Pelukan untuk Argezia

Zia belajar sampai larut malam,ia tak sadar bahwa jam sudah menunjukkan pukul 1 dini,dan ia juga mulai merasa lapar.

Zia menutup bukunya dan meregangkan tubuhnya yang terasa begitu pegel akibat terlalu lama duduk ber jam-jam.

Sesampainya di dapur ia membuka kulkas dan melihat masih ada sisa lauk pauk yang ia buat,ia mengambil lauk itu dan tak lupa untuk di panaskan,setelah selesai ia pun langsung memindahkan lauk tadi kedalam piring,tak lupa ia juga mengambil nasi dan segelas air.

Zia makan begitu khidamat tanpa menyadari bahwa ada yang melihat dirinya sedari tadi ia turun,dia tak sadar bahwa mata itu kini menatapnya tajam dan dingin,tapi jika di perhatikan ada kesenduan dimata itu.

Ia masih memperhatikan zia yang makan dan sampai selesai makan,bahkan ia juga melihat zia yang tengah mencuci bekas makannya,selesai itu baru lah ia melihat zia berjalan menaiki tangga dengan wajah yang terlihat lesu.Tanpa menyadari dirinya yang sedari tadi memperhatikan zia.

...

Ke esokan paginya.

Zia menuruni tangga terlihat wajahnya yang masih lesu dan seperti kurang tidur,bisa di lihat dari kedua bawah kantong matanya yang seperti mata panda.

Zia sehabis makan semalam ia tak bisa tidur dan ia mencoba mencari bukti dengan kasus kematian adiknya,tapi ia juga sangat susah mendapatkan bukti itu,karena cctv di rumahnya sempat rusak dan mati.Jadi tidak bisa melihat dan merekam kejadian pada saat zeya tenggelam.

Zia berjalan dengan kepala menunduk,entah lah ia ingin segera menyerah,tapi sulit sekali rasanya ia nyerah begitu saja.Tapi bagaimana pun caranya ia harus bisa mendapatkan bukti itu dengan akurat,baru setelah itu ia akan pergi jauh dari rumah yang penuh penderitaan ini.

"Besok saya dengar kamu ujian,jadi jangan pernah berani mengecewakan saya,karena saya tak mau punya anak yang bodoh":Ucap papa zia sarkas,zia hanya bisa tertawa miris dalam hati mendengar perkataan papanya.

"Dan,istri saya juga sudah menentukan,kamu masuk di universitas Milik saya,dan mengambil jurusan Kedokteran":Lanjut papa zia,mendengar itu zia sontak menatap sang papa,Dokter?bahkan ia tak pernah berniat untuk mengambil jurusan itu,ia hanya ingin mengambil jurusan hukum,sesuai minat dirinya.

"Tapi pah,zia pengen ngambil jurusan hukum":Ucap zia dengan meremat kedua tangangannya.

"Cihh,anak bodoh seperti mu itu tak pantas untuk menjadi sarjana hukum,jangan membantah saya,jika kamu masih menganggap saya orang tua kamu":Lagi-lagi zia hanya bisa pasrah dan menuruti keinginan papanya,tapi kapan papanya bisa menuruti keinginannya.Hanya satu yang zia minta,Pelukan, hanya itu yang ia mau,tapi rasanya sangat mustahil.

"Sudah berangkat sana,saya tidak tahan melihat wajah mu,saya muak":Ucap papa zia,yang lain hanya bisa diam dan tak ikut campur.

Rasanya zia ingin berteriak,ingin mengeluarkan unek-uneknya,dan mengatakan bahwa ia juga tak ingin ada disini,dan lebih baik dia mati,dari pada harus menanggung rasa sakit dan luka yang sudah begitu besar melukai perasaanya.

"Suatu saat nanti,pasti zia akan menuruti keinginan papa,dan mungkin mati lebih baik":Ucap zia dengan dingin, dan pergi berlalu.

Episodes
1 Pelukan untuk Argezia
2 Pelukan untuk Argezia
3 Pelukan untuk Argezia
4 Pelukan untuk Argezia
5 Pelukan untuk Argezia
6 Pelukan untuk Argezia
7 Pelukan untuk Argezia
8 Pelukan untuk Argezia
9 Pelukan untuk Argezia
10 Pelukan untuk Argezia
11 Pelukan untuk Argezia
12 Pelukan untuk Argezia
13 Pelukan untuk Argezia
14 Pelukan untuk Argezia
15 Pelukan untuk Argezia
16 pelukan untuk Argezia
17 Pelukan untuk Argezia
18 Pelukan untuk Argezia
19 Pelukan untuk Argezia
20 Pelukan untuk Argezia
21 pelukan untuk Argezia
22 Pelukan untuk Argezia
23 Pelukan untuk Argezia
24 Pelukan untuk Argezia
25 Pelukan untuk Argezia
26 pelukan untuk Argezia
27 pelukan untuk Argezia
28 Pelukan untuk Argezia
29 Pelukan untuk Argezia
30 Pelukan untuk Argezia
31 pelukan untuk Argezia
32 Pelukan untuk Argezia
33 Pelukan untuk Argezia
34 Pelukan untuk Argezia
35 Pelukan untuk Argezia
36 pelukan untuk Argezia
37 Pelukan untuk Argezia
38 Pelukan Untuk Argezia
39 Pelukan untuk Argezia
40 Pelukan untuk Argezia
41 Pelukan untuk Argezia
42 Pelukan untuk Argezia
43 Pelukan untuk Argezia
44 Pelukan untuk Argezia
45 pelukan untuk Argezia
46 Pelukan untuk Argezia
47 Pelukan untuk Argezia
48 Pelukan untuk Argezia
49 pelukan untuk Argezia
50 Pelukan untuk Argezia
51 Pelukan untuk Argezia
52 Pelukan untuk Argezia
53 Pelukan untuk Argezia
54 Pelukan untuk Argezia
55 Pelukan untuk Argezia
56 Pelukan untuk Argezia
57 Pelukan untuk Argezia
58 Pelukan untuk Argezia
59 Pelukan untuk Argezia
60 Pelukan untuk Argezia
Episodes

Updated 60 Episodes

1
Pelukan untuk Argezia
2
Pelukan untuk Argezia
3
Pelukan untuk Argezia
4
Pelukan untuk Argezia
5
Pelukan untuk Argezia
6
Pelukan untuk Argezia
7
Pelukan untuk Argezia
8
Pelukan untuk Argezia
9
Pelukan untuk Argezia
10
Pelukan untuk Argezia
11
Pelukan untuk Argezia
12
Pelukan untuk Argezia
13
Pelukan untuk Argezia
14
Pelukan untuk Argezia
15
Pelukan untuk Argezia
16
pelukan untuk Argezia
17
Pelukan untuk Argezia
18
Pelukan untuk Argezia
19
Pelukan untuk Argezia
20
Pelukan untuk Argezia
21
pelukan untuk Argezia
22
Pelukan untuk Argezia
23
Pelukan untuk Argezia
24
Pelukan untuk Argezia
25
Pelukan untuk Argezia
26
pelukan untuk Argezia
27
pelukan untuk Argezia
28
Pelukan untuk Argezia
29
Pelukan untuk Argezia
30
Pelukan untuk Argezia
31
pelukan untuk Argezia
32
Pelukan untuk Argezia
33
Pelukan untuk Argezia
34
Pelukan untuk Argezia
35
Pelukan untuk Argezia
36
pelukan untuk Argezia
37
Pelukan untuk Argezia
38
Pelukan Untuk Argezia
39
Pelukan untuk Argezia
40
Pelukan untuk Argezia
41
Pelukan untuk Argezia
42
Pelukan untuk Argezia
43
Pelukan untuk Argezia
44
Pelukan untuk Argezia
45
pelukan untuk Argezia
46
Pelukan untuk Argezia
47
Pelukan untuk Argezia
48
Pelukan untuk Argezia
49
pelukan untuk Argezia
50
Pelukan untuk Argezia
51
Pelukan untuk Argezia
52
Pelukan untuk Argezia
53
Pelukan untuk Argezia
54
Pelukan untuk Argezia
55
Pelukan untuk Argezia
56
Pelukan untuk Argezia
57
Pelukan untuk Argezia
58
Pelukan untuk Argezia
59
Pelukan untuk Argezia
60
Pelukan untuk Argezia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!