Bertemu untuk yang pertama kali

Sementara itu Dila masih saja terus menatap kagum interior kamar yang ia tempati saat ini.kedua tangan nya merentang di udara dan detik berikutnya menimbulkan bunyi yang begitu kuat.lelah itu lah yang ia rasakan saat ini.walaupun demikian Dila sadar sekali harus segera membereskan pakaian yang bisa terselamatkan oleh diri nya dari kobaran api yang menyala.ada juga beberapa berkas penting yang sangat ia butuhkan kelak berikut dengan sekotak perhiasan peninggalan dari sang ibu.

Ia pikir kamar ini harus segera rapi seperti semula agar pemilik rumah tidak merasa ilfil terhadap keberadaan nya di sini.

" Hanya barang ini yang bisa Aku selamat kan." batin Dila dengan mata yang berkaca-kaca.bahkan album foto kenangan masa kecil nya dulu sudah menjadi abu karena Dila terlambat untuk menyelamatkan nya.entah kenapa semenjak kepergian sang Ibu dari samping nya,Dila merasa jika hidup nya semakin merosot ke bawah sampai membuat ia lelah sendiri untuk naik lagi.

Tangis yang sejak tadi ia tahan akhirnya pecah juga kala bayangan wajah cantik ibu nya melintas di pelupuk mata.

Tak pernah terbesit di benak Dila akan menjadi yatim piatu di usia yang masih begitu muda sekali.tak ada satu pun kerabat yang bisa ia andalkan saat ini.dulu Dila pernah bertanya kepada ibu nya kemana perginya sang Ayah.bukan nya senang mendengar jawaban yang ibu nya berikan, justru Dila semakin bersedih hati mendengar bagaimana ayah nya tega tidak mengakui nya di hadapan kedua orang tua nya dan memilih tetap melanjutkan perjodohan yang sudah orang tua ayah nya putus kan.bisa di katakan pernikahan orang tua nya sama sekali tidak di setujui oleh pihak keluarga dari sang ayah.ibu nya juga menceritakan bagaimana perlakuan buruk mereka dulu kepada sang ibu dan bahkan pernah mengancam almarhumah ibu nya agar menggugurkan kandungan nya waktu itu.karena tak mau kehilangan bayi nya ,ibu dari Dila memilih bersembunyi di tempat aman sampai berhasil melahirkan Dila ke muka bumi ini.

Siang tadi si jago merah berhasil melahap 10 rumah warga tanpa bersisa sedikit pun.Dila yang baru pertama kali menemukan kejadian seperti ini masih saja merasa takut jika kejadian seperti itu bisa terulang kembali dalam hidup nya.untung saja ia lekas menyadari nya.jika tidak, Mungkin saja saat ini Dila sudah ikut-ikutan menjadi arang menyusul sang ibu yang sudah terlebih dahulu meninggalkan nya di fatamorgana ini.

" Apa Aku cari kontrakan besok pagi,Aku tidak mungkin menyusahkan orang lain terlalu lama.suami Mbak Jeni juga belum tentu suka dengan kehadiran Aku di sini."pikir Dila lagi,uang tabungan nya masih cukup untuk membiayai kehidupan nya beberapa bulan ke depan,semua hasil kerja keras nya ia tabung demi kebutuhan hidup, sedangkan biaya kuliah sampai semester akhir berikut dengan wisuda nya tidak pernah ia pikir kan karena mendapat kan biaya siswa dari pihak kampus.

" Mau tinggal di cafe juga nggak mungkin." batin Dila, pikiran nya menerawang jauh,kenapa bisa musibah ini datang secara bersamaan.sehari sebelum kejadian naas ini terjadi.Dila sudah kehilangan pekerjaan nya akibat pemilik cafe yang sudah tidak bisa lagi menggaji karyawan dan akan pindah ke kota kelahirannya.mencari tempat yang lebih strategis lagi demi menghindari persaingan yang begitu ketat juga kotor.

Setelah tersadar dari lamunan panjang nya,Dila si gadis cantik ini bergegas membereskan semua pakaian ke dalam lemari.setelah ini ia harus mandi membersihkan seluruh tubuh yang begitu kotor terkena arang puing-puing bangunan.

Beberapa jam telah berlalu begitu saja.Arki sudah sampai di depan rumah nya dan saat ini sedang memarkirkan mobil mewah nya di garasi depan.begitu keluar dari mobil nya.Arki tidak berhenti menatap sepasang sendal jepit yang sudah berwarna hitam pekat.istri nya jelas tidak akan pernah mau menggunakan sendal seperti itu.jorok dan sudah tidak layak lagi untuk di pakai.apa ada maling yang berani masuk ke dalam rumah mereka?

Berjalan sambil membawa tas kerja nya.Arki masih merasa penasaran dengan keberadaan sendal hitam pekat itu.

Sebenarnya tadi Arki kesulitan untuk masuk ke kompleks perumahan nya sendiri.di depan gang sana ada banyak mobil pemadam yang masih sibuk menyemprot kan air di rumah yang paling ujung.Arki harus bersabar menunggu sambil memijit pangkal hidung nya.rasa nya sangat lelah sekali melawan kemacetan tadi.Arki tiba-tiba saja teringat akan sosok seorang gadis cantik yang hampir setiap pagi ia lihat di depan rumah yang sudah terbakar itu.

Gadis yang mampu menarik perhatian seorang Arki Jhon Wibisono.gadis yang hidup mandiri tanpa ada kedua orang tua di samping nya.cerita ini sayup-sayup ia dengar dari bapak-bapak komplek perumahan sewaktu mengadakan acara di salah satu rumah warga.

" Jeni! Mas pulang." teriak Arki dari pintu depan.tumben sekali istri nya itu tidak berdiri menyambut kepulangan nya.

" Iya Mas,Aku lagi masak." balas Jeni sedikit menaikkan nada suara nya agar bisa terdengar oleh sang suami.Arki yang mendengar suara itu hanya tersenyum tipis.walaupun terjadi banyak masalah dalam rumah tangga mereka tetapi Arki masih begitu menghargai sang istri.

Arki sudah berada di dapur dan mendapati istri nya yang tengah sibuk di depan kompor.ada banyak bahan makanan yang berada di sekeliling nya dan itu semua dalam jumlah yang begitu banyak.

" Tumben masak nya banyak sekali?" tanya Arki keheranan.

" Eh Mas! Iya ini Aku sengaja masak untuk porsi tiga orang.Kamu tau kan Mas di komplek kita ini baru saja terjadi kebakaran.Dila gadis yatim piatu yang rumah nya ikut terbakar sengaja Aku bawa menginap di sini.kasihan dia tidak tau mau menginap di mana lagi.barang- barang milik nya juga banyak yang di lahap si jago merah." jelas Jeni sambil tersenyum ke arah suami nya.tetapi satu tangan nya masih sibuk mengaduk makanan yang ia masak dalam panci besar.

" Jadi sendal jepit hitam itu punya dia?" Arki malah kembali bertanya tanpa menanggapi ucapan dari istri nya.

Jeni mengangguk kan kepala sebagai jawaban atas apa yang di tanyakan oleh suami nya.

" Boleh ya Mas jika Dila menginap di rumah kita beberapa hari ke depan,sampai dia menemukan kontrakan yang cocok untuk diri nya." Jeni juga sudah mendengar sebelum nya bahwa Dila sudah tidak mempunyai pekerjaan lagi.untuk itu lah alasan nya mengapa ia membujuk keras Dila agar menginap di rumah saja untuk sementara waktu.jika ingin tinggal selama nya juga tidak masalah,toh Jeni tidak akan pernah kekurangan apapun jika hanya membantu memberikan makanan gratis untuk Dila.

" Kenapa harus Kamu bawa ke sini? Memang nya dia sudah tidak punya kenalan yang lain?" Arki bertanya dengan wajah datar nya.jika boleh jujur,Arki merupakan pribadi yang tertutup dan sulit bagi nya untuk membagi kisah rumah tangga nya kepada orang lain.jika Dila tinggal di sini.maka sudah pasti gadis itu akan melihat segala sesuatu yang terjadi dalam rumah tangga nya nanti.

" Dia yatim piatu Mas, untuk sementara waktu biarkan saja dia di sini.toh anak nya juga baik dan selama ini nggak pernah bikin malu kompleks kita." melihat suami nya masih belum menyetujui keinginan nya tersebut.Jeni kembali membuka suara agar bisa meluluhkan hati pria dingin itu.

" Dengan ada nya Dila di sini,Aku jadi punya teman untuk memasak atau pun membereskan rumah.Aku tidak akan kesepian jika tinggal kerja sama Mas." sungguh kejam dan tega sekali jika Arki mengusir Dila dari rumah nya saat ini.toh dia juga sudah terlanjur masuk ke dalam rumah ini setelah menghadapi musibah pahit itu .

" Terserah Kamu saja.Mas mau mandi dulu ya." sebelum pergi dari dapur,Arki mengusap perlahan kepala istri nya seraya melabuhkan ciuman hangat di kening Jeni yang sedikit berkeringat akibat bertempur di depan kompor.Arki sama sekali tidak merasa risih dengan pemandangan itu.ia masuk ke dalam kamar sambil membawa pakaian ganti yang sudah di siapkan oleh istri di atas ranjang tempat tidur.

Setelah kepergian Arki dari dapur,kini giliran Dila yang keluar dari kamar dan sedang berjalan menuju dapur rumah.

Ia berbincang dengan Jeni lalu membantu segala sesuatu yang bisa ia bantu tentunya atas seizin dari Jeni.Dila keluar dengan hanya memakai piyama tidur lengan pendek serta celana sebatas paha.sangat seksi sekali dan Jeni sama sekali tidak mempermasalahkan nya.toh ia juga memakai pakaian seksi karena memang sudah terbiasa dan tidak nyaman jika beraktivitas di dapur menggunakan pakaian tertutup.

Canda tawa terdengar saling bersahut-sahutan dari dapur mewah ini.tanpa mereka sadari ada Arki yang sedang berdiri melipat tangan di dada memperhatikan kedua wanita ini.bola mata Arki menatap ganas ke arah Dila yang terlihat sangat seksi walaupun hanya dari belakang saja.

" Mas!" seru Dila lirih ketika tidak sengaja berpapasan dengan sorot mata Arki.

" Iya." jawab Arki singkat tetapi bola mata nya masih sibuk mengintimidasi penampilan Dila.gadis cantik yang selama ini mencuri perhatian sekarang sudah berada di depan mata.tak mau pikiran nya terus tertuju kepada Dila.Arki akhirnya beranjak dari dapur dan lebih memilih menunggu di dekat sofa ketika kedua wanita itu masih sibuk dengan urusan masakan.ia juga sadar bahwa kehadiran nya di sana membuat canggung Dila yang mendadak diam dan hanya mendudukkan kepala.berbanding terbalik dengan keceriaan nya tadi jauh sebelum kedatangan nya di ketahui oleh gadis tersebut.

" Luar biasa." batin Arki tersenyum miring.

Halo guys...

Ayo jangan lupa tinggalkan jejak di kolom komentar untuk cerita terbaru author..

Pencet juga tombol Vote serta like nya nya ya teman-teman.

Dukungan kalian semua membuat author semakin bersemangat untuk menulis kelanjutan nya..

Sambung malam nanti ya guys...😬😬🤣🤣😍😍😍

Terpopuler

Comments

Maria Fransiska

Maria Fransiska

jangan naksir pa kalo udah punya yg halal.

2024-09-13

1

Marhamah Sahman

Marhamah Sahman

berarti tidak semua pelakor salah..
terkadang kita tidak sadar kita lah yg membawanya

2024-06-30

6

Ajusani Dei Yanti

Ajusani Dei Yanti

semangat berkarya thorrrr kuh sukses selalu

2024-06-06

1

lihat semua
Episodes
1 Aldila Khumaira
2 Bertemu untuk yang pertama kali
3 Panas dingin
4 Cap Cip
5 Ide gila Maisya
6 Kekasih Gelap Jeni
7 Mengaku keluarga dekat
8 Merasa takut
9 Akhirnya terjadi
10 Tawaran gila
11 Lanjut atau menyerah
12 Senang Tapi Bahaya
13 Tanda Merah
14 Cerita Dila
15 Bubur ayam untuk orang tersayang
16 Kepergok Bibi
17 Salah paham
18 Kangen berujung di hotel
19 Nafkah pertama
20 Seperti sampah
21 Tidur bersama
22 Jeni cemburu
23 Mengadu
24 Menguras isi ATM sugar Daddy
25 Babak belur
26 Obat laknat
27 Jatah malam yang terlewatkan
28 Penolakan Arki
29 Adegan di pagi hari
30 Kedatangan Arki
31 Bakso mie keriting
32 Punya anak
33 Di tolak oleh Mama Dewi
34 Gugatan perceraian
35 Sama-sama egois
36 Baju merah menyala
37 Jeni Berulah
38 Berandai-andai
39 Dimas dan Jeni
40 Tongkat sakti milik Dila
41 Rugi Banyak
42 Bangkrut nya Surya Pratama
43 Pertemuan
44 Keras kepala
45 Romantis
46 Kejutan
47 Suami - istri
48 Malam Spesial
49 Lemas
50 Rumah Untuk Dila
51 Istri CEO Wibisono grup
52 Tingkah Konyol
53 Sadar Diri
54 Gara-gara Selimut Jatuh
55 Tua-tua Posesif
56 Shopping Time ala Dila
57 Di Pecat
58 Istri Nakal Milik Arki
59 Dila Kenapa
60 Di Larikan ke rumah Sakit
61 Calon Papa Dan Mama
62 Kedatangan Sahabat
63 Menantu Dan Mertua
64 Tanpa Judul
65 Pulang Ke Rumah
66 Tentang Maisya dan Dila
67 Bakwan Jagung
68 Mangga Muda
69 Demi Kamu dan Buah Hati Kita
70 Bau Ikan Asin
71 Soto
72 Gagal Total
73 Perhiasan
74 Kabar Baik Dari Arki
75 Permintaan Aneh Dila
76 Tidak Ingin Lagi
77 Fakta Yang Tertunda
78 Pesta Di Mulai
79 Malapetaka
80 Panas
81 Panik
82 Kamar Hotel Menjadi Saksi nya
83 Bayi Tua
84 Ngidam Orang Kaya
85 Siapa kah Dia
86 Dila Mengamuk
87 Bakso Tanpa Sambal
88 Kembali Viral
89 Puncak
90 Makan Siang Bersama
91 Cara Mengusir Pelakor
92 Dalam Bahaya
93 Nyonya
94 Salah Sasaran
95 Tertangkap
96 Doyan Nangis
97 Perkara Ketek
98 Balasan Yang Setimpal
99 Ingin Tidur Bersama Istri
100 Tongkat Sakti Ketemu Pawang nya
101 Selamat Datang Pewaris Wibisono
102 Teror
103 Pabrik Susu
104 Hangat Dan Kenyal
105 Gas Beracun
106 Apa Ini?
107 Andai Oh Andai
108 Dila Hilang
109 Arki Yang Malang
110 Energi positif
111 Wanita Masa Lalu
112 Kartu Di Bekukan
113 Ganti Suami
114 Dan Terjadi Lagi
115 Hukuman Untuk Bu Dewi
116 Anand Rakarsa
117 Tarik-Menarik
118 Cewek Seksi
119 Ricky Mual?
120 Tak Ingin Kehilangan
121 Cairan Pembersih
122 Belum Siap
123 Berdamai Dengan Keadaan
124 Adik untuk Dewa
125 Princess nya Wibisono
Episodes

Updated 125 Episodes

1
Aldila Khumaira
2
Bertemu untuk yang pertama kali
3
Panas dingin
4
Cap Cip
5
Ide gila Maisya
6
Kekasih Gelap Jeni
7
Mengaku keluarga dekat
8
Merasa takut
9
Akhirnya terjadi
10
Tawaran gila
11
Lanjut atau menyerah
12
Senang Tapi Bahaya
13
Tanda Merah
14
Cerita Dila
15
Bubur ayam untuk orang tersayang
16
Kepergok Bibi
17
Salah paham
18
Kangen berujung di hotel
19
Nafkah pertama
20
Seperti sampah
21
Tidur bersama
22
Jeni cemburu
23
Mengadu
24
Menguras isi ATM sugar Daddy
25
Babak belur
26
Obat laknat
27
Jatah malam yang terlewatkan
28
Penolakan Arki
29
Adegan di pagi hari
30
Kedatangan Arki
31
Bakso mie keriting
32
Punya anak
33
Di tolak oleh Mama Dewi
34
Gugatan perceraian
35
Sama-sama egois
36
Baju merah menyala
37
Jeni Berulah
38
Berandai-andai
39
Dimas dan Jeni
40
Tongkat sakti milik Dila
41
Rugi Banyak
42
Bangkrut nya Surya Pratama
43
Pertemuan
44
Keras kepala
45
Romantis
46
Kejutan
47
Suami - istri
48
Malam Spesial
49
Lemas
50
Rumah Untuk Dila
51
Istri CEO Wibisono grup
52
Tingkah Konyol
53
Sadar Diri
54
Gara-gara Selimut Jatuh
55
Tua-tua Posesif
56
Shopping Time ala Dila
57
Di Pecat
58
Istri Nakal Milik Arki
59
Dila Kenapa
60
Di Larikan ke rumah Sakit
61
Calon Papa Dan Mama
62
Kedatangan Sahabat
63
Menantu Dan Mertua
64
Tanpa Judul
65
Pulang Ke Rumah
66
Tentang Maisya dan Dila
67
Bakwan Jagung
68
Mangga Muda
69
Demi Kamu dan Buah Hati Kita
70
Bau Ikan Asin
71
Soto
72
Gagal Total
73
Perhiasan
74
Kabar Baik Dari Arki
75
Permintaan Aneh Dila
76
Tidak Ingin Lagi
77
Fakta Yang Tertunda
78
Pesta Di Mulai
79
Malapetaka
80
Panas
81
Panik
82
Kamar Hotel Menjadi Saksi nya
83
Bayi Tua
84
Ngidam Orang Kaya
85
Siapa kah Dia
86
Dila Mengamuk
87
Bakso Tanpa Sambal
88
Kembali Viral
89
Puncak
90
Makan Siang Bersama
91
Cara Mengusir Pelakor
92
Dalam Bahaya
93
Nyonya
94
Salah Sasaran
95
Tertangkap
96
Doyan Nangis
97
Perkara Ketek
98
Balasan Yang Setimpal
99
Ingin Tidur Bersama Istri
100
Tongkat Sakti Ketemu Pawang nya
101
Selamat Datang Pewaris Wibisono
102
Teror
103
Pabrik Susu
104
Hangat Dan Kenyal
105
Gas Beracun
106
Apa Ini?
107
Andai Oh Andai
108
Dila Hilang
109
Arki Yang Malang
110
Energi positif
111
Wanita Masa Lalu
112
Kartu Di Bekukan
113
Ganti Suami
114
Dan Terjadi Lagi
115
Hukuman Untuk Bu Dewi
116
Anand Rakarsa
117
Tarik-Menarik
118
Cewek Seksi
119
Ricky Mual?
120
Tak Ingin Kehilangan
121
Cairan Pembersih
122
Belum Siap
123
Berdamai Dengan Keadaan
124
Adik untuk Dewa
125
Princess nya Wibisono

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!