Zia hanya melihat itu dengan kepala tertunduk,perlakuan bullying terhadap dirinya selalu menjadi makanan sehari-harinya,tak ada yang begitu perduli dengannya,bahkan mencoba menolongnya dari para Ratu bully di sekolah.
Selain Queen anak dari kepala sekolah,juga mereka anak yang berpengaruh dan memiliki banyak kekuasaan,orang sekecil dirinya tak akan bisa melawan,yang hanya bisa ia lakukan adalah berdiam diri dan menerima kenyataan serta takdir yang sudah di garis tangani untuknya.
"Lo pantes dapetin ini,karena anak gak jelas kaya lo ini memang hanya patut di sebut anak jalanan,dan sampah yang busuk":Ucap Queen dengan telunjuk yang mendorong kepala Zia.
"Bener banget,Lagian apa sih bagusnya nih anak,sampai bisa masuk kesekolah ini,ah gue tau?,pasti dia sebagai simpanan salah satu guru disini,makanya nih cupu bisa masuk dengan mudah":Hinaan demi hinaan dilayangkan untuknya.
"Udah,kita balik ke kelas,gue udah puas bully nih cupu":Setelah mengatakan itu Queen pun berlalu bersama kedua sahabatnya meninggalkan zia yang hanya terdiam sembari menatap makanannya yang sudah di penuhi air minum,dan sudah tak layak di makan.
"Tak apa zia,kamu pasti bisa melewati semuanya":Gumamanya dengan lirih,lalu ia berdiri dan berlalu dari sana dengan kepala tertunduk,ia tak berani menatap semua orang yang menadangnya rendah.
Sesampainya di rumah zia melihat rumahnya yang begitu sepi tak berpenghuni,dan pasti kedua orang tuanya sedang berada di kantor,dan kedua abangnya pasti sedang nongkrong di luar,zia mengehela nafas pelan,ia pun berjalan menaiki tangga menuju kamarnya,ia akan membersihkan rumah,seperti biasa ia yang akan menjadi pembantu di rumahnya sendiri.
Tak lupa zia juga menyiapkan makan malam untuk kedua orang tuanya dan kedua abangnya,ia tau mereka pasti akan lelah,maka dari itu ia akan membuat makan malam.
Selesai membuat makan malam,zia kembali ke kamar dan akan belajar,karena ujian kenaikan kelas akan segera tiba dan ia ingin mendapatkan nilai sempurna karena ia juga tak mau membuat papanya marah besar karena nilainya.
Cklek
Pintu kamar zia dibuka dan melihat mamanya lah yang membuka pintu kamar,dan membawa napan berisi makanan,yah karena terlalu berlalut dengan belajar,zia melewati makan malam.
"Makan,saya tidak ingin mengurus orang sakit":Perkataan mamanya membuat perasaan zia seketika begitu sakit,apa tak bisa mereka memperlakukannya dengan begitu baik,hanya sedikit saja,zia juga tak berharap begitu banyak.
"Iya mah":Ucap zia pelan,lalu memakan makannya,sang mama hanya melihat sekilas,lalu meninggalkannya begitu saja,zia memakan makannya dengan perasaan sesak,satu persatu air matanya jatuh begitu saja,sakit dan sesak sungguh itu yang ia rasakan.
Zia menatap Sebuah bingkai dan terlihat dua anak perempuan saling tertawa bahagia bersama.
"Zeya,kakak kangen sama kamu,sejak kematian kamu,mama,papa dan kedua abang kembar sudah tak menyayangi ku lagi,dan justru semakin hari semakin menyiksa kakak,andai saja waktu bisa diputar,lebih baik kakak yang mati,dari pada kamu dek":Isakan zia terdengar,jadi zia itu memiliki kembaran bernama Argezeya Olivia,mereka dulunya menjadi anak yang sangat di sayang oleh kedua orang tuanya bahakan kedua abangnya,tapi saat zeya tenggelam dikolam berenang yang awalnya ia ingin menolong,malah di salah artikan,bahwa dirinya adalah dalang terjadinya sang adik tenggelam dan meninggal dunia.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 60 Episodes
Comments
Frando Wijaya
heh 😏...hanya itu langsung jd org beda ya? heh 😏😈❄️
2024-10-23
0