"Tak apa dok,hanya memar tak hati-hati saja":Balas zia,ia tak ingin ada yang mengetahui apa yang terjadi dengan dirinya,bukan apa zia hanya takut orang ikut terseret dalam masalahnya.
Dokter sari tak lagi bertanya,karena ia tauh pasti itu sangat berat untuk zia mengatakannya,dia hanya merasa kasihan dengan zia,entah lah hatinya begitu sakit melihat tubuh itu terlihat terdapat memar baru ataupun yang sudah memudar.
Sedangkan Robert hanya bisa bertanya lewat hatinya,ia juga tak ingin mengetahui apa yang terjadi dengan zia,karena ia tak suka ikut campur masalah orang.
...
"Bagus,baru pulang jam segini,sudah membolos,pulang pun terlambat,apa yang kamu lakukan di luar sana ha!,Saya malu mempunyai anak seperti kamu":Baru saja tiba di rumah,ia sudah mendapat cacian dari papanya.
"Biasa lah pa,pasti habis jual dirinya":Celetuk dean,membuat zia menatap abangnya tak percaya,ia tau abangnya tak suka terhadap dirinya,tapi baru kali ini abangnya mengatai dirinya seperti itu.
"Ikut saya,anak seperti mu harus di hukum":Lengan zia di seret begitu kasar,ia pun memberontak,tapi ia tau usahanya itu akan sia-sia karena ia tak akan mudah menang melawan papanya.
"Ampun pah,sakit jangan pukul zia lagi pah,hikss":Akhirnya tangisan zia pun pecah,ia merasa begitu sakit saat cambukan itu terus menerus melukai punggungnya,karena terlalu emosi papa zia tak memeprdulikan tubuh putrinya yang dulu manja terhadap dirinya berubah menjadi luka dan bahkan seragam zia pun sudah mengeluarkan banyak darah,entah sudah keberapa kalinya zia membeli seragam karena selalu robek akibat cambukan papanya.
"SAYA MENYESAL MEMPUNYAI ANAK SEPERTI MU,KAU PEMBUNUH,KAU SUDAH MEMBUNUH ANAK KESAYANGAN SAYA,INI BELUM SEBERAPA,SAYA MAU KAMU MENDERITA DAN IKUT MERASAKAN KESAKITAN APA YANG SUDAH ANAK SAYA RASAKAN":Bagai di sambar petir di siang bolong,zia menatap kosong papanya,apa kah dia bukan anak papanya juga,kenapa selalu ia yang di salahkan,padahal itu bukan kesalahannya.
Plak
Plak
Bugh
Tubuh zia pun ambruk karena tak kuat menahan siksaan yang di berikan oleh papanya,tubuhnya sudah terasa begitu remuk,bahkan ia merasa ajal sudah mendekati dirinya,mereka yang melihat itu hanya biasa saja,tak ada belas kasihan dengan apa yang terjadi ke zia,padahal seharusnya mereka mencari tahu terlebih dahulu kejadian 17 tahun yang lalu,diaman zia dan kembarannya zeya berada di kolam renang,bukan dengan cara menyakiti dirinya dan mengatakan dirinya pembunuh,sungguh keluarga binatang.
Tunggu dan sabar zia,pasti suatu saat kamu akan bahagia,dan tidak akan merasa kesakitan lagi,dunia akan mengadili dirimu,atas apa yang sudah terjadi terhadap kehidupanmu.
Zia menatap kosong langit malam,saat terbangun tadi ia masih berada di gudang,tanpa ada yang menolong dirinya,mengingat hal itu,air matanya jatuh dengan disusul isakan keluar dengan begitu pilu,dan malam yang menjadi saksi atas keadaanya saat ini.
"Zeya,kakak mohon,bantu kakak untuk menemukan bukti yang terjadi pada kamu dulu,kakak tak sanggup menerima semua siksaan yang mereka berikan,kakak pengen menyerah,tapi kakak gak bisa,karena kakak masih ingin mencari tahu kejadian 17 tahun yang lalu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 60 Episodes
Comments
Nur Tridayanti
17 tahun lalu? umur zia jd berapa skrng? kalau anak SMA kan kisaran 16-18 tahun umurnya. masak umur 1 tahun kejadiannya? 🤔
2024-07-11
1