Kangen berujung di hotel

" Ky! Gue terlalu cemburu ketika melihat dia bersama pria lain.entah mereka berteman atau tidak yang jelas gue nggak suka dengan hal itu." ungkap Arki yang selalu merasa nyaman jika bercerita kepada Ricky,bahkan sahabat mereka yang lain nya selalu merasa iri melihat kedekatan kedua sahabat ini,tanpa berbicara saja Ricky sudah bisa mengerti apa yang ada di dalam pikiran Arki begitu juga sebaliknya.

" Wajar saja Bro karena perasaan Lo udah tertuju sama dia.tapi Lo harus ingat masih ada Jeni di tengah-tengah kalian. Gue bisa lihat sendiri kalau Dila bukan lah wanita murahan dan dia rusak juga karena lo paksa." sebagai teman yang baik,tentu saja sudah sebagai kewajiban bagi Ricky untuk mengingat kan Arki supaya tidak terlalu lama berada dalam situasi ini.

" Kapan lo mau menyelesaikan semua nya?" tanya Ricky lagi.

" Huft..." terdengar helaan nafas kasar yang keluar dari mulut Arki.

" Tinggal tunggu waktu nya saja,Gue bahkan sudah mulai malas liat semua bukti yang di kumpulkan sama Jo." Arki menatap ke luar jendela mobil.sebagai pria sejati ia akan menyelesaikan semua nya sampai tuntas.kembali lagi bayangan malam itu berputar di kepala Arki membuat ia sudah tidak sabar ingin pulang bertemu wanita kecil kesayangan nya . Di mana wanita itu pilihan hati nya sendiri tanpa ada paksaan dari orang lain.

Arki bahkan sangat posesif kepada Dila yang hanya sebagai simpanan nya tanpa sadar telah mengabaikan Jeni yang merupakan istri sah dari pria itu.

" Gue harap semua nya sesuai dengan keinginan Lo." kata Ricky tanpa menatap wajah sahabat terbaik nya.

" Kalau sampai nggak sesuai itu urusan Lo dan gue hanya tinggal tunggu beres nya aja." kekeh Arki dengan Ricky yang mendengus kesal.selalu saja dia yang turun tangan untuk menyelesaikan urusan apapun sedang kan sang bos malah duduk santai di kursi kebesaran nya.

" Brengsek Lo Ar." umpat Ricky tidak di hiraukan oleh Arki karena pria ini sudah duluan keluar dari mobil.ia berjalan tergesa-gesa meninggalkan Ricky yang geleng-geleng kepala melihat tingkah laku bos nya itu.

Satu jam sebelum jam kantor usai,Arki pamit pulang lebih dulu meninggalkan Ricky sendirian menyelesaikan pekerjaan nya.

Arki pulang mengendarai mobil nya sendiri tanpa menggunakan jasa sopir.

Berkat keahlian mengendarai mobil yang ia miliki Arki bisa sampai lebih cepat di depan rumah nya.di depan gang arah keluar ada Dila yang sudah menunggu kedatangan nya dengan wajah cemberut.

Bagaimana tidak cemberut,di saat Dila tengah asyik menikmati mimpi indah nya.Arki menelpon memaksa dia untuk keluar dengan alasan ada yang harus mereka bicarakan.padahal tadi mereka baru saja dari luar tanpa ada pembicaraan penting.

Karena sifat arogan yang Arki miliki,Dila terpaksa menuruti permintaan lelaki itu karena takut mendengar ancaman Arki yang mengatakan bahwa ia akan masuk ke kamar Dila meskipun ada Jeni di dalam rumah.

"Masuk sayang." Arki membantu membuka pintu mobil untuk Dila dari dalam.security yang berjaga di depan sudah ia suap dan tidak akan pernah membongkar rahasia ini kepada Jeni.

"Ada apa lagi sih Mas? Kamu ini aneh banget sih jadi orang.mimpi apa coba orang tua Mas sampai memiliki anak seperti ini." gerutu Dila masih cemberut sekaligus kesal kepada Arki.bukan nya marah tapi Arki malah tersenyum tipis.sebuah senyum yang jarang ia perlihatkan kepada orang lain dan hanya Dila lah wanita paling beruntung mendapatkan nya.

" Tenang dulu sayang,jangan cemberut terus kalau nggak mau bibir nya Aku makan." belum tau saja Dila rencana apa yang di miliki oleh Arki saat ini.Arki mengingat kan Dila untuk memasang sabuk pengaman nya lalu menjalankan mobil keluar dari kompleks perumahan menuju ke sebuah tempat.

Jeni sendiri tidak tau bahwa Dila sudah keluar lagi dari rumah, wanita ini tengah sibuk sendiri di dalam kamar nya sambil menatap layar ponsel di mana terdapat wajah seseorang yang sedang tersenyum kepada nya dan seseorang itu merupakan teman tidur nya selama beberapa tahun terakhir.

" Ngapain kita ke sini?" tanya Dila panik.Arki memarkirkan mobilnya di sebuah hotel yang jarak nya lumayan dekat dari rumah.apa ada acara penting sampai Arki membawa nya kesini.

" Baju Aku kayak gini Mas! Aku mau pulang saja.udah tau ada pesta malah ngajak Aku yang belum dandan.kenapa nggak bawa istri Kamu aja sih Mas?" Dila tidak berhenti mengoceh dan Arki hanya membiarkan saja wanita itu berbicara tanpa berani mencela.

" Udah Aku pulang naik taksi aja kalau gitu,sana Kamu sendiri saja datang ke pesta nya." Dila membuka kasar pintu mobil namun sayang nya tidak bisa terbuka karena masih terkunci.

" Mas!" teriak Dila semakin terheran-heran melihat Arki yang malah santai di balik kemudi nya.

Cup..Cup..

Arki mengecup bibir Dila agar wanita nya berhenti mengoceh.dan benar saja cara itu sangat ampuh,Dila terdiam dengan membelalakkan mata tapi ikut menikmati kecupan hangat yang Arki berikan untuk nya.

" Udah selesai ngomong nya? " tanya Arki lembut membelai mesra wajah Dila yang sedang merona merah.

Dila hanya mengangguk kan kepala tanpa berniat mengeluarkan suara yang sudah tercekat di tenggorokan nya.rasa nya masih sama seperti malam itu membuat otak kotor Dila semakin bekerja keras.

" Aku kangen banget sama Kamu,kalau harus nunggu lagi sampai malam Aku nggak akan bisa nahan nya sayang." jujur Arki menyembunyikan wajah nya di ceruk leher Dila .rasa nya sangat menyiksa dan harus segera di tuntaskan detik ini juga.tidak perduli dengan Jeni yang akan menunggu kepulangan nya yang jelas ia harus segera mengajak Dila mencari tempat aman sebelum kepala nya terasa semakin pening.

Sejujur nya Dila sangat bahagia mendengar kejujuran hati dari Arki.wajah cemberut yang tadi ia perlihatkan sirna sudah berganti dengan wajah berseri-seri.

" Padahal kita kan tadi baru ketemu." sanggah Dila lirih.

" Beda sayang." Arki yang selama ini super tegas dengan wajah datar nya malah merengek manja kepada Dila dan siapapun yang melihat nya pasti tidak akan percaya jika yang sedang berbicara saat ini adalah seorang Arki Jhon Wibisono.

" Memang nya Mas nggak kangen sama istri Mas yang di tinggal di rumah.kasihan banget dia kalau sampai tau bagaimana kelakuan suami nya di luar."entah rumah tangga seperti apa yang mereka jalani berdua.jika tau salah tetapi masih saja bertahan di atas ego masing-masing.

" Kamu pikir Aku pria bodoh yang mau kangen sama wanita bekas orang lain, wanita yang sudah menjadi toilet umum dan tidak bisa menjaga harga diri suami nya.dia tidak pantas mendapatkan cinta termasuk rasa kangen ku lagi.bahkan melihat nya saja tidak membuat milik ku menegang,dia terlalu hina untuk Aku pertahankan sebagai istri,saat ini Aku sudah menemukan pengganti nya yang selalu membuat Aku jatuh cinta dan hampir setiap detik merindukan kecantikan serta wangi lembut tubuh nya." bisik Arki dengan satu tangan sudah menyusup ke baju Dila.

Tubuh Dila menegang dengan sentuhan lembut itu.tanpa sadar jika Arki sudah menarik ia keluar dari mobil dan saat ini tengah berada di depan sebuah kamar hotel.

"Jangan melamun terus sayang,ayok masuk." Dila tersadar dari lamunan panjang nya dan melangkah dengan wajah penuh tanya.

" Kita akan aman bermain di sini." jelas Arki yang sebenarnya bisa saja mengajak Dila melakukan nya di tempat yang lain tapi ia hanya ingin sebuah kenyamanan agar wanita nya merasa tenang.

Dila sama sekali tidak membantah ucapan Arki,ia juga menginginkan sentuhan itu.sedangkan bagi Arki sendiri Dila adalah candu nya yang jika berdekatan saja sudah membuat milik nya menegang ingin masuk.

" Tapi.." belum sempat Dila melanjutkan ucapannya tetapi bibir mungil itu sudah di lahap habis oleh bibir Arki.

" Boleh Aku meminta nya lagi? Aku udah nggak tahan lagi sayang."Dila sempat terpesona dengan ketampanan Arki dan malah mengalungkan kedua tangan nya di leher kokoh milik Arki yang berada di atas tubuh nya.

" Kalau ada yang mengadu kepada Mbak Jeni bagaimana?" tanya Dila masih saja sempat mengkhawatirkan Jeni.

" Tidak akan! Aku yang akan menghabisi orang itu jika berani melanggar privasi ku." Arki bergerak cepat melepas seluruh pakaian yang di kenakan oleh Dila begitu juga dengan Dila yang sudah berani menyentuh Arki sampai membuat pria ini bertelanjang dada diatas nya.

" Memang nya Kamu tidak keberatan jika rumah tangga kalian hancur karena kehadiran Aku." tanya Dila polos.

" Aku tidak perduli sayang,Aku tidak bisa jauh-jauh dari Kamu,Jeni sendiri sudah memiliki cinta yang lain dan Aku sudah tidak mau lagi bertahan dalam rumah tangga yang ternodai ini." Arki kesal Dila terus saja mengajak nya berbicara sementara ada yang lebih penting harus mereka lakukan selain terus berbicara tiada henti.

"Sayang! Di dalam sini sudah terlalu sesak.jangan menunda lagi."Dila menggigit bibir bawah nya ketika melihat celana Arki yang sudah menggembung besar ingin muntah.dengan pelan jemari lentik Dila menyentuh celana Arki dan membuka resleting nya.Dila perlahan membuka celana Arki menyisakan sebuah boxer bermerk dengan harga selangit.

Dila merasa malu sendiri melihat kedua tubuh mereka yang sudah menempel dalam keadaan polos.ini semakin memacu adrenalin nya sebagai seorang pemula.

" Dada mu begitu indah sekali sayang,Aku bahkan tidak rela jika ini jatuh ke anak kita nanti nya."jantung Dila semakin berdebar kencang dan tanpa peringatan apapun,Dila semakin berani mendesah dengan keras.

Entah sudah berapa kali mereka berpindah posisi sampai akhir nya kedua insan ini benar-benar memacu adrenalin mereka di atas ranjang dengan gerakan Arki yang begitu kuat.

" Mas...Teruskan." kata Dila dengan mulut terbuka lebar.

"Sebut nama ku sayang." Arki mempermainkan Dila yang sudah tidak tahan lagi ingin mengeluarkan sesuatu yang tertahan di bawah sana.

" Mas Arki sayang." desah Dila menggila.

" Kamu mau apa sayang?" tanya Arki dengan wajah nakal nya.

" Lebih cepat lagi Mas,Aku tidak tahan lagi." wajah sayu Dila membuat Arki semakin bergairah hebat.

" Seperti ini sayang." goda Arki tersenyum puas sambil menghentakkan tubuh nya semakin kuat dan membuat Dila terpental.

Dila benar- benar kewalahan dan itu membuat nya sangat kelelahan tapi ia belum ingin semua nya usai sampai di sini.

Bercinta dengan Arki membuat Dila lupa diri dan selalu ingin lebih.

Dila sudah berulang kali mencapai klimaksnya tetapi masih saja mendambakan pergerakan hebat dari Arki.

" Kali ini dia harus segera tumbuh subur di dalam sana." Arki sangat berharap bisa memiliki anak dari Dila.dulu mungkin impian ini begitu besar ia torehkan kepada Jeni.tapi semua sirna ketika mengetahui bahwa Jeni sudah berselingkuh di belakang nya dan menolak hamil cepat dengan beribu alasan yang tidak jelas ,padahal Arki sendiri sudah tau penolakan itu Jeni lakukan karena tidak ingin membuat kekasih gelap nya kecewa dengan kehamilan nya itu.

" Mas kenapa di keluarkan di dalam." Dila meronta tapi tetap saja jinak jika di berikan sentuhan lembut oleh Arki.

" Kalau sudah bersama Kamu, Aku lupa segala nya sayang." ungkap Arki kembali membalikkan tubuh Dila dan mengulang kembali aktivitas panas tanpa mengenal kata lelah.

Sudah 3 jam lebih mereka berada di kamar hotel ini,ponsel canggih nya yang tergeletak di atas meja sengaja Arki matikan karena tidak ingin terganggu oleh parasit nakal termasuk juga wanita yang masih sah sebagai istri nya.

" Mas! Kita pulang sekarang." ajak Dila walaupun lelah tetapi masih ingat kalau ada Jeni yang pasti menunggu kepulangan suami nya

"Aku masih belum puas sayang." Dila menggusar di tengah pasokan oksigen yang sudah menipis .jika di biarkan berada di posisi seperti ini Arki bisa saja melanjutkan permainan yang sudah sangat melelahkan nya.Dila memutar otak mencari cara untuk membujuk pria dewasa ini.

" Mas sekarang kita harus pulang dulu, nanti di rumah Kamu masih bisa melanjutkan nya.ingat istri mu akan curiga kalau sampai Kamu belum pulang juga."mendengar hal itu membuat Arki bersorak gembira.ia tidak percaya jika Dila masih mau bermain-main dengan nya padahal sore ini mereka sudah menghabiskan waktu cukup lama serta puas sekali.

" Beneran masih boleh kan nanti malam sayang? Aku akan tagih janji Kamu ini."Dila mengangguk kepala dengan malas ,ia terpaksa mengatakan itu tapi malah membuat diri nya terperangkap dalam lubang singa.

" Iya janji Mas." tegas Dila yang ingin pulang secepatnya.

" Terimakasih sayang." teriak Arki memeluk tubuh Dila sambil tertawa puas.

Beberapa menit kemudian kedua nya sudah wangi lengkap dengan pakaian yang sudah rapi di tubuh mereka masing-masing.

Arki menolak permintaan Dila yang ingin pulang terpisah.toh Arki masih mampu mengurus semua nya tanpa harus membuat Jeni curiga kepada mereka berdua.

" Mas yakin Mbak Jeni tidak akan tau kalau Aku pulang bareng Mas?" tanya Dila masih ragu.

" Yakin seratus persen sayang,Kamu tenang saja dan persiapkan diri mu untuk nanti malam." Dila malas menanggapi kemesuman Arki,ia hanya pasrah toh selama ini ia juga menikmati setiap tingkah mesum Arki.

" Mau mampir dulu beli makanan nggak ?" tanya Arki lembut sambil menggenggam sebelah tangan Dila.

" Boleh." balas Dila senang karena bisa makan enak dan gratis pula.

Arki membelokkan mobilnya ke sebuah restoran ternama.Dila menolak untuk turun sehingga Arki terpaksa turun sendirian membeli pesanan makanan dari wanita kesayangan nya.Dila memesan dalam jumlah banyak karena sungkan kepada Jeni.

Tidak membutuhkan waktu yang lama Arki akhirnya kembali ke dalam mobil sambil menenteng beberapa plastik makanan di tangan nya.

" Sumpah ini om-om tampan banget." batin Dila terus saja terpesona kepada Arki padahal ia sendiri sudah menikmati tubuh atletis itu.cara jalan Arki saja sudah membuat banyak wanita melirik nakal ke arah nya bagaimana jika sudah melihat keperkasaan yang di miliki oleh pria itu.

" Aku nggak boleh kalah saing." Dila terkekeh geli dan menutup rapat mulut nya saat Arki sudah membuka pintu mobil.

Tak..

" Sakit Mas!" Dila mendengus sebal meski sentilan itu tidak terasa sakit. Jika ibu nya masih hidup pasti Dila masih tetap menjadi wanita baik yang bisa menjaga harga diri nya dari dunia luar,jika punya kesempatan pasti nanti Dila akan pergi dari Arki walaupun hati nya sepenuhnya tidak rela.jahat memang jika tetap bertahan di posisi ini.Arki pasti bisa mendapatkan wanita yang lebih baik dari dia dan tentu setara dengan status keluarga nya juga.

" Jangan melamun sayang,Kamu tidak akan bisa pergi dari ku karena Aku akan mencari Kamu meskipun ke lubang semut sekali pun.ingat itu!" Arki sudah seperti cenayang yang bisa menebak isi pikiran Dila. hal itu membuat Dila terheran-heran melihat pria ini.

"Mudah banget ya menebak isi pikiran Aku?" tanya Dila pelan.

" Sangat mudah sekali.Ketika Kamu minta ingin nambah permainan aja Aku tau maka dari itu Aku tidak mau berhenti." ledek Arki semakin membuat Dila malu.

" Aku serius sayang,jangan suka membuat sebuah kesimpulan jika Kamu sendiri tidak mampu untuk mengurai nya.kita jalani semua ini sampai kita tau kemana akan berhenti nanti nya.biarkan dia tau pada saat nya dan Aku tidak keberatan jika di benci oleh dia."

Arki mengecup kening Dila dan memeluk nya pelan penuh kasih sayang.

Mobil Arki kembali melaju membelah kemacetan Ibu kota dengan Dila yang begitu setia bergelayut manja di lengan sebelah kiri nya.dulu Arki sangat membenci adegan ini dan selalu bersikap dingin jika Jeni melakukan nya.tapi sekarang Arki berubah total dan sebaliknya sangat menikmati perjalanan yang terasa semakin singkat dengan segala tingkah manja dari Dila.

Selamat malam guys.jangan lupa like,Vote dan Komen ya guys.😊😍😊😍😍🥰

Terpopuler

Comments

Maria Fransiska

Maria Fransiska

wah makin seru nih thor....

2024-09-13

0

Ajusani Dei Yanti

Ajusani Dei Yanti

semangat thorrrr kuh seru

2024-06-07

1

lihat semua
Episodes
1 Aldila Khumaira
2 Bertemu untuk yang pertama kali
3 Panas dingin
4 Cap Cip
5 Ide gila Maisya
6 Kekasih Gelap Jeni
7 Mengaku keluarga dekat
8 Merasa takut
9 Akhirnya terjadi
10 Tawaran gila
11 Lanjut atau menyerah
12 Senang Tapi Bahaya
13 Tanda Merah
14 Cerita Dila
15 Bubur ayam untuk orang tersayang
16 Kepergok Bibi
17 Salah paham
18 Kangen berujung di hotel
19 Nafkah pertama
20 Seperti sampah
21 Tidur bersama
22 Jeni cemburu
23 Mengadu
24 Menguras isi ATM sugar Daddy
25 Babak belur
26 Obat laknat
27 Jatah malam yang terlewatkan
28 Penolakan Arki
29 Adegan di pagi hari
30 Kedatangan Arki
31 Bakso mie keriting
32 Punya anak
33 Di tolak oleh Mama Dewi
34 Gugatan perceraian
35 Sama-sama egois
36 Baju merah menyala
37 Jeni Berulah
38 Berandai-andai
39 Dimas dan Jeni
40 Tongkat sakti milik Dila
41 Rugi Banyak
42 Bangkrut nya Surya Pratama
43 Pertemuan
44 Keras kepala
45 Romantis
46 Kejutan
47 Suami - istri
48 Malam Spesial
49 Lemas
50 Rumah Untuk Dila
51 Istri CEO Wibisono grup
52 Tingkah Konyol
53 Sadar Diri
54 Gara-gara Selimut Jatuh
55 Tua-tua Posesif
56 Shopping Time ala Dila
57 Di Pecat
58 Istri Nakal Milik Arki
59 Dila Kenapa
60 Di Larikan ke rumah Sakit
61 Calon Papa Dan Mama
62 Kedatangan Sahabat
63 Menantu Dan Mertua
64 Tanpa Judul
65 Pulang Ke Rumah
66 Tentang Maisya dan Dila
67 Bakwan Jagung
68 Mangga Muda
69 Demi Kamu dan Buah Hati Kita
70 Bau Ikan Asin
71 Soto
72 Gagal Total
73 Perhiasan
74 Kabar Baik Dari Arki
75 Permintaan Aneh Dila
76 Tidak Ingin Lagi
77 Fakta Yang Tertunda
78 Pesta Di Mulai
79 Malapetaka
80 Panas
81 Panik
82 Kamar Hotel Menjadi Saksi nya
83 Bayi Tua
84 Ngidam Orang Kaya
85 Siapa kah Dia
86 Dila Mengamuk
87 Bakso Tanpa Sambal
88 Kembali Viral
89 Puncak
90 Makan Siang Bersama
91 Cara Mengusir Pelakor
92 Dalam Bahaya
93 Nyonya
94 Salah Sasaran
95 Tertangkap
96 Doyan Nangis
97 Perkara Ketek
98 Balasan Yang Setimpal
99 Ingin Tidur Bersama Istri
100 Tongkat Sakti Ketemu Pawang nya
101 Selamat Datang Pewaris Wibisono
102 Teror
103 Pabrik Susu
104 Hangat Dan Kenyal
105 Gas Beracun
106 Apa Ini?
107 Andai Oh Andai
108 Dila Hilang
109 Arki Yang Malang
110 Energi positif
111 Wanita Masa Lalu
112 Kartu Di Bekukan
113 Ganti Suami
114 Dan Terjadi Lagi
115 Hukuman Untuk Bu Dewi
116 Anand Rakarsa
117 Tarik-Menarik
118 Cewek Seksi
119 Ricky Mual?
120 Tak Ingin Kehilangan
121 Cairan Pembersih
122 Belum Siap
123 Berdamai Dengan Keadaan
124 Adik untuk Dewa
125 Princess nya Wibisono
Episodes

Updated 125 Episodes

1
Aldila Khumaira
2
Bertemu untuk yang pertama kali
3
Panas dingin
4
Cap Cip
5
Ide gila Maisya
6
Kekasih Gelap Jeni
7
Mengaku keluarga dekat
8
Merasa takut
9
Akhirnya terjadi
10
Tawaran gila
11
Lanjut atau menyerah
12
Senang Tapi Bahaya
13
Tanda Merah
14
Cerita Dila
15
Bubur ayam untuk orang tersayang
16
Kepergok Bibi
17
Salah paham
18
Kangen berujung di hotel
19
Nafkah pertama
20
Seperti sampah
21
Tidur bersama
22
Jeni cemburu
23
Mengadu
24
Menguras isi ATM sugar Daddy
25
Babak belur
26
Obat laknat
27
Jatah malam yang terlewatkan
28
Penolakan Arki
29
Adegan di pagi hari
30
Kedatangan Arki
31
Bakso mie keriting
32
Punya anak
33
Di tolak oleh Mama Dewi
34
Gugatan perceraian
35
Sama-sama egois
36
Baju merah menyala
37
Jeni Berulah
38
Berandai-andai
39
Dimas dan Jeni
40
Tongkat sakti milik Dila
41
Rugi Banyak
42
Bangkrut nya Surya Pratama
43
Pertemuan
44
Keras kepala
45
Romantis
46
Kejutan
47
Suami - istri
48
Malam Spesial
49
Lemas
50
Rumah Untuk Dila
51
Istri CEO Wibisono grup
52
Tingkah Konyol
53
Sadar Diri
54
Gara-gara Selimut Jatuh
55
Tua-tua Posesif
56
Shopping Time ala Dila
57
Di Pecat
58
Istri Nakal Milik Arki
59
Dila Kenapa
60
Di Larikan ke rumah Sakit
61
Calon Papa Dan Mama
62
Kedatangan Sahabat
63
Menantu Dan Mertua
64
Tanpa Judul
65
Pulang Ke Rumah
66
Tentang Maisya dan Dila
67
Bakwan Jagung
68
Mangga Muda
69
Demi Kamu dan Buah Hati Kita
70
Bau Ikan Asin
71
Soto
72
Gagal Total
73
Perhiasan
74
Kabar Baik Dari Arki
75
Permintaan Aneh Dila
76
Tidak Ingin Lagi
77
Fakta Yang Tertunda
78
Pesta Di Mulai
79
Malapetaka
80
Panas
81
Panik
82
Kamar Hotel Menjadi Saksi nya
83
Bayi Tua
84
Ngidam Orang Kaya
85
Siapa kah Dia
86
Dila Mengamuk
87
Bakso Tanpa Sambal
88
Kembali Viral
89
Puncak
90
Makan Siang Bersama
91
Cara Mengusir Pelakor
92
Dalam Bahaya
93
Nyonya
94
Salah Sasaran
95
Tertangkap
96
Doyan Nangis
97
Perkara Ketek
98
Balasan Yang Setimpal
99
Ingin Tidur Bersama Istri
100
Tongkat Sakti Ketemu Pawang nya
101
Selamat Datang Pewaris Wibisono
102
Teror
103
Pabrik Susu
104
Hangat Dan Kenyal
105
Gas Beracun
106
Apa Ini?
107
Andai Oh Andai
108
Dila Hilang
109
Arki Yang Malang
110
Energi positif
111
Wanita Masa Lalu
112
Kartu Di Bekukan
113
Ganti Suami
114
Dan Terjadi Lagi
115
Hukuman Untuk Bu Dewi
116
Anand Rakarsa
117
Tarik-Menarik
118
Cewek Seksi
119
Ricky Mual?
120
Tak Ingin Kehilangan
121
Cairan Pembersih
122
Belum Siap
123
Berdamai Dengan Keadaan
124
Adik untuk Dewa
125
Princess nya Wibisono

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!