Nafkah pertama

" Peluk dulu sebelum Kamu turun sayang." Arki kembali meminta hal tabu padahal sebelumnya lebih dari sekedar pelukan telah mereka lakukan hingga berjam-jam lama nya.

" Mas jangan kayak orang gila deh,Aku mau keluar dulu sebelum istri mu melihat kegilaan Kamu ini." Arki sengaja menurun kan Dila jarak dua rumah dari kediaman nya sendiri.Dila terus memberontak ingin seperti itu sampai wanita ini mengancam tidak mau memberikan dia jatah malam hari kalau sampai Arki nekat membawa Dila masuk ke dalam rumah dalam keadaan satu mobil.Arki jelas ketakutan dan terpaksa mengikuti kemauan wanita nya.

" Dia juga lagi sibuk sayang,mana perduli dia sama kita.cepatan cium Aku dulu kalau nggak ya Kamu nggak akan bisa turun dari sini." Arki kembali mengancam Dila sehingga membuat wanita ini terpaksa melakukan nya.

Dila mendekat dan menempel bibir nya di bibir Arki,Ciuman itu awal nya lembut dan ringan menjadi semakin menggebu sampai membuat Dila meracau tertahan.

" Kamu mesum sekali Mas." gerutu Dila setelah berhasil terlepas dari terkaman Arki.

" Aku nggak pernah bisa menahan diri jika sudah bersama Kamu ." ucap Arki dengan suara serak nya.seperti nya adegan ciuman singkat tadi sudah berhasil membuat milik pria ini kembali menegang.Dila yang tidak mau terbawa oleh kegilaan Arki berniat ingin segera keluar dari mobil sebelum Arki kembali mengulang aktivitas mereka di kamar hotel tadi.

" Aku mau keluar Mas." jelas Dila ketika Arki masih saja menahan nya di dalam mobil.bahkan pria ini sudah memeluk tubuh nya dari belakang sehingga posisi mereka sangat lengket sekali.

" Nanti malam jangan tidur dulu, tunggu Aku datang ya sayang." Dila hanya mengangguk samar sudah tidak tahan lagi ingin keluar dari situasi seperti ini.pria ini sangat mesum sekali dan entah kenapa Dila begitu memuja nya.

" Ini untuk Kamu dan mulai sekarang Kamu tidak perlu lagi bersusah payah mencari pekerjaan,Aku masih sanggup menafkahi Kamu bahkan sampai anak kita nanti." Arki memberikan sebuah kartu ATM tanpa batas kepada Dila.pria ini begitu royal sekali dan tidak rela jika Dila bekerja di luar sana.

" Lagak nya menafkahi udah kayak suami istri saja." sindiran Dila membuat Arki tersenyum tipis.

" Nanti Aku akan menjadi kan Kamu sebagai istri ku satu-satunya, Aku mohon bersabar lah sayang dan jangan pernah punya rencana untuk pergi dari hidupku." tegas Arki yang juga semakin tidak sabar menghempaskan Jeni dari hidup nya lalu membina rumah tangga harmonis bersama kekasih hati nya.

" Pin nya tanggal lahir Kamu, gunakan ini sesuka hati mu dan ingat jangan cari kerja lagi."Dila masih belum percaya bisa menggenggam benda keramat ini.membayangkan saja tidak pernah apa lagi sampai memiliki nya.oh tuhan hal baik apa yang telah Dila lakukan di masa lalu sehingga mendapatkan kejutan besar seperti ini.

" Lalu Mbak Jeni bagaimana?" lagi dan lagi Dila masih saja mengurus Jeni yang sudah puas menikmati harta dari Arki. Dila wanita polos tapi ia juga tidak menampik akan kebutuhan diri nya yang semakin hari semakin menguras tabungan nya.salah kah ia jika bersorak gembira menerima pemberian Arki ini?

" Tidak perlu memikirkan dia karena dia juga sudah terlalu banyak menikmati hasil kerja keras ku selama ini." Arki mengusap kepala Dila yang masih tercengang melihat apa yang ada di dalam telapak tangan nya.

" Ini Kamu yang kasih loh Mas,Aku nggak pernah meminta nya." Dila dengan cepat menyimpan kartu itu ke dalam dompet nya.mulai besok ia tidak perlu lagi berhemat kepada diri nya sendiri.semua bisa ia beli dengan mudah termasuk pulau sekalipun.

" Iya sayang,Aku akan memberikan apapun yang Kamu butuhkan, hidup mu sekarang menjadi tanggung jawab ku dan Kamu harus bahagia."Dila tanpa ragu mengecup pipi Arki sebagai tanda terimakasih nya.berani sekali wanita kecil ini melakukan hal itu dan Arki sangat menikmati tingkah menggemaskan dari kekasihnya kecil nya.

" Kalau sudah menjadi milik ku ,Kamu tidak bisa lagi mengambil nya Mas." tegas Dila tidak mau di permainkan oleh Arki.

" Iya sayang." Arki juga ikut-ikutan mencuri ciuman di pipi Dila.wajah lucu ini selalu berhasil membuat Arki menggila ingin menyentuh nya.tapi terpaksa ia tahan karena mereka harus segera masuk ke dalam rumah.

"Terimakasih banyak Mas." Dila keluar dari mobil dengan sangat hati-hati.masih saja merasa takut di pergoki oleh orang lain sedang kan saat ini satu pun tidak ada yang melihat keberadaan nya.

Arki geleng-geleng kepala melihat tingkah Dila.Arki sampai terlebih dahulu di rumah lalu memarkirkan mobilnya di garasi depan.

Meninggalkan Dila yang harus berjalan sedikit demi sedikit demi menghindari kecurigaan dari jeni.

Dila masuk ke dalam kamar sambil membawa jatah makanan nya.ia ingin menikmati makanan ini dengan tenang tanpa harus merasa bersalah jika melihat wajah Jeni.Arki membiarkan saja Dila melakukan apapun yang ia inginkan.pria berwajah datar ini masih tetap menjalankan rencana nya agar tidak tercium oleh Jeni.

" Dila kenapa nggak mau gabung sama kita ya Mas?" tanya Jeni tengah sibuk menata makanan di atas meja makan.

" Udah biarkan saja seperti itu,Aku sudah lapar cepat ambil kan nasi untuk ku." Arki yang sudah berganti pakaian santai duduk di sebuah kursi makan tanpa menghiraukan ucapan Jeni yang terus saja berbicara panjang lebar.ia sangat bosan mendengar nya tapi tidak mau membantah karena sudah terlalu malas dengan wanita licik ini.

Dila sendiri saat ini sedang menikmati makanan nya sambil bercengkrama dengan Maisya.ponsel canggih nya sengaja ia ganjal menggunakan sebuah buku agar bisa melihat dengan jelas wajah rese' Maisya yang terus saja menyindir diri nya.

" Gue yakin Dil,satu Minggu setelah Lo resmi menjadi simpanan tuh om-om.berat badan lu bakal naik drastis karena makan enak terus." ucap Maisya heboh.

" Nggak akan pernah naik,udah Lo diam aja dulu,gue lagi makan ini." Dila sudah menghabiskan banyak makanan sampai membuat perut nya terasa penuh.bahkan untuk bangkit cuci tangan saja sudah tidak mampu ia lakukan dan terpaksa duduk bersandar di atas sofa dengan kaki yang menjuntai panjang dan tangan yang ia bersihkan hanya menggunakan tisu basah.jorok memang tapi Dila terpaksa melakukan nya sampai menunggu perut nya kembali terasa nyaman.

" Kenapa tanda merah Lo itu nggak hilang-hilang sih Dil? Jangan bilang kalau sebelum pulang tadi kalian masih sempat nya enak-enakan?" tanya Maisya curiga ketika melihat ada tanda merah segar di leher Dila.

" Udah nggak usah kepo, gimana udah dapat belum om-om kaya yang lu inginkan." mata Maisya membola lebar seperti ingin terlepas dari tempat nya kala melihat Dila mengibaskan kartu ATM tanpa batas di depan mata nya.air liur Maisya sampai keluar sangking kepengennya seperti sahabat nya itu.

" Om lu sampai kasih Lo kartu itu?" tanya Maisya memastikan walaupun sudah tau akan kebenaran nya.

" Benar sekali dan ini dia kasih pas kita mau pulang tadi.dia juga nggak kasih izin gue buat cari kerja." sahut Dila menceritakan apa yang sudah ia bahas tadi bersama Arki.Maisya semakin iri mendengar itu tapi ia juga ikut bahagia melihat kesusksesan sahabat nya yang sudah berhasil menjadi orang kaya meskipun harus melalui jalan singkat.ini tidak masalah toh masih banyak wanita yang lebih parah lagi di luar sana termasuk juga Jeni.

" Aaa so sweet banget sih om Lo itu,gue juga pengen Dil." Maisya melompat tidak jelas dengan penampilan kacau nya.sekarang ia harus bekerja keras mencari om Kaya seperti milik Dila.

" Berhenti memanggil dia Om,Mas Arki masih sangat muda dan tidak pantas menjadi om Lu." Dila melirik jam di dinding kamar yang sudah menunjukkan pukul 10 malam.entah jam berapa Arki akan datang ke kamar ini dan Dila sendiri tidak berani menanyakan nya.

" Gini nih kalau udah kena pelet goyangan om bangkotan, panggilan aja sampai lo protes padahal kemarin-kemarin Lo santai aja tuh."

" Selimut tetangga memang sangat hangat bukan ? Sampai Lo klepek-klepek di buat sama om itu." Maisya terkekeh usai membungkam mulut Dila.

" Jangan bocor kalau jadi sahabat,lebih baik Lo sama Bimo aja kalau pengen cepat kaya." balas Dila tak kalah pedas.

" Sialan emang Lo Dil,Bimo mana mau sama gue, jelas-jelas dia kaum warna-warni dan kayak nya tertarik sama cowok lu deh." jelas Maisya karena bisa melihat dari tatapan mata Bimo saat bertemu dengan Kekasih Dila.

" Hahaha..Kalau Bimo mau ya silahkan ambil saja Mas Arki nya,gue bisa cari yang lain yang lebih kaya dan tampan."

" Sombong amat jadi wanita,kalau sampai Om lu itu tau lu kasih dia gratis sama Bimo,gue yakin lu bakal di kasih hukuman sehari semalaman." kedua wanita ini tertawa keras sangat menikmati pembicaraan aneh ini.hari semakin larut dan Maisya masih saja betah berbicara meskipun Dila hanya menanggapi dengan singkat.

" Jaga om lu itu jangan sampai jajan lagi di luar sana.dia terlalu sempurna sebagai pria beristri tapi lu wajib bersyukur karena dia sangat mencintai lu." Dila lagi-lagi mengangguk kan kepala karena sudah sangat mengantuk.kali ini wanita cantik ini sudah pindah ke atas tempat tidur dan tengah berbaring menatap layar ponsel nya.

" Udah jangan ngomong lagi Sya,gue ngantuk banget ini." Dila mematikan begitu saja sambungan telepon tanpa perduli dengan Maisya yang masih ingin berbicara kepada nya.tubuh nya sangat lelah dan Dila sangat butuh istirahat yang cukup untuk menghadapi hari esok yang sangat menenangkan.

Bersambung....😊😍😍

Terpopuler

Comments

Ajusani Dei Yanti

Ajusani Dei Yanti

lanjut thorrrr kuh

2024-06-07

1

lihat semua
Episodes
1 Aldila Khumaira
2 Bertemu untuk yang pertama kali
3 Panas dingin
4 Cap Cip
5 Ide gila Maisya
6 Kekasih Gelap Jeni
7 Mengaku keluarga dekat
8 Merasa takut
9 Akhirnya terjadi
10 Tawaran gila
11 Lanjut atau menyerah
12 Senang Tapi Bahaya
13 Tanda Merah
14 Cerita Dila
15 Bubur ayam untuk orang tersayang
16 Kepergok Bibi
17 Salah paham
18 Kangen berujung di hotel
19 Nafkah pertama
20 Seperti sampah
21 Tidur bersama
22 Jeni cemburu
23 Mengadu
24 Menguras isi ATM sugar Daddy
25 Babak belur
26 Obat laknat
27 Jatah malam yang terlewatkan
28 Penolakan Arki
29 Adegan di pagi hari
30 Kedatangan Arki
31 Bakso mie keriting
32 Punya anak
33 Di tolak oleh Mama Dewi
34 Gugatan perceraian
35 Sama-sama egois
36 Baju merah menyala
37 Jeni Berulah
38 Berandai-andai
39 Dimas dan Jeni
40 Tongkat sakti milik Dila
41 Rugi Banyak
42 Bangkrut nya Surya Pratama
43 Pertemuan
44 Keras kepala
45 Romantis
46 Kejutan
47 Suami - istri
48 Malam Spesial
49 Lemas
50 Rumah Untuk Dila
51 Istri CEO Wibisono grup
52 Tingkah Konyol
53 Sadar Diri
54 Gara-gara Selimut Jatuh
55 Tua-tua Posesif
56 Shopping Time ala Dila
57 Di Pecat
58 Istri Nakal Milik Arki
59 Dila Kenapa
60 Di Larikan ke rumah Sakit
61 Calon Papa Dan Mama
62 Kedatangan Sahabat
63 Menantu Dan Mertua
64 Tanpa Judul
65 Pulang Ke Rumah
66 Tentang Maisya dan Dila
67 Bakwan Jagung
68 Mangga Muda
69 Demi Kamu dan Buah Hati Kita
70 Bau Ikan Asin
71 Soto
72 Gagal Total
73 Perhiasan
74 Kabar Baik Dari Arki
75 Permintaan Aneh Dila
76 Tidak Ingin Lagi
77 Fakta Yang Tertunda
78 Pesta Di Mulai
79 Malapetaka
80 Panas
81 Panik
82 Kamar Hotel Menjadi Saksi nya
83 Bayi Tua
84 Ngidam Orang Kaya
85 Siapa kah Dia
86 Dila Mengamuk
87 Bakso Tanpa Sambal
88 Kembali Viral
89 Puncak
90 Makan Siang Bersama
91 Cara Mengusir Pelakor
92 Dalam Bahaya
93 Nyonya
94 Salah Sasaran
95 Tertangkap
96 Doyan Nangis
97 Perkara Ketek
98 Balasan Yang Setimpal
99 Ingin Tidur Bersama Istri
100 Tongkat Sakti Ketemu Pawang nya
101 Selamat Datang Pewaris Wibisono
102 Teror
103 Pabrik Susu
104 Hangat Dan Kenyal
105 Gas Beracun
106 Apa Ini?
107 Andai Oh Andai
108 Dila Hilang
109 Arki Yang Malang
110 Energi positif
111 Wanita Masa Lalu
112 Kartu Di Bekukan
113 Ganti Suami
114 Dan Terjadi Lagi
115 Hukuman Untuk Bu Dewi
116 Anand Rakarsa
117 Tarik-Menarik
118 Cewek Seksi
119 Ricky Mual?
120 Tak Ingin Kehilangan
121 Cairan Pembersih
122 Belum Siap
123 Berdamai Dengan Keadaan
124 Adik untuk Dewa
125 Princess nya Wibisono
Episodes

Updated 125 Episodes

1
Aldila Khumaira
2
Bertemu untuk yang pertama kali
3
Panas dingin
4
Cap Cip
5
Ide gila Maisya
6
Kekasih Gelap Jeni
7
Mengaku keluarga dekat
8
Merasa takut
9
Akhirnya terjadi
10
Tawaran gila
11
Lanjut atau menyerah
12
Senang Tapi Bahaya
13
Tanda Merah
14
Cerita Dila
15
Bubur ayam untuk orang tersayang
16
Kepergok Bibi
17
Salah paham
18
Kangen berujung di hotel
19
Nafkah pertama
20
Seperti sampah
21
Tidur bersama
22
Jeni cemburu
23
Mengadu
24
Menguras isi ATM sugar Daddy
25
Babak belur
26
Obat laknat
27
Jatah malam yang terlewatkan
28
Penolakan Arki
29
Adegan di pagi hari
30
Kedatangan Arki
31
Bakso mie keriting
32
Punya anak
33
Di tolak oleh Mama Dewi
34
Gugatan perceraian
35
Sama-sama egois
36
Baju merah menyala
37
Jeni Berulah
38
Berandai-andai
39
Dimas dan Jeni
40
Tongkat sakti milik Dila
41
Rugi Banyak
42
Bangkrut nya Surya Pratama
43
Pertemuan
44
Keras kepala
45
Romantis
46
Kejutan
47
Suami - istri
48
Malam Spesial
49
Lemas
50
Rumah Untuk Dila
51
Istri CEO Wibisono grup
52
Tingkah Konyol
53
Sadar Diri
54
Gara-gara Selimut Jatuh
55
Tua-tua Posesif
56
Shopping Time ala Dila
57
Di Pecat
58
Istri Nakal Milik Arki
59
Dila Kenapa
60
Di Larikan ke rumah Sakit
61
Calon Papa Dan Mama
62
Kedatangan Sahabat
63
Menantu Dan Mertua
64
Tanpa Judul
65
Pulang Ke Rumah
66
Tentang Maisya dan Dila
67
Bakwan Jagung
68
Mangga Muda
69
Demi Kamu dan Buah Hati Kita
70
Bau Ikan Asin
71
Soto
72
Gagal Total
73
Perhiasan
74
Kabar Baik Dari Arki
75
Permintaan Aneh Dila
76
Tidak Ingin Lagi
77
Fakta Yang Tertunda
78
Pesta Di Mulai
79
Malapetaka
80
Panas
81
Panik
82
Kamar Hotel Menjadi Saksi nya
83
Bayi Tua
84
Ngidam Orang Kaya
85
Siapa kah Dia
86
Dila Mengamuk
87
Bakso Tanpa Sambal
88
Kembali Viral
89
Puncak
90
Makan Siang Bersama
91
Cara Mengusir Pelakor
92
Dalam Bahaya
93
Nyonya
94
Salah Sasaran
95
Tertangkap
96
Doyan Nangis
97
Perkara Ketek
98
Balasan Yang Setimpal
99
Ingin Tidur Bersama Istri
100
Tongkat Sakti Ketemu Pawang nya
101
Selamat Datang Pewaris Wibisono
102
Teror
103
Pabrik Susu
104
Hangat Dan Kenyal
105
Gas Beracun
106
Apa Ini?
107
Andai Oh Andai
108
Dila Hilang
109
Arki Yang Malang
110
Energi positif
111
Wanita Masa Lalu
112
Kartu Di Bekukan
113
Ganti Suami
114
Dan Terjadi Lagi
115
Hukuman Untuk Bu Dewi
116
Anand Rakarsa
117
Tarik-Menarik
118
Cewek Seksi
119
Ricky Mual?
120
Tak Ingin Kehilangan
121
Cairan Pembersih
122
Belum Siap
123
Berdamai Dengan Keadaan
124
Adik untuk Dewa
125
Princess nya Wibisono

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!