Zia pagi ini merasa tidak enak badan suhu tubuhnya pun mulai panas,ia terkena demam,awalnya semalam ia pikir hanya tidak enak badan biasa,tapi siapa sangka pagi ini ia langsung jatuh sakit,mungkin ini efek ia kebanyakan begadang,dan terlalu memforsir diri belajar.
Dan juga efek menangis yang membuat kepalanya terasa begitu pusing,untuk bangun pun ia tidak mampu.
Cklek.
"Bagus yah,enak-enak tiduran,kamu pikir saya pembantu dirumah ini,bangun saya tidak suka anak yang pemalas":Ucap mama zia saat memasuki kamarnya.
"Mah,zia lagi gak enak badan,zia mohon hari ini zia gak berangkat sekolah dulu":Pintah zia dengan suara serak dan lemas.
"Tidak ada izin-izin,bangun kamu,jangan nyusahin saya":Zia yang mendengar itu membuat hatinya semakin sakit,apakah memang se tidak suka itu mereka pada dirinya,sampai-sampai untuk sakit pun mereka tak menerima alasan itu,yang nyatanya dia memang tidak enak badan.
Mau tak mau zia pun mulai bangun dari tempat tidurnya,dengan tubuh yang benar-benar tak sehat,melihat itu mamanya menjadi geram akan zia yang jalannya lambat,dengan tak berperasaan ia menyeret tubuh lemas zia ke dalam kamar mandi,dan menyiram zia dengan air yang begitu dingin.
"Mahh,ampun mah,dingin":Teriak zia kaget karena mendapat siraman tiba-tiba dari sang mama.
"Jangan berteriak,saya paling tidak suka sama orang yang lambat,jangan banyak alasan":Zia hanya bisa menangis atas perlakuan mamanya,setelah selesai menghukum dirinya,mama zia pergi meninggalkan dirinya yang tengah menggigil kedinginan.
"Ada apa sih ma,kenapa lagi dengan anak sialan itu?":Tanya papa zia.
"Biasa,setiap pagi selalu saja banyak alasan,dia mau gak sekolah,dengan beralasan sakit":Aduh mama zia.
"kurang ajar,memang anak pembunuh sepertinya sangat membuat hidup kita sial,seharusnya saya tak membesarkan anak tak tau diri sepertinya":Ucapan menyakitkan yang keluar dari papa zia,membuat zia membeku terdiam di tangga,apa segitu bencinya mereka terhadap dirinya,atas perbuatan yang sama sekali tidak ia lakukan.
Zia menuruni tangga dengan wajah yang pucat,ia berjalan mendekat kearah meja makan dimana kedua orang tuanya dan kedua abangnya berada.
"Saya mendengar dari istri saya bahwa kamu mau membolos sekolah,anak sepertimu memang tidak tau terima kasih,seharusnya saya memasukan mu ke panti asuhan,dari pada menyusahkan hidup saya":Mata zia terlihat berkaca-kaca mendengar ucapan papanya,mengapa tidak ada satu orang pun yang perduli denganya,mama,papa,kedua abangnya,pacar dan teman masa kecilnya yang berhianat dengan dirinya satu persatu membuat goresan luka yang begitu dalam di hatinya.
"Maaf":Hanya itu yang mampu zia katakan,setelah itu ia berlalu dari sana,dari pada semakin sakit mendengar ucapan yang di lontarkan mereka untuknya.
Sepanjang perjalanan zia hanya memandang jalan dari luar jendela dengan tatapan kosong,air mata meluruh melalui maniak indah itu,seharusnya ia waktu itu yang menggantikan adiknya saja,agar ia mati tanpa harus menerima banyak luka yang di berikan untuknya,ia tidak salah,ia hanya ingin menolong adiknya yang jatuh tenggelam di kolam berenang,tapi keluarganya mengatakan diriny pembunuh yang tak seharusnya lahir didunia ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 60 Episodes
Comments