Salah paham

Dua hari kemudian, kondisi Dila sudah membaik dan Jeni sendiri sudah kembali ke rumah nya.selama itu pula Jeni tidak pernah tau tentang Dila yang pernah sakit dan di rawat oleh suami nya.Bibi yang bekerja di sana juga enggan untuk ikut campur karena takut dengan ancaman yang di berikan oleh Arki.

" Dil,kita mau makan siang di mana ini?" tanya Maisya ketika mereka berhenti di tengah jalan.sudah siang begini tetapi kedua wanita muda tersebut belum juga mendapatkan pekerjaan,Arki yang tidak mau Dila bekerja memilih diam karena ia yakin Dila tidak akan bisa mendapatkan pekerjaan setelah ia gagalkan secara diam-diam .licik memang cara Arki tetapi ia tidak mau melihat Dila lelah karena ia sendiri masih sanggup untuk memberikan uang jajan kepada wanita nya itu.

Di warung depan sana aja lah Sya,Gue udah lapar banget ini." keluh Dila yang hanya sarapan pagi menggunakan sehelai roti.semua itu ia lakukan demi bisa segera pergi dari hadapan Jeni.

Maisya yang sudah paham pun langsung menghidupkan kembali mesin motor nya bergegas menuju ke sana sebelum warung makan kecil itu di serbu oleh yang lain nya.

Di tengah-tengah mereka menikmati makan siang,kedua wanita cantik ini di datangi oleh seorang pria yang juga merupakan sahabat baik mereka dan teman kuliah yang sudah punya pekerjaan tetap jauh sebelum lulus dari kuliah.sebuah usaha kecil - kecilan yang kini sudah semakin berkembang dan menghasilkan banyak pundi-pundi rupiah.

" Enak nih ya abis bangun tidur langsung makan, traktir dong." ledek Bimo sambil menaik turunkan alis nya.

" Jangan bacot napa sih Bim."ketus Maisya menatap tajam Bimo.

" Seharusnya kita yang minta traktir sama Lo,kenapa malah kayak Lo yang kekurangan uang." sahut Dila lagi.

" Lagu lama banget sih Lo berdua.bilang aja kalau kalian berdua nggak punya uang."cibir Bimo sambil mengunyah makanan milik Maisya.

" Tuh lu tau juga tanpa harus kita jelaskan,lagian sayang amat uang kita di pakai buat mengenyangkan perut lu yang udah kaya sejak orok."Dila terkekeh begitu juga dengan Maisya.

" Sialan bener lu berdua, gini-gini gue adalah orang yang paling baik suka kasih uang jajan buat kalian berdua.semua yang kalian mau pasti gue beliin mengalah kan sugar Daddy yang ada di luar sana."gerutu Bimo yang sudah terbiasa menghadapi kedua sahabat wanita nya.

" Ngatain kita berdua nggak punya duit,sini dulu warisan Lo biar kita bagi dua." ucap Maisya meniru kan suara Bimo tadi.

" Aneh banget sih Lo jadi manusia,gue aja belum mati udah main warisan aja lo.jangan kebanyakan mengkhayal takut nya nanti Lo tambah stres sebelum merasakan surga nya dunia."ujar Bimo.

Maisya dan Dila cekikikan melihat wajah kesal Bimo.

" Si Dila udah pernah merasa kan surga itu Bim! Tinggal gue aja,bantuin gue dong nyari sugar Daddy yang kaya kayak punya Dila." Dila yang belum mau rahasia ini terbongkar langsung saja menatap tajam ke arah Maisya,namun sayang nya Bimo yang memiliki jiwa kepo mengalah kan emak-emak kompleks semakin penasaran dan terus mendesak Maisya untuk bercerita lebih jauh lagi.Dila hanya diam tak mau ikut campur,toh ada Maisya yang suka rela menjadi juru bicara nya.

" Bangsat bener Lo Dil,terus gimana rasa nya main sama om-om bangkotan." tanya Bimo heboh, walaupun kaget tapi ia tak mau menghakimi sahabat nya itu,Dila sudah cukup dewasa untuk menentukan pilihan hidup nya.tak perlu ikut campur karena dalam persahabatan mereka punya batasan masing-masing.

" Nggak perlu di perjelas juga bangkotan nya wey!" teriak Maisya di sela tawa nya.

" Nggak usah kepo gimana rasa nya,kalau mau coba ya lu cari sana om-om bangkotan itu buat lo.udah bayarin makanan kita, nanti kalau udah punya kerjaan baru kita ganti duit Lo." ujar Dila lagi yang sengaja memutar balikkan keadaan karena tidak sanggup membayangkan bagaimana kekar nya seorang Arki Jhon Wibisono ketika berada di atas ranjang.

"Sialan lu berdua."Bimo melempar tisu ke Dila dan Maisya yang sedang menertawakan diri nya yang kepo,bahkan kedua wanita ini terus berbisik tanpa perduli lagi dengan kehadiran nya di meja ini.

" Nggak usah cari kerja lagi sih Dil,Lo tinggal kasih servis yang memuaskan ya duit nya si om lu itu bakal mengucur deras, ngapain sih bikin hidup Lo repot begini.nanti awas ya lu,jangan lupa bayar utang kalau warisan si om itu udah pindah ke tangan lu."sewot sendiri si Bima di buat oleh Dila dan Maisya.

Dari luar sana,Arki yang kebetulan sedang ada meeting di luar tidak sengaja melihat keberadaan Dila di warung ini.Ricky sebagai asisten terbaik langsung saja meminta sopir untuk berhenti sebentar ,sebelum nya Ricky sudah mendengar tentang Dila dari Arki secara langsung karena memang di antara mereka berdua tidak ada lagi rahasia.

Perasaan Arki menjadi buruk saat melihat Dila yang sedang tertawa lepas bersama pria lain.apalagi pria itu berani menyentuh kulit Dila serta membelai rambut hitam Dila yang menjadi favorit nya.

"Sayang! Pulang sekarang juga." ucap Arki tegas tanpa kompromi,ia bergerak cepat karena tidak mau kalah dari pria yang ada di dekat wanita nya.

" Kenapa Kamu ada di sini,Aku lagi jalan sama teman Aku,kalau mau pulang ya sana pulang saja, Aku bisa pulang sendiri tanpa harus di suruh- suruh." balas Dila santai tapi malah membuat Arki semakin naik pitam.

Di belakang Dila,Maisya dan Bimo malah kaget bercampur terpukau kala melihat sosok Arki yang menjadi om-om dari Dila.pria ini terlihat masih sangat muda dengan tubuh atletisnya.sangat tidak layak jika harus di sebut bangkotan.

Jika om - om nya seperti ini,Maisya juga rela menghabiskan sisa umur nya bersama om itu, sayang nya Dila jauh beruntung dari nasib Maisya yang tidak jelas.

" Kami ini teman nya Dila,Mas." sahut Bimo saat menyadari Arki yang sejak tadi menatap tajam ke arah nya.bukan nya takut kepada Arki,Bimo justru tersenyum menatap kagum Arki yang begitu tampan dan berkharisma.aneh bukan?

" Saya tidak tanya Kamu,dan harus Kamu tau kalau saya adalah calon suami dari Dila."tegas Arki membuat Dila menggeleng pelan takut ada yang mendengar ucapan pria ini.

" Dila sudah cerita sama Kami berdua Mas,kami ini teman kuliah yang selalu bersama di manapun berada." sekarang Bimo yang mendadak banyak bicara sampai menceritakan masa kuliah mereka dulu.sedangkan Dila dan Maisya hanya diam melihat tingkah absurd dari Bimo.

" Kalau berteman seharusnya Kamu tidak perlu menyentuh Dila,dia itu milik saya dan jangan pernah lagi mengulangi kesalahan itu.Saya akan membalas Kamu jika berani melakukan nya lagi." Dila sudah pasrah berada dalam genggaman tangan Arki.Bimo yang paham dengan ucapan Arki mengangguk kan kepala nya dengan cepat.

" Saya mengerti Mas.lain kali kalau mau gabung sama kita jangan lupa bawa teman Mas yang ganteng nya seperti Mas ya." Maisya sudah tidak sanggup lagi menahan tawa nya.Bimo sangat gila dan semakin menunjukkan jati diri nya di hadapan Arki.

" Untuk apa? Teman-teman Saya semua nya masih normal dan mereka juga sudah memiliki pasangan.sudah berobat sana jangan sampai menularkan virus itu sama pacar Saya." Arki yang sudah ingin membawa Dila masuk ke dalam mobil tapi Dila nya sendiri justru menolak dan menghempaskan genggaman tangan Arki dengan cepat.

Mendengar perkataan Arki,Maisya semakin berani melepaskan tawa nya,Bimo memang pria kaya tapi di balik itu ada sesuatu yang sedang kan di sembunyikan oleh sahabat nya itu dan hanya Dila juga Maisya yang mengetahui rahasia besar Bimo.

" Aku nanti pulang sendiri saja Mas,di rumah ada Mbak Jeni." Dila berusaha memberikan alasan yang tepat karena masih ingin berkumpul dengan kedua sahabat nya.

" Ckkk... Dia jam segini udah tidur siang , cepetan sayang! Aku nggak punya waktu banyak , setelah mengantar Kamu pulang Aku harus kembali ke kantor lagi." Arki berusaha membujuk Dila dengan rahang yang mengeras karena Dila kembali membantah ucapan nya.Arki adalah pria yang tidak suka di bantah dan Dila seperti nya melupakan kenyataan itu.

" Mereka juga sudah mau pulang sayang,udah cepat masuk mobil." melalui pergerakan mata nya Arki seolah meminta Maisya dan Bimo segera beranjak dari sana,ia tak mau wanita nya berkeliaran bebas di luar sana apalagi ada banyak pria muda yang mengintai.

" Ini uang bensin untuk kalian berdua." ucap Arki memberikan beberapa lembar uang seratus ribu ke Maisya dan Bimo.

Kedua sahabat Dila mengangguk gembira lalu pulang begitu saja tanpa perduli dengan nasib Dila lagi .

" Kalau kayak gini terus kita bisa kaya mendadak Sya." seru Bimo yang aneh nya nggak ketulungan,duit segitu saja sudah membuat dia heboh padahal di dalam buku tabungan nya ada banyak duit yang tidak terhitung jumlah nya lagi.

" Kasih buat gue aja duit nya Bim! Lo itu udah kaya jadi jangan berlagak kere deh lo." duit itu terlepas dari genggaman tangan Bimo dan sudah di bawa kabur oleh Maisya yang menyala kan mesin motor dengan cepat.

" Maisya serakah!" teriak Bimo kesal tapi tidak sampai membenci Maisya ,ya seperti ini lah persahabatan mereka suka bercanda tapi tidak pernah tersinggung sekalipun bercandaan nya berlebihan.

Dari dalam mobil milik Arki, Ricky hanya tersenyum tipis melihat tingkah sahabat sekaligus bos nya itu,Arki rela turun langsung dari mobil demi menjemput pujaan hati nya.

Ini sungguh perubahan yang sangat luar biasa.kepada Jeni saja tidak pernah ia lakukan karena Arki terlalu malas untuk bersikap manis kepada seorang wanita.

" Sekarang giliran kita yang pulang." Dila hanya pasrah mengikuti kemauan Arki,kedua sahabat nya itu terlalu mudah di taklukkan hanya gara-gara uang mereka melupakan keberadaan Dila.

Arki membuka kan pintu untuk Dila yang membuat Ricky kembali terperangah.Dila yang menyadari ada orang lain di sekitar mereka lalu memilih menunduk kan kepala nya karena malu.

" Tidak perlu takut,dia ini asisten pribadi ku sekaligus teman dekat ku,dan yang ini sopir pribadi yang bisa menjaga rahasia." Dila sedikit tersenyum menghargai orang yang berada di kursi depan.Arki menarik Dila agar semakin dekat dengan nya.wangi maskulin yang menempel di tubuh Arki membuat Dila memejamkan mata dengan bayangan nakal nya.

" Gila..Dila...Jangan macam-macam." umpat Dila untuk dirinya sendiri.

" Tidak boleh tersenyum kepada orang lain,Kamu sudah melakukan banyak kesalahan hari ini, nanti Kamu akan mendapatkan hukuman nya." bisik Arki dengan nakal malah mengecup leher Dila ,tidak mau suara laknat nya terdengar oleh tangan kanan dari Arki,Dila sengaja menggigit bibir nya,mau melawan pun percuma karena Arki adalah orang yang keras kepala.

" Aku bukan anak kecil yang kalau salah ada hukuman nya.sana hukum saja Mbak Jeni sampai Kamu puas."balas Dila kesal karena Arki tidak pernah mau memikirkan perasaan nya.

" Siapa bilang Kamu anak kecil, Kamu itu kekasih ku dan juga teman tidur ku.Jeni pasti akan mendapatkan hukuman tapi bukan hukuman yang enak seperti yang akan Kamu dapatkan Sayang." Arki kembali mencium keras leher Dila sampai menciptakan sebuah tanda segar.

" Mas!" Dila semakin kesal menginginkan sesuatu yang lebih,tapi ia sadar dan tidak berani berkata jujur.

" Jangan marah-marah sayang, nanti akan Aku buat Kamu menjerit keras." mobil berhenti di depan gerbang rumah dan Dila langsung saja turun dengan cepat tanpa mau menoleh ke arah belakang.sedangkan Arki masih saja membuka kaca mobil nya ingin memastikan sendiri Dila masuk ke dalam rumah tanpa kabur-kaburan.

Selamat siang semua nya...Jangan lupa like, Vote dan Komen sebanyak mungkin ya guys..

😍🥰😊😊

Episodes
1 Aldila Khumaira
2 Bertemu untuk yang pertama kali
3 Panas dingin
4 Cap Cip
5 Ide gila Maisya
6 Kekasih Gelap Jeni
7 Mengaku keluarga dekat
8 Merasa takut
9 Akhirnya terjadi
10 Tawaran gila
11 Lanjut atau menyerah
12 Senang Tapi Bahaya
13 Tanda Merah
14 Cerita Dila
15 Bubur ayam untuk orang tersayang
16 Kepergok Bibi
17 Salah paham
18 Kangen berujung di hotel
19 Nafkah pertama
20 Seperti sampah
21 Tidur bersama
22 Jeni cemburu
23 Mengadu
24 Menguras isi ATM sugar Daddy
25 Babak belur
26 Obat laknat
27 Jatah malam yang terlewatkan
28 Penolakan Arki
29 Adegan di pagi hari
30 Kedatangan Arki
31 Bakso mie keriting
32 Punya anak
33 Di tolak oleh Mama Dewi
34 Gugatan perceraian
35 Sama-sama egois
36 Baju merah menyala
37 Jeni Berulah
38 Berandai-andai
39 Dimas dan Jeni
40 Tongkat sakti milik Dila
41 Rugi Banyak
42 Bangkrut nya Surya Pratama
43 Pertemuan
44 Keras kepala
45 Romantis
46 Kejutan
47 Suami - istri
48 Malam Spesial
49 Lemas
50 Rumah Untuk Dila
51 Istri CEO Wibisono grup
52 Tingkah Konyol
53 Sadar Diri
54 Gara-gara Selimut Jatuh
55 Tua-tua Posesif
56 Shopping Time ala Dila
57 Di Pecat
58 Istri Nakal Milik Arki
59 Dila Kenapa
60 Di Larikan ke rumah Sakit
61 Calon Papa Dan Mama
62 Kedatangan Sahabat
63 Menantu Dan Mertua
64 Tanpa Judul
65 Pulang Ke Rumah
66 Tentang Maisya dan Dila
67 Bakwan Jagung
68 Mangga Muda
69 Demi Kamu dan Buah Hati Kita
70 Bau Ikan Asin
71 Soto
72 Gagal Total
73 Perhiasan
74 Kabar Baik Dari Arki
75 Permintaan Aneh Dila
76 Tidak Ingin Lagi
77 Fakta Yang Tertunda
78 Pesta Di Mulai
79 Malapetaka
80 Panas
81 Panik
82 Kamar Hotel Menjadi Saksi nya
83 Bayi Tua
84 Ngidam Orang Kaya
85 Siapa kah Dia
86 Dila Mengamuk
87 Bakso Tanpa Sambal
88 Kembali Viral
89 Puncak
90 Makan Siang Bersama
91 Cara Mengusir Pelakor
92 Dalam Bahaya
93 Nyonya
94 Salah Sasaran
95 Tertangkap
96 Doyan Nangis
97 Perkara Ketek
98 Balasan Yang Setimpal
99 Ingin Tidur Bersama Istri
100 Tongkat Sakti Ketemu Pawang nya
101 Selamat Datang Pewaris Wibisono
102 Teror
103 Pabrik Susu
104 Hangat Dan Kenyal
105 Gas Beracun
106 Apa Ini?
107 Andai Oh Andai
108 Dila Hilang
109 Arki Yang Malang
110 Energi positif
111 Wanita Masa Lalu
112 Kartu Di Bekukan
113 Ganti Suami
114 Dan Terjadi Lagi
115 Hukuman Untuk Bu Dewi
116 Anand Rakarsa
117 Tarik-Menarik
118 Cewek Seksi
119 Ricky Mual?
120 Tak Ingin Kehilangan
121 Cairan Pembersih
122 Belum Siap
123 Berdamai Dengan Keadaan
124 Adik untuk Dewa
125 Princess nya Wibisono
Episodes

Updated 125 Episodes

1
Aldila Khumaira
2
Bertemu untuk yang pertama kali
3
Panas dingin
4
Cap Cip
5
Ide gila Maisya
6
Kekasih Gelap Jeni
7
Mengaku keluarga dekat
8
Merasa takut
9
Akhirnya terjadi
10
Tawaran gila
11
Lanjut atau menyerah
12
Senang Tapi Bahaya
13
Tanda Merah
14
Cerita Dila
15
Bubur ayam untuk orang tersayang
16
Kepergok Bibi
17
Salah paham
18
Kangen berujung di hotel
19
Nafkah pertama
20
Seperti sampah
21
Tidur bersama
22
Jeni cemburu
23
Mengadu
24
Menguras isi ATM sugar Daddy
25
Babak belur
26
Obat laknat
27
Jatah malam yang terlewatkan
28
Penolakan Arki
29
Adegan di pagi hari
30
Kedatangan Arki
31
Bakso mie keriting
32
Punya anak
33
Di tolak oleh Mama Dewi
34
Gugatan perceraian
35
Sama-sama egois
36
Baju merah menyala
37
Jeni Berulah
38
Berandai-andai
39
Dimas dan Jeni
40
Tongkat sakti milik Dila
41
Rugi Banyak
42
Bangkrut nya Surya Pratama
43
Pertemuan
44
Keras kepala
45
Romantis
46
Kejutan
47
Suami - istri
48
Malam Spesial
49
Lemas
50
Rumah Untuk Dila
51
Istri CEO Wibisono grup
52
Tingkah Konyol
53
Sadar Diri
54
Gara-gara Selimut Jatuh
55
Tua-tua Posesif
56
Shopping Time ala Dila
57
Di Pecat
58
Istri Nakal Milik Arki
59
Dila Kenapa
60
Di Larikan ke rumah Sakit
61
Calon Papa Dan Mama
62
Kedatangan Sahabat
63
Menantu Dan Mertua
64
Tanpa Judul
65
Pulang Ke Rumah
66
Tentang Maisya dan Dila
67
Bakwan Jagung
68
Mangga Muda
69
Demi Kamu dan Buah Hati Kita
70
Bau Ikan Asin
71
Soto
72
Gagal Total
73
Perhiasan
74
Kabar Baik Dari Arki
75
Permintaan Aneh Dila
76
Tidak Ingin Lagi
77
Fakta Yang Tertunda
78
Pesta Di Mulai
79
Malapetaka
80
Panas
81
Panik
82
Kamar Hotel Menjadi Saksi nya
83
Bayi Tua
84
Ngidam Orang Kaya
85
Siapa kah Dia
86
Dila Mengamuk
87
Bakso Tanpa Sambal
88
Kembali Viral
89
Puncak
90
Makan Siang Bersama
91
Cara Mengusir Pelakor
92
Dalam Bahaya
93
Nyonya
94
Salah Sasaran
95
Tertangkap
96
Doyan Nangis
97
Perkara Ketek
98
Balasan Yang Setimpal
99
Ingin Tidur Bersama Istri
100
Tongkat Sakti Ketemu Pawang nya
101
Selamat Datang Pewaris Wibisono
102
Teror
103
Pabrik Susu
104
Hangat Dan Kenyal
105
Gas Beracun
106
Apa Ini?
107
Andai Oh Andai
108
Dila Hilang
109
Arki Yang Malang
110
Energi positif
111
Wanita Masa Lalu
112
Kartu Di Bekukan
113
Ganti Suami
114
Dan Terjadi Lagi
115
Hukuman Untuk Bu Dewi
116
Anand Rakarsa
117
Tarik-Menarik
118
Cewek Seksi
119
Ricky Mual?
120
Tak Ingin Kehilangan
121
Cairan Pembersih
122
Belum Siap
123
Berdamai Dengan Keadaan
124
Adik untuk Dewa
125
Princess nya Wibisono

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!