Bab. 8

Bunga masih diam di tempat melihat sepasang manusia yang terlihat begitu mesra. Seakan-akan mereka berdua sengaja memperlihatkan itu di depannya.

"Pak, turunkan saya," bisik Safira.

"Gak! Kamu bilang kalau dia yang sudah memberikan aku sandwich sialan itu, kan? Jadi dia harus di hukum. Begitu juga dengan kamu," sahut Kevin menggigit kecil punggung Safira. Sontak membuat wanita itu meringis kesakitan.

"Dasar menyebalkan!" batin Safira.

Sungguh, saat ini Safira benar-benar malu berada diposisi sangat intim seperti ini. Duduk di atas pangkuan bosnya dengan tangan nakal Kevin yang sejak tadi meraba pahanya.

Bunga berdehem pelan, lalu melangkah mendekat. Berdiri di depan meja kerja Kevin.

"Apa anda memanggil saya, Pak?" tanya Bunga penasaran. Padahal jauh dari dalam lubuk hatinya saat ini, Bunga sedang ketakutan.

"Kamu tahu dengan jelas tujuanku memanggilmu kemari, Nona Bunga."

Bunga meremas jari-jari tangannya sendiri. Ia sangat tahu dan bahkan tahu apa kesalahannya. Tapi itu semua bukan tanpa kesengajaan.

Ditambah lagi, Kevin menanyakan hal ini di depan Safira. Rekan kerja sekaligus musuh bebuyutannya. Pasti Safira sekarang sedang menertawakannya.

"Maafkan saya, Pak. Saya benar-benar tidak tahu kalau Bapak--"

"Kamu dipecat!" tegas Kevin. "Silahkan bereskan barang-barang kamu dan jangan pernah menginjakkan kaki di perusahaan ini lagi," lanjutnya sembari mengusap naik turun pinggang Safira.

"Apa, Pak? Dipecat?"

"Kamu tidak tuli kan? Apa perlu aku meminta Safira untuk memberikan kamu surat pemecatannya sekarang?" ucap Kevin lagi. Ia paling tidak suka dengan karyawan ceroboh seperti Bunga.

Karena bagi Kevin, Safira sudah cukup.

Bunga menggeleng. Tanpa sadar air mata wanita itu menetes keluar membasahi pipinya. "Saya masih membutuhkan pekerjaan ini, Pak. Saya mohon jangan pecat saya. Berikan saya kesempatan satu kali lagi."

Kevin menatap Safira yang saat ini juga menatapnya. Dari sorot mata meneduhkan namun nampak dingin itu, Kevin bisa melihat Safira sedang memohon padanya untuk memaafkan Bunga.

"Aku gak bisa ngasih dia kesempatan." Kevin memalingkan wajahnya.

"Terserah anda saja," sahut Safira datar.

Bunga menjatuhkan rahangnya, ia pikir kalau Safira akan membantunya agar tidak jadi dipecat. Siapa sangka Safira malah mendukung keputusan Kevin.

"Awas kamu Fir! Kamu tahu aku menyukai pak Kevin, tapi kamu berpura-pura tidak melihatnya. Tunggu saja pembalasan aku nanti," geram Bunga dalam hati sembari melangkah keluar dari ruangan itu.

"Kenapa melihatku seperti itu? Aku tahu kalau aku memang tampan," ucap Kevin tergelak melihat ekspresi wajah Safira. "Hati-hati, kamu bisa jatuh cinta nanti," lanjutnya.

Safira turun dari atas pangkuan Kevin lalu merapikan rok pendeknya yang sedikit berantakan.

"Anda benar-benar sudah keterlaluan."

Kevin mengernyit. "Keterlaluan? Maksudmu?"

"Jangan berpura-pura bodoh! Saya tahu kalau anda--"

Kedua bola mata Safira membulat sempurna saat tiba-tiba Kevin menarik pergelangan tangannya dan membuat Safira jatuh kembali kepangkuan nya.

Lalu, dengan tanpa izin, Kevin menyatukan bibir mereka.

"Pak Kevin! Kenapa selalu mendadak begini," kesal Safira. Kevin lagi-lagi mencuri ciumannya.

"Hukuman buat kamu," kata Kevin sembari mengusap sudut bibir Safira yang sedikit bengkak karena ulahnya.

Bug.

"Argh, Fira! Apa yang kamu lakukan, hah?!" pekik Kevin mengusap perutnya.

"Anda sudah tidak waras! Saya ini bawahan anda, bukan kekasih atau istri anda." Habis sudah kesabaran Safira. Ia merasa dilecehkan oleh Kevin.

Ya, meski tidak sekali dua kali Safira mendapatkan perlakuan menyebalkan. Namun, ini yang paling jauh. Menyentuh dan menciumnya tanpa izin.

"Ini hanya sebuah ciuman dan kamu membesar-besarkannya? kekanakan sekali," cibir Kevin dengan bibir memberengut sebal.

Baru juga pulih, Safira dengan tanpa rasa kasihan memukul perutnya.

"Hanya sebuah ciuman anda bilang?!" Safira menarik nafas panjang dan menghembuskannya dengan perlahan. "Baiklah kalau begitu, saya mengundurkan diri perusahaan ini."

"Gak! Aku menolak tegas pengunduran diri kamu. Jangan lupa, kamu memiliki kontrak seumur hidup untuk bekerja padaku, Azalea Safira." Kevin menyeringai tipis.

"Anda mengancam saya?"

"Ya, anggap saja seperti itu," jawab Kevin sembari menyandarkan tubuhnya ke sandarkan kursi. Wajahnya kembali pucat akibat ulah Safira.

"Berhenti berpura-pura karena saya tidak akan percaya dengan akting anda, permisi!" Safira melangkah menuju pintu.

"Argh... Fira, bantu aku!"

Gerakan tangan Safira berhenti saat akan membuka handle pintu, wanita itu menoleh ke belakang untuk memastikan keadaan Kevin.

"Astaga, Pak!" paniknya berbalik dan menghampiri Kevin. "Kita ke rumah sakit sekarang."

Kevin menggeleng. "Aku benci rumah sakit."

"Tapi anda tidak baik-baik saja," ucap Safira dengan perasaan bersalah.

"Usap-usap," lirih Kevin.

"Hah?"

"Gak dengar? Aku bilang usap-usap perut aku, Fira." ulang Kevin sembari memejamkan kedua matanya. Dan mau tidak mau Safira menuruti kemauan bosnya itu.

"Setidaknya cara ini membuat Safira tetap berada di sisiku. Meski dengan terpaksa sekalipun. Karena aku gak akan pernah lepasin kamu, Fir." batin Kevin tertawa puas.

Terpopuler

Comments

Greenindya

Greenindya

ini lanjutan cerita apa ya Thor

2024-05-18

2

jaran goyang

jaran goyang

𝒚𝒂 𝒍𝒉 𝒃𝒈....𝒔𝒌 𝒂𝒕𝒊 𝒎𝒖.... 𝒚𝒈 𝒑𝒏𝒕𝒈 𝒔𝒏𝒈 𝒃𝒈𝒕𝒔....💪🤣💪🤣💪🤣💪🤣👏👏👏

2024-05-17

1

Eva Karmita

Eva Karmita

Kevin memang pintar memanfaatkan keadaan semangat Kevin terus berjuang walau pun dgn cara seperti itu 👍😍🥰❤️❤️❤️

2024-05-17

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!