Mata indah itu perlahan terbuka dan ia melihat tempat yang tidak asing menurutnya,ia menoleh dan kini mendapati Robert ketua kelasnya berada di sampingnya.
"Udah sadar":Ucap Robert singkat,elah lu gak lihat orangnya udah buka mata yah otomatis udah sadar dong,dasar lu tukang basa basi.
"Aku kenapa yah?":Tanya zia dengan perlahan bangun dan mendudukan dirinya.
"Lo pingsan,gue nemuin lo di gudang":Jelas Robert membuat zia menatap dirinya.
"Makasih udah nolongin zia,ini udah kedua kalinya kamu nolongin zia":Ucap zia tulus.
"Hmm,dan kenapa lo gak balas Mereka sih,yah udah bully lo":Ucap Robert dengan bersedekap dada.
"Aku gak bisa lawan,mereka terlalu kuat dan aku hanya orang lemah,walau aku melawan mereka,mereka akan balas perbuatan mereka lagi":Jelas zia sembari menundukan kepala.
"Tapi bagaimana pun juga,lo harus balas,semakin lo diam,mereka akan semakin se enaknya sama lo":Ucap Robert agak geram dengan sikap pasrah milih gadis di depannya ini.
"Gapapa kok,walau aku balas,bukan berarti mengurangi kebencian mereka kan":Balas zia,Robert memilih diam,dan tak lagi berdebat dengan zia.
"Yah sudah,gue balik kekelas,lo kalau masih mau disini silahkan":Ucap Robert dengan berdiri dari kursi.
"Aku kekelas saja":Balas zia dengan perlahan ia menurunkan dirinya dari branka uks.
Setelah itu mereka berdua keluar dari uks dengan zia yang seperti biasa menundukan kepalanya,dan membuat Robert yang berada di sebelahnya melirik zia,apa tidak sakit leher ini anak,setiap saat harus menunduk,apa setakut itu dengan banyak orang,Robert yakin pasti leher zia itu selalu pegel,akibat kebanyakan menunduk.
"Dari mana kalian,apa kalian tau ini sudah masuk":Ucap Pak bandi sembari berkaca pinggang.
"Dan kamu Argezia,dari mana kamu,bisa-bisa nya hanya membuat masalah saja":zia meremat jari-jarinya akibat tuduhan pak bandi,mendengar itu Robert mentap pak dandi tajam.
"Tutup mulut anda,saya dan zia habis dari uks,karena saya melihat zia pingsan,apa seorang guru pantas menghina muridnya seperti itu":Ucap Robert dingin membuat pak dandi menelan salivanya kasar,ia tau Robert siapa dan tak mudah untuk di singgung,bisa-bisa ia akan di pecat.
"Yah sudah,masuk kekelas dan ikuti pelajaran saya":Ucap pak dandi setelah itu zia dan Robert pun masuk kekelas,tak lupa zia berterima kasih karena sudah di bela,walau ia tak tau itu hanya rasa simpati saja.Tapi zia sudah bersyukur masih ada yang begitu perduli dengan dirinya,walaupun dengan perlakuan kecil sekali pun.
...
Zia pulang kerumah dia wajah yang lesuh,sungguh ia merasa hari ini begitu melelahkan,tak seperti hari biasanya,dan juga ia tak mungkin bisa lelah dengan mudah.
Tapi sudah lah untuk apa dipikiran,ia hanya ingin istirahat sebentar,lalu membuatkan makan malam.
malam hari
Zia saat ini berada di kamar,sedang belajar,ia tak ingin ketika ujian akan mendapatkan nilai yang tidak memuaskan,dan bisa saja ia akan mendapatkan hukuman berat dari papanya.
Bahkan zia juga melewatkan makan malamnya,karena tak akan ada yang perduli dengan dirinya,selain mengandalkan diri sendiri di dunia yang begitu kejam.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 60 Episodes
Comments
Frando Wijaya
heh 😏....krn latar blkng ya? he....HAHAHAHAHAHAHAHAHAHA!!! 😈😈😈😈😈😈.....jika hanya latar blkng aja...mka gk heran semua manusia hanya tkt latar blkng Dan kekuatan.....heh...HAHAHAHAHAHAHAHAHAHA 😈😈
2024-10-23
0
MashMellow🍭
sudah bab 15 masih cerita yang sama
2024-09-19
0