Dila tertunduk getir menatap isi piring nya.sorot mata tajam itu sengaja ia hindari karena merasa sangat tidak nyaman.berada di tengah orang asing membuat Dila gemetaran menahan rasa canggung yang menghimpit diri nya.
" Dila! Kenapa makanan nya nggak di makan?" tanya Jeni kepada Dila.sejak tadi ia sudah memperhatikan Dila yang hanya mengaduk makanan nya tanpa ada yang masuk ke dalam mulut nya.
Lembut nya nada suara dari Jeni membuat Dila mau tak mau mengangkat kepala nya dan terlihat jika Jeni sedang tersenyum hangat ke arah nya.
" Iya Mbak,tadi masih panas makanan nya.ini seperti nya sudah dingin dan bisa untuk di makan."balas Dila asal karena tidak berani mengatakan alasan yang sebenarnya.pria yang ada di hadapan nya saat ini bisa semakin mengamuk jika mendengar kejujuran hati nya sehingga membuat Dila menjadi tidak berani menatap wajah pria itu untuk selama-lamanya nya.
Pokok nya Dila harus segera keluar dari rumah ini.mencari pekerjaan yang bisa membuat hidup nya sejahtera.berdiri di atas kaki nya sendiri tanpa harus berutang Budi kepada orang lain. meskipun ada perhiasan peninggalan sang ibu tetapi Dila tidak berniat untuk menukar dengan uang.hanya perhiasan itu satu-satunya peninggalan sang ibu dan akan ia jaga sampai titik darah penghabisan.
" Rumah itu mau Kamu jual saja atau bagaimana Dil?" tanya Jeni berusaha mencairkan suasana yang terasa menegangkan.
" Mm...Aku belum tau juga Mbak,sayang aja rasa nya jika di jual karena di sana ada banyak kenangan indah antara Aku dan Ibu,tetapi untuk merenovasi nya menjadi rumah layak huni,Aku juga belum mampu." ungkap Dila dengan hanya menatap ke arah Jeni.
" Oh.." Jeni ber oh ria tanpa berani masuk terlalu jauh ke dalam kehidupan Dila.
" Kalau Kamu butuh bantuan bilang saja sama Mbak,uang suami Mbak tidak akan habis jika hanya menolong memperbaiki rumah Kamu." Jeni menatap suami nya meminta persetujuan.sedangkan lelaki itu hanya berdehem dengan tatapan mata masih tertuju kepada Dila.
" Tidak perlu Mbak,Aku akan berusaha sendiri untuk rumah kami.terimakasih atas bantuan Mbak selama ini." Dila merasa sungkan jika kembali mendapatkan pertolongan dari Jeni.ia sangat hapal sekali mengenai harga bahan bangunan yang pasti akan menghabis kan biaya yang cukup besar dan Dila sudah pasti tidak akan mampu melunasi semua biaya yang sudah terpakai.biar lah seperti ini terlebih dahulu sampai keuangan nya memungkinkan untuk membangun kembali rumah peninggalan orang tua nya.
Setelah makan malam selesai di laksanakan,Dila mengambil alih semua pekerjaan dapur dengan hati yang senang.
"Tidak perlu menatap seperti itu kepada Aku, ingat posisi mu di rumah ini." Arki tiba-tiba saja berkata di belakang telinga Dila.entah sejak kapan dia berada di posisi ini,yang jelas saat ini jantung Dila sedang tidak baik-baik saja dengan kedua kaki yang terasa lemas tak bertulang.
" Iya Mas ." jawab Dila spontan,meskipun kebingungan dengan maksud dari ucapan pria tersebut, tetapi Dila tetap menjawab secepat mungkin agar pria ini segera pergi dari dapur ini.
Pekerjaan Dila selesai dengan cepat sehingga membuat wanita ini bisa segera masuk ke dalam kamar nya.istirahat itu adalah yang ia butuhkan sekarang,sebelum esok pagi datang menyapa dan ia berencana ingin melihat keadaan rumah nya sekalian juga mencari pekerjaan.
Dila berjalan menuju kamar nya,gadis ini tidak berani menoleh kemana pun karena keadaan yang sudah sepi.tidak ada asisten rumah tangga di sana karena semua di kerjakan sendiri oleh Jeni.
Dila sudah sampai di depan kamar nya,tapi sebelum membuka pintu tersebut Dila mendengar suara yang membuat tubuh nya menegang.
" Terus Mas...Lebih kuat lagi." Dila memutar kepala menatap ke arah sofa.tak sengaja Dila melihat Arki yang tengah menyusu kepada istri nya.
Dila berusaha keras menelan Saliva nya dengan dada yang terasa sesak.
Cukup lama ia terdiam di tempat hingga pada akhirnya tersadar kembali,ia harus segera masuk ke dalam kamar nya.
Brak...
Keras nya bunyi suara pintu tertutup membuat Arki dan Jeni tersadar dan Arki segera menjauh dari tubuh istri nya.Arki segera bangkit lalu berjalan menuju ke kamar mereka meninggalkan Jeni yang masih terbuai akan permainan mulut nya tadi.
" Mas! Nanti kita lanjut kan di kamar saja,Dila pasti sudah melihat semua yang kita lakukan tadi." kata Jeni tapi tak di hiraukan oleh suami nya.tanpa bisa di lihat lagi oleh Jeni jika sang suami saat ini sedang tersenyum miring dengan segala isi pikiran nya.rasa yang dulu pernah ia paksa hadir di antara mereka perlahan sirna beriringan dengan fakta mengejutkan yang ia dapat beberapa waktu yang lalu.
Biasa nya wanita ini selalu menolak jika Arki ingin meminta hak nya.namun malam ini berbanding terbalik,dia sedang menginginkan belain dari suami nya karena sudah terlalu lama berpuasa.baju yang sudah berantakan ia abaikan begitu saja bergegas menyusul sang suami yang sudah terlebih dahulu masuk ke dalam kamar.namun apa yang ia duga ternyata salah besar.Arki ternyata tidak berada di kamar dan Jeni bisa menebak jika Arki pasti berada di ruang kerja yang bersebelahan dengan kamar yang di tempati oleh Dila.
Jeni memilih berganti pakaian dinas super seksi koleksi kebanggaan nya,setelah itu baru menghampiri sang suami.pasti Arki tidak akan menolak kedatangan nya karena memang selama ini yang ia tahu bahwa pria tersebut begitu mendambakan diri nya.
Di dalam kamar nya.
Dila segera pergi ke toilet untuk membasuh muka nya.ini mungkin akan mengurangi rasa gugup nya.setelah di rasa jantung nya sudah mulai terasa aman.ia merangkak naik ke atas tempat tidur demi bisa melupakan adegan dewasa yang sudah mengotori kesucian mata nya.
" Bisa-bisa nya mereka melakukan itu di tempat terbuka.bikin Aku penasaran saja di buat nya." gumam Dila masih berusaha menutup rapat kedua mata nya.
Belum sempat Dila menggapai mimpi indah.tiba- tiba saja ia teringat kepada sang sahabat yang belum sempat ia kabari tentang keadaan nya saat ini.segera saja ia meraih ponsel lalu mengetik kan pesan singkat agar sang sahabat tidak cemas memikirkan keadaan nya.
" Aku baik-baik saja Maisya! Kamu tidak perlu mencemaskan keadaan ku.besok kita bertemu dan Aku akan menceritakan semua nya kepada mu."setelah memastikan pesan nya terkirim dan berubah centang dua.Dila kembali menyimpan ponsel di samping bantal nya dan ia kembali berbaring menarik selimut agar menutupi sebagian tubuh nya.
" Enak saja Kamu bilang seperti itu,Aku sudah sejak tadi seperti induk ayam kehilangan anak nya.di mana Kamu tinggal sekarang dan kenapa tidak meminta Aku untuk menjemput Kamu.menginap lah di kontrakan ku agar kita bisa bertukar cerita tanpa ada gangguan."begitu lah pesan balasan yang di dapat kan oleh Dila dari sahabat nya yang bernama Maisya .karena masih belum merasa mengantuk,Dila akhirnya berbalas pesan dengan sahabat nya tersebut hingga larut dan akhirnya tertidur sendiri, sementara ponsel yang masih menyala berada di dalam dekapan gadis berambut hitam lurus ini.
" Mas Arki ganteng sekali." Dila mengigau dalam tidur nya.bayangan aktivitas panas yang di lakukan oleh pasangan suami istri itu membayangi tidur nya malam ini.tanpa bisa ia cegah lagi sesuatu di bawah sana sudah terasa basah dan mulut Dila tidak berhenti memanggil nama Arki dalam mimpi nya.
" Mas Arki...Lagi Mas ." pinta Dila mengejang kuat sampai tubuh nya tersentak hebat dengan keringat membanjiri kening nya.di bawah sana sudah basah kuyup dan Dila seperti merasa kepuasan tersendiri atas apa yang ia alami tadi.
Deg...
" Dasar Dila! Bisa-bisa nya Kamu memikirkan suami orang." Dila menggerutu tidak habis pikir dengan diri nya sendiri .rasa nya malu sendiri mengingat kegilaan nya tadi.tapi sungguh rasa itu begitu membuat nya melayang tinggi sampai lupa bahwa ia belum memiliki pendamping hidup untuk mendapatkan kenikmatan tersebut.
" Mas Arki..." Dila tertawa kecil setelah mengucapkan nama tersebut.
Halo guys...Jangan lupa tinggalkan jejak di kolom komentar dan pencet tombol like juga vote nya ya..
Selama sayang untuk kalian semua nya..😍😍🥰😍😍😍
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 125 Episodes
Comments
Nirwani Saleh
lanjut thor
2024-06-11
2
Ajusani Dei Yanti
lanjut thorrrr kuh
2024-06-06
1
Anhy Salewa
dssar pelakor kn akhirx
2024-06-03
1