Baru satu langkah Rili bergerak, dengan cepat dan kasar Yasir menarik tubuh Rili hingga selimut yang menempel ditubuhnya teronggok di lantai dan dengan tubuh polos tanpa sehelai benangpun dia terduduk dipaha Yasir.
Rili kaget dan berteriak dan hendak meraih selimut untuk menutupi tubuhnya kembali, tapi tangan Yasir menahannya. "Bang, jangan bersikap seperti ini, lepasin. Aku malu bang!" Rili menangis sambil tangannya sebelah kanan menutup kedua p*yudar*nya tersebut.
Yasir sudah dibakar api cemburu, membayangkan wanitanya digoda pria lain, membuat Yasir geram. "Kamu tidak boleh dimiliki orang lain, kamu hanya milik Abang!" dengan sekali gerakan Yasir sudah merebahkan tubuh polos Rili di atas ranjang.
Yasir men*ndih tubuh Rili yang polos, Rili berontak dengan menggeliat dan memukul punggung, sambil menjambak rambut Yasir. Kaki Rili menendang-nendang bebas diudara, berusaha berontak dan lepas dari pelukan Yasir yang sangat erat itu. Tapi, usaha Rili tersebut malah semakin membuatnya kehabisan tenaga, karena kalah kuat dari Yasir.
"Bang, jangan begini. Ini dosa besar bang, lepaskan Rili." Rili menangis dalam keadaan lemah. Rili yang menangis tidak membuat Yasir iba. Sikap Rili seperti itu malah membangkitkan gairah pria yang sedang cemburu tersebut.
Yasir mengunci tubuh Rili, kakinya menahan paha Rili agar tidak banyak melakukan pergerakan. Melihat tubuh Rili yang putih, halus dan mulus itu benar-benar membuat Yasir lupa diri.
"Ini hukuman buatmu yang mencoba membuka hati pada pria lain. Bisik Yasir sambil menggigit pelan telinga Rili dan menghembuskan napas menggoda.
Rili yang merasakan gigitan kecil dan desahan napas Yasir di telinganya membuat darahnya berdesir hebat dan bermuara dititik sensitif dibawah pusatnya. Jantungnya berdetak kencang, tubuhnya terasa panas dari dalam, tapi dia kedinginan.
Yasir menjauhkan kepalanya dan menatap Rili kembali seraya berkata. "Kamu harus menjadi milikku malam ini, aku tidak rela kamu dimiliki orang lain!" Ucap Yasir dengan lantang dan m*ncium bibir Rili dengan lembut, dia meng*cup bibir Rili secara bergantian dari atas kebawah dan kadang melum*tnya.
Rili berusaha lepas dari dekapan Yasir dengan memukul mukul bahu dan punggung Yasir kembali. mendapat perlakuan seperti itu dari Rili, membuat Yasir menahan kedua tangan Rili dan mengangkatnya keatas kepala Rili.
Yasir kembali fokus mengeksplor kehangatan bibir dan rongga mulut Rili, dia kadang m*ncium bibir Rili dengan lembut dan kadang kasar, Yasir memaksa lidahnya menelusup masuk ke rongga mulut Rili, memainkan lidah dan mengabsen satu persatu gigi Rili yang tersusun rapi dan putih tersebut
Yasir dengan rakus m*nciumi bibir Rili dan tangannya sebelah kanan mer*ngsang daerah dad* Rili yang hangat dan kenyal tersebut. Yasir sangat menyukai gunung kemb*r milik Rili yang montok. Tangan Yasir yang penuh dengan dada Rili langsung merem*s-rem*s, mem*lin puti*gnya, mengisap Dan memplint*r p*ting payud*ra Rili dengan ganasnya. Rili mulai merasakan nikmat yang tidak bisa diartikannya.
Dari bibir kini Yasir beralih ke leher, tetapi tangan Yasir masih terus merem*s gunung kembar Rili yang hangat, montok dan padat tersebut.
Yasir menjil*ti, meny*sap dan m"nciumi leher Rili dengan rakusnya dan meninggalkan jejak kepemilkannya di leher Rili yang indah.
Kini Rili sudah pasrah, tenaganya sudah terkuras habis. Dari tadi siang lambungnya belum diisi, ditambah dia mengalami kejadian tenggelam, baru sadar sebentar Yasir malah seperti ingin memperkosanya. Air mata tidak keluar lagi dari mata indahnya. Dia pasrah menerima perlakuan kasar dan kadang lembut dari pria yang dicintainya tersebut.
Dia berdoa dalam hati sembari meminta ampun kepada Allah karena dia telah terjerumus dalam maksiat. Dengan kepasrahan dirinya. Yasir seolah tidak sadarkan dirinya.
Pria tersebut terus saja memberi rangs*ngan ke bibir, telinga, leher, dada, perut, s*langkangan, paha, kaki, jari kaki bahkan bok*Ng Rili tak luput dari rangsangan bibir dan tangan Yasir. Laki-laki ini benar-benar sangat liar dan penuh nafsu yang membara dan terakhir jemari Yasir mer*ngsang daerah sensitif Rili dibawah pusatnya tersebut.
Yasir mem*lintir, mengg*sek-ges*k bagian inti Rili tersebut dengan jemarinya. Mulutnya masih saja mengis*p dan menyedot ****** payud*ra Rili. Perlahan-lahan tubuh Rili menerima rangs*ngan dari Yasir, walau hati dan pikirannya menolak, tapi tubuh Rili menyukai semua perlakuan Yasir.
Rili tanpa sadar mendes*h dan menggeliat, dia merasa tubuhnya sangat tegang karena merasakan nikmat tidak bisa diartikan disekujur tubuhnya. Dia tidak pernah merasakan nikmat ini sebelumnya. Rili terus saja Mendes*h, mend*sis dia sudah menikmati permainan dari Yasir.
Melihat Rili seperti itu ditambah suara Rili yang menggoda tersebut. Membuat Yasir jadi lebih semangat dan intens merangsang bagian bawah Rili.
Yasir kembali melum*t bibir Rili dengan penuh n*fsu, turun kembali keleher. Yasir kembali menjil*ti dan meny*dot leher Rili. Yasir memainkan kembali gunung kembar wanita yang sangat dicintainya tersebut. Tetapi tangannya tetap merangsang bagian bawah Rili.
Kemudian Yasir menciumi setiap inci perut rili, dia bahkan menjil*ti pusat Rili. Yasir membalikkan tubuh Rili. Yasir m*nciumi punggung, pinggang dan bokong wanita yang sudah pasrah dan tidak bertenaga tersebut.
Kini Yasir membalikkan Tubuh Rili kembali. Yasir kembali mencium kening, kedua mata dan melum*t bibir Rili. Pria ini benar-benar dipenuhi nafsu yang membara. Yasir kembali m*nciumi leher dan telinga Rili. Turun kembali ke dada. Yasir menenggelamkan kepalanya didada Rili yang hangat.
Kemudian Yasir merangkum pinggang Rili dengan kedua tangannya dan tangan Yasir membuka lebar kedua paha Rili. Nampak lah pemandangan yang sangat indah Dimata Yasir.
Tanpa merasa jijik, mulut Yasir langsung menerkam organ bagian bawah paling sensitif milik Rili. Yasir m*nciumi selangk*ngan Rili dan tangannya terus merem*s - rem*s payud*ra Rili. Bibir Yasir menjil*ti, mengis*p dengan rakusnya organ sensitif Rili tersebut.
Lidah Yasir naik turun mer*ngsang ******** wanita yang sudah merasakan nikmat itu. Yasir menciumi dengan rakusnya organ bawah paling sensitif Rili. Kadang lidah Yasir ingin menerobos masuk ke liang surga dunia tersebut, tapi Yasir melakukannya dengan pelan tapi dengan frekuensi yang teratur sehingga Rili menger*m sembari mengg*liat dan menghentakkan pinggulnya sebagai efek dari Rili sudah mencapai pelepasan. Ya Rili org*sme.
Rili merasa seperti terbang di angkasa tubuhnya ringan. Rili seperti tiada beban hanya rasa nikmati yang menjalar disekujur tubuhnya. Rili merasa seperti disurga.
Melihat Rili yang sudah lemas. Yasir tetap saja menjalankan aksinya. Yasir kembali mencium kening, kedua mata,hidung dan bibir Rili. Kini Yasir sudah membuka semua pakaiannya.
Yasir mengg*sek-ges*kkan benda pusakanya yang panjang, besar dan sudah mengeras tersebut dipaha Rili. Mendapat perlakuan seperti itu. Rili terkejut dan tersadar. Dia seperti punya kekuatan besar. Dengan sekali dorong, Yasir terpental diujung ranjang dan hendak terjatuh jungkir balik kelantai, tapi tangan Yasir menopang tubuhnya.
Rili langsung duduk dan dengan cepat mengambil bantal disampingnya kemudian menutup dadanya dan organ sensitif bagian bawahnya tersebut.
Yasir merangkak mendekati Rili. Mata Rili hampir saja keluar dari tempatnya, karena dia melihat Yasir junior yang panjang dan besar itu sedang berdiri tegak, seperti tongkat yang kuat. Saking tegaknya seumpama kita menggantungkan sebuah tas dibenda pusaka milik Yasir tersebut, maka tas itu akan menggantung dengan sempurna.
Rili geleng-geleng kepala sambil menangis. "Bang, kumohon sadar, jangan lakukan itu!" Rili mengatupkan kedua tangannya. Wanita tersebut meminta ampun terhadap Yasir.
Pria yang sedang dipenuhi nafsu itu tidak mengindahkan permintaan Rili. Pria ini malah hendak merampas bantal yang menutupi tubuh polos Rili.
PLAAAKKK..... PLAAAKKK.......
Rili menampar kedua pipi Yasir dengan sangat kuat, tangan wanita tersebut juga merasakan sakit karena telah menampar Yasir.
Ternyata tamparan tersebut berhasil membuat Yasir menghentikan aksinya. Dengan kesal Yasir beranjak dari ranjang dan menuju kamar mandi berjalan gontai dengan telanjang.
Kini Rili masih terus menangis. Dia dengan cepat mengenakan pakaian yang tadi sempat tertunda untuk dikenakannya. Dia sangat merasa lapar bahkan tenaga untuk berjalanlun rasanya sudah habis.
"Kenapa Abang Yasir lama sekali di kamar mandi?" Rili berbicara sendiri sambil memperhatikan jam dinding yang jarum pendeknya menunjukkan angka 22.30 Wib. Yasir sudah berada 30 menit dikamar mandi.
Cekkek. Yasir keluar dari kamar mandi dengan hanya melilitkan handuk warna putih dipinggangnya butiran air masih menempel sebagian ditubuh kekar Yasir dan rambutnya yang basah menambah ketampanan nya Dimata Rili. Melihat penampilan Yasir seperti itu membuat mulut Rili ternganga.
"Kenapa melihat Abang seperti itu? Kamu nafsu lihat Abang?" Tanya Yasir dengan wajah prustasi. Gimana pria ini tidak prustasi. Nafsu yang sudah di ujung tanduk tidak jadi disalurkan. Akhirnya dia main kocok arisan sendiri dikamar mandi.
Yasir memakai pakaiannya kemudian mendekati Rili yang masih duduk di ranjang.
"Maafin Abang ya! Abang tidak akan mengulanginya. Kamu jangan takut gitu sama Abang!" Yasir mengecup kening Rili dengan lembut, Rili pun tidak menolak perlakuan Yasir tersebut.
"Tunggu disini, Abang mengambil makanan untuk kita dulu. Cepat bersihkan bagian bawahmu. Belum cebok kamu malah sudah pakai baju lengkap." Ucap Yasir sembari keluar dari kamar. Rili bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Bersambung...
Mohon beri like, coment vote dan jadikan novel ini sebagai favorit.
Terimakasih.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 359 Episodes
Comments
Mma Astri
mantabbbbb
2022-02-17
0
Hotmaniah Simatupang
Untung.....
Author nya masih sadar... He he he
2022-01-24
0
Whya Fajria
kok rili gk marah di gituin
2021-07-26
0