Zia menatapat lurus dengan tatapan kosong dan lesu,ia tau pasti pulang nanti papanya akan menghukum dirinya Yang sudah berani menjawab ucapan papanya.
Tapi itu ia lakukan karena ia mulai capek dengan semuanya,tidak ada sedikitpun yang bisa mengerti dab perduli dengan dirinya,bahkan hanya untuk ber basa basi dengannya pun tidak ada.
Robert menatap zia yang baru saja masuk ke dalam kelas,ia melihat zia yang berjalan sembari melamun,bisa saja anak ini nabrak,pikirnya.
"Kenapa lo?":Tanya Robert,dan baru kali ini ia mau membuka suara demi orang lain.
Zia tersadar saat mendapat pertanyaan dari sang ketua kelas,ia pun tak kalah kaget karena tak biasanya ketua kelasnya itu mau memulai obrolan.
"Ahh,gapapa kok":Balas zia,lalu ia pun menatap kedepan karena pak dandi sudah memasuki kelas.Robet bergedik acuh dan tak memperdulikan hal itu.
Bell istirahat berbunyi zia keluar dari kelas begitu pun yang lain,dan dia lebih memilih ke taman belakang sekolah dengan membeli roti dan susu kota kesuakaanya,ia merasa tenang jika berada di taman dan merasa sedikit fress.
"Kapan zia bisa seperti bunga itu,dan seperti kupu-kupu yang bisa terbang bebas,tanpa ada beban yang mereka bawah.
Tap seperti dirinya yang malah selalu menerima penderitaan yang di berikan papanya.Kemana lagi ia harus mencari bukti bahwa ia tak salah,karena akibat tuduhan itu,membuat dirinya sangat di cap buruk,yang nyatanya.itu bukan dirinya.
Ia mau menyerah tapi ia tak bisa mudah putus asa,ia harus bisa agar zia agar tak berlari kesini dan melawan kita,yang bahkan lebih banyak mereka dari pada kita.
"Apa kehidupan lo emang sesakit itu":Ucap seseorang dari belakang,membuat zia menoleh dan melihat dirinya entah sama siapa.
"Ka-kamu,kamu ngapain disini":Ucap zia terasa takut.
"Nyantai aja,lagian gak baik melamuan sendiran,ntar kesambet":Ucap Robert, yah Robert lah yang kemarin juga memperhatikan zia dari atas pohon.
"Lebih enak gini,aku bisa ngerasain tenang,walau pada akhirnya nanti aku gak tenang,kamu tau kan bagaimana Queen ke aku":Balas zia,sembari menatap hamparan bunga yang terlihat sangat indah.
"Se tidaknya lo lawan mereka,jangan mau kalah hanya karena lo sendirj,sekali-sekali lo harus bikin perhitungan sama mereka,jangan mudah lemah":Balas Robert,zia membenarkan ucapan ketua kelasnya itu,ia ingin melawan dan memberontak,tapi pasti akan terasa percuma,pasti ia bakalan di bully leboh sadis,bukan lagi hukuman papanya yang bahkan lebih sakit dari bullyan Queen dkk nya.
"Sudah lah,itu juga gak ada gunanya untuk ku,aku juga gak mau makin nambah masalah sama ornag,mau sebaik apapun dan bagaimana kita pasrah,semuanya akan tetap sia-sia,dan ujungnya juga tetap melakukan hal yang sama.
Zia untuk sekarang hanya bisa menerima kenyataan pahit dan penderitaan yang selalu datang bertubi-tubi kedirinya.
menghindar juga percuma itu tak akan mengubah sudut pandang orang terhadap dirinya,bahkan orang akan semakin puas karena menindas dirinya.
Dan ia juga tak punya dukung bahkan sari orang tua sekali pun tidak ada,percuma kan membela diri,kalau pada nyatanya sama saja.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 60 Episodes
Comments