"Buka mulut mu.!" Abang Yasir memerintahku lagi "aaakkkhhh....." Kata Abang Yasir, Dia membuka mulutnya , seolah-olah menyuruhku melakukan hal yang baru saja dipraktekkannya.
Aku membuka mulut ku, suapan berikutnya lolos lagi masuk kedalam mulut ku. Aku tidak tenang saat ini Walau Sebenarnya malam ini aku sangat bahagia, tidak pernah ku bayangkan akan disukai pria seperti Abang Yasir, tapi benerkah dia sungguh-sungguh menyukai ku? pertanyaan itu selalu muncul di benakku.
"Aaakkkhhh... lagi," kata Abang Yasir, dia pikir aku ini anak TK yang merengek minta disuapin sama mamanya. gumam ku dalam hati.
"Sudah ya Bang, aku bisa makan sendiri." ucapku dengan lembut agar dia tidak tersinggung.
"Abang, boleh kah aku bertanya?" kalimat itu lolos dari mulutku dengan gemetar, karena aku takut pertanyaan ku ini akan menyinggungnya.
"Mau tanya apa sayang?" kata Abang Yasir sembari memasukkan steak ke dalam mulutnya. Mendengar kata sayang keluar dari mulutnya membuat bulu kudukku meremang.
"Itu red wine, untuk siapa? apa Abang suka meminum minuman ber alkohol?" tanyaku.
"Kalau ada jamuan rekan bisnis, terkadang Abang menemani mereka minum, tapi itu Abang lakukan hanya untuk menghargai rekan bisnis saja. Abang tahu koq hukumnya minuman ber alkohol." katanya.
"Apa ..... rekan bisnis?" aku gagal mencerna kalimat Abang Yasir tersebut.
"Kamu kenapa Rili? kamu takut ya sama Abang? dari tadi Abang perhatikan kamu seperti ketakutan. Apa Abang begitu menyeramkan malam ini?" kata Abang Yasir sambil terus melihatku.
Jelas saja aku takut, sekarang aku lagi berada di hotel makan malam bersama pria yang di meja makan nya ada minuman ber alkohol, kalau dia meminumnya terus mabuk, gimana? aku takut diperkosa seperti di cerita novel yang pernah ku baca. gumam ku dalam hati.
"Koq malah melamun? Ini makanan kesukaan mu semuanya kan?" ucap Abang Yasir.
"Iya Bang. kenapa Abang bisa mengetahui semua makanan kesukaan ku?" tanya ku dengan penuh kebingungan.
"Semua tentangmu Abang tahu." Jawabnya sambil menyedot Juice punyaku.
"Abang tahu semua tentang ku? maksudnya bang?" tanyaku dengan penuh selidik dan keheranan.
"Suatu saat kamu pasti tahu sendiri." Ucap Abang Yasir.
Mengapa pria ini misterius sekali pikirku. Apakah menerima pernyataan cinta dia adalah keputusan yang tepat. guman ku dalam hati.
"Kamu koq melamun lagi Rili?" Abang Yasir membuyarkan pikiranku .
"Cepat habiskan makananmu, jgn melamun terus." Ucap Abang Yasir dengan manisnya.
Kini kulihat dia tengah merogoh kantong celananya. Tampaklah sebuah kotak beludru berwarna hitam diletakkan Abang Yasir diatas meja.
Aku menyudahi makanku dengan menutup kan sendok dan garpu ku diatas piring kemudian Minum air putih yang memang sudah disediakan pelayan hotel.
Ku lihat Abang Yasir membuka kotak beludru warna hitam tersebut dan mengeluarkan cincin batu berlian yang disusun melingkari batu permata. Cincinnya sangat indah, dan itu pastinya sangat mahal.
Abang Yasir meninggalkan tempat duduknya dan berjalan ke arahku.
Dia berlutut di depanku "Pertama kali aku melihatmu, aku sudah dapat merasakan kalau engkaulah sebagian dari napas ku, tanpa mu aku hampa, kehilangan sebagian nyawaku. JADILAH KEKASIH HATI KU."
ungkapan perasaan cinta Abang Yasir yang begitu romantis membuatku terharu, mataku berkaca-kaca, karena bahagia. Ya Allah, Benarkah ini semua? bisikku dalam hati .
Abang Yasir meraih jemariku, dia menyematkan cincin berlian tersebut ke jari manis ku, kemudian dia mengecup punggung tanganku. Aku gemetar menahan Isak tangisku karena bahagia, darahku berdesir hebat, rasanya aku tidak berdaya karena tidak menyangka akan diperlakukan seperti ini. Ini kejadian persis seperti kisah yang ku impikan selama ini. Tidak ku sangka aku bisa mengalami kejadian indah malam ini.
"Mau kah kamu Menikah denganku? menjadi ibu dari anak-anakku?" ucap Abang Yasir dengan penuh keseriusan dan penuh harap.
Aku bingung dibuatnya, aku ingin mengatakan iya, tapi mulutku tak kunjung mengeluarkan suara. Aku malah menangis terisak Isak. Abang Yasir berdiri kemudian menuntunku berdiri dari tempat duduk ku. kemudian dia memelukku penuh dengan kehangatan. Dia menenangkanku.
Aku yang pertama kali merasakan dipeluk seorang pria, malah merasa senang dan berdosa. Dimana jelas di Agama yang saya anut dilarang kontak fisik karena bukan muhrim.
Aku memang wanita munafik, aku tahu hukum tapi aku melanggarnya. sungguh iman ku sangat tipis.
Abang Yasir menepuk-nepuk punggungku dengan lembut." Udah ya jangan menangis lagi, kenapa ungkapan cinta Abang tidak dijawab?" Abang Yasir melepas pelukannya dan masih memegang bahuku, kemudian dia mengusapkan ibu jarinya ke pipiku yang dibasahi air mata .
"Tidak perlu ku jawab, Abang pasti sudah tahu jawabannya." Ucapku dengan malu-malu. mukaku memerah karena malu.
kemudian Abang Yasir mencium keningku dengan penuh cinta dan kelembutan, aku menutup mataku merasakan kecupan cinta itu.
Abang Yasir masih memelukku, tangannya sebelah melingkar di bahuku, menuntunku berjalan ke arah hamparan laut yang luas di depan kami.
Kami berdiri dipinggir balkon yang luas tersebut dan Abang Yasir masih memelukku dengan posisi yang sama. Hening, kami sama-sama menikmati suasana malam yang romantis ini di bawah purnama, kepalaku bersandar di bahu terkasihku.
"Terimakasih sudah mau menerima cintaku!" ucap Abang Yasir.
Ada purnama nan elok berkilauan di langit biru hatiku, yang berkilauan akan cintamu . Kasih sayang yang syahdu, utuh dan bulat antara kita. Hatiku berpuisi.
*
*
*
Waktu sudah menunjukkan pukul 01:00 WIB, tapi mataku tak kunjung terpejam, sudah dua jam aku membaringkan tubuh ini di ranjangku. Masih bisa ku rasakan hangatnya kecupan yang didaratkan Abang Yasir di keningku, saat dia mengantar ku pulang ke rumah. Dia mencium keningku di dalam mobil saat hendak turun.
Dia mengantar ku sampai ke depan pintu dan berpamitan kepada mama yang membukakan pintu rumah, sembari dia memberi satu kotak Martabak. Ya, tadi pas mau pergi dari hotel, tukang parkir mengatakan bahwa pesanan Abang Yasir sudah diletakkan di dalam mobil. Ternyata pesanan itu adalah Martabak. Pukul 22:05 WIB kami sampai di rumah.
"Permisi pamit pulang Bu," kata nya pada mama dengan sikap yang sangat sopan. Sungguh dia pria yang sangat sempurna di mataku.
"Hati-hati di jalan nak!" jawab mama.
Mata tak kunjung bisa dipejamkan. Akhirnya aku berniat untuk sholat malam yaitu sholat sunnah hajat.
"Ya Allah... Ampuni hamba mu yang lemah ini. Ya Allah... Jika Abang Yasir adalah jodohku, maka dekatkanlah. Tetapi jikalau dia bukan jodohku, ikhlaskan lah aku menerimanya, dan berilah gantinya yang lebih baik. Aamiin ....!
Mungkin aku harus bisa melupakan teman kecilku yang ku kenal di pantai yang bernama Andre Demawan 17 Tahun yang lalu.
Aku sering berdoa agar kami bisa bertemu lagi, tapi sejak pertemuan terakhir di sore itu, dia tidak pernah berkunjung lagi ke pantai yang ada di kota kami ini.
Dulu kami pernah berjanji akan selalu bersama, kata dia jikalau pun aku pergi aku akan kembali lagi katanya.
Mungkin sudah saatnya janji itu ku lupakan aku tidak mungkin mengharap kan dia lagi untuk hadir di hidupku.
Dia sudah jelas melupakanku. Aku memang yang terlalu naif. Mana mungkin ada orang kaya, mau sama gadis miskin. Seiring berjalannya waktu, tentu pria kecil tampanku itu sudah berubah. Di hatinya pun mungkin sudah tidak ada namaku lagi.
Kalung liontin pemberian dia tidak pernah lepas dari leherku sampai saat ini. pada saat dia memakaikan kalung itu dia bermohon agar aku harus selalu memakai kalung pemberiannya dan aku menyanggupinya.
Eehhmmmm.... Kamu dimana Andre? Apakah kamu pernah mengingatku ?
Maaf mulai saat ini aku akan berusaha melupakanmu karena aku sudah membuka hatiku pada pria lain. Aku tidak mungkin menunggu yang tidak pasti. gumam ku dalam hati.
*
*
*
Dari dulu memang aku takut untuk pacaran, ditambah aku yang pemalu pada lawan jenis. alasan aku takut untuk pacaran dari dulu, karena orang tua selalu mengingatkan kami agar lebih menjaga jarak dengan lawan jenis kalau masih berstatus pelajar.
Mama selalu mengingatkan hal itu dan selalu memberi contoh efek buruk dari pacaran.
karena dilingkungan sekitar banyaknya kasus hamil diluar nikah.
Kita sebagai manusia yang diberi fitrah hawa nafsu tentulah kita harus bisa menjaga mata dan hati kita bukan? tapi, nyatanya secara tidak langsung aku sudah terbilang pacaran dengan Abang Yasir. Diriku memang sangat munafik.
Bersambung.
Mohon beri like, coment, serta jadikan novel ini sebagai favorit ya kak.
Terimakasih
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 359 Episodes
Comments
Nani Mulyani
Rili jadi deg-degan... takut kebablasan 🤭
2021-08-22
0
Tjitjik Juni Supriyati
gpp kali cmn pegang2 tangan. juga peluk2 khan pernyataan ksh sayang. asal tetap.jaga iman dan tetap ada batasan biar g kebablasan.
2021-04-18
1
Sunarti
udah jadian ma bg Yasir taunya Andre muncul bingung jadinya😂😂
2021-04-15
2