Zia saat ini sedang membuat sarapan pagi,ia menyempatkan didi untuk membuat sarapan dan mengerjakan pekerjaan lain,karena zia tau mama nya pasti akan marah jika ia hanya berada di kamar.
"Non,leb8h baik non mandi,nanti telat kesekolahnya":Ucap bi ani.
"Gapapa bi,masih ada setengah jam lagi,ini udah selesai kok,habis itu baru zia mandi":Balas zia,karena ia tidak mungkin memberikan pekerjaan ini ke bibi,bisa-bisa ia dan bibi akan di hukum,zia tak ingin hal itu terjadi.
"Cahh,udah selesai,kalau gitu tinggal siapin piring aja bi":Ucap zia,bi Ani menganggukna kepala,lalu mengeluarkan piring dan kemudian menyusunnya di atas meja.
"Bi,zia mandi dulu yah,tolong panggilkan yang lain bi":Pintah zia.
"Baik non zia":Balas bi Ani,setelah itu zia pun berlalu meninggalkan dapur menuju tangga.
...
zia turun kebawah dan melihat kedua orang tuanya dan kedua abangnya sedang sarapan tanpa menunggu dirinya,lagi-lagi zia hanya bisa mengabaikan harapannya itu,mana mungkin mereka mau mengajak dirinya,melihat wajahnya saja mereka selalu muak.
Zia berjalan ke arah dapur dan melihat bi Ani sedang sarapan dengan seadanya.
"Eh,non kenapa non disini,non gak makan?":Tanya bi ani.
"Zia sarapan sama bibi aja disini":Balas zia,setelah itu ia pun sarapan bersama bi ani,walau hanya ada nasi,sayur dan tempe,itu sudah ia syukuri.
Bi ani menatap sendu nona muda nya,kenapa ada orang tua yang begitu tega terhadapnya,bahkan tak ada yang begitu perduli terhadap dirinya.Jika saja dia memiliki segalanya ia akan membawa nona muda nya ini kabur,dari rumah yang sudah membuat luka yang begitu dalam terhadap nona mudanya.
Selesai sarapan zia pun langsung pamit berangkat,dan ia juga pamit ke orang tua dan kedua abangnya,walaupun tak mendapatkan respon apapun,dan mereka hanya melihat punggung rapuh zia yang sudah menghilang di balik pintu.
Zia menatap jalanan dari jendela angkot,ia berpikir dimana ia akan menemukan pekerjaan karena uang yang di beri papanya pun sudah mulai menipis.Dan ia harus menemui pekerjaan itu segera,karena ia sudah tak akan mendapatkan uang saku lagi dari papanya.Zia turun dari angkot saat angkot itu tiba di sekolahnya.
"wihh,si cupu sudah datang guys,udah beberapa hari ini gue gak main-main sama ni cupu,apa yang bakalan gue beri ke cupu miskin kaya lo yah":Ucap Queen,membuat zia meremas tali tasnya kuat.
"Duhh,kayanya si cupu takut deh Queen":Timpal sesil.
"Ckk,lama dah,gue dah gak sabar nih":Celetuk cika.
Tapi baru saja mereka ingi. menggangu zia,bel masuk berbunyi,dan zia mengucap syukur dalam hati,walau ia tau pasti ia akan di bully setelah ini dengan habis-habiasan.
Zia berlalu dan meninggalkan ketiga Bullying itu,yang kini menatap dirinya tak suka dan sinis.Entah lah zia tak tau apa yang sudah ia perbuat sampai-sampai semua orang begitu membenci dirinya,bahkan dia merasa tak pernah besinggungan dengan siapapun dan dengan orang yang tak dia kenal sekali pun.
Tapi kenapa semua orang begitu membencinya,selalu menatap dirinya tak suka.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 60 Episodes
Comments
Atih Nurazizah
diulang" terus ceritanya, ga ada penyelesaiannya
2024-08-09
1
Sabaku No Gaara
astagaaaaaaa...mewekk terus ini bayikk
2024-08-05
0