Zia baru saja tiba di rumah,dan ia sudah di sambut dengan papanya yang kini berada di ruang tamu dan menatap dirinya tajam.
"Saya tunggu di ruang kerja saya,dan jangan lama":Setelah mengatakan itu papa zia berlalu dan meninggalkan dirinya yang tengah gemetar ketakutan,tapi ia sudah pasrah karena itu memang kesalahan dirinya,yang sudah berani menjawab ucapan papanya.
Dan disini lah dirinya berada,zia menunduk tak berani menatap papanya,yang saat ini sudah menatap dirinya penuh amarah,papanya berjalan ke arah dirinya.Dan karena zia memang ketakutan tak bisa membuat tubuhnya berdiri dengan benar,saat papanya melayangkan tamparan untuknya.
"Dapat darimana keberanian tadi,saya paling tidak suka ada yang menjawab ucapan saya,dan anak tidak tau diri sepertimu ini,sudah berani sama saya":Ucap papa zia dan dengan tidak berperasaan,papanya menjambak rambutnya dengan kencang.Dan dia merasa kepalanya akan ikut terlepas bersaaman dengan rambutnya hang tertarik.
zia hanya bisa meringis kesakitan,dan mencoba melepaskan tangan papanya yang kini menjambak rambutnya.Tapi bukan melepaskan justru papanya malah menarik rambutnya kembali,dan menyeret zia ke kamar mandi dengan tidak berperasaan,anak sendiri di perlakuan seperti binatang,sungguh jika bisa memilih zia lebih baik tidak mempunyai orang tua dan hidup miskin,dari pada mempunyai keluarga lengkap tapi tak menganggap dirinya ada,dan tidak di perdulikan.
byur
byur
zia mendapatkan siraman air dari papanya membuat ia tak bisa apa-apa lagi,kepalanya begitu terasa pusing akibat papanya menjambak dirinya sangat kencang.
Tak sampai situ,kepala zia di benturkan ke dinding kamar mandi,dan dengan itu keningnya pun terluka dan mengeluarkan darah,seketika muka zia menjadi pucat,ia tak sanggup menahan tubuhnya,dan akhirnya ia pun jatuh pingsan.
Sedangkan papanya hanya menatap zia datar,dan ada rasa bersalah di hatinya,setelah melakukan hal tersebut ke putrinya sendiri,ia pun berlalu meninggalkan zia begitu saja.
...
Zia terbangun dan melihat dirinya masih berada,sembari memegang kepalanya yang terasa pusing,zia perlahan bangkit dari sana,dengan berpegang di dinding.
sesampainya di kamar zia langsung merebahkan tubuhnya,tanpa tau ia bisa saja sakit karena tidak mengganti bajunya.
Air mata zia keluar begitu deras,ia tak menyangka hal sepele sekalipun bisa membuat dirinya di hukum dengan sangat tidak ada rasa kemanusiaan.
Zia tak tau bagaimana lagi agar kedua orang tuanya bisa menyayangi dirinya,ia pun ingin mendapatkan kasih sayang dadi kedua abang kembarnya,tapi ia tak akan mendapatkan itu,sebelum menemukan bukti kejadian di masa lalu.
Zia tak akan bisa menyerah,ia tak ingin hidupnya semakin menderita,jika sudah menemukan bukti itu,zia akan langsung pergi dari rumah ini,karena ia tak akan sanggup untuk tinggal di rumah yang sudah menorehkan luka yang cukup dalam pada dirinya.
Zia menoleh ke meja di sampingnya,dan melihat foto dirinya bersama adiknya,yang tengah tertawa bahagia.
"zeya,kakak kangen kamu,apa yang harus kakak lakukan zeya,kakak capek seperti ini terus,kakak gak kuat zeya,mereka terlalu kejam untuk kakak":Ucap zia lirih dengan tangan yang mengusap bingkai foto itu.
"Tapi kakak akan berusaha,kamu tenang aja":Ucap zia lirih.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 60 Episodes
Comments
Elizabeth Zech
adui buang² di ulang² bila balas dendamnya
2024-08-18
0
Wangintowe Tundugi
tulisan ini sepertinya berlebihan
2024-08-13
0
Zafira
selalu mencari bukti...sampai bosan aku bacanya
2024-08-07
0