"Haaahhh…. Yasir…….!"
Ya namanya Yasir Kurnia.
Orangnya tampan dengan hidung mancung, bibir tipis sexy gitu, kulit dia putih bersih di tambah badannya yang atletis.
Aduuuhhh… siapa sih yang gak suka cowok seperti itu.
Koq jumpa dia sih di sini? Aku mendadak panik dan malu, secara yasir adalah cowok yang aku sukai di tempat aku bekerja.
Gimana tidak suka selain dia baik padaku, eehhh, salah. Sebenarnya dia baik pada semua orang makanya banyak cewek-cewek cantik yang ngejar-ngejar dia ditempat kami bekerja. Tak terkecuali aku, Aku malahan tak berani untuk ngejar dia karena aku tahu diri, aku kan gak cantik- cantik banget biasa aja hanya kelebihanku mempunyai kulit putih, bersih dan mulus. Heheehe.. puji diri sedikit gak papa kan?
Eeehh… eeh… Si Yasir ngapain ya nyamperin aku? Pikirku dalam hati, dia semakin mempercepat langkahnya dan meninggalkan mobil tempat dia parkir.
"Eehh Abang Yasir..? Abang mau ke warnet juga ya? Ngapain bang, bukannya di rumah abang lengkap komputer dan printnya?"
aku bertanya padanya secara malu-malu dan beruntun.
"Iya, Abang mau print laporan kinerja mingguan karena printku tiba-tiba macet." kata Abang Yasir sembari berdiri disebelah kiriku.
"Ohhh…..!" jawabku sambil melirik Abang Yasir.
"Kamu sendiri ngapain ke wanet Ril?" tanya Abang Yasir.
"A..aku.. aku mau print laporan juga Bang Yas." jawabku dengan rasa malu dan gugup.
"Ya udah yookk masuk!"
Tiba-tiba dia menarik tanganku agar cepat masuk ke dalam warnet. karena tadi aku bengong pas dia nanyain aku ngapain ke warnet ini.
Aku terpaksa akan print ulang laporan kinerjaku, secara semalam aku sudah print laporan kinerja. Gak mungkin juga kan aku bilangnya mau chatingan terus cari kenalan cowok melalui dunia maya, kan malu diriku.
"Kak Rili, mau pakai komputer yang mana?" Tiba-tiba penjaga warnet langganaku bertanya padaku.."Ini ada paket baru kak, Paket 4 jam hanya bayar 5 ribu mau yang itu kak?"
"Eehhmmmm...aku... aku.!"
Gimana ini, Abang Yasir mulai heran melihatku dengan menaikkan sebelah alis matanya. Aku mengalihkan pandanganku kepada penjaga warnet, memberi kode padanya bahwa mulut penjaga warnet itu jangan ngoceh lagi. Aku malu pada Abang Yasir kalau dia sempat tahu aku sering chatingan di warnet.
"Kamu salah dek, kami kesini hanya mau print tugas." kata Abang Yasir sembari melihatku.
"Oohh… Abang kenal kak Rili?" ucap penjaga warnet. "kirain tadi kalian gak saling kenal, soalnya kak Rili sering kesini bang buat cha… ….ti….ng…an."
Tiba-tiba aku menggebrak meja penjaga warnet karena reflek, maksudku agar kata chating yang akan keluar dari mulutnya tidak jadi keluar, tapi apa mau dikata Abang Yasir sudah kepalang mendengarnya, tapi ku perhatikan ekspresi wajah Abang Yasir biasa saja, seolah dia tidak mendengar perkataan penjaga warnet.
"Ini flasdisk nya," kata Abang Yasir kepada penjaga warnet. "Print judul file laporan kinerja." kata Bang Yasir, sembari dia mendaratkan bokong nya di bangku plastik yang ada di samping penjaga warnet.
"Ok bang!"jawab penjaga warnet dengan memasukkan flasdisk ke colokan di komputer nya.
"Rili, mana flasdisk mu kenapa belum kamu kasih sama penjaga warnet?" Bang Yasir melihatku sembari menepuk nepuk bangku plastik warna merah yang ada disampingnya. Bang Yasir memberi kode agar aku duduk juga disampingnya.
"Oohh.. iya Bang." Aku merogoh isi tas selempangku yang berwarna coklat, kemudian memberikan kepada penjaga warnet.
Aduuhhh… apes dachh. Rugii…rugi… aku merutuki diriku, sial banget kenapa mesti jumpa sama Abang Yasir disini. Mana laporan kerjaku dua kali print jadinya. apess..! aku bicara dalam hati sambil menggoyang goyangkan kakiku, untuk mengurangi rasa gugup karena bisa dekat dengan Bang Yasir.
"Ooh ya..? habis dari sini kamu mau kemana Rili?" Abang Yasir bertanya padaku dengan wajah memelas seolah-olah pertanyaan dia adalah akan mengajakku ke suatu tempat
" Oohh.. gak ada bang. Langsung pulang ke rumah." Jawabku dengan nada yang kurang semangat, karena hari ini aku gagal chatingan.
"Kalau kamu tidak keberatan, Kamu mau kan temenin aku ke pantai sebentar, aku suntuk banget nih pingin cari udara seger." kata bang Yasir.
"Haaahh….. !" Aku gak salah dengar dia mengajakku jalan-jalan? Jalan berdua? Bukannya itu namanya ngedate ya? Aku tak percaya ini. aku berbicara dalam hati.
"Gimana? Mau gak?" Tanya Bang Yasir dengan nada sedikit memaksa.
"Ehhmm… gimana ya Bang?"
Sok-sok jual mahal dikit diriku, aku takut nanti dia bisa nebak isi hatiku kalo aku langsung kegirangan jawab iya. Secara dia cowok yang ku suka dalam diam. Tawarin untuk jalan berdua. Aduuhhhh…. Ini namanya bukan sial tapi beruntung gak jadi chating setidaknya bisa jalan sama cowok ganteng. Hadeuhh mukaku memerah dan senyum-senyum sendiri membayangkan bisa bersama dengannya hari ini, tanpa ku sadari ada seseorang yang memperhatikan ekspresi wajahku yang aneh itu, yang tak lain adalah Abang Yasir sendiri.
Abang Yasir menepuk bahuku dengan lembut untuk menyadarkan diriku yang lagi bengong dan mengkhayal itu. "I..iiiya..iya aku mau bang.. yukkkk bang." Tiba-tiba aku menarik tangan bang yasir. Orang yang ku tarik tidak bergerak dari posisinya, akupun menoleh kebelakang. Aduhh.. dengan refleks aku melepaskan tangan Abang Yasir.
Aku merutuki kebodohanku kenapa tadi aku jadi agresif sampai menarik tangan Abang Yasir. Aku kan biasanya pemalu dan pendiam. Ku lihat ekspresi wajah Bang Yasir yang senyum padaku, sembari berkata
"Neng…. Yang manis kenapa buru-buru tugas yang di print belum clear" katanya.
"oohh..iya bang." ucapku sambil memalingkan wajahku karena malu.
Lima menit kemudian tugas kami sudah selesai, kami keluar dari warnet langgananku dan tugasku yang bayar biaya printnya adalah Abang Yasir. Aku berterima kasih padanya.
Sampai di parkiran aku menghampiri motorku, dia yang tepat disebelah ku bertanya.
"Kamu maukan naik mobil bareng abang?"
"Terus motorku gimana bang" jawabku.
"Titip disini saja, tadikan kamu bilang ini warnet langgananmu. Bilang aja sama penjaga warnet nya titip disini bentar." Ucap Abang Yasir.
"Oohh iya bentar bang." akupun masuk lagi ke dalam warnet sembari mengatakan maksudku untuk menitip motorku.
Kita sudah berada di di dalam mobil Abang Yasir. Hatiku jadi tak karuan, darahku berdesir tak menentu, telapak tanganku mengeluarkan keringat. Aku ******* ***** celana pants yang ku kenakan. Aku nervous karena bisa sedekat ini dengannya.
Tiba-tiba Abang Yasir mencondongkan tubuhnya ke arah ku, aku terkesiap.
"Ada apa bang?" tanyaku dengan nada Ter bata bata, mata kami bertemu. Lalu dia mengambil seat belt dan memasangkannya ke tubuhku.
"Sudah, mari kita berangkat." katanya.
Sembari mengulas senyum yang manis sekali menurutku.
Aduuhh……. Aku mimpi apa semalam? kenapa hari ini ada kejadian yang akan menjadi sejarah buatku?
"Ri…Rili…. Sebenarnya ada yang mau ku sampaikan padamu?"
Tinggalkan jejak like, coment dan vote nya ya sayang2ku. jangan lupa klik love merah sebelah kanan sebagai tanda favorit.
Terima kasih.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 359 Episodes
Comments
Titik Habib
kol aku jg dag dig dug
2021-05-27
1
Tjitjik Juni Supriyati
semakin menarik nich utk di ikuti ceritanya. 😘
2021-04-18
3
Sunarti
aah mungkin punya erasaannyg sama aah semoga aja
2021-04-15
1