki
303 Season 2 Malu-maluin
304 Season 2 cinta itu seperti kupu-kupu
305 Season 2 Wanita ingin dimengerti
306 Season 2 pacar dunia maya
307 Season 2 Bertemu mantan
308 Season 2 gak laku-laku
309 Season 2 Aku mencintainya
310 Season 2 Kamu yang dewasa
311 Season 2 Saling curhat
312 Season 2 Rival selingkuh
313 Season 2 Dejavu mama Maryam
314 Season 2 Bertarung
315 Season 2 Yasir takut kalah
316 Season 2 acak-acak nomor
317 Season 2 gawat darurat
318 Season 2 Terlambat menyadari
319 Dipaksa Menikahi Pariban
320 Season 2 Masuk jebakan
321 Season 2 kehancuran Rival
322 Season 2 Terselamatkan
323 Season 2 Video tersebar
324 Season 2 Menonton video syur.
325 Season 2 Rival kehilangan Mely.
326 Season 2 Hanya bisa terdiam
327 Season 2 Tinggalkan Mely
328 Season 2 Harus puding
329 Season 2 Sakit
330 Season 2 Pisah ruangan
331 Season 2 Perawat cantik
332 Season 2 Siasat Maryam
333 Season 2 Sakitnya hati seorang Ibu
334 Season 2. Rival mendatangi Mely
335 Season 2 Penyesalan datangnya terlambat
336 Season 2 Memberi pilihan
337 Season 2 Mencoba lari
338 Season 2 Suasana baru yang indah
339 Cuitan author.
340 Season 2 extra chapter Kehidupan baru yang indah
341 Season 2 Extra chapter. Tamu misterius
342 Extra chapter Terbang ke surga
343 Season 2 Extra chap. Rindu dan Benci
344 Season 2 Extra chap
345 Season 2 Extra chap persidangan
346 season 2 Extra chap
347 Season 2 Extra chap Merasa bersalah
348 Season 2 Extra chap Modus
349 Ayahku Suamiku
350 Lagi Viral
351 Novel Baru say
352 Give away di novel baru
353 promo
354 Hasrat Liar Istri Simpanan
355 Akibat Rela dimadu
356 Hasrat duda impian
357 kupu-kupu malam
358 Novel baru netes say
359 gairah Ibu Tiri
Episodes

Updated 359 Episodes

1
Prolog
2
Nama Samaran
3
Yasir kurnia
4
syok....
5
selama satu hari
6
visual cast
7
calon imamku
8
rasanya mau copot.
9
Malam pertama...?
10
Munafik.
11
Takut tergoda
12
Jodoh dari tante
13
Kisah di Pulau 1
14
Kisah di pulau part 2
15
Kisah di pulau part 3
16
Kisah di pulau part 4
17
Menyesali
18
Ditawari Menikah Siri
19
Lamaran ditolak.
20
Rindu
21
Sedih yang tak berujung
22
Rival Youman
23
Curhat
24
Apakah ini suatu petunjuk?
25
Mati satu tumbuh seribu.
26
Belum bisa move on
27
Tutup Buku.
28
Misteri Jodoh
29
Naas
30
Pertemuan yang menyakitkan
31
Aku sangat ilfeel
32
Berkata jujur
33
Kita hanya bisa berusaha berubah nasib
34
Berbohong untuk membahagiakan
35
Tak sesuai dengan harapan
36
Waktu lebih berharga dari emas
37
Sama-sama keras
38
Tetap tidak mendapat jawaban
39
Jangan menilai orang buruk
40
Salah sambung
41
Aku akan menikah
42
Menjilat ludah sendiri.
43
Bahagia itu kita sendiri yang buat
44
couple
45
Gak punya uang
46
Dia datang
47
Kenapa Dia nampak menyedihkan
48
Dia harus datang
49
Mimpiku jadi nyata.
50
Ikhlas
51
Mencium keningmu
52
memanjat
53
Malam pertama yang begitu indah dan membahagiakan
54
Terpleset
55
Tidak boleh bermesraan
56
Disiang bolong yang Hot
57
Mimpiku
58
Persiapkan Dirimu
59
Takdirku Jadi Pelakor.
60
Malam pertama sampai malam ketujuh
61
Aku ingin makan, Aku ingin memakanmu!
62
Belum siap
63
Pagi-pagi udah berisik
64
Menyeramkan
65
Nasibku
66
Apa Dia datang mencariku?
67
Dia memanggil namaku
68
10 Ronde
69
Gara-gara ayam
70
Uangmu tidak usah dikasih Sama istrimu.
71
CCTV
72
Mandi wajib.
73
Menakutkan
74
Perkelahian
75
Ditawari jadi Asisten
76
Pengorbananku sia-sia
77
Batu gigi petir
78
BOS
79
Visual cast Maura Kistina
80
Timun bungkuk
81
Mama... Aku Ingin Pulang
82
Menguping
83
Jangan tinggalkan aku.
84
RR (Rival Rili) Jangan lupa like, coment positif dan bantu share ya kak cantik
85
Aku harus menemuimu
86
Hampir gila
87
Dejavu
88
-
89
Yasir yang polos
90
Rindu
91
Melepas Rindu.
92
Abang akan bertanggung jawab
93
Tidak mau menyalahkan keadaan
94
Suamiku pria baik
95
Penuh dengan teka-teki
96
Apa Dia punya saudara
97
Surat Ibu
98
Rili tidak sabar lagi untuk mengetahui semuanya
99
Bercerita part 1
100
Bercerita part 2
101
Meracuni pikiran Rival
102
Meminta mediasi
103
pemandangan yang menyesakkan dada
104
Aku bukan barang mainan
105
Saling meluapkan amarah
106
Pergilah kasih
107
Kita harus bertemu lagi.
108
Minta cerai kepada Rival
109
Haruskah Aku memaksanya ikut denganku!
110
Minta bantuan.
111
Kalau memang cinta, harus diperjuangkan
112
Tidak akan ada perceraian
113
Mengikhlaskanmu
114
Berdamai dengan hati
115
fakta yang menyayat hati
116
Berpisah
117
Menyesal Melepaskanmu
118
Banteng marah
119
Pasrah
120
Terobos
121
Dek, Abang Datang!
122
Maafkan kami Nak!
123
seperti mimpi
124
Yes, I will
125
Sah
126
Intermission
127
Panas didalam
128
Samawa
129
Warning. Harap bijak memilih bacaan.
130
Masih melakukan kegiatan yang membuat ketagihan.
131
Private number
132
PARIBAN, I HATE YOU
133
Ambruk
134
Tidak pantas
135
Bahan olok-olok an
136
Tidak mau berpisah
137
Pria munafik muncul
138
Mantan mengaku masih cinta dan sayang.
139
Sedang berkompetisi
140
Tanya saja hatimu
141
Penyesalan datangnya belakangan
142
Cuek-cuek
143
Yasir berceramah
144
Belajar menggoda
145
Buanglah mantan pada tempatnya
146
Seprei difigurakan
147
Jangan lupa baca Doa
148
Indah di pantai sore hari
149
Siapa?
150
Mulai sensitif
151
Godaan setan.
152
Sangat mengkhawatirkan mu
153
Yasir pria setia dan tidak akan pernah tergoda dengan wanita lain.
154
Season 2 Kenyataan yang begitu menyakitkan
155
Season 2 Najis besar
156
season 2 Door....
157
Season 2. Bertarung
158
Season 2 Kena Razia mesum
159
Season 2 Malu
160
Season 2 Fitnah lebih kejam dari pembunuhan
161
Season 2 Mely Anisah Ajib
162
Season 2 Rival melankolis
163
Season 2 Tawaran apa?
164
Season 2 Menerima tawaran
165
Season 2 Suami tidak bertanggung jawab
166
Season 2 Bermimpi terbang di angkasa
167
Season 2. Test DNA
168
Season 2 Istri kedua
169
Season 2 Ceraikan Rili
170
Season 2 Aku istrimu
171
Season 2 Mau mendominasi
172
Season 2 Serangan mendadak
173
Season 2 Suka-sukamu lah Dek.
174
Season 2 Mencoba menjadi suami seutuhnya
175
Season 2 Cobalah untuk mencintaiku
176
Season 2 Cara menyenangkan suami
177
Season 2 Mencoba menahan
178
Season 2 Ada Penampakan
179
Season 2 Cinta atau nafsu?
180
Season 2 Kamar kunti
181
Season 2 Menguji kesabaran
182
Season 2 Tamu
183
Season 2 Jangan menggoda terus
184
Season 2 Permainan Mely
185
Season 2 Khawatir
186
Season 2 Orang hilang
187
Season 2. Biarlah miskin harta, tapi kaya hati.
188
Season 2 Sari naksir Rival
189
Season 2 Wanita sulit dimengerti
190
Season 2 Rival bingung
191
Season 2 Berdamai
192
Season 2 Main ular tangga
193
Season 2 Foto Rili
194
Season 2 Tidak mau jadi gembel
195
Season 2 : Sifat bunglonnya Mely
196
Season 2 Menolak tawaran
197
Season 2 Tanda-tanda akan baikan
198
Season 2 Kumat lagi
199
Season 2 Menyesal
200
Season 2 Takut ditinggalkan
201
Season 2 Tingkah lebih parah dari anak TK
202
Season 2 Anak Orang Hilang
203
Season 2 Penjahat jadi penolong
204
Season 2 Santapan lezat
205
Season 2 Pipis
206
Season 2 Memijatmu
207
Season 2 Abang serius
208
Season 2 Siapa Firman?
209
Season 2 Ada apa dengan Mamanya Mely?
210
Season 2 Menutup mata
211
Season 2 Maryam
212
Season 2 I u
213
season 2 Sangat mencintaimu
214
Season 2 Bercocok tanam
215
Season 2 Setiap orang punya pengalaman sendiri
216
Season 2 terserah kamu
217
Season 2 Jangan terlalu mencintai sesuatu
218
Season 2 Sabar Rival
219
Season 2 Surprise
220
Season 2 Mencarikan istri kedua
221
Season 2 Mely meragukan perasaan Abang Rival
222
Season 2 Baper
223
Season 2 Dimadu
224
Season 2 Kabar dari kampung
225
Season 2 Budak cintamu
226
Season 2 Tidak lulus
227
Season 2 Kena prank, orang yang suka memprank
228
Season 2 Dunia Maya
229
Season 2 Membicarakan diri sendiri
230
Season 2 Mely semakin agresif
231
Season 2 BUAH TANGAN YANG SPEKTAKULER
232
Season 2 Sampai di kampung
233
Season 2 Ibunya Rival ?
234
Season 2 Dua Nantulang
235
Season 2 Rival banyak mau nya.
236
Season 2 Rival sensitif
237
Season 2 Sama-sama sensitif
238
Season 2. Masih cinta atau merasa bersalah
239
Season 2. Hamil
240
Season 2 Kenapa bisa kembar?
241
Season 2 Panggil Aku Mas
242
Season 2 Boleh dilakukan
243
Season 2 Menemukan foto mirip dirinya sewaktu kecil
244
Season 2 Masih Abu-abu
245
Season 2 Menceraikan wanita hamil
246
Season 2 Menghindar
247
Season 2 Mely curiga
248
Season 2 Tidak mau Gila
249
Season 2 orang tua Mely pulang
250
Season 2 Membaca hasil test DNA
251
Season 2 Haram Hukumnya
252
Season 2 pikiran kalut membuat jadi bloon
253
Season 2 Masih seputar test DNA
254
Season 2 Jamu ajaib
255
Season 2 Berakhir sudah
256
Season 2 Aku anak siapa?
257
Season 2 Ayahku di mana?
258
Season 2 Dia pasti akan mencari mu
259
Season 2 LDR an
260
Season 2 Kenapa Dia tidak ada disisinya
261
Season 2 Menyesali kebodohanku
262
Season 2 Aku akan menemuimu
263
Season 2 Keinginan yang tidak bisa ditolerir
264
Season 2 Ada apa dengan Mely
265
Season 2 Yasir dan Rili muncul
266
Season 2 Curhat Mely
267
Season 2 Ikut Pak Firman
268
Season 2 Anisah
269
Season 2 Sarung terlepas
270
Season 2 Sakitnya luar biasa
271
Season 2 Masih kesal
272
Season 2 Perhatian Yasir
273
Season 2 Merasa tidak dicintai
274
Season 2 Kena semprot
275
Season 2 curi-curi kesempatan
276
Season 2 Belum memaafkan
277
season 2 masih cemburu
278
Season 2 kembali
279
Season 2 kekasihku kembali pulang
280
Season 2 Yasir Rili jadi tersangka
281
Season 2 Cah kangkung
282
Season 2 gara-gara ikan gabus
283
Season 2 mengejar yang tak pasti
284
Season 2 Aku cinta
285
Season 2 Rasa kasihan
286
Season 2 Hadirkan Rili
287
Season 2 menempel terus
288
Season 2 Perasaan Rili tidak tenang
289
Season 2 keluarga dikampung datang
290
Season 2 Berangkat
291
Season 2 kalah saing
292
Season 2 Kehadiran Ibu Durjanna
293
Season 2 Di Rukyah
294
Season 2 Intropeksi diri masing-masing
295
Season 2 Tidak perlu dibahas
296
Season 2 Gengsi dong
297
Seaosn 2 megap-megap
298
Season 2 kritis
299
Season 2 menjumpai Ibu Durjanna
300
Season 2 Merenung
301
Season 2 Merasa tidak bisa memuaskan
302
Season 2 Gelang kaki
303
Season 2 Malu-maluin
304
Season 2 cinta itu seperti kupu-kupu
305
Season 2 Wanita ingin dimengerti
306
Season 2 pacar dunia maya
307
Season 2 Bertemu mantan
308
Season 2 gak laku-laku
309
Season 2 Aku mencintainya
310
Season 2 Kamu yang dewasa
311
Season 2 Saling curhat
312
Season 2 Rival selingkuh
313
Season 2 Dejavu mama Maryam
314
Season 2 Bertarung
315
Season 2 Yasir takut kalah
316
Season 2 acak-acak nomor
317
Season 2 gawat darurat
318
Season 2 Terlambat menyadari
319
Dipaksa Menikahi Pariban
320
Season 2 Masuk jebakan
321
Season 2 kehancuran Rival
322
Season 2 Terselamatkan
323
Season 2 Video tersebar
324
Season 2 Menonton video syur.
325
Season 2 Rival kehilangan Mely.
326
Season 2 Hanya bisa terdiam
327
Season 2 Tinggalkan Mely
328
Season 2 Harus puding
329
Season 2 Sakit
330
Season 2 Pisah ruangan
331
Season 2 Perawat cantik
332
Season 2 Siasat Maryam
333
Season 2 Sakitnya hati seorang Ibu
334
Season 2. Rival mendatangi Mely
335
Season 2 Penyesalan datangnya terlambat
336
Season 2 Memberi pilihan
337
Season 2 Mencoba lari
338
Season 2 Suasana baru yang indah
339
Cuitan author.
340
Season 2 extra chapter Kehidupan baru yang indah
341
Season 2 Extra chapter. Tamu misterius
342
Extra chapter Terbang ke surga
343
Season 2 Extra chap. Rindu dan Benci
344
Season 2 Extra chap
345
Season 2 Extra chap persidangan
346
season 2 Extra chap
347
Season 2 Extra chap Merasa bersalah
348
Season 2 Extra chap Modus
349
Ayahku Suamiku
350
Lagi Viral
351
Novel Baru say
352
Give away di novel baru
353
promo
354
Hasrat Liar Istri Simpanan
355
Akibat Rela dimadu
356
Hasrat duda impian
357
kupu-kupu malam
358
Novel baru netes say
359
gairah Ibu Tiri

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!