Sejak kejadian itu kehidupan zia berubah,ia selalu mendapatkan siksaan dari papa nya,di kucilkan dari keluarganya,tidak di perdulikan,bahkan kehadirannya dianggap angin saja,dan bahkan mereka tak mau zia membuka identitasnya dengan siapapun,jika itu terjadi makan ia akan di hukum lebih berat lagi.
"Kapan zia bisa bahagia Tuhan,zia sangat ingin kebahagiaan itu datang untuk zia,sebelum zia pergi":Ucap zia lirih,masih di balkon kamar.
Tanpa ia sadari ada sepasang mata melihat dirinya,yang saat ini sedang menangis dan bergumam.
"Tak akan ada kebahagiaan untuk seorang pembunuh seperti mu,hanya ada penderitaan yang akan selalu kamu dapatkan":Gumam orang itu,lalu ia pun berlalu dari balkon dan masuk menuju kamarnya.
zia termenung begitu lama sampai saat ia merasa mulai kedinginan baru lah ia berjalan masuk ke dalam kamar,dengan tubuh yang ia rebahakan dengan tidur menyamping sebab lukanya masih basah dan belum di obati,ia tidak tau hukuman apa lagi yang akan papanya berikan untuknya.
ke esokan harinya
Zia terbangun dari tidurnya dengan tubuh yang benar-benar terasa begitu sakit dan remuk,ia mencoba bangun dari tidurnya,lalu berjalan menuju kamar mandi.
Zia hanya membasuh wajah dan menyikat gigi,sebab ia tak mungkin mandi dengan keadaan lukanya yang masih basah dan belum di obati,saat ia keluar ia melihat bi Ani berada di kamarnya sembari membawa kota pt3k.
"Non,sini lukanya biar bibi obatain":Ucap bi ani.
"Gak usah bi,bibi lanjut kerja aja,nanti papa dan mama marah sama bibi":Tolak zia halus.
"Tak apa non,ini juga tuan yang menyuruh bibi,jadi sini bibi obatin":Mau tak mau zia pun menurut,ia menaikkan seragamnya setengah,dan juga ia tak merasa begitu terharu karena papanya,menyuruh dirinya di obati,ia tau pasti papanya tak ingin ia membolos sekolah.
"Saya benar-benar kasihan dengan nona,bibi ngerasa tuan sudah terlalu kasar,maafin bibi yah non,bibi gak bisa bantu non zia":Ucap Bi ani lirih,yah bi ani selalu menjadi saksi dimana tuan nya itu menghukum nonanya,bi Ani ingin membantu,tapi lagi-lagi tuan mengancam bi ani jika membantu zia maka nyawa keluarga bi ani akan terancam,maka dari itu bi ani hanya bisa terdiam dari jauh apa yang terjadi dengan nonanya.
"Gapapa bi,zia juga gak mau bibi ikut masuk kedalam masalah ini,zia yakin suatu saat,mereka akan peduli dan sayang sama zia lagi,walau mungkin zia sudah di panggil yang maha kuasa bi":Ucap zia dengan lirih.
"Huss,gak boleh ngomong gitu non,saya yakin non akan bahagia kok,jadi non harus kuat dan bersabar,masih ada bibi yang akan menjadi tempat non zia bersandar":Ucap bi ani.
"Nah ini lukanya udah bibi obatin,Non bisa turunkan seragamnya":Zia pun menurut,walau saat di obati tadi ia merasa kesakitan karena lukanya begitu perih ketika bi ani mengoleskan salep di lukanya.
Setahun itu bibi pamit keluar dari kamarnya,karena masih banyak pekerjaan yang harus bibi lakukan.
Zia tak lama ikut menyusul dan turun kebawah ia melihat kedua orang tuanya dan abangnya ada di meja makan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 60 Episodes
Comments