Malam pertama...?

"Jawaban seperti apa yang kau inginkan Bella?" Bang Yasir bertanya kepada Bella sambil menaikkan alisnya sebelah dan menatap Bella dengan kesalnya.

" A..ku... aku bertanya kepada Rili, kenapa Abang Yasir jadi ikut campur urusan kami berdua." Bella menjawab dengan gugup dan matanya nampak berkaca-kaca. Nampak sekali Bella sedang kecewa saat ini.

"Jelas Abang akan ikut campur, karena ini ada sangkut paut nya dengan Abang kan? benar begitu Rili?" Abang Yasir melirikku yang berada disebelah kanan nya. Aku yang dilirik Abang Yasir mengalihkan pandanganku ke arah Bella. Aku melihat Bella yang nampak kesal padaku.

"Dengar ya Bella, Abang harap masalah ini jangan diperpanjang lagi, Rili tidak mengejar ngejar Abang , malahan Abang lah yang suka dan sudah lama menaruh hati pada Rili. Kejadian di pantai tempo hari yang kamu lihat, memang benar itu Abang yang mengajak Rili ke pantai. Jadi untuk kedepannya kamu jangan usik hidup Rili baik di kantor atau diluar kantor." Mendengar pernyataan Abang Yasir jelas membuat bulu kuduk ku berdiri, benerkah yang di ungkap nya itu, bisikku dalam hati.

"Abang rasa jawaban atas penasaranmu kepada Abang dan Rili sudah terjawab ya Bella." Bang Yasir berkata dengan santainya sambil memegang jemariku yang dari tadi menempel di lantai lesehan lalu mengangkat jemariku yang sudah ditautkan dengan jemari Abang Yasir ke atas meja, Abang Yasir kemudian tersenyum padaku.

Bella beranjak dari duduknya, tanpa sepatah kata pun. Sangat jelas terlihat dari wajah nya kesedihan dan kecewa. Aku tak bisa berbuat banyak, saat ini yang bisa ku lakukan adalah melihat kepergian Bella, perasaan ku juga sangat kacau saat ini.

Bella.. jangan membenciku. Jangan karena seorang pria hubungan persahabatan kita jadi rusak. Bisikku dalam hati, sambil menghirup udara disekitar kita sedalam-dalamnya, lalu membuangnya dengan kasar sembari melepaskan jemariku yang digenggam oleh Abang Yasir.

"Apa kamu marah Rili?" Abang Yasir bertanya padaku sambil memperhatikan jemarinya yang kulepas paksa dari genggamannya. sepertinya Abang Yasir tersinggung dengan sikapku.

"Tidak bang." Jawabku dengan sendunya sambil menyedot Juice milikku. Aku tidak berani menatap Abang Yasir, pandanganku fokus ke depan.

Ehmmm .... huffffttt......Abang Yasir menghembuskan napasnya dengan kasar, sembari turun dari lesehan. "Nanti malam Abang jemput Pukul 19.30 WIB ya Rili."

Belum sempat ku jawab perkataan Abang Yasir, Dia nya sudah keburu pergi. sepertinya dia mengerti bahwa aku sedang kacau saat ini.

Ku lihat jam ditanganku menunjukkan waktu istirahat sudah selesai. Aku melangkah ke meja kasir untuk membayar pesanan ku dengan Bella, dan betapa terkejut nya aku bahwa pesanan kami sudah di bayar oleh Abang Yasir.

Aku mendudukkan bokongku di kursi tempat meja kerjaku. Ya, kalau sudah habis waktu istirahat biasanya kerjaan sudah tidak banyak lagi. Aku melirik ke arah meja Bella, dia tidak ada disitu. Bella kemana ya? apa dipanggil pimpinan? Aku sama Bella satu ruangan. Kalau Abang Yasir dia punya Ruangan tersendiri, karena dia Kepala Bidang dikantor ini.

Aku membaringkan tubuhku di atas tempat tidurku, kepalaku rasanya sakit sekali. Aku ingin istirahat sebentar. Ya, aku udah pulang kerja. Dari tadi siang aku tidak melihat Bella. kemana dia ya? Abang Yasir pun tidak terlihat dikantor selesai habis istirahat.

ceklekkk.... ku mendengar suara pintu kamar ku dibuka. Aku yang tadi hampir terbang ke alam mimpiku terpaksa bangun karena mama masuk ke dalam kamarku.

" Ayo .. buruan mandi nak? kamu tidak lupakan mau anterin mama ke rumah Tante Mirna?" mama bertanya padaku sambil duduk di tepi ranjang ku.

"Iya ma." Jawabku dengan malasnya sambil turun dari ranjang lalu masuk ke kamar mandi.

"Mama tunggu di ruang tamu ya nak!"

"Iya ma". Jawabku berteriak dari dalam kamar mandi.

Aku dan mama sedang diperjalanan menuju rumah Tante Mirna. "Ma, ada keperluan apa sih ke rumah Tante Mirna?" tanyaku sambil melihat pantulan mama di kaca spion motorku.

"Rahasia." ucap mama dengan mengedipkan sebelah matanya yang tampak di kaca spion.

"Ma, nanti di rumah Tante Mirna jangan lama-lama ya?"

"Emang Napa nak? kata mama dengan wajah bingungnya.

"Aku gak bisa lama-lama temenin mama, soalnya nanti habis magrib aku mau keluar sama teman ma, boleh kan ma?" Aku memegang tangan mama sembari minta izin.

Ya sekarang kami sudah sampai di depan rumah Tante Mirna. "Emang siapa yang mau ajak anak mama ini keluar malam-malam?"

Aku ingin menjawab pertanyaan mama, tapi keburu Tante Mirna keluar dari rumahnya.

"Eehhhh... kak Nita sama Rili udah sampai? kenapa gak mencet bel atau ucap salam dulu, ini malah kalian ngobrol diluar. Tante kan jadi tidak tahu ada tamu diluar, ayokk.. masuk kak Nita nak Rili!" tante Mirna membuka pintunya lebar-lebar. Mama masuk ke dalam, sedangkan aku lebih memilih duduk di pendopo kecil yang berada di halaman rumah Tante Mirna.

Disini nyaman dan sejuk juga, malas banget kalau harus ikut gabung sama emak- emak pikirku.

Sembari menungggu mama, aku memainkan ponselku, aku buka aplikasi permainan tembak-tembakan bosan tembak-tembakan beralih ke permainan ular-ularan. Hehehe....

Sesekali mataku beralih ke jalan raya, didepan mataku aku melihat mobil Abang Yasir melintas.

Melihat mobilnya saja, darahku berdesir jantungku berdegup kencang. hoohhh.... Aku nervouse padahal hanya melihat mobilnya saja.

Nanti malam aku beri jawaban apa ya sama Abang Yasir? aku masih bingung karena Bella.

Puuup... ku merasakan bahu ku di tepuk. Aku tersadar dari lamunanku. Ku menoleh mama sudah disampingku. "Dari tadi mama manggil kamu, tapi gak ada sahutan, kamu mikirin apa nak ?" tanya mama sambil memberikan kresek hitam padaku. "Ini apa ma?" tanyaku sambil turun dari pendopo kecil menuju motor kami diparkirkan.

"Kamu lihat aja sendiri." kata Mama sembari menyuruhku berpamitan sama tante Mirna.

"Kami pulang ya Tante." Kami berpamitan sembari memacu motorku menuju rumah .

Sesampainya di rumah, aku langsung masuk kamar kemudian ke kamar mandi dan membersihkan diri, sekarang sudah pukul 6 sore. Sembari menunggu waktu sholat magrib tiba aku memainkan ponselku. Ya, di kotaku biasanya Waktu magrib pukul 18.35 Wib gitu. Baru dinyalakan sebuah pesan masuk dari teman chatting ku yaitu @Ryan Perdana. isinya hanya menanyakan aku lagi ngapain. Aku abaikan pesannya, aku telpon aja ya pikirku..

tuuuutt..... Tut...tuutttttt ..... sampai panggilan 3x hape nya tak kunjung diangkat. Ehmmm .... kenapa ya dia tidak mau ngomong di telpon, beraninya hanya SMS saja pikirku.

Aku lagi mencoba-coba baju mana yang aku kenakan malam ini, setelah selesai sholat magrib aku memilih- milih pakaian di lemariku. Bingung harus pakai yang mana, kenapa semuanya nampak jelek ya, aku ngomong sendiri di depan cermin. Ini nih salah satu penyakit wanita, setiap mau bepergian selalu bingung mau pakai baju yang mana padahal bajunya fuul satu lemari.

"Rili..... ayoo... kita makan malam dulu!" Suara mama ku dengar dari ruang makan.

" Aku gak lapar ma." Jawabku dengan nada keras dari kamar.

ku lihat jam di dinding kamarku sudah menunjukkan angka 07.10 Pm. Waduhhh tinggal 20 menit. Aku jadi panik, rasanya tubuhku jadi lemas dan dingin. Sungguh ini pengalaman pertamaku jalan dengan pria. Mana pria yang mau ajak aku jalan adalah bibit unggul. Maksudku dia sempurna dalam segala hal. laahhh.. aku hanya wanita biasa-biasa saja. Kadang aku tidak percaya kalau Abang Yasir menyukaiku.

Cantik juga, aku melihat pantulan diriku di cermin dengan dress warna lime yang panjangnya di bawa lutut serta lengannya sampai siku, dan sepatu flat warna mocca yang menghiasi kaki putihku.

"Rili.... ada tamu mencarimu?" ibu membuka pintu kamarku sembari menyuruhku keluar. "Iya ma." jawabku sambil mengambil tas Selempang kulit ku yang berwarna coklat. Aku mendadak nervouse, tubuhku rasanya kedinginan.

Ternyata Abang Yasir sudah berada di ruang tamu bersama ayah. Aku berjalan menghampiri mereka, Abang Yasir menatapku terus sampai akhirnya aku membuka suara.

"Ayah?" belum keluar kalimat ku selanjutnya Abang Yasir langsung bersuara.

"Pak, izin putrinya ya saya ajak keluar sebentar?" Abang Yasir kemudian menyalami tangan ayah dan mama. Padahal ayah belum menjawab ucapan Abang Yasir.

Akhirnya Ayah memberi izin, anak gadisnya yang hampir kepala tiga ini keluar malam-malam dengan pria untuk pertama kalinya .

Aku dan Abang Yasir sudah berada di dalam mobil miliknya. Mobilnya mewah merk BMW. Aku gak tahu ini seri berapa, pokoknya kulihat Merk nya BMW. hehheeh... Enak ya jadi orang kaya pikirku.

Mobil berhenti tepat di depan sebuah hotel mewah di kota kami. Hotel ini berada dipinggir pantai. "Bang... kenapa kita ke hotel?" Aku bertanya dengan gugupnya dan penuh kebingungan. Karena sebagian orang menganggap hotel adalah tempat yang bebas. aku takut ada orang yang melihat ku masuk hotel malam-malam bersama pria, karena bisa image ku jadi jelek.

"Emang kenapa kalau ke hotel?" tanya Abang Yasir sembari membuka pintu mobilnya.

"Bang, tunggu dulu. Jangan keluar dulu, kita ngapain ke sini, kita ke tempat lain aja ya bang? Kita ke Rumah makan atau ke cafe aja, jangan kesini." Aku masih belum melepas tangan Abang Yasir, karena tadi pas dia mau buka pintu mobil aku menahan tangan kirinya .

"Kalau tangan Abang Gak dilepas-lepas, maka Abang akan mencium tangan yang menahan tangan abang." kata Abang Yasir dengan wajah isengnya. Aku refleks menghempaskan tangan Abang Yasir.

Aku masih terduduk di jok mobil sambil berpikir kejadian apa yang akan terjadi di dalam hotel ini. Pikiran kotorku menguasai otakku.

"Ayoo,turun sayang!" aku merinding mendengar dia memanggilku dengan sebutan sayang. Dia sudah membuka pintu mobil dan meminta tanganku digenggamnya.

"Parkirkan mobilnya ditempat biasa. "kata Abang Yasir kepada salah satu petugas hotel.

"Baik Tuan." Jawab petugas hotel dengan hormatnya. Seolah-olah Abang Yasir lah pemilik Hotel ini.

Kita sedang berada di dalam lift menuju lantai tujuh. Aku bersandar didinding lift dan tidak berani terlalu dekat dengan Abang Yasir. Sekarang aku lagi gugup dan takut. Dilantai tujuh tempat apa ya pikirku.

"Rili, kamu kenapa? tanganmu kenapa dingin sekali?" ya, Abang Yasir memegang tanganku setelah keluar dari Lift.

"Kita mau ke mana Bang?" tanyaku saat kami melewati lorong di bangunan hotel tersebut. " Ke suatu tempat yang akan sangat kamu sukai." Kata Abang Yasir dengan senyum menggoda. Aku jadi ketakutan, apa aku akan diperkosa di hotel ini pikirku, keringat muncul dari keningku seperti titik titik embun. Mama.... Ya Tuhan lindungi hambamu ini. Aku berdoa dalam hati. Kenapa aku jadi takut begini.

Disepanjang lorong hotel Abang Yasir selalu menggenggam tanganku. Dari kejauhan aku melihat pintu kaca transparan. Tiba-tiba pintu kaca transparan itu terbuka sendiri. Ya, pintunya terbuka otomatis kalau ada orang yang hendak masuk.

Aku sangat takjub, tempat ini sangat indah. Kami berada di sebuah tempat yang didekorasi dengan mewahnya. Bunga disetiap sudut ruangannya sangat indah, lampu turblair menghiasi ruangan. Ditengah ruangan ada meja yang diatasnya ada lilin yang menyala yang membuat suasana menjadi sangat romantis.

Jika kita menatap ke arah luar maka kita bisa melihat hamparan laut luas, di tengah-tengah lautan nampak cahaya lampu kelap-kelip yang semakin menambah keindahan tempat ini.

"Ayoo duduk!" Abang Yasir menuntunku untuk duduk di kursi yang sudah disediakan.

"Apa kamu menyukai tempatnya?" tanya Abang Yasir dengan senyuman yang sangat manis, sepertinya dia sangat bahagia karena jelas terlihat dari ekspresi wajahnya .

"Iya bang, tempatnya sangat bagus. seumur hidupku belum pernah berada ditempat seindah ini." Jawabku dengan malu sambil menundukkan pandanganku.

Bang Yasir meraih daguku hingga wajahku tidak menunduk lagi. kemudian tangan Abang Yasir meraih tanganku sembari mengelus elus tanganku. Perlakuan Abang Yasir seperti itu membuat diriku bingung harus berbuat apa. Rasanya tubuhku beku. kemudian dia mencium tanganku. Darahku berdesir hebat, jantungku dag Dig dug mendapat perlakuan seperti itu. Lalu Abang Yasir duduk di hadapanku.

Aku langsung menurunkan tanganku ke bawah meja, aku nervouse tingkat dewa. Di bawah meja aku menggesek gesekkan kedua tanganku guna mendapatkan kehangatan. Ya, sekarang aku rasanya jadi kedinginan.

Puk.... puk.... puk.... Abang Yasir menepuk tangannya. Muncullah para pelayan restoran membawa makanan dan minuman.

Pelayan menghidangkan steak daging sapi dua porsi, spaghetti satu porsi dan sate bumbu kacang satu porsi. serta ada Juice kesukaanku, serta minuman beralkohol jenis red wine satu botol.

Ini Makanan yang dihidangkan kenapa makanan kesukaan ku semua ya? gumam ku dalam hati.

"Silahkan Tuan!" kata seorang pelayan hotel sembari membungkuk badannya lalu berlalu dari tempat kami sekarang.

"Kita makan sekarang ya, Abang Lapar banget nich." Kata Abang Yasir sembari memotong steaknya.

Abang Yasir melihatku "Ayo makan.! atau mau Abang Suapi?" kata Abang Yasir.

"Tidak usah bang, aku bisa makan sendiri." Jawabku dengan gugupnya. Tanganku gemetar saat hendak memotong steak dengan pisau tersebut, suara gemetar dari tanganku sangat ketara, karena pisau dan piring kaca itu menimbulkan suara .

Bang Yasir memperhatikanku, matanya bertemu pandang dengan mataku, aku yang diperhatikan seperti malah semakin membuat aku grogi. Tanganku semakin bergetar saja saat memegang pisau dan garpu tersebut.

"Buka mulutmu! sepertinya malam ini kamu harus Abang Suapi." Abang Yasir menyodorkan steaknya ke arah mulutku.

"Kalau kamu seperti ini, makan sama Abang saja grogi. Bagaimana jadinya kalau kita sudah menikah dan malam pertama. Jangan bilang kamu akan pingsan ya?" Abang Yasir meledekku, dia tertawa terbahak-bahak. sepertinya aku ini adalah hiburan buat nya.

Bersambung...

Mohon beri dukunganya dengan like, coment dan vote serta jadikan novel ini sebagai favorit ya say.

Terimakasih

Terpopuler

Comments

Lhady Uriyama

Lhady Uriyama

ini maksudnya apa, judul mlm pertama, mlm pertama untuk apa😧

2023-01-23

0

Nani Mulyani

Nani Mulyani

bang Yasir ganteng n tajir.. pantesan banyak yg naksir, termasuk pembaca novel ini.. aih 💕

2021-08-22

0

N Kartini

N Kartini

👍👍👍👍👍

2021-07-01

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Nama Samaran
3 Yasir kurnia
4 syok....
5 selama satu hari
6 visual cast
7 calon imamku
8 rasanya mau copot.
9 Malam pertama...?
10 Munafik.
11 Takut tergoda
12 Jodoh dari tante
13 Kisah di Pulau 1
14 Kisah di pulau part 2
15 Kisah di pulau part 3
16 Kisah di pulau part 4
17 Menyesali
18 Ditawari Menikah Siri
19 Lamaran ditolak.
20 Rindu
21 Sedih yang tak berujung
22 Rival Youman
23 Curhat
24 Apakah ini suatu petunjuk?
25 Mati satu tumbuh seribu.
26 Belum bisa move on
27 Tutup Buku.
28 Misteri Jodoh
29 Naas
30 Pertemuan yang menyakitkan
31 Aku sangat ilfeel
32 Berkata jujur
33 Kita hanya bisa berusaha berubah nasib
34 Berbohong untuk membahagiakan
35 Tak sesuai dengan harapan
36 Waktu lebih berharga dari emas
37 Sama-sama keras
38 Tetap tidak mendapat jawaban
39 Jangan menilai orang buruk
40 Salah sambung
41 Aku akan menikah
42 Menjilat ludah sendiri.
43 Bahagia itu kita sendiri yang buat
44 couple
45 Gak punya uang
46 Dia datang
47 Kenapa Dia nampak menyedihkan
48 Dia harus datang
49 Mimpiku jadi nyata.
50 Ikhlas
51 Mencium keningmu
52 memanjat
53 Malam pertama yang begitu indah dan membahagiakan
54 Terpleset
55 Tidak boleh bermesraan
56 Disiang bolong yang Hot
57 Mimpiku
58 Persiapkan Dirimu
59 Takdirku Jadi Pelakor.
60 Malam pertama sampai malam ketujuh
61 Aku ingin makan, Aku ingin memakanmu!
62 Belum siap
63 Pagi-pagi udah berisik
64 Menyeramkan
65 Nasibku
66 Apa Dia datang mencariku?
67 Dia memanggil namaku
68 10 Ronde
69 Gara-gara ayam
70 Uangmu tidak usah dikasih Sama istrimu.
71 CCTV
72 Mandi wajib.
73 Menakutkan
74 Perkelahian
75 Ditawari jadi Asisten
76 Pengorbananku sia-sia
77 Batu gigi petir
78 BOS
79 Visual cast Maura Kistina
80 Timun bungkuk
81 Mama... Aku Ingin Pulang
82 Menguping
83 Jangan tinggalkan aku.
84 RR (Rival Rili) Jangan lupa like, coment positif dan bantu share ya kak cantik
85 Aku harus menemuimu
86 Hampir gila
87 Dejavu
88 -
89 Yasir yang polos
90 Rindu
91 Melepas Rindu.
92 Abang akan bertanggung jawab
93 Tidak mau menyalahkan keadaan
94 Suamiku pria baik
95 Penuh dengan teka-teki
96 Apa Dia punya saudara
97 Surat Ibu
98 Rili tidak sabar lagi untuk mengetahui semuanya
99 Bercerita part 1
100 Bercerita part 2
101 Meracuni pikiran Rival
102 Meminta mediasi
103 pemandangan yang menyesakkan dada
104 Aku bukan barang mainan
105 Saling meluapkan amarah
106 Pergilah kasih
107 Kita harus bertemu lagi.
108 Minta cerai kepada Rival
109 Haruskah Aku memaksanya ikut denganku!
110 Minta bantuan.
111 Kalau memang cinta, harus diperjuangkan
112 Tidak akan ada perceraian
113 Mengikhlaskanmu
114 Berdamai dengan hati
115 fakta yang menyayat hati
116 Berpisah
117 Menyesal Melepaskanmu
118 Banteng marah
119 Pasrah
120 Terobos
121 Dek, Abang Datang!
122 Maafkan kami Nak!
123 seperti mimpi
124 Yes, I will
125 Sah
126 Intermission
127 Panas didalam
128 Samawa
129 Warning. Harap bijak memilih bacaan.
130 Masih melakukan kegiatan yang membuat ketagihan.
131 Private number
132 PARIBAN, I HATE YOU
133 Ambruk
134 Tidak pantas
135 Bahan olok-olok an
136 Tidak mau berpisah
137 Pria munafik muncul
138 Mantan mengaku masih cinta dan sayang.
139 Sedang berkompetisi
140 Tanya saja hatimu
141 Penyesalan datangnya belakangan
142 Cuek-cuek
143 Yasir berceramah
144 Belajar menggoda
145 Buanglah mantan pada tempatnya
146 Seprei difigurakan
147 Jangan lupa baca Doa
148 Indah di pantai sore hari
149 Siapa?
150 Mulai sensitif
151 Godaan setan.
152 Sangat mengkhawatirkan mu
153 Yasir pria setia dan tidak akan pernah tergoda dengan wanita lain.
154 Season 2 Kenyataan yang begitu menyakitkan
155 Season 2 Najis besar
156 season 2 Door....
157 Season 2. Bertarung
158 Season 2 Kena Razia mesum
159 Season 2 Malu
160 Season 2 Fitnah lebih kejam dari pembunuhan
161 Season 2 Mely Anisah Ajib
162 Season 2 Rival melankolis
163 Season 2 Tawaran apa?
164 Season 2 Menerima tawaran
165 Season 2 Suami tidak bertanggung jawab
166 Season 2 Bermimpi terbang di angkasa
167 Season 2. Test DNA
168 Season 2 Istri kedua
169 Season 2 Ceraikan Rili
170 Season 2 Aku istrimu
171 Season 2 Mau mendominasi
172 Season 2 Serangan mendadak
173 Season 2 Suka-sukamu lah Dek.
174 Season 2 Mencoba menjadi suami seutuhnya
175 Season 2 Cobalah untuk mencintaiku
176 Season 2 Cara menyenangkan suami
177 Season 2 Mencoba menahan
178 Season 2 Ada Penampakan
179 Season 2 Cinta atau nafsu?
180 Season 2 Kamar kunti
181 Season 2 Menguji kesabaran
182 Season 2 Tamu
183 Season 2 Jangan menggoda terus
184 Season 2 Permainan Mely
185 Season 2 Khawatir
186 Season 2 Orang hilang
187 Season 2. Biarlah miskin harta, tapi kaya hati.
188 Season 2 Sari naksir Rival
189 Season 2 Wanita sulit dimengerti
190 Season 2 Rival bingung
191 Season 2 Berdamai
192 Season 2 Main ular tangga
193 Season 2 Foto Rili
194 Season 2 Tidak mau jadi gembel
195 Season 2 : Sifat bunglonnya Mely
196 Season 2 Menolak tawaran
197 Season 2 Tanda-tanda akan baikan
198 Season 2 Kumat lagi
199 Season 2 Menyesal
200 Season 2 Takut ditinggalkan
201 Season 2 Tingkah lebih parah dari anak TK
202 Season 2 Anak Orang Hilang
203 Season 2 Penjahat jadi penolong
204 Season 2 Santapan lezat
205 Season 2 Pipis
206 Season 2 Memijatmu
207 Season 2 Abang serius
208 Season 2 Siapa Firman?
209 Season 2 Ada apa dengan Mamanya Mely?
210 Season 2 Menutup mata
211 Season 2 Maryam
212 Season 2 I u
213 season 2 Sangat mencintaimu
214 Season 2 Bercocok tanam
215 Season 2 Setiap orang punya pengalaman sendiri
216 Season 2 terserah kamu
217 Season 2 Jangan terlalu mencintai sesuatu
218 Season 2 Sabar Rival
219 Season 2 Surprise
220 Season 2 Mencarikan istri kedua
221 Season 2 Mely meragukan perasaan Abang Rival
222 Season 2 Baper
223 Season 2 Dimadu
224 Season 2 Kabar dari kampung
225 Season 2 Budak cintamu
226 Season 2 Tidak lulus
227 Season 2 Kena prank, orang yang suka memprank
228 Season 2 Dunia Maya
229 Season 2 Membicarakan diri sendiri
230 Season 2 Mely semakin agresif
231 Season 2 BUAH TANGAN YANG SPEKTAKULER
232 Season 2 Sampai di kampung
233 Season 2 Ibunya Rival ?
234 Season 2 Dua Nantulang
235 Season 2 Rival banyak mau nya.
236 Season 2 Rival sensitif
237 Season 2 Sama-sama sensitif
238 Season 2. Masih cinta atau merasa bersalah
239 Season 2. Hamil
240 Season 2 Kenapa bisa kembar?
241 Season 2 Panggil Aku Mas
242 Season 2 Boleh dilakukan
243 Season 2 Menemukan foto mirip dirinya sewaktu kecil
244 Season 2 Masih Abu-abu
245 Season 2 Menceraikan wanita hamil
246 Season 2 Menghindar
247 Season 2 Mely curiga
248 Season 2 Tidak mau Gila
249 Season 2 orang tua Mely pulang
250 Season 2 Membaca hasil test DNA
251 Season 2 Haram Hukumnya
252 Season 2 pikiran kalut membuat jadi bloon
253 Season 2 Masih seputar test DNA
254 Season 2 Jamu ajaib
255 Season 2 Berakhir sudah
256 Season 2 Aku anak siapa?
257 Season 2 Ayahku di mana?
258 Season 2 Dia pasti akan mencari mu
259 Season 2 LDR an
260 Season 2 Kenapa Dia tidak ada disisinya
261 Season 2 Menyesali kebodohanku
262 Season 2 Aku akan menemuimu
263 Season 2 Keinginan yang tidak bisa ditolerir
264 Season 2 Ada apa dengan Mely
265 Season 2 Yasir dan Rili muncul
266 Season 2 Curhat Mely
267 Season 2 Ikut Pak Firman
268 Season 2 Anisah
269 Season 2 Sarung terlepas
270 Season 2 Sakitnya luar biasa
271 Season 2 Masih kesal
272 Season 2 Perhatian Yasir
273 Season 2 Merasa tidak dicintai
274 Season 2 Kena semprot
275 Season 2 curi-curi kesempatan
276 Season 2 Belum memaafkan
277 season 2 masih cemburu
278 Season 2 kembali
279 Season 2 kekasihku kembali pulang
280 Season 2 Yasir Rili jadi tersangka
281 Season 2 Cah kangkung
282 Season 2 gara-gara ikan gabus
283 Season 2 mengejar yang tak pasti
284 Season 2 Aku cinta
285 Season 2 Rasa kasihan
286 Season 2 Hadirkan Rili
287 Season 2 menempel terus
288 Season 2 Perasaan Rili tidak tenang
289 Season 2 keluarga dikampung datang
290 Season 2 Berangkat
291 Season 2 kalah saing
292 Season 2 Kehadiran Ibu Durjanna
293 Season 2 Di Rukyah
294 Season 2 Intropeksi diri masing-masing
295 Season 2 Tidak perlu dibahas
296 Season 2 Gengsi dong
297 Seaosn 2 megap-megap
298 Season 2 kritis
299 Season 2 menjumpai Ibu Durjanna
300 Season 2 Merenung
301 Season 2 Merasa tidak bisa memuaskan
302 Season 2 Gelang kaki
303 Season 2 Malu-maluin
304 Season 2 cinta itu seperti kupu-kupu
305 Season 2 Wanita ingin dimengerti
306 Season 2 pacar dunia maya
307 Season 2 Bertemu mantan
308 Season 2 gak laku-laku
309 Season 2 Aku mencintainya
310 Season 2 Kamu yang dewasa
311 Season 2 Saling curhat
312 Season 2 Rival selingkuh
313 Season 2 Dejavu mama Maryam
314 Season 2 Bertarung
315 Season 2 Yasir takut kalah
316 Season 2 acak-acak nomor
317 Season 2 gawat darurat
318 Season 2 Terlambat menyadari
319 Dipaksa Menikahi Pariban
320 Season 2 Masuk jebakan
321 Season 2 kehancuran Rival
322 Season 2 Terselamatkan
323 Season 2 Video tersebar
324 Season 2 Menonton video syur.
325 Season 2 Rival kehilangan Mely.
326 Season 2 Hanya bisa terdiam
327 Season 2 Tinggalkan Mely
328 Season 2 Harus puding
329 Season 2 Sakit
330 Season 2 Pisah ruangan
331 Season 2 Perawat cantik
332 Season 2 Siasat Maryam
333 Season 2 Sakitnya hati seorang Ibu
334 Season 2. Rival mendatangi Mely
335 Season 2 Penyesalan datangnya terlambat
336 Season 2 Memberi pilihan
337 Season 2 Mencoba lari
338 Season 2 Suasana baru yang indah
339 Cuitan author.
340 Season 2 extra chapter Kehidupan baru yang indah
341 Season 2 Extra chapter. Tamu misterius
342 Extra chapter Terbang ke surga
343 Season 2 Extra chap. Rindu dan Benci
344 Season 2 Extra chap
345 Season 2 Extra chap persidangan
346 season 2 Extra chap
347 Season 2 Extra chap Merasa bersalah
348 Season 2 Extra chap Modus
349 Ayahku Suamiku
350 Lagi Viral
351 Novel Baru say
352 Give away di novel baru
353 promo
354 Hasrat Liar Istri Simpanan
355 Akibat Rela dimadu
356 Hasrat duda impian
357 kupu-kupu malam
358 Novel baru netes say
359 gairah Ibu Tiri
Episodes

Updated 359 Episodes

1
Prolog
2
Nama Samaran
3
Yasir kurnia
4
syok....
5
selama satu hari
6
visual cast
7
calon imamku
8
rasanya mau copot.
9
Malam pertama...?
10
Munafik.
11
Takut tergoda
12
Jodoh dari tante
13
Kisah di Pulau 1
14
Kisah di pulau part 2
15
Kisah di pulau part 3
16
Kisah di pulau part 4
17
Menyesali
18
Ditawari Menikah Siri
19
Lamaran ditolak.
20
Rindu
21
Sedih yang tak berujung
22
Rival Youman
23
Curhat
24
Apakah ini suatu petunjuk?
25
Mati satu tumbuh seribu.
26
Belum bisa move on
27
Tutup Buku.
28
Misteri Jodoh
29
Naas
30
Pertemuan yang menyakitkan
31
Aku sangat ilfeel
32
Berkata jujur
33
Kita hanya bisa berusaha berubah nasib
34
Berbohong untuk membahagiakan
35
Tak sesuai dengan harapan
36
Waktu lebih berharga dari emas
37
Sama-sama keras
38
Tetap tidak mendapat jawaban
39
Jangan menilai orang buruk
40
Salah sambung
41
Aku akan menikah
42
Menjilat ludah sendiri.
43
Bahagia itu kita sendiri yang buat
44
couple
45
Gak punya uang
46
Dia datang
47
Kenapa Dia nampak menyedihkan
48
Dia harus datang
49
Mimpiku jadi nyata.
50
Ikhlas
51
Mencium keningmu
52
memanjat
53
Malam pertama yang begitu indah dan membahagiakan
54
Terpleset
55
Tidak boleh bermesraan
56
Disiang bolong yang Hot
57
Mimpiku
58
Persiapkan Dirimu
59
Takdirku Jadi Pelakor.
60
Malam pertama sampai malam ketujuh
61
Aku ingin makan, Aku ingin memakanmu!
62
Belum siap
63
Pagi-pagi udah berisik
64
Menyeramkan
65
Nasibku
66
Apa Dia datang mencariku?
67
Dia memanggil namaku
68
10 Ronde
69
Gara-gara ayam
70
Uangmu tidak usah dikasih Sama istrimu.
71
CCTV
72
Mandi wajib.
73
Menakutkan
74
Perkelahian
75
Ditawari jadi Asisten
76
Pengorbananku sia-sia
77
Batu gigi petir
78
BOS
79
Visual cast Maura Kistina
80
Timun bungkuk
81
Mama... Aku Ingin Pulang
82
Menguping
83
Jangan tinggalkan aku.
84
RR (Rival Rili) Jangan lupa like, coment positif dan bantu share ya kak cantik
85
Aku harus menemuimu
86
Hampir gila
87
Dejavu
88
-
89
Yasir yang polos
90
Rindu
91
Melepas Rindu.
92
Abang akan bertanggung jawab
93
Tidak mau menyalahkan keadaan
94
Suamiku pria baik
95
Penuh dengan teka-teki
96
Apa Dia punya saudara
97
Surat Ibu
98
Rili tidak sabar lagi untuk mengetahui semuanya
99
Bercerita part 1
100
Bercerita part 2
101
Meracuni pikiran Rival
102
Meminta mediasi
103
pemandangan yang menyesakkan dada
104
Aku bukan barang mainan
105
Saling meluapkan amarah
106
Pergilah kasih
107
Kita harus bertemu lagi.
108
Minta cerai kepada Rival
109
Haruskah Aku memaksanya ikut denganku!
110
Minta bantuan.
111
Kalau memang cinta, harus diperjuangkan
112
Tidak akan ada perceraian
113
Mengikhlaskanmu
114
Berdamai dengan hati
115
fakta yang menyayat hati
116
Berpisah
117
Menyesal Melepaskanmu
118
Banteng marah
119
Pasrah
120
Terobos
121
Dek, Abang Datang!
122
Maafkan kami Nak!
123
seperti mimpi
124
Yes, I will
125
Sah
126
Intermission
127
Panas didalam
128
Samawa
129
Warning. Harap bijak memilih bacaan.
130
Masih melakukan kegiatan yang membuat ketagihan.
131
Private number
132
PARIBAN, I HATE YOU
133
Ambruk
134
Tidak pantas
135
Bahan olok-olok an
136
Tidak mau berpisah
137
Pria munafik muncul
138
Mantan mengaku masih cinta dan sayang.
139
Sedang berkompetisi
140
Tanya saja hatimu
141
Penyesalan datangnya belakangan
142
Cuek-cuek
143
Yasir berceramah
144
Belajar menggoda
145
Buanglah mantan pada tempatnya
146
Seprei difigurakan
147
Jangan lupa baca Doa
148
Indah di pantai sore hari
149
Siapa?
150
Mulai sensitif
151
Godaan setan.
152
Sangat mengkhawatirkan mu
153
Yasir pria setia dan tidak akan pernah tergoda dengan wanita lain.
154
Season 2 Kenyataan yang begitu menyakitkan
155
Season 2 Najis besar
156
season 2 Door....
157
Season 2. Bertarung
158
Season 2 Kena Razia mesum
159
Season 2 Malu
160
Season 2 Fitnah lebih kejam dari pembunuhan
161
Season 2 Mely Anisah Ajib
162
Season 2 Rival melankolis
163
Season 2 Tawaran apa?
164
Season 2 Menerima tawaran
165
Season 2 Suami tidak bertanggung jawab
166
Season 2 Bermimpi terbang di angkasa
167
Season 2. Test DNA
168
Season 2 Istri kedua
169
Season 2 Ceraikan Rili
170
Season 2 Aku istrimu
171
Season 2 Mau mendominasi
172
Season 2 Serangan mendadak
173
Season 2 Suka-sukamu lah Dek.
174
Season 2 Mencoba menjadi suami seutuhnya
175
Season 2 Cobalah untuk mencintaiku
176
Season 2 Cara menyenangkan suami
177
Season 2 Mencoba menahan
178
Season 2 Ada Penampakan
179
Season 2 Cinta atau nafsu?
180
Season 2 Kamar kunti
181
Season 2 Menguji kesabaran
182
Season 2 Tamu
183
Season 2 Jangan menggoda terus
184
Season 2 Permainan Mely
185
Season 2 Khawatir
186
Season 2 Orang hilang
187
Season 2. Biarlah miskin harta, tapi kaya hati.
188
Season 2 Sari naksir Rival
189
Season 2 Wanita sulit dimengerti
190
Season 2 Rival bingung
191
Season 2 Berdamai
192
Season 2 Main ular tangga
193
Season 2 Foto Rili
194
Season 2 Tidak mau jadi gembel
195
Season 2 : Sifat bunglonnya Mely
196
Season 2 Menolak tawaran
197
Season 2 Tanda-tanda akan baikan
198
Season 2 Kumat lagi
199
Season 2 Menyesal
200
Season 2 Takut ditinggalkan
201
Season 2 Tingkah lebih parah dari anak TK
202
Season 2 Anak Orang Hilang
203
Season 2 Penjahat jadi penolong
204
Season 2 Santapan lezat
205
Season 2 Pipis
206
Season 2 Memijatmu
207
Season 2 Abang serius
208
Season 2 Siapa Firman?
209
Season 2 Ada apa dengan Mamanya Mely?
210
Season 2 Menutup mata
211
Season 2 Maryam
212
Season 2 I u
213
season 2 Sangat mencintaimu
214
Season 2 Bercocok tanam
215
Season 2 Setiap orang punya pengalaman sendiri
216
Season 2 terserah kamu
217
Season 2 Jangan terlalu mencintai sesuatu
218
Season 2 Sabar Rival
219
Season 2 Surprise
220
Season 2 Mencarikan istri kedua
221
Season 2 Mely meragukan perasaan Abang Rival
222
Season 2 Baper
223
Season 2 Dimadu
224
Season 2 Kabar dari kampung
225
Season 2 Budak cintamu
226
Season 2 Tidak lulus
227
Season 2 Kena prank, orang yang suka memprank
228
Season 2 Dunia Maya
229
Season 2 Membicarakan diri sendiri
230
Season 2 Mely semakin agresif
231
Season 2 BUAH TANGAN YANG SPEKTAKULER
232
Season 2 Sampai di kampung
233
Season 2 Ibunya Rival ?
234
Season 2 Dua Nantulang
235
Season 2 Rival banyak mau nya.
236
Season 2 Rival sensitif
237
Season 2 Sama-sama sensitif
238
Season 2. Masih cinta atau merasa bersalah
239
Season 2. Hamil
240
Season 2 Kenapa bisa kembar?
241
Season 2 Panggil Aku Mas
242
Season 2 Boleh dilakukan
243
Season 2 Menemukan foto mirip dirinya sewaktu kecil
244
Season 2 Masih Abu-abu
245
Season 2 Menceraikan wanita hamil
246
Season 2 Menghindar
247
Season 2 Mely curiga
248
Season 2 Tidak mau Gila
249
Season 2 orang tua Mely pulang
250
Season 2 Membaca hasil test DNA
251
Season 2 Haram Hukumnya
252
Season 2 pikiran kalut membuat jadi bloon
253
Season 2 Masih seputar test DNA
254
Season 2 Jamu ajaib
255
Season 2 Berakhir sudah
256
Season 2 Aku anak siapa?
257
Season 2 Ayahku di mana?
258
Season 2 Dia pasti akan mencari mu
259
Season 2 LDR an
260
Season 2 Kenapa Dia tidak ada disisinya
261
Season 2 Menyesali kebodohanku
262
Season 2 Aku akan menemuimu
263
Season 2 Keinginan yang tidak bisa ditolerir
264
Season 2 Ada apa dengan Mely
265
Season 2 Yasir dan Rili muncul
266
Season 2 Curhat Mely
267
Season 2 Ikut Pak Firman
268
Season 2 Anisah
269
Season 2 Sarung terlepas
270
Season 2 Sakitnya luar biasa
271
Season 2 Masih kesal
272
Season 2 Perhatian Yasir
273
Season 2 Merasa tidak dicintai
274
Season 2 Kena semprot
275
Season 2 curi-curi kesempatan
276
Season 2 Belum memaafkan
277
season 2 masih cemburu
278
Season 2 kembali
279
Season 2 kekasihku kembali pulang
280
Season 2 Yasir Rili jadi tersangka
281
Season 2 Cah kangkung
282
Season 2 gara-gara ikan gabus
283
Season 2 mengejar yang tak pasti
284
Season 2 Aku cinta
285
Season 2 Rasa kasihan
286
Season 2 Hadirkan Rili
287
Season 2 menempel terus
288
Season 2 Perasaan Rili tidak tenang
289
Season 2 keluarga dikampung datang
290
Season 2 Berangkat
291
Season 2 kalah saing
292
Season 2 Kehadiran Ibu Durjanna
293
Season 2 Di Rukyah
294
Season 2 Intropeksi diri masing-masing
295
Season 2 Tidak perlu dibahas
296
Season 2 Gengsi dong
297
Seaosn 2 megap-megap
298
Season 2 kritis
299
Season 2 menjumpai Ibu Durjanna
300
Season 2 Merenung
301
Season 2 Merasa tidak bisa memuaskan
302
Season 2 Gelang kaki
303
Season 2 Malu-maluin
304
Season 2 cinta itu seperti kupu-kupu
305
Season 2 Wanita ingin dimengerti
306
Season 2 pacar dunia maya
307
Season 2 Bertemu mantan
308
Season 2 gak laku-laku
309
Season 2 Aku mencintainya
310
Season 2 Kamu yang dewasa
311
Season 2 Saling curhat
312
Season 2 Rival selingkuh
313
Season 2 Dejavu mama Maryam
314
Season 2 Bertarung
315
Season 2 Yasir takut kalah
316
Season 2 acak-acak nomor
317
Season 2 gawat darurat
318
Season 2 Terlambat menyadari
319
Dipaksa Menikahi Pariban
320
Season 2 Masuk jebakan
321
Season 2 kehancuran Rival
322
Season 2 Terselamatkan
323
Season 2 Video tersebar
324
Season 2 Menonton video syur.
325
Season 2 Rival kehilangan Mely.
326
Season 2 Hanya bisa terdiam
327
Season 2 Tinggalkan Mely
328
Season 2 Harus puding
329
Season 2 Sakit
330
Season 2 Pisah ruangan
331
Season 2 Perawat cantik
332
Season 2 Siasat Maryam
333
Season 2 Sakitnya hati seorang Ibu
334
Season 2. Rival mendatangi Mely
335
Season 2 Penyesalan datangnya terlambat
336
Season 2 Memberi pilihan
337
Season 2 Mencoba lari
338
Season 2 Suasana baru yang indah
339
Cuitan author.
340
Season 2 extra chapter Kehidupan baru yang indah
341
Season 2 Extra chapter. Tamu misterius
342
Extra chapter Terbang ke surga
343
Season 2 Extra chap. Rindu dan Benci
344
Season 2 Extra chap
345
Season 2 Extra chap persidangan
346
season 2 Extra chap
347
Season 2 Extra chap Merasa bersalah
348
Season 2 Extra chap Modus
349
Ayahku Suamiku
350
Lagi Viral
351
Novel Baru say
352
Give away di novel baru
353
promo
354
Hasrat Liar Istri Simpanan
355
Akibat Rela dimadu
356
Hasrat duda impian
357
kupu-kupu malam
358
Novel baru netes say
359
gairah Ibu Tiri

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!