Kini Rili memperhatikan pantulan dirinya dicermin besar yang terdapat dikamar mandi hotel tersebut. Rili melihat bibirnya bengkak. Perbuatan Yasir yang penuh dengan nafsu itu terlintas lagi di pikirannya. Rili menggeleng - gelengkan kepalanya. Tidak habis pikir dia akan melakukan hal seperti itu dengan Yasir. Ini adalah Dosa besar.
Rili menangis dan menatap wajahnya lebih dekat lagi kecermin hingga kepalanya bersandar dicermin tersebut. Lama Rili menangis dengan posisi berdiri dan kepala bersandar dicermin.
Betapa terkejutnya dia mendapati lehernya penuh dengan bekas cup*Ng dari hasil ciuman Yasir. Rili kemudian melepas semua pakaian yang melekat ditubuhnya. Ternyata bukan hanya leher saja yang diberi stempel oleh Yasir tersebut. Leher, PayuD*ra, pinggang, perut, sel*ngkangan, paha, bahkan bokong Rili penuh dengan cup*ng. Bekas ciumannya pun meninggalkan bekas dengan berbagai macam warna. Ada merah, keunguan, biru dan kehitaman.
Rili terduduk dan bersandar di dinding kamar mandi, wanita tersebut masih saja menangis. Dia menyesalkan semua perbuatannya. Seharusnya dia tidak berpacaran, seharusnya dia langsung mengajak Yasir menikah. Kalau Yasir tidak mau segera menikahinya, seharusnya Rili tidak menerima tawaran Yasir untuk berpacaran.
Rili ternyata sosok manusia yang lemah imannya. Dia mengetahui hukum dari berpacaran itu adalah dosa, tapi dia tetap menerima Yasir sebagai pacarnya. Sungguh wanita ini sangat munafik.
Rili bertekad dalam hati ingin bertaubat, dia akan meminta Yasir agar segera menikahinya. Kalau Yasir tidak ingin menikahinya dalam waktu dekat ini, dia harus bisa menjaga jarak dengan pria yang selalu menggetarkan hatinya tersebut.
Rili mengisi air hangat didalam bathtub, kemudian dia menuangkan minyak aromaterapi lavender yang ternyata disediakan pihak hotel. Rili berendam di air hangat tersebut, berharap rasa lelah dan pegal diseluruh tubuhnya bisa hilang.
Rili berendam sembari memijat - mijat kaki dan beberapa bagian tubuhnya yang bisa dijangkau tangannya. Kemudian dia beranjak dari bathub dan mengguyur sekujur tubuhnya dengan air hangat dibawah shower. Rili membaca niat mandi wajib.
"Sayang.... sayang....! Apa kamu belum selesai mandinya? Cepat selesaikan mandimu!" Yasir bertanya kepada Rili dari balik pintu kamar mandi. Rili, dengan cepat menyelesaikan aktivitas mandinya. Dia takut Yasir masuk tiba-tiba kedalam kamar mandi dan menerkamnya lagi.
"Iya bang, aku sudah selesai." Jawab Rili sembari dengan cepat memakai pakaiannya.
Rili keluar dari kamar mandi dengan membungkus kepalanya dengan handuk berwarna putih. Yasir menghampiri Rili dan menuntun Rili duduk yang didepannya sudah terhidang makanan kesukaan Rili. Ada soto ayam, sate bumbu kacang, ikan gurame bakar, nasi dan teh manis panas.
"Mau ini?" Yasir menunjuk soto ayam. "Iya bang!" Jawab Rili dengan lemah. karena memang wanita ini sudah sangat lelah dan lapar sekali sehingga dia tidak punya tenaga lagi.
Yasir melayani Rili makan. Rili sekarang tidak banyak bertanya, dia lebih banyak diam. Rili pasrah saja menerima sikap Yasir, toh dibantahpun tetap tidak bisa. "Minum teh manis ini ya, agar kadar gulanya tidak turun.' Ucap Yasir sambil memberikan gelas yang berisi teh manis tersebut.
"Hati - hati masih panas!" Ucap Yasir dengan Memberi senyum yang manis kepada Rili dan membelai puncak kepala wanita yang sangat dicintainya tersebut.
Rili berusaha bersikap biasa saja didepan Yasir. Sungguh hati Rili sangat bahagia dimanja seperti ini. "Ini minumlah obatmu?" Yasir memberikan empat macam obat tablet ke telapak tangan Rili. Sebenarnya Rili sangat susah meminum obat dalam bentuk tablet, tapi dia tidak mau menunjukkan kelemahan nya itu di depan Yasir. Rili takut Yasir akan semakin posesif dan membuat keadaan menjadi lebih dramatis dalam hal makan obat.
"Tidurlah!" Yasir membantu menyelimuti tubuh Rili dan menghadiahi ciuman dikening Rili. Jangan ditanya, setiap kulit Yasir bersentuhan dengan kulit Rili. Maka tubuh Rili akan bereaksi panas dingin, darahnya berdesir, jantungnya berdetak tak berima.
"Abang tidur dimana?" Tanya Rili dengan memperhatikan wajah pria yang sangat dicintainya tersebut yang sedang berdiri disebelah kanannya.
"Abang tidur dikamar sebelah. Kamu beranikan tidur sendiri? Atau Abang tidur disini, satu ranjang denganmu? Abang janji tidak akan macam-macam. Abang sayang kamu. Maafkan sikap Abang tadi ya! Jangan tunjukkan ekspresi takut seperti ini. Abang jadi semakin merasa bersalah padamu." Ucap Yasir dengan muka begitu sendu dan penuh penyesalan.
"Terserah Abang mau tidur dimana." Ucap Rili dengan sedikit gemetar. Tapi dia pingin Yasir tidur dikamar lain saja. Rili takut kalau masih satu ruang dan waktu hanya berdua dengan Yasir. Maka Rili takut setan akan menggoda mereka untuk bermaksiat lagi.
"Abang tidur dikamar sebelah saja, kalau seumpama kamu tidak bisa tidur atau membutuhkan sesuatu kamu telpon Abang ya sayang?" Ucap Yasir dengan lembut. Rili menganggukkan kepalanya bertanda dia mengiyakan perkataan Yasir.
"Atau kamu pingin aksi yang tertunda tadi kita lanjutkan?" Ucap Yasir bercanda, tapi Rili menanggapinya dengan serius. Nampak sekali dari raut wajah Rili menjadi panik dan ketakutan "kwkwkwkwkwk.... Abang bercanda! Sudah kamu tidur ya!" Yasir kembali mencium kening Rili dan keluar dari kamar tersebut.
Rili yang sudah kenyang dan sangat mengantuk sekali hanya dalam hitungan Detik sudah masuk ke alam mimpi.
*
*
*
Sementara dikamar lain ada seorang pria yang sedang kacau pikirannya. Pria itu adalah Yasir. Dia sangat mengutuk dirinya yang hampir merenggut kesucian wanita yang sangat dicintainya tersebut dengan sangat brutal yang tak lain adalah Rili.
Yasir sangat sulit memejamkan matanya. Pria itu berniat akan menikahi Rili secepatnya. Suara dering Handphone membuyarkan lamunannya. Yasir mengangkat panggilan.
"Assalamualaikum ayah?"
"Walaikumsalam nak, Keadaan perusahaan makin kacau nak. Ayah memohon fokuslah kembali untuk mengurusnya." Ucap Ayah Yasir dengan nada memohon kepada putra semata wayangnya itu.
"Iya ayah." percakapan antara Ayah dan anak itupun berakhir.
Yasir kembali konsentrasi untuk memejamkan matanya, tapi bayangan tubuh Rili yang polos melintas lagi dipikirkannya. Yasir menarik napas sedalam - dalamnya berusaha merilekskan tubuh dan pikiran nya agar Yasir juniornya bisa diajak tidur juga.
Rili yang sudah terbangun di pukul 05.45 Wib tersebut langsung bergegas ke kamar mandi untuk membuang hajat dan berwudhu. RIli keluar dari kamar dan mencari musholla di hotel tersebut. Dia lupa membawa mukena jadi dia berniat untuk sholat subuh di musholla hotel saja.
Setelah bertanya kepada salah seorang pelayan hotel, akhirnya Rili mengetahui letak mushollah tersebut. Rili memasuki musholla dia melihat sosok yang sangat dikenalnya yang tak lain adalah Yasir sedang melaksanakan sholat subuh dengan sangat khusuk.
Rili yang melihat adegan riligi didepan matanya, tidak menyangka bahwa Yasirlah pria yang hampir saja merenggut kesuciannya. "Huuffft....!" Rili menghembuskan napasnya dengan kasar lalu memakai mukena.
Musholla tersebut hanya berukuran 3x4m dan tidak ada sekat atau tirai penghalang untuk pria dan wanita. Jadi seumpama pingin sholat kita cari aja posisi yang aman dan nyaman untuk kita beribadah.
Rili sudah selesai sholat shubuh, tapi Yasir belum juga ada tanda-tanda ingin mengakhiri sholatnya. Rili keluar dari musholla dan menuju ke kamarnya. Dia ingin tidur sebentar, matanya sangat berat sekali.
Bersambung...
Mohon beri like, coment, vote dan jadikan novel ini sebagai favorit ya kak.
Terimakasih
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 359 Episodes
Comments
Ai Solihah
kayanya inibakalan jdi cerita cinta yg tertunda . feeling nii yaa .. rili malah nikah sma cowo yg di kenalin tante mirna . sdgkan mas yasir fokus ngurus perusahaan . sampe suatu saat rili cerai dan kembali sma mas yasir 😁😁😁 . berasumsi yaa thorrr 🙏🙏🙏
2021-06-26
1
Sunarti
huufffh
2021-04-17
0
🐝⃞⃟⃝𝕾𝕳Simple Hayati
lanjuuut
2021-01-07
1