Pelukan untuk Argezia

Zia menatap dirinya dari arah cermin,ia melihat tubuhnya yang di penuhi luka akibat cambukan dari papanya,bahkan masih ada yang terlihat basah dan ada yang juga sudah mengering.

Bukan hanya itu,bahkan wajahnya yang terlihat kusam,bibir pecah-pecah,kantong mata yang menghitam,zia rasa dia terlihat seperti mayat hidup yang berjalan.Bayangan penderitaan yang papanya berikan untuknya begitu terlihat dengan jelas bahkan terekam sangat jelas di otaknya.

Zia menghela nafas pelan,ia tak boleh menyerah begitu saja,karena tugasnya masih belum selesai,dan ia harus berusaha menemukan bukti itu,sampai ia bisa hidup dengan tenang,dan pergi dari rumah ini yang begitu banyak luka yang di torehkan untuk nya.

Tapi ia juga bersyukur bisa di beri kepintar,dan dengan itu ia bisa mencoba lagi mencari bukti tentang kejadian masa lalu nya.

...

Zia menatap soal-soal di kertas ujiannya dengan teliti,ia tak mau salah dalam mengerjakan,karena jika salah sedikit ia akan dapat hukuman lagi,walau pun ia sudah kebal akan hal itu,tapi ia harus berusaha sebisanya,agar mendapatkan nilai sempurna,walah kecil kemungkinan.

Karena masih banyak murid yang memiliki kepintaran dan selalu mendapatkan nilai sempurna,dan masuk peringkat paralel.

Kelas begitu hening karena semua fokus ke soal ujian yang mereka kerjakan,ambisi terlihat begitu sangat jelas di wajah setiap anak yang selalu mendapatkan nilai tertinggi.

Tak terasa waktu pun habis,dan zia sudah harus mengumpulkan kertas ujiannya ke pengawas,setelah itu mereka pun di suruh istirahat,dan zia menempatkan hal itu menuju perpus,ia ingin belajar sebentar sebelum ujian selanjutnya.

Zia menemukan buku yang ia cari,setelah itu ia pun duduk di bangku yang kosong,dan mulai fokus belajar.

Sampai tiba-tiba pandanganya tertuju kearah sebuah susu kotak dan roti kesukaanya telah ada di hadapannya,ia mendongkakan kepalanya,dan melihat ketua kelas alias Robert tengah berdiri di hadapanya.

"Makan,gue tau lo lagi fokus,tapi lo harus makan":Ucap Robert walau dengan wajah yang datar,tapi terlihat sebuah perhatian kecil di balik itu.

"Makasih,kamu mau belajar juga?":Tanya zia diakhir,dan melihat Robert tengah memegang sebuah buku biologi.

"Hmm,makan lah":Ucap Robert setelahnya,zia tersenyum tipis,dan mulai memakan roti pemberian ketua kelasnya itu.

Mereka pun terdiam saling fokus belajar,dan tak ada lagi obrolan di antara mereka.

Sampai suara Bell pun berbunyi,bertanda ujian selanjutnya di mulai,zia menutup bukunya,begitupun Robert.Lalu keduanya pun kelaur dari perpus dengan zia yang seperti biasa selalu berjalan dengan kepala tertunduk.

Robert tak memperdulikan hal itu,karena ia sudah terbiasa melihat zia seperti itu,dan entah mengapa ia ingin sekali berteman dan melindungi zia,persaanya selalu menghantui dirinya.

Saat mendengar semua perkataan zia waktu itu,hati nya selalu mengatakan untuk melindungi zia,dan selalu menjaganya.

Bahkan yang biasanya ia memiliki sifat tidak perduli dengan orang lain termasuk perempuan pun,kini dirinya malah terlihat peduli pada gadis yang berjalan di sampingnya ini.

Hatinya selalu mendorong untuk menjaga zia,dan memberikan perhatian walau tak berlebihan,dan itu pun ia rasa bisa menenangkan perasaan zia,yah harus":Pikir Robert.

Terpopuler

Comments

Ahsin

Ahsin

keburu mati dl Krn terlalu lm berpikir hadehhh

2024-07-15

1

fasya

fasya

dari chapter 1 hingga sekarang bukti bukti bukti , tapi tidak ada hasil or titik terang pun

2024-07-15

4

JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊

JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊

asik fikir tpi tak pernah cari🙄

2024-07-11

1

lihat semua
Episodes
1 Pelukan untuk Argezia
2 Pelukan untuk Argezia
3 Pelukan untuk Argezia
4 Pelukan untuk Argezia
5 Pelukan untuk Argezia
6 Pelukan untuk Argezia
7 Pelukan untuk Argezia
8 Pelukan untuk Argezia
9 Pelukan untuk Argezia
10 Pelukan untuk Argezia
11 Pelukan untuk Argezia
12 Pelukan untuk Argezia
13 Pelukan untuk Argezia
14 Pelukan untuk Argezia
15 Pelukan untuk Argezia
16 pelukan untuk Argezia
17 Pelukan untuk Argezia
18 Pelukan untuk Argezia
19 Pelukan untuk Argezia
20 Pelukan untuk Argezia
21 pelukan untuk Argezia
22 Pelukan untuk Argezia
23 Pelukan untuk Argezia
24 Pelukan untuk Argezia
25 Pelukan untuk Argezia
26 pelukan untuk Argezia
27 pelukan untuk Argezia
28 Pelukan untuk Argezia
29 Pelukan untuk Argezia
30 Pelukan untuk Argezia
31 pelukan untuk Argezia
32 Pelukan untuk Argezia
33 Pelukan untuk Argezia
34 Pelukan untuk Argezia
35 Pelukan untuk Argezia
36 pelukan untuk Argezia
37 Pelukan untuk Argezia
38 Pelukan Untuk Argezia
39 Pelukan untuk Argezia
40 Pelukan untuk Argezia
41 Pelukan untuk Argezia
42 Pelukan untuk Argezia
43 Pelukan untuk Argezia
44 Pelukan untuk Argezia
45 pelukan untuk Argezia
46 Pelukan untuk Argezia
47 Pelukan untuk Argezia
48 Pelukan untuk Argezia
49 pelukan untuk Argezia
50 Pelukan untuk Argezia
51 Pelukan untuk Argezia
52 Pelukan untuk Argezia
53 Pelukan untuk Argezia
54 Pelukan untuk Argezia
55 Pelukan untuk Argezia
56 Pelukan untuk Argezia
57 Pelukan untuk Argezia
58 Pelukan untuk Argezia
59 Pelukan untuk Argezia
60 Pelukan untuk Argezia
Episodes

Updated 60 Episodes

1
Pelukan untuk Argezia
2
Pelukan untuk Argezia
3
Pelukan untuk Argezia
4
Pelukan untuk Argezia
5
Pelukan untuk Argezia
6
Pelukan untuk Argezia
7
Pelukan untuk Argezia
8
Pelukan untuk Argezia
9
Pelukan untuk Argezia
10
Pelukan untuk Argezia
11
Pelukan untuk Argezia
12
Pelukan untuk Argezia
13
Pelukan untuk Argezia
14
Pelukan untuk Argezia
15
Pelukan untuk Argezia
16
pelukan untuk Argezia
17
Pelukan untuk Argezia
18
Pelukan untuk Argezia
19
Pelukan untuk Argezia
20
Pelukan untuk Argezia
21
pelukan untuk Argezia
22
Pelukan untuk Argezia
23
Pelukan untuk Argezia
24
Pelukan untuk Argezia
25
Pelukan untuk Argezia
26
pelukan untuk Argezia
27
pelukan untuk Argezia
28
Pelukan untuk Argezia
29
Pelukan untuk Argezia
30
Pelukan untuk Argezia
31
pelukan untuk Argezia
32
Pelukan untuk Argezia
33
Pelukan untuk Argezia
34
Pelukan untuk Argezia
35
Pelukan untuk Argezia
36
pelukan untuk Argezia
37
Pelukan untuk Argezia
38
Pelukan Untuk Argezia
39
Pelukan untuk Argezia
40
Pelukan untuk Argezia
41
Pelukan untuk Argezia
42
Pelukan untuk Argezia
43
Pelukan untuk Argezia
44
Pelukan untuk Argezia
45
pelukan untuk Argezia
46
Pelukan untuk Argezia
47
Pelukan untuk Argezia
48
Pelukan untuk Argezia
49
pelukan untuk Argezia
50
Pelukan untuk Argezia
51
Pelukan untuk Argezia
52
Pelukan untuk Argezia
53
Pelukan untuk Argezia
54
Pelukan untuk Argezia
55
Pelukan untuk Argezia
56
Pelukan untuk Argezia
57
Pelukan untuk Argezia
58
Pelukan untuk Argezia
59
Pelukan untuk Argezia
60
Pelukan untuk Argezia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!