"Baiklah Bang Yas..
Aku…..aku...!"
Belum sempat keluar kata selanjutnya dari mulutku. Aku merasakan tangan ku di genggam, ya abang yasir membalikkan tubuhnya sehingga kami saling berhadapan sekarang, lalu menggenggam tanganku.
Perlakuan bang yasir tersebut membuat detak jantungku berdetak keras, rasanya mau copot. Tentu saja tubuhku bereaksi seperti itu, baru kali ini aku bisa sedekat ini dengan pria. Ini kejadian yang luar biasa bagiku.
Kemudian aku menarik napas dalam-dalam untuk menenangkan diriku, lalu menatap mata abang yasir. Aku ingin melihat ekspresi dia benerkah dia sungguh-sungguh menyukaiku? aku menemukan kesungguhan di matanya yang berwarna hitam pekat.
"Ku beri kamu waktu berfikir selama satu hari," kemudian bang yasir melepas genggamannya.
Keheningan terjadi diantara kami berdua, tiba-tiba terdengar suara keroncong dari dalam perutku.
"kamu lapar?" Abang Yasir bertanya sembari memutar tubuhnya menghadapku.
Aku menganggukkan kepalaku. Tanda bahwa aku memang lapar.
"Udah pukul 13.00 wib ternyata, pantesan kamu lapar." katanya sambil tersenyum padaku.
"Kita makan disini atau ke tempat lain?" Bang Yasir menunggu jawabanku.
"Disini saja bang!" aku menjawabnya dengan malu-malu karena memang sekarang ini aku sangat grogi.
"Ok.! Abang pesan ikan bakar aja ya? kalau kamu mau sholat dzuhur duluan saja, abang pesan makanan kita dulu." Abang Yasir melangkah ke rumah makan yang menyediakan banyak menu seafood.
Kaki ku beranjak ke musholla yang ada disekitar pantai, aku tidak membawa mukena karena memang tadinya aku mau ke warnet, rencanaku sebelum dzuhur akan pulang ke rumah. Karena banyak sekali pakaian yang mau disetrika. Moga ada mukena di mushollah, guman ku dalam hati.
Sepertinya Abang Yasir sholeh juga ya? Buktinya di menyuruhku sholat, bener-bener suami idaman. Tidak perlu menunggu jawaban dariku besok bang, sekarang aja adek di bawa ke kantor KUA adek ridhooooo bang….! Teriakku dalam hati, sambil berjalan terseyum penuh kebahagiaan.
Setelah selesai ritual sholat dzuhur, aku memoles wajahku dengan bedak padat, sembari mengoleskan lipstik warna peach di bibirku. Ya, di tasku selalu ada alat-alat make up.
Aku keluar dari mushollah, berketepatan Bang Yasir juga sudah selesai melaksanakan rukun islam ke dua tersebut. Kami berjalan beriringan sesekali aku melirik wajah Bang Yasir. Aku terciduk olehnya, karena curi –curi pandang.
"Sudah puas mencuri-curi pandang wajahku yang tampan ini?" tanyanya sambil tersenyum menggoda. Aku langsung memalingkan wajahku yang merah seperti udang rebus yang tak dikuliti itu. Sepertinya bang Yasir ini pria yang romantis pikirku.
Kami berdua sudah sampai di tempat duduk kami semula, pelayan rumah makan langsung menyajikan makanan yang dipesan Bang Yasir di atas meja yang berbentuk bulat yang terbuat dari beton yang berada di depan tempat duduk kami.
Ada ikan kakap bakar beserta sambal mata nya, cumi asam manis, kepiting lada hitam, 2 porsi nasi putih, satu porsi lalapan, juice terong belanda dan juice nenas mix pepaya. Di tambah ada air putih dalam teko. Juice nenas mix pepaya adalah juice kesukaanku.
"Kenapa Abang Yasir memesannya? apa dia mengetahui minuman favoritku? Lagian ini koq banyak banget makanannya, tadikan dia hanya bilang mau pesan ikan bakar, pikirku.
"Ayo makan, kamu kenapa bengong?" ucap bang Yasir sembari memberikan sepiring nasi kepadaku. Gimana gak bengong, kejadian ini bener- bener seperti mimpi buatku, gumamku dalam hati .
"Mau Abang suapi ?" katanya sambil mencuil ikan kakap bakar..
"Gak usah bang.!" Aku refleks menutup mulutku dengan tanganku.
"Kenapa kamu menutup mulutmu?" tanya Bang Yasir dengan wajah penuh selidik.
"Hahahahahha…." Bang Yasir tertawa melihatku, dia sepertinya bahagia sekali.
"Aku itu mau masukkan ikan ini ke mulutku!" katanya sembari menaikkan sebelah alis matanya.
"Bukannya mau menyuapku?" aku bertanya dengan wajah yang cemberut.
"Nanti saja kita suap-suapannya kalo sudah halal, bila perlu kita makan sepiring berdua dengan gelas yang sama katanya! " aku jadi malu mendengar ucapan Bang Yasir itu. Untuk menutupi rasa malu dan grogiku, aku menyedot minumanku kemudian menarik napas dalam–dalam.
Suasana hatiku sedang kacau sekarang ini, aku terkejut dengan kejadian hari ini. Bang Yasir yang bersikap seperti ini bener-bener membuat pikiran ku tidak konsen.
Ingin rasanya acara makan siang ini cepat selesai lalu pulang ke rumah. Bukannya aku tak senang dengan ini semua, hanya saja aku merasa seperti mimpi.
Sungguh selera makan ku sudah tak ada lagi.
Mataku melotot, aku melihat sosok yang
****
Yang ku harapkan adalah dukungan para readers untuk men coment, like, subceribe dong
Happy reading
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 359 Episodes
Comments
Mma Astri
lanjut tor
2022-02-17
0
Sunarti
hhhhh kirain liat cowok yg itu eeeh like like like💖💖💖
2021-04-15
3
Ellie Sollihat
suka ceritanya
2021-03-24
2