Kepergok Bibi

Pagi sekali seorang dokter cantik sudah datang memeriksa keadaan Dila.setelah di periksa jika semua baik - baik saja, selang infus yang sebelumnya tertancap kini sudah terlepas sehingga membuat Dila bisa bebas bergerak sesuka hati nya.Dila menerima kembali resep obat pemberian dari sang dokter.

"Ingat Mbak! Pola hidup nya harus di jaga dengan baik.jangan sampai lalai jika ingin hidup normal seperti yang lain nya."kata Dokter kepada Dila.

" Iya Dok, terimakasih banyak untuk kebaikan Dokter." Dila masih duduk sambil tersenyum menatap kepergian Dokter dari kamar nya.

Setelah sarapan dan meminum obat nya,Dila kembali tertidur pulas,toh untuk bagian membersihkan rumah sudah ada asisten rumah tangga yang datang sehingga Dila bisa beristirahat dengan tenang.

Sudah berjam-jam lama nya Dila tertidur pulas di ranjang sampai membuat mata nya bosan untuk di pejamkan lagi.Dila bangkit tapi tak ada Arki di samping nya,mungkin saja lelaki itu sudah berangkat ke kantor.

" Bi! Apa Mbak Jeni sudah pulang?" tanya Dila kepada Asisten rumah tangga yang masih bekerja di bagian belakang.

" Belum Non! Kalau Tuan ada di ruang kerja nya." jawab Bibi memberitahu.

" Terimakasih Bi." Dila bersikap biasa saja karena tidak mau membuat Bibi curiga dengan hubungan antara dia dan Arki.setelah mendapatkan informasi tentang Arki yang ada di ruangan kerja nya.Dila masuk ke dapur meminum segelas air putih,sedangkan Bibi tadi kembali melanjutkan menyetrika baju agar bisa segera pulang ke rumah nya.

Dila berjalan dengan sangat hati-hati menuju ruang kerja Arki lalu membuka pintu ruangan itu.ini adalah kali pertama bagi Dila masuk ke dalam ruangan tersebut.sungguh sangat menakjubkan ,ada begitu banyak rak buku yang tersusun rapi dengan ribuan bahkan jutaan buku yang menghiasi nya.mata Dila mengamati ke sekeliling ruangan tapi Arki tidak ada di kursi kerja nya.

Deghh..

Lelaki itu berdiri di samping pintu tepat di sebuah jendela besar yang sedang terbuka lebar.

Tatapan Arki lurus ke depan sedang kan sebelah tangan nya memegang sebatang rokok.Dila memberanikan diri mendekat dengan suasana yang terasa menegangkan.

Ini juga kali pertama bagi Dila melihat Arki yang sedang merokok.

" Sayang? Kenapa Kamu ada di sini?" tanya Arki sudah mengetahui tentang keberadaan Dila.ia sengaja menunggu wanita ini masuk tanpa harus di paksa terlebih dahulu.

" Aku bosan kalau tidur terus,Kamu nggak kerja Mas?" tanya Dila di mana mata nya masih sibuk meneliti setiap sudut ruangan.mewah dan begitu berkelas sekali desain ruang kerja yang Arki miliki.Dila rasa nya betah jika harus seharian berada di ruangan ini.tapi sayang nya Dila bukan lah siapa-siapa yang bisa bebas datang ke ruangan ini .jika ada Jeni pasti ada rasa sungkan untuk melakukan nya karena Jeni lah penguasa rumah besar ini.

"Tapi Kamu masih sakit dan butuh banyak istirahat.Aku juga sengaja mengambil cuti agar bisa merawat Kamu.ayok kita ke kamar lagi biar Aku temani Kamu istirahat." ajak Arki tapi Dila menggeleng pelan.

" Boleh kan Aku duduk di sini dulu, ruangannya sangat bagus sekali dan Aku sangat menyukai nya." Dila tersenyum menatap Arki tapi sayang nya lelaki itu malah terlihat biasa saja tanpa ekspresi.

" Kamu marah atau nggak suka Aku ada di sini?" tanya Dila takut.

" Kenapa harus marah?" tanya Arki balik.

" Ya karena Aku sudah mengganggu kenyamanan Kamu.maaf jika Aku sudah lancang masuk ke dalam ruangan privasi ini." Dila hendak berbalik tetapi ada tangan yang tiba-tiba saja memeluk tubuh nya dari belakang.

"Aku sama sekali tidak bisa marah sama Kamu,Aku justru senang jika Kamu mau menemani Aku bekerja.Aku hanya sedang pusing memikirkan pekerjaan dan meeting penting."Bohong Arki karena sejujur pria ini tengah emosi melihat video beserta foto Jeni yang baru saja di kirim oleh anak buah nya.istri nya rupanya sudah berani bermain di tempat terbuka dan kembali melanggar janji nya terhadap Arki.entah kapan wanita itu akan sadar,tetapi tidak ada nya Jeni di rumah justru membuat Arki senang bisa bebas bermain dengan wanita kecil nya.

"Maafkan Aku yang sudah merepotkan Mas,Aku hanya bisa menambah beban pikiran untuk Mas.Aku selalu saja merepotkan orang yang berada di dekat ku." Dila kembali teringat dengan Maisya serta Jeni yang sudah berbaik hati menolong nya.ia tidak pernah meminta bantuan itu tetapi mereka sendiri yang berbaik hati datang mengulurkan tangan ke hadapan nya.hanya mereka yang Dila punya setelah sang ibu tercinta pergi untuk selama-lamanya.

Dila tanpa sadar menetes kan air mata,ia mengingat bagaimana ayah nya yang tidak mau mengakuinya sebagai darah daging nya sendiri dan memilih pergi tanpa pernah kembali lagi.

Arki yang merasa ada yang salah dengan Dila lantas segera maju serta memeluk nya.Arki menunduk menatap wajah Dila dan rupanya wanita itu tengah sesenggukan di sela tangis yang pecah.

" Ayolah sayang! Kamu sama sekali tidak pernah merepotkan Aku,Justru Aku sangat bahagia ada Kamu di samping ku."Arki tersenyum memeluk Dila semakin erat.wanita cantik ini sangat sensitif sekali.mungkin saja di masa lalu nya Dila pernah punya trauma tersendiri sehingga membuat nya menangis seperti ini.

"Sayang! Dengarkan Aku baik-baik,Kamu wanita yang sempurna dan Aku janji akan selalu berusaha menjaga Kamu semampu yang Aku bisa.Kamu terlalu berharga untuk di sakiti." Arki terus mencium kening Dila sambil mengelus punggung Dila yang masih bergetar karena menangis.

" Benarkah seperti itu?" Dila mendongakkan kepalanya menatap wajah Arki yang juga sedang menunduk menatap wajah nya.

" Benar sayang!" jawab Arki lembut sekali.

" Kamu adalah wanita spesial yang tuhan kirim kan untuk Mas, cantik,baik,pintar sampai lulus dengan nilai terbaik ,Kamu punya segala nya tidak seperti yang pernah mereka tuduh kan kepada mu." Arki sudah terlalu jauh menyelidiki tentang masa lalu Dila.ia juga tau bagaimana keras nya hidup wanita ini yang rela sebagai tulang punggung keluarga sekalian juga merawat ibu nya yang sedang sakit.tapi wanita ini terlalu kuat sampai lupa jika dia masih terlalu muda untuk melakukan itu semua itu,masa muda nya habis untuk melawan kepahitan hidup berbanding terbalik dengan teman-teman nya yang lain.

Dila tersenyum samar walaupun hati nya terasa sedikit sendu.ia bukan lah wanita egois yang tidak bisa menghargai niat baik seseorang.Arki selalu membuat jantung nya tidak nyaman.

" Lain kali jangan pakai pakaian seperti ini lagi jika ingin keluar dari kamar.semua ini milik ku." Arki membawa Dila duduk di sebuah sofa,sejak malam itu terjadi Arki semakin menggilai tubuh Dila dan sangat emosi jika ada pria lain yang melirik milik nya.

"Di sini kan tidak ada laki-laki lain selain Kamu,Aku juga malas berganti pakaian karena waktu ku juga lebih banyak habis di tempat tidur."Arki menggeleng pelan terus mengecup kening Dila.

" Kita harus kembali ke kamar,Kamu belum makan dan obat nya juga tidak boleh sampai terlewat kan."Arki segera mengangkat tubuh Dila untuk kembali ke kamar.bersamaan dengan itu datang lah Bibi yang ingin meminta izin untuk pulang karena memang seluruh pekerjaan nya sudah selesai.Arki dengan cepat memberikan izin lalu berjalan menuju ke kamar Dila.

" Mas! Nanti kalau Bibi curiga bagaimana?" tanya Dila cemas.apalagi Bibi sudah cukup lama bekerja untuk Jeni,sudah pasti Wanita paruh baya itu akan melaporkan perihal kejadian ini kepada Jeni sang majikan.

Memikirkan saja sudah membuat Dila berkeringat dingin apalagi sampai berhadapan dengan istri sah dari Arki.

" Nggak akan!Bibi tidak punya banyak waktu untuk mengurus rumah tangga orang lain.sudah Kamu tenang saja biar Aku yang mengurus nya." Arki keluar dari kamar mengambil makanan yang akan di santap oleh Dila.sebelum itu ia menyempatkan diri menelpon bibi agar tutup mulut dan jangan sampai terlibat dalam rumah tangga nya.jika Bibi melanggar peraturan itu maka Arki akan bertindak tegas.setelah berhasil membuat Bibi tutup mulut,Arki kembali ke kamar dengan satu piring nasi serta sayur dan juga ikan.

Dengan penuh kasih sayang Arki menemani Dila menghabis kan makanan nya,selesai makan Dila masih harus meminum obat dengan resep dokter,Dila segera berbaring karena kepala nya yang mulai terasa berat.

" Istirahat sayang,Aku akan menemani Kamu di sini." kata Arki kepada Dila.

" Iya Mas." Dila tersenyum manis dan melihat Arki yang ikut berbaring di samping nya.lelaki ini segera memeluk erat pinggang Dila dan sesekali mengusap perut Dila dengan pelan.

Detik ini Dila mulai berpikir keras, bagaimana bisa dia mundur kalau Arki selalu saja memperlakukan nya dengan baik, berbeda saat pertama mereka bertemu.bahkan kenyataan status dari Arki tidak bisa membuat Dila menjauh.

Seru juga ternyata bermain dengan pria yang sudah beristri.

Nggak pernah bosan author mengingat kan kalian semua untuk like, Vote dan Komen sebanyak mungkin.author tunggu ya guys..🥰😍🥰😊😊😊

Terpopuler

Comments

Maria Fransiska

Maria Fransiska

lanjut thor🙏

2024-09-13

0

Ajusani Dei Yanti

Ajusani Dei Yanti

lanjut thorrrr kuh

2024-06-07

1

lihat semua
Episodes
1 Aldila Khumaira
2 Bertemu untuk yang pertama kali
3 Panas dingin
4 Cap Cip
5 Ide gila Maisya
6 Kekasih Gelap Jeni
7 Mengaku keluarga dekat
8 Merasa takut
9 Akhirnya terjadi
10 Tawaran gila
11 Lanjut atau menyerah
12 Senang Tapi Bahaya
13 Tanda Merah
14 Cerita Dila
15 Bubur ayam untuk orang tersayang
16 Kepergok Bibi
17 Salah paham
18 Kangen berujung di hotel
19 Nafkah pertama
20 Seperti sampah
21 Tidur bersama
22 Jeni cemburu
23 Mengadu
24 Menguras isi ATM sugar Daddy
25 Babak belur
26 Obat laknat
27 Jatah malam yang terlewatkan
28 Penolakan Arki
29 Adegan di pagi hari
30 Kedatangan Arki
31 Bakso mie keriting
32 Punya anak
33 Di tolak oleh Mama Dewi
34 Gugatan perceraian
35 Sama-sama egois
36 Baju merah menyala
37 Jeni Berulah
38 Berandai-andai
39 Dimas dan Jeni
40 Tongkat sakti milik Dila
41 Rugi Banyak
42 Bangkrut nya Surya Pratama
43 Pertemuan
44 Keras kepala
45 Romantis
46 Kejutan
47 Suami - istri
48 Malam Spesial
49 Lemas
50 Rumah Untuk Dila
51 Istri CEO Wibisono grup
52 Tingkah Konyol
53 Sadar Diri
54 Gara-gara Selimut Jatuh
55 Tua-tua Posesif
56 Shopping Time ala Dila
57 Di Pecat
58 Istri Nakal Milik Arki
59 Dila Kenapa
60 Di Larikan ke rumah Sakit
61 Calon Papa Dan Mama
62 Kedatangan Sahabat
63 Menantu Dan Mertua
64 Tanpa Judul
65 Pulang Ke Rumah
66 Tentang Maisya dan Dila
67 Bakwan Jagung
68 Mangga Muda
69 Demi Kamu dan Buah Hati Kita
70 Bau Ikan Asin
71 Soto
72 Gagal Total
73 Perhiasan
74 Kabar Baik Dari Arki
75 Permintaan Aneh Dila
76 Tidak Ingin Lagi
77 Fakta Yang Tertunda
78 Pesta Di Mulai
79 Malapetaka
80 Panas
81 Panik
82 Kamar Hotel Menjadi Saksi nya
83 Bayi Tua
84 Ngidam Orang Kaya
85 Siapa kah Dia
86 Dila Mengamuk
87 Bakso Tanpa Sambal
88 Kembali Viral
89 Puncak
90 Makan Siang Bersama
91 Cara Mengusir Pelakor
92 Dalam Bahaya
93 Nyonya
94 Salah Sasaran
95 Tertangkap
96 Doyan Nangis
97 Perkara Ketek
98 Balasan Yang Setimpal
99 Ingin Tidur Bersama Istri
100 Tongkat Sakti Ketemu Pawang nya
101 Selamat Datang Pewaris Wibisono
102 Teror
103 Pabrik Susu
104 Hangat Dan Kenyal
105 Gas Beracun
106 Apa Ini?
107 Andai Oh Andai
108 Dila Hilang
109 Arki Yang Malang
110 Energi positif
111 Wanita Masa Lalu
112 Kartu Di Bekukan
113 Ganti Suami
114 Dan Terjadi Lagi
115 Hukuman Untuk Bu Dewi
116 Anand Rakarsa
117 Tarik-Menarik
118 Cewek Seksi
119 Ricky Mual?
120 Tak Ingin Kehilangan
121 Cairan Pembersih
122 Belum Siap
123 Berdamai Dengan Keadaan
124 Adik untuk Dewa
125 Princess nya Wibisono
Episodes

Updated 125 Episodes

1
Aldila Khumaira
2
Bertemu untuk yang pertama kali
3
Panas dingin
4
Cap Cip
5
Ide gila Maisya
6
Kekasih Gelap Jeni
7
Mengaku keluarga dekat
8
Merasa takut
9
Akhirnya terjadi
10
Tawaran gila
11
Lanjut atau menyerah
12
Senang Tapi Bahaya
13
Tanda Merah
14
Cerita Dila
15
Bubur ayam untuk orang tersayang
16
Kepergok Bibi
17
Salah paham
18
Kangen berujung di hotel
19
Nafkah pertama
20
Seperti sampah
21
Tidur bersama
22
Jeni cemburu
23
Mengadu
24
Menguras isi ATM sugar Daddy
25
Babak belur
26
Obat laknat
27
Jatah malam yang terlewatkan
28
Penolakan Arki
29
Adegan di pagi hari
30
Kedatangan Arki
31
Bakso mie keriting
32
Punya anak
33
Di tolak oleh Mama Dewi
34
Gugatan perceraian
35
Sama-sama egois
36
Baju merah menyala
37
Jeni Berulah
38
Berandai-andai
39
Dimas dan Jeni
40
Tongkat sakti milik Dila
41
Rugi Banyak
42
Bangkrut nya Surya Pratama
43
Pertemuan
44
Keras kepala
45
Romantis
46
Kejutan
47
Suami - istri
48
Malam Spesial
49
Lemas
50
Rumah Untuk Dila
51
Istri CEO Wibisono grup
52
Tingkah Konyol
53
Sadar Diri
54
Gara-gara Selimut Jatuh
55
Tua-tua Posesif
56
Shopping Time ala Dila
57
Di Pecat
58
Istri Nakal Milik Arki
59
Dila Kenapa
60
Di Larikan ke rumah Sakit
61
Calon Papa Dan Mama
62
Kedatangan Sahabat
63
Menantu Dan Mertua
64
Tanpa Judul
65
Pulang Ke Rumah
66
Tentang Maisya dan Dila
67
Bakwan Jagung
68
Mangga Muda
69
Demi Kamu dan Buah Hati Kita
70
Bau Ikan Asin
71
Soto
72
Gagal Total
73
Perhiasan
74
Kabar Baik Dari Arki
75
Permintaan Aneh Dila
76
Tidak Ingin Lagi
77
Fakta Yang Tertunda
78
Pesta Di Mulai
79
Malapetaka
80
Panas
81
Panik
82
Kamar Hotel Menjadi Saksi nya
83
Bayi Tua
84
Ngidam Orang Kaya
85
Siapa kah Dia
86
Dila Mengamuk
87
Bakso Tanpa Sambal
88
Kembali Viral
89
Puncak
90
Makan Siang Bersama
91
Cara Mengusir Pelakor
92
Dalam Bahaya
93
Nyonya
94
Salah Sasaran
95
Tertangkap
96
Doyan Nangis
97
Perkara Ketek
98
Balasan Yang Setimpal
99
Ingin Tidur Bersama Istri
100
Tongkat Sakti Ketemu Pawang nya
101
Selamat Datang Pewaris Wibisono
102
Teror
103
Pabrik Susu
104
Hangat Dan Kenyal
105
Gas Beracun
106
Apa Ini?
107
Andai Oh Andai
108
Dila Hilang
109
Arki Yang Malang
110
Energi positif
111
Wanita Masa Lalu
112
Kartu Di Bekukan
113
Ganti Suami
114
Dan Terjadi Lagi
115
Hukuman Untuk Bu Dewi
116
Anand Rakarsa
117
Tarik-Menarik
118
Cewek Seksi
119
Ricky Mual?
120
Tak Ingin Kehilangan
121
Cairan Pembersih
122
Belum Siap
123
Berdamai Dengan Keadaan
124
Adik untuk Dewa
125
Princess nya Wibisono

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!