Tak terasa hari sudah begitu malam,dan zia masih berada di dalam kolam,tubuhnya sudah begitu menggigil akibat terlalu lama di dalam air.
Bahkan wajahnya sudah pucat pasih,bibir yang mulai membiru,tidak ada yang perduli dengan dirinya,dan ia pun juga merasa sangat begitu kedinginan.
Sedangkan mereka yang berada di dalam rumah,hanya menatap zia lewat jendela dan melihat keadaan zia yang jauh dari kata baik-baik saja.Mereka melihat tubuh itu mengigil hebat,bahkan wajah sudah begitu pucat,tak berselang lama hujan pun turun,zia mengeratkan pelukan nya.
Mereka melihat itu,bahkan tak ada kata ingin minta di keluarin dari sana,mereka menantikan hal itu,tapi zia hanya terdiam saja.
Papa zia yang melihat itu,segera keluar dengan membawa payung,dan berjalan menuju zia,zia yang tersadar langsung menatap sang papa.
"Hukuman mu sudah selesai,saya bantu":Zia melihat tangan sang papa terulur ke arahnya,zia hanya melihat itu sekilas,dengan perlahan ia pun berjalan ke tepi kolam,dan mulai meniki tangga kolam,walau dengan tubuh yang mulai tak seimbang.
"Makasih,hukumannya papa":Ucap zia dengan suara bergetar,membuat hati kecil papa zia sedikit terenyah,ingat sedikit.
Zia pun berjalan perlahan walau kakinya sudah mulai lemas,tapi ia berusaha untuk berjalan,ia hanya butuh istirahat,tidak ingin terlihat lemah,walau pun ia tau pasti mereka menganggap zia lemah.
Setiba di kamar,zia langsung segera masuk ke kamar mandi,ia butuh berganti,dan sebenarnya kepalanya mulai pusing,apalagi ia tak menerima asupan sedari siang tadi,dan membuat tubuhnya terasa begitu lemas tak bertenaga.
Zia keluar dari kamar mandi dan langsung berjalan menuju ranjang,tubuhnya mulai tak enak,ia butuh tidur sekarang.Zia merebahkan tubuhnya dan menatap langit-langit kamar sendu.
Apa tak se berharga itu hidupnya,sampai sang papa begitu tega terhadap dirinya.Lambat laun mata itu perlahan tertutup,dan zia pun mulai tertidur.
Cklek
Mama zia memasuki kamar putrinya,sembari membawa napan berisi makanan,ia kini melihat zia terbaring terbentang,ia mendekat dan dapat ia jelas wajah zia yang sudah pucat bahkan bibir zia terlihat masih membiru.
Mama zia menaruh napan di atas meja dekat lampu tidur.
"He,bangun kamu":Ucap mama zia yang dengan menepuk lengan zia,dan dapat ia rasa lengan itu terasa dingin.
"Saya bilang bangun,jangan membuat saya kesusahan":Bahkan di saat seperti ini pun mama zia masih begitu tak merasa bersalah,dan tak ada rasa simpati sedikitpun terhadap putrinya.
Tapi zia tak bangun bahkan ia tak mendengar panggilan sang mama,dan tak merasa pukulan di lengannya,bahkan zia terlihat seperti mayat tak bergerak.
Seketika wajah mama zia langsung panik,saat melihat zia tak merespon dirinya,ia pun berlari keluar kamar,dan bergegas memberitahukan sang suami dan kedua putranya.
...
"Anak bapak terkena demam tinggi,asam lambungnya naik,bahkan ia juga dehidrasi,saya sudah memberikan vitamin agar tubuhnya merasa tidak lemas,dan saya juga melihat jika putri tuan memiliki stres yang berlebihan,dan itu bisa menganggu kesehatannya":Jelas Dokter Dika.
Mereka mendengar itu terdiam dan tak mengeluarkan satu kata pun,mulut mereka terasa begitu keluh.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 60 Episodes
Comments
Frando Wijaya
heh 😏....dh mati Bru panik? lucu bgt
2024-10-23
0
Frando Wijaya
idiot....msh panggil papa....gw gk ngerti..... keluarga lo udh kek gini tpi msh panggil papa?! skrg lo udh gk waras....lwn pun gk ada sikitpun...
2024-10-23
0