Bubur ayam untuk orang tersayang

Dila terbangun dengan rasa kaget nya.karena saat ini ia sudah berada di dalam kamar yang biasa ia tempati di rumah Arki,entah bagaimana hal ini bisa terjadi yang jelas Dila tengah berbaring dengan selang infus yang menancap di tangan kanan.sedangkan di samping tubuh nya ada Arki yang tidur lelap sambil memeluk pinggang Dila.pria ini tampak lelah dan sama sekali tidak terganggu dengan pergerakan kecil yang di lakukan oleh Dila.

Di tengah rasa kaget itu,Dila harus berpikir keras kenapa tubuh nya sampai harus menerima infus, sebegitu bahayakah kondisi nya sampai harus seperti ini?

Dila mencoba menggeser pelan tubuh nya untuk menghadap ke arah Arki.tapi sayang nya gerakan itu terbatas akibat pelukan Arki yang terlalu kuat.Dila mengusap pelan pipi Arki untuk membangun kan nya.

" Mas bangun dulu."

" Mas awas sana." kata Dila terus menatap ke arah pintu.berharap Jeni tidak masuk ke dalam kamar ini.Dila sudah begitu hapal tentang segala isi kamar dan ia yakin sekali jika kamar ini adalah tempat istirahat nya untuk sementara waktu.

" Mas!" seru Dila untuk yang ketiga kali nya,Arki yang sebenarnya sejak tadi sudah terbangun akhirnya menyudahi drama pura-pura sebelum Dila mengamuk dengan teriakan maut nya.

" Kamu butuh sesuatu? Apa ada yang sakit?" tanya Arki dengan suara khas bangun tidur.

Arki sudah meraih ponsel hendak menelpon dokter pribadi nya tetapi tangan nya malah di tahan oleh Dila.

" Aku tidak butuh apa-apa Mas,tapi..." belum selesai Dila melanjutkan ucapannya tetapi Arki sudah terlebih dahulu memotong pembicaraan itu.

" Kamu tadi pingsan di jalan bertepatan dengan Aku yang baru saja pulang dari kantor,untung saja Aku yang menemukan mu dan langsung membawa Kamu pulang ke rumah ini." jelas Arki panjang lebar tanpa ada yang terlewat kan dan Dila diam menyimak perkataan nya.

" Jangan dekat-dekat seperti ini Mas, nanti istri Mas bisa melihat kita,ia pasti marah dan mencurigai Aku." Dila menggeser tubuh nya agar menjauh dari Arki.tetapi dasar nya pria ini sangat angkuh dan tidak mudah untuk di atur oleh orang lain.

" Udah biarkan seperti ini saja sayang,tadi aja Kamu begitu menikmati pelukan ku sampai ngorok begitu." ledek Arki terkekeh.

" Jangan asal bicara Mas,udah sana Kaku keluar saja dari sini." Dila harus segera mengusir Arki sebelum pemilik rumah ini datang dan memergokinya.bisa tamat riwayat Dila terkena amukan dari Jeni.

" Tenang saja sayang,Jeni tadi di jemput sama Nenek dan juga Mama nya,dia ada acara keluarga lagi dan kita berdua akan bebas untuk satu hari ke depan." Arki semakin memeluk tubuh Dila,pria ini kembali menyimpan asal ponsel ke atas meja karena Dila yang melarang nya untuk menghubungi dokter.wajah Arki sudah bersembunyi di ceruk leher Dila sampai membuat Dila merinding tak tahan dengan hembusan nafas hangat Arki.

" Mas." ujar Dila berusaha tetap sadar di tengah rasa aneh yang kembali muncul dari permainan mulut Arki.

" Kamu mau makan apa sayang,sejak tadi Kamu belum makan dan Kamu juga harus minum obat,pokok nya mulai sekarang Kamu nggak boleh telat makan lagi ,jaga kesehatan perut Kamu jangan sampai kejadian ini kembali terulang." Arki sudah mengetahui tentang penyakit yang di alami oleh Dila.beruntung Jeni sedang di bawa pergi oleh keluarga nya sehingga membuat Arki bebas merawat Dila sampai wanita kesayangan nya sembuh.Jeni sendiri belum mengetahui tentang sakit nya Dila.Arki juga terpaksa memberikan izin keluar kepada Jeni karena Dila yang sedang sakit.ia tau alasan acara keluarga itu hanya sebagai kamuflase belaka,setelah urusan keluarga nya selesai sudah pasti Jeni akan memanfaatkan waktu luang untuk bertemu dengan kekasih gelap nya.semua rencana Jeni sudah bisa di tebak oleh Arki dan Arki sama sekali tidak perduli lagi dengan wanita itu.bagi nya Dila harus cepat sembuh agar bisa tetap berada di samping nya sampai tua nanti.

" Jangan panggil sayang lagi Mas.Aku nggak enak sama Mbak Jeni." bantah Dila yang merasa takut jika Jeni mendengar panggilan itu, walaupun hati nya senang dengan panggilan yang Arki berikan kepada nya tetapi keberadaan Jeni tidak bisa di anggap remeh.

" Jangan terus membantah ku sayang,cepat katakan apa yang ingin Kamu makan." sekali lagi Arki menunjukkan sifat dominan tidak mudah untuk di tindas oleh siapapun itu.semakin keras Dila melarang kata sayang itu terucap semakin keras pula Arki melakukan nya bahkan ia terus saja menggunakan kata sayang sampai Dila merasa jijik mendengar nya.

" Makan Nasi goreng yang ada di depan sana boleh kan?" tanya Dila penuh harap,perut kecil wanita ini sudah terasa perih minta di isi dengan segera, walaupun jam sudah menunjukkan tengah malam tetapi Dila tidak peduli dan tetap ingin makan makanan berat.tubuh nya sudah terlalu tipis hanya untuk memikirkan kadar lemak yang terkandung di dalam nasi goreng itu.

" No sayang! Jangan mengada, sekarang Kamu hanya boleh makan makanan lunak sampai perut Kamu kembali membaik." Arki bangkit mengelus kepala Dila.entah bagaimana rasa cinta itu bisa hadir di tengah mereka berdua.yang pasti Arki tidak akan rela jika sampai Dila jatuh ke pelukan pria lain.walaupun jarak usia mereka terpaut cukup jauh tapi Arki tetap menginginkan Dila menjadi pendamping hidup nya.

" Tadi kan Kamu yang menawarkan Aku makan? Ya aku mau nya makan nasi goreng." Dila kembali merasakan nyeri di bagian perut nya tapi ia tahan agar Arki tidak mengetahui nya ,sakit ini tidak separah apa yang ia rasakan sore tadi dan ia yakin setelah minum obat nanti pasti akan sembuh.lihat lah tubuh nya saja sudah kembali bugar setelah mendapatkan cairan infus.Arki pasti membeli kan Dila obat yang paling mahal yang jika sekali minum langsung sembuh total.

" Aku tidak suka di bantah sayang,Kamu makan bubur saja malam ini dan Aku akan memasak nya untuk mu."sekarang keahlian Arki dalam memasak kembali di gunakan setelah beberapa tahun vakum karena lebih sibuk di kantor ketimbang berada di rumah.lagi dan lagi kehadiran Dila dalam hidup Arki membuat Arki menjadi jinak bak kucing manis.

" Iya sudah terserah Kamu saja,tapi di atas bubur nya jangan lupa kasih ayam goreng yang banyak ya." Arki menghela nafas sebelum akhirnya terpaksa mengiyakan permintaan wanita ini.Arki terpaksa mengikuti kemauan Dila agar perut Dila tetap terisi,pria ini keluar dari kamar menuju ke dapur membuat kan bubur karena memang sudah tidak ada lagi asisten rumah tangga yang bisa di mintai bantuan.

Dila sendiri masih setia di atas tempat tidur untuk menunggu Arki datang,ini kali pertama nya Dila di masakin oleh seorang laki-laki.hal itu benar-benar membuat hati Dila tersentuh.

" Kalau dia setiap hari bersikap manis seperti ini,Aku jamin hati ku ini akan jatuh sedalam-dalamnya kepada dia.pesona pria beristri sungguh luar biasa." batin Dila tersenyum tipis.

Dila menerawang jauh ke depan, perkataan Maisya ada benarnya juga tapi di sisi lain ia sudah tidak bisa untuk mundur lagi.jika mengikuti kata hati nya ,Dila ingin mendapatkan perhatian lebih dari Arki,ia juga tidak rela jika Arki kembali kepada istri nya.salah kah Dila bersikap egois seperti ini? Atau ia harus mundur setelah apa yang telah ia lewati bersama Arki.

Maisya: Lagi apa lu? Jangan bilang kalau lu lagi main kuda-kudaan sama om lu itu.

Secara bersamaan ponsel milik Arki juga berdering sebagai pertanda ada sebuah pesan yang masuk.di layar depan ponsel itu tertulis nama Jeni.

" Sayang,Aku kangen banget sama Kamu,maaf ya Aku malam ini belum bisa pulang dulu.Mama masih ada keperluan dan Aku di minta untuk menemani nya." Dila mengabaikan pesan dari Jeni karena memang bukan urusan nya,ia tidak mau membuat Arki marah hanya karena terlalu mencampuri urusan pria itu.Dila membuka kembali ponsel nya sendiri lalu mengetik balasan agar Maisya berhenti mengganggu diri nya.

" CK... Sabar woy." teriak Dila di depan ponsel ketika Maisya tidak berhenti melakukan panggilan video.

" Iya gue lagi main kuda-kudaan,nggak usah ganggu kenapa sih,sana cari om kaya untuk Lo supaya ada teman tidur,cari yang banyak duit biar Lo bisa shopping setiap hari nya." Dila tertawa kecil melihat isi pesan itu,tanpa menunggu waktu yang lama pesan itu telah di baca oleh Maisya dan mungkin sebentar lagi pesan balasan akan di dapat kan oleh Dila tapi Dila sendiri sudah tidak berniat untuk membalas nya.

Tak lama kemudian Arki sudah datang membawa nampan berisi bubur hasil masakan nya sendiri.

Mata Dila yang hendak tertutup kembali cerah saat melihat ada banyak ayam suwir di atas bubur yang di bawa kan oleh Arki.

" Ini benaran hasil masakan Mas?" tanya Dila masih belum percaya.

" Iya makan lah,Kamu pikir siapa lagi yang ada di rumah ini selain kita berdua." Arki meletakkan nampan itu ke atas nakas sebelum di berikan kepada Dila nanti.walaupun kegiatan memasak jarang ia lakukan tapi Arki masih cukup hapal nama-nama bumbu yang ada di meja dapur.

" Beli di luar mungkin." jawab Dila terkekeh.

" Untuk orang tersayang harus Aku sendiri yang turun tangan."Dila tersenyum tidak menanggapi perkataan Arki.dia lebih memilih untuk menghabiskan bubur yang sudah susah payah di buat oleh Arki , meskipun perut nya masih terasa tidak enak tetapi Dila berusaha keras menghabis kan bubur ini demi menghargai Arki.

" Bagaimana rasa bubur nya sayang?" tanya Arki memastikan.

" Enak." jawab Dila singkat.

" Perut nya gimana? Apa perlu Aku panggil kan dokter untuk memeriksa Kamu lagi?" sungguh perhatian sekali Arki.hati Dila rasa nya hampir meleleh tidak kuat menerima perhatian setulus ini.

" Sedikit agak kurang enak Mas,tapi Kamu nggak perlu panggil kan dokter lagi.mungkin ini efek dari muntah tadi dan perut ku juga baru di isi lagi." Arki mengangguk paham ,ia membiarkan Dila menghabis kan sendiri bubur nya.bukan karena tidak mau menyuapi wanita ini tapi wanita ini lah yang menolak di suapi dengan alasan bisa makan sendiri.perhatian Arki tertuju ke ponsel canggih yang kembali menyala.rupa nya Jeni kembali mengirim pesan untuk Arki dan ada juga pesan penting lain nya dari Ricky yang merupakan asisten terbaik nya.

Arki tersenyum getir membaca isi pesan tersebut,sang istri bahkan tidak menanyakan bagaimana keadaan nya ,apakah sudah makan atau belum,malah sibuk dengan urusan nya sendiri.

Arki tak mau membalas apapun karena dia terlalu muak dengan semua tingkah istri nya itu.

Bukan kah ini bukan sebuah hubungan yang sehat bagi sepasang suami istri, Jeni sama sekali tidak mengikuti kemauan nya dan selalu melakukan sesuatu sesuai kemauannya sendiri.

Bubur ayam buatan Arki habis tak bersisa lagi mungkin efek dari rasa laparnya apalagi ke Dila yang juga ingin menghargai kerja keras dari Arki.sudah tengah malam saja Arki mau di repot kan tanpa mengeluh sedikitpun.

" Mas kenapa Kamu selalu memanggil Aku dengan sayang?" tanya Dila setelah Arki kembali mengucapkan kata sayang.

"Karena Aku memang sangat menyayangi Kamu, walaupun kita belum resmi sebagai pasangan suami istri tetapi Aku akan selalu membuat kamu menjadi prioritas utama ku dan selalu menjadi yang pertama." jawab Arki membenarkan rambut Dila yang menjuntai keluar dari ikatan nya.

" Lalu bagaimana dengan Mbak Jeni jika Kamu melakukan itu untuk ku?" Dila kembali menguji Arki berharap jawaban Arki tidak akan mengecewakan nya.

" Dia bukan urusan ku lagi,sudah ada pria lain yang mengambil alih tugas ku, sekarang Aku ingin membuat Kamu jatuh cinta sebanyak mungkin sama Aku sampai lupa bagaimana cara untuk melupakan Aku yang sangat tampan ini." Arki terlalu percaya diri tetapi Dila hanya tertawa mendengar nya.

" Mas."

" Jangan bahas dia lagi di saat kita tengah bersama.Kamu sekarang menjadi pemilik hati ku sampai kapanpun itu." Arki menarik Dila masuk ke dalam pelukan nya.wangi lembut dari tubuh Dila membuat Arki merasa nyaman.gairah bercinta yang di miliki oleh pria ini kembali bangkit,tapi Arki masih sangat sadar bahwa ia belum bisa menyentuh Dila untuk saat ini karena Dila yang sedang sakit.

" Udah lah jangan bahas itu lagi,Aku nggak bisa bayangin bagaimana hancurnya Mbak Jeni saat tau kalau Aku adalah teman tidur suami nya.Aku harap Mas bertanggung jawab menyelesaikan semua nya." Dila tanpa sadar ikut membalas pelukan dari Arki,nyaman satu kata itu yang kembali di rasakan oleh Dila.ia tidak mau melepaskan pelukan ini apalagi membiarkan lelaki ini jatuh ke tangan wanita lain.

" St.. Lebih baik kita kembali tidur saja karena hari sebentar lagi akan pagi.Kamu harus banyak istirahat dan jangan keluar rumah untuk beberapa hari sebelum sakit Kamu membaik." Dila tak membantah lagi langsung saja tidur di atas lengan Arki.tanpa di minta oleh Arki ,Dila dengan cepat memeluk lelaki itu dengan wajah nya yang bersembunyi di dada bidang milik Arki.

Jangan lupa like,Vote dan Komen ya guys...😍😊🥰😍😊😊

Terpopuler

Comments

Maria Fransiska

Maria Fransiska

makasih.... lanjut thor.

2024-09-13

0

Ajusani Dei Yanti

Ajusani Dei Yanti

lanjut thorrrr

2024-06-07

1

lihat semua
Episodes
1 Aldila Khumaira
2 Bertemu untuk yang pertama kali
3 Panas dingin
4 Cap Cip
5 Ide gila Maisya
6 Kekasih Gelap Jeni
7 Mengaku keluarga dekat
8 Merasa takut
9 Akhirnya terjadi
10 Tawaran gila
11 Lanjut atau menyerah
12 Senang Tapi Bahaya
13 Tanda Merah
14 Cerita Dila
15 Bubur ayam untuk orang tersayang
16 Kepergok Bibi
17 Salah paham
18 Kangen berujung di hotel
19 Nafkah pertama
20 Seperti sampah
21 Tidur bersama
22 Jeni cemburu
23 Mengadu
24 Menguras isi ATM sugar Daddy
25 Babak belur
26 Obat laknat
27 Jatah malam yang terlewatkan
28 Penolakan Arki
29 Adegan di pagi hari
30 Kedatangan Arki
31 Bakso mie keriting
32 Punya anak
33 Di tolak oleh Mama Dewi
34 Gugatan perceraian
35 Sama-sama egois
36 Baju merah menyala
37 Jeni Berulah
38 Berandai-andai
39 Dimas dan Jeni
40 Tongkat sakti milik Dila
41 Rugi Banyak
42 Bangkrut nya Surya Pratama
43 Pertemuan
44 Keras kepala
45 Romantis
46 Kejutan
47 Suami - istri
48 Malam Spesial
49 Lemas
50 Rumah Untuk Dila
51 Istri CEO Wibisono grup
52 Tingkah Konyol
53 Sadar Diri
54 Gara-gara Selimut Jatuh
55 Tua-tua Posesif
56 Shopping Time ala Dila
57 Di Pecat
58 Istri Nakal Milik Arki
59 Dila Kenapa
60 Di Larikan ke rumah Sakit
61 Calon Papa Dan Mama
62 Kedatangan Sahabat
63 Menantu Dan Mertua
64 Tanpa Judul
65 Pulang Ke Rumah
66 Tentang Maisya dan Dila
67 Bakwan Jagung
68 Mangga Muda
69 Demi Kamu dan Buah Hati Kita
70 Bau Ikan Asin
71 Soto
72 Gagal Total
73 Perhiasan
74 Kabar Baik Dari Arki
75 Permintaan Aneh Dila
76 Tidak Ingin Lagi
77 Fakta Yang Tertunda
78 Pesta Di Mulai
79 Malapetaka
80 Panas
81 Panik
82 Kamar Hotel Menjadi Saksi nya
83 Bayi Tua
84 Ngidam Orang Kaya
85 Siapa kah Dia
86 Dila Mengamuk
87 Bakso Tanpa Sambal
88 Kembali Viral
89 Puncak
90 Makan Siang Bersama
91 Cara Mengusir Pelakor
92 Dalam Bahaya
93 Nyonya
94 Salah Sasaran
95 Tertangkap
96 Doyan Nangis
97 Perkara Ketek
98 Balasan Yang Setimpal
99 Ingin Tidur Bersama Istri
100 Tongkat Sakti Ketemu Pawang nya
101 Selamat Datang Pewaris Wibisono
102 Teror
103 Pabrik Susu
104 Hangat Dan Kenyal
105 Gas Beracun
106 Apa Ini?
107 Andai Oh Andai
108 Dila Hilang
109 Arki Yang Malang
110 Energi positif
111 Wanita Masa Lalu
112 Kartu Di Bekukan
113 Ganti Suami
114 Dan Terjadi Lagi
115 Hukuman Untuk Bu Dewi
116 Anand Rakarsa
117 Tarik-Menarik
118 Cewek Seksi
119 Ricky Mual?
120 Tak Ingin Kehilangan
121 Cairan Pembersih
122 Belum Siap
123 Berdamai Dengan Keadaan
124 Adik untuk Dewa
125 Princess nya Wibisono
Episodes

Updated 125 Episodes

1
Aldila Khumaira
2
Bertemu untuk yang pertama kali
3
Panas dingin
4
Cap Cip
5
Ide gila Maisya
6
Kekasih Gelap Jeni
7
Mengaku keluarga dekat
8
Merasa takut
9
Akhirnya terjadi
10
Tawaran gila
11
Lanjut atau menyerah
12
Senang Tapi Bahaya
13
Tanda Merah
14
Cerita Dila
15
Bubur ayam untuk orang tersayang
16
Kepergok Bibi
17
Salah paham
18
Kangen berujung di hotel
19
Nafkah pertama
20
Seperti sampah
21
Tidur bersama
22
Jeni cemburu
23
Mengadu
24
Menguras isi ATM sugar Daddy
25
Babak belur
26
Obat laknat
27
Jatah malam yang terlewatkan
28
Penolakan Arki
29
Adegan di pagi hari
30
Kedatangan Arki
31
Bakso mie keriting
32
Punya anak
33
Di tolak oleh Mama Dewi
34
Gugatan perceraian
35
Sama-sama egois
36
Baju merah menyala
37
Jeni Berulah
38
Berandai-andai
39
Dimas dan Jeni
40
Tongkat sakti milik Dila
41
Rugi Banyak
42
Bangkrut nya Surya Pratama
43
Pertemuan
44
Keras kepala
45
Romantis
46
Kejutan
47
Suami - istri
48
Malam Spesial
49
Lemas
50
Rumah Untuk Dila
51
Istri CEO Wibisono grup
52
Tingkah Konyol
53
Sadar Diri
54
Gara-gara Selimut Jatuh
55
Tua-tua Posesif
56
Shopping Time ala Dila
57
Di Pecat
58
Istri Nakal Milik Arki
59
Dila Kenapa
60
Di Larikan ke rumah Sakit
61
Calon Papa Dan Mama
62
Kedatangan Sahabat
63
Menantu Dan Mertua
64
Tanpa Judul
65
Pulang Ke Rumah
66
Tentang Maisya dan Dila
67
Bakwan Jagung
68
Mangga Muda
69
Demi Kamu dan Buah Hati Kita
70
Bau Ikan Asin
71
Soto
72
Gagal Total
73
Perhiasan
74
Kabar Baik Dari Arki
75
Permintaan Aneh Dila
76
Tidak Ingin Lagi
77
Fakta Yang Tertunda
78
Pesta Di Mulai
79
Malapetaka
80
Panas
81
Panik
82
Kamar Hotel Menjadi Saksi nya
83
Bayi Tua
84
Ngidam Orang Kaya
85
Siapa kah Dia
86
Dila Mengamuk
87
Bakso Tanpa Sambal
88
Kembali Viral
89
Puncak
90
Makan Siang Bersama
91
Cara Mengusir Pelakor
92
Dalam Bahaya
93
Nyonya
94
Salah Sasaran
95
Tertangkap
96
Doyan Nangis
97
Perkara Ketek
98
Balasan Yang Setimpal
99
Ingin Tidur Bersama Istri
100
Tongkat Sakti Ketemu Pawang nya
101
Selamat Datang Pewaris Wibisono
102
Teror
103
Pabrik Susu
104
Hangat Dan Kenyal
105
Gas Beracun
106
Apa Ini?
107
Andai Oh Andai
108
Dila Hilang
109
Arki Yang Malang
110
Energi positif
111
Wanita Masa Lalu
112
Kartu Di Bekukan
113
Ganti Suami
114
Dan Terjadi Lagi
115
Hukuman Untuk Bu Dewi
116
Anand Rakarsa
117
Tarik-Menarik
118
Cewek Seksi
119
Ricky Mual?
120
Tak Ingin Kehilangan
121
Cairan Pembersih
122
Belum Siap
123
Berdamai Dengan Keadaan
124
Adik untuk Dewa
125
Princess nya Wibisono

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!