Acara makan malam sudah berakhir. Abang Yasir mengajakku cari udara ke pinggir pantai, karena Hotel X tempat kami makan ini berada di pinggir pantai. Aku menolak ajakan Abang Yasir, karena takut terbawa suasana malam yang romantis nantinya, ditambah waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam.
" Ya udah, kita pulang nih?" tanya Abang Yasir yang hendak menghidupkan kendaraan roda empat tersebut. "Iya bang, udah malam. Aku takut di ceramahi mama lagi." Jawabku sambil memasang seat belt.
Aku memandangi wajah Abang Yasir yang lagi menyetir. Sungguh aku merasa seperti bermimpi dicintai pria ini. Jelas banget sekarang orang di kantor banyak yang iri padaku. Sekarang aku jadi topik ter hot di tempat kami bekerja.
" Udah puas mandangin wajah Abang?" suara Abang Yasir mengejutkanku.
" Sudah, sudah puas sekaliiii......!" jawabku sambil memalingkan wajahku ke arah luar kaca mobil.
"Gitu aja ngambek!" ucap Abang Yasir sembari mematikan mesin kenderaanya di tepi jalan.
" Koq berhenti bang?" tanyaku sambil melihat Abang Yasir keluar dan memutari mobil dan membuka pintu sebelahku.
"Abang mau beliin martabak buat oleh-oleh di rumah." Jawabnya. "Mau ikut turun gak sayang?" tanya Abang Yasir. Aku yang dipanggil sayang jadi grogi.
"A...aku aku tunggu di sini aja bang." Jawabku dengan sedikit malu karena dipanggil sayang.
Lama sekali sich yang beli martabak itu, udah 20 menit aku nungguin dimobil ini. Aku membuka kaca mobil melihat ke arah penjual martabak. Memang lagi banyak pelanggan penjual martabaknya. Betapa terkejutnya aku melihat pemandangan di depanku.
Abang Yasir duduk dikelilingi cewek-cewek dari berbagai jenis. Yang mencoba menggodanya. Pantesan dia lama, ternyata dia dikelilingi cewek-cewek.
Aku menutup kaca mobil sambil memainkan hp ku. Aku heran udah 3 Minggu teman chatting atas nama Ryan Perdana tidak pernah lagi sms in aku.
Setelah jadian dengan Abang Yasir, akupun tidak pernah chatingan lagi. Buat apa chating lagi, ini udah dapat yang nyata pikirku.
Cekkek... pintu mobil dibuka, Abang Yasir mau meletakkan martabaknya di jok belakang. "Biar aku pegang aja bang martabaknya, gak usah di taroh di belakang!" ucapku sambil hendak mengambil martabak dari tangan Abang Yasir.
"Jangan, ini masih panas." Jawabnya sambil meletakkan martabaknya di jok belakang lalu kemudian mengambil paper bag dari kursi belakang tersebut dan menyerahkannya padaku.
"Ini apa bang?" tanyaku dengan mimik heran.
" Bukalah!" ucap Abang Yasir sambil tersenyum.
"Gaun? gaun ini untuk siapa bang?" tanyaku dengan penasaran.
"Untuk mama di rumah!" jawab Abang Yasir sambil berdecak kesal.
"Oohh ... buat mama? Mama gak mau makai beginian bang, walau gaun ini masih sopan, tapi ini bukan selera mama. Mama lebih suka gamis gitu." Ucapku sambil melihat ke arah Abang Yasir.
Abang Yasir terkekeh sambil mengacak-acak rambutku. "Ini untuk kamu sayang, besok kamu pakai ini ya? besok kita refreshing ke pulau PO*can." Ucap Abang Yasir kemudian meraih tanganku dan menciumnya.
Aku menarik tanganku karena reflek. "Masak cium tangan aja gak boleh sih?" rengek Abang Yasir. "Abang gemes tahu samamu." Ucapnya menggebu-gebu.
"Gak boleh cium-cium tangan, nanti aku ketagihan." jawabku sambil memalingkan mukaku yang sudah memerah bak tomat yang matang.
"Hahaha...." Abang Yasir tertawa dengan lepasnya.
"Buruan jalan bang, kapan sampainya kita." Ucapku sambil memasukkan gaun warna birel tersebut ke dalam paper bag.
"Ok cinta." Jawab Abang Yasir sambil tersenyum padaku.
Oohh... Tuhan... walau sudah satu bulan jadian dengan Abang Yasir kenapa jantung ini selalu berdetak tak berirama. Tubuhku rasanya panas dingin. Gumamku dalam hati.
Kini kami sudah sampai di depan rumahku. "Bang, mengenai yang ke Pulau Po*can aku tanyain mama dulu ya apa dikasih izin?" tanyaku kepada Abang Yasir.
"Iya, pas minta izin ke mama bilang sama mama kita perginya rombongan dari kantor, jangan bilang kita berdua saja, kalau kamu bilang kita berdua saja mama tidak akan mengizinkannya. Abang tahu betul karakter mama." Ucap Abang Yasir.
"Aku tidak mau berbohong bang. kalau mama tidak izinin kita pergi, aku tidak mau pergi." Jawabku dengan sendunya .
" Yang suruh kamu bohong siapa sayang? Kita memang perginya rombongan dari tempat kantor. Abang ajak temen kita lainnya ke sana. Abang yang biayain semuanya." Jelas Abang Yasir. " Karena Abang tahu mama tidak akan kasih izin kalau kita pergi berdua."
Abang Yasir turun kemudian membuka pintu mobil sebelahku. kami berjalan beriringan ke depan rumah.
"Assalamualaikum ..... Assalamualaikum mama.!" ucapku, tapi belum ada sahutan dari dalam.
" Mungkin Ayah dan mama Sudah tidur bang."
Abang Yasir kuperhatikan sedang melihat jam tangannya. " Mungkin , soalnya sudah pukul 22.30 Wib." Jawab Abang Yasir sembari hendak mendekat padaku. Ku melihat seperti ada gelagat mencurigakan. Bener, Abang Yasir mau mencium keningku .
" Stop.... Jangan Bang, Aku takut ada yang lihat, dosa.!" ucapku dengan suara gemetar .
" Oohh... berarti kalau gak ada orang lihat berarti boleh dong?" tanyanya dengan muka genit. " Gak boleh." Jawabku dengan melototkan mata kepada Abang Yasir.
" Iya dech. Abang pulang ya!" Ucap Abang Yasir sambil menggaruk garuk kepalanya.
"Assalamualaikum....!"
" Walaikum salam...!" Jawabku sambil tersenyum dan melambaikan tangan kepada Abang Yasir sembari menatap mobilnya hingga hilang dari pandangan mataku.
Saatnya tidur, moga besok menjadi hari yang menyenangkan. Besok kan Hari Ultahku yang ke 30. Aku menepuk bantalku 3x berharap akan bangun pukul 3 pagi untuk sholat hajat.
Aku terbangun tepat pukul 3 dini hari. Percaya tidak percaya, kalau kita berniat bangun di tengah malam. Kita tepuk aja tu bantal sesuai dengan keinginan kita mau bangun jam berapa, pasti terbangun sesuai tepukan kita pada bantal. Aku udah membuktikannya . Ini sich kepercayaan orang dulu yang masih terbawa ke zaman modern. Padahal zaman sekarang kan kita bisa gunakan alarm, tapi aku lebih suka tepuk bantal.
Usai sholat sunah hajat kupanjatkan doa " Ya Allah, diusiaku yang sudah genap 30 tahun ini, berikanlah kepadaku suami yang terbaik dari sisi-Mu. Suami yang juga menjadi sahabatku dalam urusan agama, urusan dunia dan akhirat dan berilah aku umur yang berkah. Aamiin.!"
*
*
*
Pancaran fajar di pagi hari adalah pancaran semangat. Semangat baru di hari yang baru. sambutlah pagi dengan senyuman dan suasana hati yang baik.
Aku menuju dapur, mau bantuin mama memasak sembari minta izin akan pergi ke pulau Po*can bersama teman kantor.
Pas aku sampai di dapur, mama ternyata sedang berbicara dengan seseorang melalui udara. " Telponan sama siapa ma?" tanyaku dengan suara yang dikecilkan sambil mengambil air minum dari dispenser .
" Ini, kamu ngomong dulu sama Tante Mirna, Kata nya ada yang mau dibilang sama Tante Mirna." Ucap mama sembari memberikan Hape tersebut kepadaku.
" Assalamualaikum.... Pa kabar Tante?" tanyaku basa-basi. Apa? Tante mau jodohin aku? gak usah Tante, aku sudah punya calon." Jawabku dengan sedikit kesal.
"Coba aja dulu kenalan, berteman aja dulu kalian. Nanti dia akan telepon kamu ya? No hapemu sudah ada sama dia. Kalau dia nelpon kamu respon dengan sopan ya nak.!" Ku dengar suara Tante Mirna dari loud speaker hapeku. "Iya Tante!" jawabku sambil menutup panggilan dengan salam.
" Kamu masih ingat gak nak sekitar sebulan lalu, mama kan mintain kamu antar mama ke rumah Tante Mirna. Ya, itu mama dan Tante berniat jodohin kamu. karena mama perhatikan kamu gak ada kenalan pria, yang deketin pun gak ada." Ucap mama sambil meneruskan memasaknya.
" Iya, tapi sekarang kan aku sudah jadian dengan Abang Yasir ma!" jawabku dengan sedikit kesal. Dulu waktu gak ada yang deketin gak ada yang mau jodohin aku. sekarang aku udah punya calon, malah dijodoh-jodohin segala. Aku menggerutu dalam hati.
"Kamu kenalan aja dulu sama pria dari Tante Mirna itu, berteman aja dulu." Cloteh mama.
" Iya dech," Jawabku sambil duduk di kursi meja makan.
" Ma, Aku minta izin ya, mau ke pulau Po*can bersama teman kerja, tapi nanti aku dijemput Abang Yasir ke sini sekitar jam 9 pagi. boleh ya ma?" aku memelas sama mama berharap di beri izin. " Iya, tapi kamu jangan macam-macam di sana, harus bisa jaga diri. Mama perhatikan kamu sekarang seperti anak pubertas." Celoteh mama panjang lebar.
Aku hanya senyum-senyum melihat mama yang mengomel pagi ini, sembari menyiapkan makanan di meja makan.
Bersambung.
Mohon beri like, coment yang positif dan jadikan novel ini sebagai favorit ya kak.
Terimakasih
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 359 Episodes
Comments
Nani Mulyani
Rili lagi fall in love, jelas kayak anak ABG yg lg puber maaaa❤️
2021-08-22
0
Sunarti
tentu, orang tua memang selalu gitu
2021-04-17
1
minie irawan
sm x kyk aq ini author,, kalau mau bangun pagi tepok bantal dulu 3 x pas mau tidur pasti kebngun,, ngikut saran mamake...hihihi
2021-03-22
1