Tak terasa Aku dan Abang Yasir sudah jadian selama satu bulan. Hubungan yang kami jalani sama dengan pasangan kekasih lainnya, saling memberi perhatian dan setiap malam Minggu pasti Aku diajak Abang Yasir keluar walau hanya sekedar makan malam.
Tak terkecuali malam ini, Abang Yasir akan mengajakku Makan malam ke rumahnya. Dia tinggal Perumahan yang elit. Abang Yasir tinggal sendiri di perumahan ini. Karena dia memang merantau ke kota ini.
Orang tua nya katanya tinggal di kota X dan ayahnya ternyata seorang pejabat dan punya banyak usaha. Aku tahu info tentang keluarganya bukan dari dia tapi dari teman-teman kantor dulu sewaktu dia baru kerja di kantor kami. Aneh ya anak orang kaya koq mau jadi PNS? Kadang sempat kepikiran untuk menanyakan itu, tapi kuurungkan.
Kebetulan sekali Ayah dan Mama Abang Yasir datang ke kota ini, dan moment ini dijadikan Abang Yasir untuk aku bisa berkenalan dengan orang tua nya, karena kata Abang Yasir dia sangat serius dengan hubungan kami. Kalau tidak ada halangan bulan depan dia akan melamarku dan langsung membicarakan tanggal pernikahan.
Tentu saja hatiku sangat senang dengan perkataan Abang Yasir itu. Akhirnya aku akan menikah juga.
Sepulang dari kerja, aku bercerita sama mama bahwa nanti malam akan diajak Abang Yasir keluar makan malam. Aku tidak mau bilang sama mama, kalau aku akan dikenalkan sama kedua orang tuanya .
Mama menasehatiku." Nak, mama perhatikan kamu sering sekali sekarang jalan sama Dia. Ingat nak, kita sebagai wanita harus bisa menjaga diri. Kalau dia memang serius , kamu jangan mau diajak pacaran, ingat umur, kamu bukan ABG lagi."
"Iya ma, aku tahu itu. Abang Yasir bukan laki-laki nakal ma, dia memperlakukanku dengan sopan dan dia katanya serius dengan ku." Aku menjawab perkataan mama dan berusaha meyakinkan mama kalau Abang Yasir adalah pria yang baik.
"Assalamualaikum...." Tok...tok..tok... Ku mendengar suara Abang Yasir dari luar.
" Masuk bang !" ucap ku dengan menyuguhkan senyuman termanisku sembari membuka pintu selebar -lebarnya Abang Yasir tampan sekali malam ini gumamku. Dia memakai kemeja polos warna maroon dipadu dengan celana chinos warna hitam dan sepatu slip on kulit. Ternyata warna baju kami sama. Aku juga memakai dress warna maroon.
" Koq sepi dek, Ayah sama mama kemana? Tanya Abang Yasir sambil duduk di sofa warna coklat yang berada di ruang tamu.
"Ayah masih di Mesjid Bang , mama ada di kamar. Entar adek panggil ibu ya ?" Ucapku sambil melenggang ke kamar mama.
cekkek. pintu kamar mama kubuka , ternyata mana sedang mengaji setelah habis sholat Maghrib.
" Ma, Abang Yasir udah datang ma!" ucapku sambil duduk di tepi ranjang mama.
Aku dan mama sama-sama berjalan menuju ruang tamu, Abang Yasir nampak sedang memainkan hapenya.
" Selamat malam Bu? Gimana Kabarnya?" Abang Yasir menyapa sambil menyalami tangan mama.
" Alhamdulillah ibu sehat nak Yasir." Ucap mama.
" Bu, minta izin mau ajak Rili untuk makan malam sekalian mau kenalin sama Ayah dan mama." ucap Abang Yasir dengan seriusnya. Aku yang mendengar kalimat itu keluar dari mulut Abang Yasir , refleks melihat ke arah mama. Kulihat ekspresi mama juga terkejut.
" Iya nak, hati-hati di jalan." ucap mama . Jelas sekali raut wajah mama sedang meminta penjelasan padaku, karena tadi siang aku bilangnya hanya makan keluar tidak mau dikenalkan sama orang tua Abang Yasir.
Aku menyalami tangan mama begitu juga dengan Abang Yasir.
Sekarang kami sudah berada di dalam mobil. Abang Yasir menyetir dengan kelajuan sedang dan dia menyalakan radio yang memutar lagu Naff (Akhirnya kumenemukanmu) .
Lagu nya pas banget dihati. "Bikin baper ni lagu." ucapku dengan pelan. "Kamu bilang apa dek?" Tanya Abang Yasir sambil melirikku. Sepertinya dia mendengar ucapanku.
" Abang suka banget lagu ini. Akhirnya ku menemukanmu.....!" Abang Yasir bernyanyi sambil matanya menatapku sekilas , kemudian menggenggam tanganku lalu menciumi buku-buku jemariku serta tangan kanannya masih tetap menyetir.
Mendapat perlakuan seperti itu dari Abang Yasir, maka kegugupan ku makin bertambah , jantungku rasanya merathon. Ya Tuhan, Maafkan hamba mu yang lemah ini. Gumam ku dalam hati.
" Bang, kita kenapa arah sini? bukannya kita mau ke rumah Abang ?" Tanyaku dengan bingungnya, karena arah mobil yang dikendarai Abang Yasir melaju tidak ke arah rumahnya.
" Iya, kita ke hotel X saja. Ayah dan mama tiba-tiba ada urusan penting di hotel X." ujar Abang Yasir, Dia masih tetap memegang tanganku.
Kami sudah berada di sebuah ruangan makan pribadi di hotel ini. Di ruangan ini hanya ada satu meja dan empat kursi.
Di ruangan tersebut sudah duduk orang tua dari Abang Yasir . Aku mengulas senyum semanis mungkin kemudian menyalami tangan kedua calon mertua ku itu. Aku berharap mereka akan menyukai dan menerima diriku sebagai istri dari anaknya.
Jangan tanya gimana perasaanku saat bersalaman dengan orang tua Abang Yasir. Jantungku saat itu tidak bisa ku kendalikan, grogi parah. Aku takut memberikan kesan buruk yang dapat mengakibatkan hubungan kami tidak direstui.
Ya begitulah hidup, jikalau kita ingin menampilkan kesan yang bagus, pasti jadinya hancur. Moga saja malam ini semua berjalan dengan baik dan aku bisa diterima orang tua dari Abang Yasir sebagai menantunya. bisikku dalam hati.
Aku duduk di sebelah kanan Abang Yasir, di sebelah kiri Abang Yasir duduk Bapak mertua ku ( uuuppssss PD banget diriku ya, belum pun jadi, aku sudah mengkhayal punya mertua) sadar Rili.... gumamku dalam hati.
Disebelah kananku duduk seorang wanita yang cantik, berkelas. Penampilannya masih nampak muda, sangat kontras dengan Bapak mertua. ( moga betul bisa jadi menantu keluarga ini.) Tentunya itu adalah Ibu mertua ku. HIhihi...... Aku mengkhayal lagi.
Di meja Makan ini sangat banyak menu yang di hidangkan . Ada steak daging dan berbagai macam makanan seafood.
Keheningan tercipta di ruangan ini, tiba-tiba Ayah Abang Yasir membuka suara.
" Namanya siapa tadi Nak? ucap Ayah Abang Yasir.
" Rili Askana pak." Jawabku dengan sedikit gemetar karena grogi.
"Kerja di mana?" Ibu Abang Yasir ikut bertanya juga.
" Sama dengan tempat Abang Yasir bekerja Bu. Jawabku dengan Memberi senyum pada Mama Abang Yasir.
Kemudian aku melirik Abang Yasir yang berada di sebelah kiriku. Abang Yasir tersenyum padaku. Senyumannya seolah-olah menjadi penawar dari rasa grogi ku.
Kulihat Ayah Abang Yasir sedang menjawab telpon, sepertinya dia ada urusan penting.
" Nak, Ayah sama Mama duluan ya! lanjutkan aja makan malam nya sama nak Rili." Ucap Ayah Abang Yasir sembari menepuk pundak Anaknya tersebut. " Iya yah."
Sekarang tinggallah kami berdua di meja makan tersebut. "Apa kamu suka makanannya?" ucap Abang Yasir sembari meletakkan udang saus tiram lagi di piringku.
" Udah bang, jangan ditambahi lagi. Ini saja belum habis." Jawabku dengan sedikit manja.
" Kamu harus makan banyak biar sehat dan tidak kurus." Ucap Abang Yasir dengan sedikit bergurau.
"Emang aku kurus ya? Perasan aku tidak kurus lah." Jawabku dengan juteknya.
"Pokoknya kamu tidak boleh kurus. Kalau sudah kita menikah kamu tidak boleh diet-diet segala. Abang suka cewek berisi biar lebih enak meluknya empuk. Nanti kalau mau tidur Abang gak perlu kasur atau springbed." celoteh Abang Yasir.
"Maksud Abang apa?" Tanyaku dengan pura-pura tidak mengerti.
"Iya, Kasur Abang nantinya kamu, tiap malam Abang akan tidur sebagai kamu kasurnya." Ucapnya dengan serius.
"Apa? Mana Rili sanggup itu bang! Badan kekar gitu harus semalaman menimpa tubuhku. Ohhh... tidak!" Jawabku dengan bergidik ngeri.
" kwkkwkwkwk..... Kamu lucu banget sih sayang, Sini dekat sama Abang." Kata Abang Yasir sambil menarik tanganku dengan cepat dan rada memaksa karena tadi aku menolak dekat sama dia. Alhasil sekarang aku jadi duduk di pangkuannya .
Ya ampyun .... kalau begini kejadiaannya aku bisa jadi lemah. Terbukti saat mata Abang Yasir bertemu dengan mataku dan tanganku sekarang berada di pundaknya. Serangan jantung sepertinya akan terjadi lagi. dug...dug .dug...... serrr.... darahku berdesir hebat saat kurasakan bibir Abang Yasir menyapu bibirku dengan sekilas.
Sontak aku menjauhkan tubuhku dari pangkuan Abang Yasir dan berdiri lemah di hadapannya.
" Maaf ..! Abang terbawa suasana. Kamu jangan takut gitu, Abang tidak maksud melecehkanmu. Abang sangat mencintaimu." Ucap Abang Yasir sambil menuntunku kembali duduk di tempat semula.
"Ayo makan lagi " Abang Yasir mengambil steak lagi ke piringku. " Ini udangnya aja belum ku makan bang, malah ditambah lagi." ucapku dengan tidak selera.
"Kamu harus makan banyak biar gemuk, jangan kurus gini." Katanya sambil menggeser kursinya untuk duduk lebih dekat denganku.
"Kalau gemuk jelek dong, aku gak mau gemuk. Nanti Abang gak selera lagi lihat aku." Jawabku sambil memanyun-manyunkan bibirku.
"Itu bibir jangan dibuat begitu lagi , Nanti Abang sambar lagi baru tahu rasa. Mau Abang cium lagi itu bibir ?" ucap Abang Yasir dengan mata dikedipkan dan sedikit menggoda.
" Ti...dak...tidak mau." Jawabku sambil memegang sekilas bibirku yang sudah diambilnya tadi keperawanannya.
" Tidak mau menolak maksud nya kan?" Abang Yasir menggodaku lagi.
" Abang sudah menodai bibirku." Ucapku dengan sedihnya.
" Itu harus Abang lakukan, Abang tidak mau bibirmu disentuh orang lain." Jawabnya dengan tegas.
"Tapi, tidak begitu caranya bang. kita kan belum menikah." protesku.
"Iya, Abang minta maaf. Abang kelepasan, tidak bisa menahan diri bila dekat denganmu." Jawabnya sembari meminum air putih dari gelasku, kemudian Abang Yasir menghirup udara disekitar kami dan menghembuskannya kembali.
Sepertinya Abang Yasir sedang menstabilkan gairahnya. Bulu kudukku berdiri, jangan sampai aku juga kelepasan gumam ku.
Inilah godaan setan. Diajaran Agama Islam jelas sudah dijelaskan batas-batas hubungan antara pria dan wanita. Kalau dua orang insan berdua - duaan maka orang ketiga adalah setan yang akan menggoda kita agar terjerumus dosa.
Aku tahu hal itu, tapi aku tetap melakukannya. Ya tetap mau diajak oleh Abang Yasir ketemuan.
Entah kenapa setiap melihat Abang Yasir. Aku merasa sudah lama mengenalnya wajahnya pun seperti tidak asing. Wajah ini seperti udah pernah ku lihat bertahun tahun yang lalu. Aku tidak mau kehilanganmu bang.! Bisikku dalam hati.
Bersambung.
Mohon beri like, coment, vote dan jadikan novel ini favorit ya kak.
Terima kasih
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 359 Episodes
Comments
Haira
mungkinkah...... dia
2021-05-17
0
Sunarti
mungkinkah..🤔🤔
2021-04-17
1
Putri Putri
3like lagi
2021-03-08
1