Kini Rili dan Bella sudah berdiri di sebuah tempat yang sedang sepi yaitu area kolam renang untuk dewasa. " Bella, mau bicara apa? Kenapa mesti bicara disini?" Rili bertanya kepada Bella tanpa ada perasaan curiga sedikitpun. "Enak ya jadi kekasih Abang Yasir?" Bella malah bertanya tanpa menjawab pertanyaan si Rili dengan senyum yang sangat sinis.
Bella adalah teman dia satu kerja. Mereka sudah enam tahun berteman sejak mereka sama-sama lulus jadi PNS dan di tempatkan di kantor mereka kerja sekarang. Mereka sebelumnya sangat akrab, tapi setelah Rili menjalani hubungan dengan Yasir, hubungan pertemanan itupun jadi renggang karena Bella merasa dikhianati oleh si Rili.
"Ya, seperti yang kamu lihat." Rili menjawab pertanyaan Bella dengan sedikit berani dan percaya diri biasanya Rili selalu bersikap lemah dihadapan Bella, karena Rili pernah merasa bersalah pada Bella yang telah menerima Yasir menjadi kekasihnya.
Tapi kali ini Rili tidak mau lagi ditindas atau di remehkan oleh Bella. Toh Rili tidak bersalah, Yasir kan bukan kekasih Bella yang Rili rebut. Jadi Rili tidak mau merasa bersalah lagi.
" Ooohhh... Udah berani kamu ya sekarang samaku Rili? Mentang-mentang punya kekasih kaya dan tampan itu!" Bella, menjawab perkataan Rili dengan sangat emosi, Bella merasa Rili sudah berubah, Rili sudah berani melawannya.
"Iya, jangan harap kamu bisa sesuka hatimu lagi kepada saya!" Jawab Rili dan hendak melangkah kakinya segera pergi dari tempat itu. Rili merasa buang waktu saja berdebat dengan wanita sombong dan selalu merasa benar itu yang tak lain adalah Bella.
Bella menghentikan gerak langkah Rili dan mendorong kuat bahu Rili, sehingga Rili hendak jatuh. Bella terus melangkah sehingga Rili memundurkan langkahnya. Rili tidak menyadari kalau posisi dia saat ini sudah ditepi kolam renang dan posisi sangat berbahaya.
" Ini Mauku...!" Bella mendorong dengan kuat tubuh Rili. " Aku ingin kamu mati perempuan j*lang....!" Bella berteriak dan meluapkan emosinya. Rili terjebur ke kolam renang yang kedalamannya tiga meter tersebut.
Bella meninggalkan tempat tersebut, tanpa menghiraukan teriakan Rili yang minta tolong. Dia sengaja melakukan itu karena dia tahu bahwa Rili tidak bisa berenang.
Rili berusaha mencari posisi vertikal dengan kepala mendongak, tangannya bergerak ke atas atau secara acak untuk mencapai kepermukaan air untuk dapat menghirup oksigen untuk bernafas. Dikeadaan seperti ini dia masih bisa berteriak minta tolong, tapi sepertinya itu hanya dipikirannya saja. Suaranya tidak keluar dan dia sudah makin susah bernafas karena air sudah banyak masuk melalui mulut yang menyebabkan epiglotis ( katup napas ) tertutup sebagai bentuk proteksi.
Sementara di tempat lain Yasir nampak sibuk mencari keberadaan Rili, karena terakhir dia meninggalkan wanita yang dicintainya tersebut masih duduk di pendopo tempat mereka mau makan siang. "Baru ditinggal sebentar, udah menghilang saja." Yasir berbicara sendiri sembari melihat jam tangannya sudah menunjukkan pukul 15.10 Wib.
20 menit lagi kapal yang akan menjemput mereka akan datang. Yasir beranjak pergi ke kerumunan temannya yang sedang berkumpul di loby hotel. "Apa kalian melihat Rili?" Tanya Yasir kepada semua temannya. "Tidak!" Mereka menjawab bersamaan.
"Seharian kan Rili bersamamu Yasir?" Tanya salah satu teman mereka dengan bingung. "Iya, tapi sekarang dia tidak nampak bahkan makanan yang dipesan tidak dimakannya, aku hanya meninggalkannya 10 menit." Ucap Yasir.
"Ok baiklah aku akan mencarinya lagi, kalau kapalnya sudah datang kalian pulang duluan saja. Aku dan Rili naik Speedboat aja menyusul kalian." Ucap Yasir seraya pergi meninggalkan teman-temannya dan bermaksud mendatangi restoran tempat dia memesan makanan.
Waiters restoran yang melihat kedatangan Yasir langsung menghampiri nya.
"Ada apa tuan? Apa makanannya masih kurang?" Tanya waiters restoran dengan hormatnya.
" Tidak, mau bertanya saja. Kamukan tadi yang antar pesanan saya?"
" Iya tuan."
" Kemana tadi kamu melihat kekasih saya perginya? Soalnya dia tidak ada di sana dan makanannya belum dimakan." Ucap Yasir sembari menunggu penuh harap jawaban dari waiter restoran.
" Tadi saat saya antar pesanan tuan, ada seorang wanita dengan ciri rambut sebahu mengajak nona, maksudku kekasih tuan ke arah kolam renang." Jawab Waiter tersebut dengan hormatnya.
"Baiklah, Terimakasih!" Yasir melangkah ke arah kolam renang dengan pikiran panik nampak sekali dari langkahnya yang sangat panjang dan tergesa - gesa.
Saat mau sampai di kolam renang, Yasir melihat Bella berlari menuju loby. "Bella..!" Teriak Yasir. Tapi Bella tidak menghiraukannya dan makin mempercepat langkahnya berlari.
" Ooiihhh shiit....!" Yasir langsung berpikir pasti Bella sudah mencelakai Rili.
" Rili.... Rili.... Rili sayang...Kamu dimana?" Yasir berteriak-teriak memanggil nama kekasihnya tersebut. Yasir menduga-duga apakah Bella mengunci Rili di kamar mandi.
Mata Yasir tertuju ke kolam renang, dimana airnya menampakkan gelombang-gelombang kecil, seperti baru saja seseorang berada di air tersebut.
Yasir seperti melihat sesuatu di dalam air yang hendak tenggelam, dengan cepat Yasir menyeburkan dirinya ke kolam tersebut karena dia memang telah melihat Rili yang tenggelam.
Di gapainya tubuh wanita yang sangat dia cintai tersebut dan mengangkatnya kelantai pinggir kolam. Yasir sangat panik dan merasa sangat sedih melihat keadaan wanitanya itu. Rili sudah dalam keadaan tidak sadarkan diri, bibirnya dan kukunya sudah membiru.
Yasir meriksa keadaan Rili dengan mendekatkan telinganya ke mulut dan hidung Rili untuk memastikan apakah Rili masih bernafas. Yasir tidak merasakan hembusan nafas Rili. Yasir semakin kalut. Dia berteriak meminta pertolongan.
Kemudian Yasir memeriksa denyut nadi Rili dengan tangan gemetar lagi-lagi dia tidak merasakan denyut nadi wanita yang sangat dicintainya itu.
Yasir tidak habis akal, dia yang memang pintar dan sering melakukan snorkeling, jadi dia tahu betul tindakan apa yang dilakukan pada orang yang tenggelam dan tidak sadarkan diri.
Yasir kemudian melakukan CPR ( cardiopulmonary resuscitation ) atau resusitasi jantung paru, dengan menekan bagian tengah dada yang sejajar dengan puti*g dengan telapak tangan. Yasir melakukannya dengan dua telapak tangannya yang saling tumpang tindih, kemudian menekan dada Rili sedalam kurang lebih 5 centimeter dengan sangat hati-hati.
Rili belum juga nampak bernafas, Yasir kemudian membuka jalan pernapasan Rili dengan mendongakkan kepala dan mengangkat dagu kemudian memencet hidung serta meniupkan udara ke arah mulut Rili dua kali dalam satu detik.
Usaha Yasir sukses, Rili terbatuk-batuk, mengeluarkan air dari mulutnya yang tertelan.dan mulai membuka mata. Rili sudah sadarkan diri. Yasir mendekap tubuh lemah Rili dan menciumi pucuk kepala Rili dengan bertubi-tubi. Dia sangat takut kehilangan wanita yang sudah sangat lama dicarinya ini dan dia tidak ingin kehilangannya lagi.
Para pekerja hotel sudah banyak berdatangan ke lokasi kejadian. Yasir memerintahkan pegawai hotel tersebut untuk menelpon dokter. Walau pulau ini kecil dan hanya sedikit penduduknya, tapi disini ada klinik.
Yasir membopong tubuh Rili yang lemah. "Tuan, ini HP anda kan? saya menemukannya tergeletak di sana." Ucap seorang pegawai hotel. "Iya, Terimakasih. Tolong bawa HP ku ke kamar sekarang, tanganku basah." Ucap Yasir dengan nada dingin.
Yasir membaringkan Rili di springbed. Kemudian berteriak memanggil pelayan hotel. " Ada apa tuan? Tanya seorang pelayan room service pria. " Mana Dokternya, kenapa lama sekali?" Ucapnya dengan kepanikan karena dia melihat wanitanya makin lemah saja, matanya tertutup. "Dokter sudah dijemput tuan, sebentar lagi pasti sampai." Jawab pelayan hotel dengan gugupnya karena takut melihat kemarahan Yasir.
Yasir terus saja menggesek-gesekkan telapak tangannya ke telapak tangan Rili, dia ingin memberi kehangatan pada tangan Rili yang sempat membiru.
"Cepat panggilkan pelayan room service wanita sekarang dan bawakan baju ganti untuk kekasihku!" Yasir memerintah dengan penuh kecemasan. " Baik tuan." Pelayan itupun dengan cepat ngacir dari kamar tersebut.
Pelayan pria dan wanita itupun datang bersamaan. "Tolong ganti bajunya!" Ucap Yasir kepada pelayan wanita. "kamu sekarang keluarlah!" Perintah Yasir kepada pelayan pria tersebut. Yasir pun pergi ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri dan mengganti pakaiannya.
Bersambung
Mohon beri like dan coment, vote serta jadikan novel ini sebagai favorit.
Terimakasih
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 359 Episodes
Comments
Ern_sasori
temen apa itu😤😤😤😤
2022-10-02
0
Ai Solihah
tuh kan dasar s bella
2021-06-26
0
Haira
rili wanita yg dia cari... ahh apasti dia.. ..rian. siapa kh dia andre... atau yasir.. apakh orang yang sama
2021-05-17
1