" Mas! Aku kangen sama Kamu." Jeni memeluk tubuh Arki yang baru saja keluar dari walk in closet.
Bukan nya merasa seneng dengan sentuhan serta kata manis yang Jeni utarakan kepada nya,Arki malah melepas secara halus lingkaran tangan itu dari tubuh nya.jijik itu lah yang ia rasa kan sekarang.apalagi tangan itu juga di gunakan Jeni untuk memuaskan pria lain di luar sana.selama ini Arki buta oleh kepalsuan Jeni dengan hanya menyibukkan diri bekerja sepanjang hari.tapi tidak untuk sekarang karena ia sudah mengetahui semua nya.dulu dia yang akan mengemis meminta jatah malam nya yang berujung sebuah penolakan keras dari Jeni yang selalu saja beralasan lelah dan sedang butuh istirahat.sekarang ia baru paham bahwa semua alasan yang Jeni berikan hanya sebuah cara untuk menghindari nya karena dari luar rumah Jeni sudah mendapatkan nafkah batin itu dari kekasih gelap nya.
" Dasar wanita sampah." umpat Arki ingin berkata langsung tapi masih ia tahan karena menunggu waktu yang tepat.
" Aku butuh istirahat,bukan kah Kamu juga begitu?" sindiran Arki membuat Jeni merasa tertampar.pikiran nya berputar ke belakang dan kenapa Arki baru sekarang mempermasalahkan nya.entah sudah berapa kali ia menolak Arki untuk melakukan hubungan suami istri sejauh itu pula Arki hanya diam dan tidak pernah marah, besok nya lagi hubungan mereka akan kembali membaik,lalu aneh nya malam ini Arki menolak mentah-mentah tawaran itu membuat Jeni di landa kebingungan besar.
" A- aku sudah terlalu banyak beristirahat sejak siang tadi sayang, bagaimana kalau malam ini kita melakukan nya agar Aku bisa cepat hamil, keluarga Kamu juga sudah menagih cucu kepada ku." ucap Jeni masih berusaha tenang merayu Arki.
Mendengar itu membuat Arki tidak berhenti mengumpat kotor dalam batin nya.rasa nya ingin segera berlari ke kamar wanita kecil nya lalu memeluk tubuh kecil yang bisa memberikan nya sebuah kenyamanan yang sudah tidak pernah lagi ia dapat kan dalam rumah tangga nya.bagaimana mau mendapatkan itu sementara istri nya sendiri sibuk mengenyangkan perut lelaki lain ketimbang dia yang masih sah sebagai suami dari wanita yang ia anggap sudah kotor ini.
" Dasar menjijikkan." lagi dan lagi Arki mengumpat Jeni dengan suara lirih dan nyaris saja terdengar samar oleh Jeni.
" Sekarang Aku yang lelah, dan satu lagi! Kamu tenang saja karena mulai sekarang Aku dan keluarga ku tak akan pernah lagi membahas anak atau pun cucu kepada Kamu." balas Arki memilih berbaring sambil menutup mata menggunakan salah satu tangan nya.bahkan ia tak perduli lagi dengan perasaan Jeni toh selama ini Jeni juga tidak pernah memikirkan perasaan nya.
" Mau Aku pijit? Aku bisa membuat Mas bergairah walaupun sedang capek?" masih saja Jeni berusaha meluluh kan keras nya hati Arki tapi sayang nya Arki malah memandang jijik ke arah nya.Jeni sendiri bisa merasakan apa arti pandangan mata dari Arki tapi ia berusaha menyangkal .tangan Jeni bergerak pelan menyentuh dada Arki dan tidak ketinggalan juga bibir nya sudah berada tepat di atas bibir seksi Arki.
" Jangan murahan Jeni! Aku mau tidur sebaiknya Kamu juga tidur karena Aku yakin besok hari mu pasti akan sangat melelahkan."Jeni membeku terduduk di samping Arki.apa yang sudah terjadi dan kenapa Arki tega menolak suguhan indah ini? Jeni kembali mengingat Dimas yang selalu tersenyum lebar jika Jeni sudah berubah menjadi liar.ah Jeni jadi rindu kepada kekasih gelap nya itu dan tidak sabar lagi ingin menuntaskan rasa ini kepada pria simpanan nya.
Ponsel yang sejak tadi ia gunakan untuk bertukar pesan kepada Dimas sudah ia masukkan ke dalam laci agar Arki tidak curiga kepada nya.
Arki mengusap kasar bibir bekas ciuman Jeni menggunakan selimut yang melingkar di tubuh nya.sekarang bibir ini hanya boleh di sentuh Dila wanita kecil penghangat ranjang nya.masa bodoh dengan Jeni yang masih diam tanpa pergerakan karena ia sendiri sulit mengontrol diri nya setelah perselingkuhan Jeni terkuak nyata.
" Matikan lampu nya jika Kamu sudah selesai melamun." sarkas Arki kejam.
" Iya Mas! Tapi Kamu ini benaran nggak mau Aku layani?" tanya Jeni masih penasaran.
" Tidak terimakasih,Aku sudah berubah pikiran dan mulai sekarang akan terus sadar kalau Kamu wanita penganut hidup bebas yang tidak mau hidup nya repot karena ada anak.apalagi dulu Kamu pernah bilang Kamu takut tubuh mu rusak jika harus hamil dan melahirkan anak ku." hantaman kata-kata mutiara dari Arki membuat Jeni terbungkam rapat.dulu memang ia pernah berkata seperti itu tapi sekarang Jeni ingin berubah bersikap layak nya seorang istri baik tapi ia juga akan melayani Dimas seperti apa yang telah mereka lakukan selama ini.Jeni beranggapan bahwa ia bisa menjalankan dua peran nya sekaligus sebagai istri atau juga pacar dari pria yang berbeda.nanti akan ada pengasuh yang bisa menjaga anak nya jika dia sedang sibuk bersama Dimas begitu juga sebaliknya.mulai sekarang ia ingin membagi waktu nya adil agar Arki juga tidak curiga kepada nya.dengan begitu Jeni akan menjadi wanita paling bahagia di muka bumi ini.
" Aku berubah pikiran sayang." lembut sekali cara berbicara Jeni berharap Arki mau melirik ke arah nya,namun harapan itu sirna saat melihat Arki malah masuk ke dalam selimut mengabaikan apa yang menjadi harapan nya saat ini.
" Mas! Dengarkan Aku dulu." mohon Jeni tak kenal kata menyerah.
" Sttt...Jangan berisik Jeni,ini sudah malam kasihan Dila kalau harus mendengar rengekan mu itu, untuk apa Kamu membawa jus jeruk ke dalam kamar jika tidak Kamu minum." Jeni masih belum sadar dengan apa yang sudah terjadi.padahal Arki sengaja menyebut nama Dila karena ia sudah terlalu kangen kepada wanita kecil nya itu.untung saja Arki sudah memutar otak mengambil jalan pintas agar bisa mendapatkan keinginan nya malam ini.
" Eh iya Mas,Aku lupa kalau tadi membawa jus ke sini.Kamu mau Mas ? Jus ini segar sekali dan Aku sendiri yang membuat nya." tawar Jeni mengambil gelas berisi jus jeruk yang sempat ia bikin sebelum masuk ke dalam kamar.Jeni kembali tersenyum sumringah saat melihat Arki kembali perhatian kepada nya ,Jeni yakin kata pedas yang Arki ucapkan tadi hanya sebagai pelampiasan rasa kesal nya kepada Jeni karena sudah membuat ia puasa dalam waktu yang cukup lama padahal mereka selalu bertemu dan tidur di ranjang yang sama.
Jeni meneguk habis isi gelas itu tanpa berpikir panjang.memang sudah menjadi kebiasaan wanita ini setiap malam ketika hendak tidur selalu meminum segelas jus buah.entah apa alasan nya hanya dia sendiri yang tau karena Arki sendiri tidak perduli lagi terhadap Jeni.
" Sudah selesai Mas, gimana mau di lanjut kan yang tadi ?" tawar Jeni berharap Arki mau memuaskan nya malam ini.belum sempat Arki membalas ucapan dari Jeni malah wanita ini sudah menguap lebar dengan mata yang memerah.kantuk itu seperti sudah tidak tertahan lagi sampai membuat kedua mata nya berair juga lengket.
" Tidak perlu karena Aku mau tidur sekarang juga." Arki pura-pura membaringkan tubuhnya miring menghadap ke tembok ,ia sengaja membiarkan Jeni melebur dengan rasa kantuknya agar tidak ada kecurigaan yang timbul di antara mereka.
" Dila lebih pantas menjadi ibu dari anak-anak ku,bukan nya kamu yang seperti sampah,sudah Aku pungut dari tempat rendahan malah menyiram ku dengan bau busuk." batin Arki sembari menanti ketidaksadaran dari Jeni.
" Dila harus segera hamil supaya dia tidak pernah lagi berpikiran untuk pergi dari hidup ku."
Halo semua nya...
Jangan lupa like,Vote dan komentar sebanyak mungkin ya..😍😊🥰😊😊
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 125 Episodes
Comments
Ajusani Dei Yanti
kasian di kasian obat ridur🤣🤣🤭🤭
2024-06-07
1