Cap Cip

Tidur Dila terasa begitu nyenyak malam ini.bahkan alarm yang sudah ia setel sebelum tidur tadi berulang kali memekik kencang agar sang tuan putri segera bangun .Dila mengucek asal kelopak mata yang masih terasa lengket seperti ada yang mengoles lem perekat di atas mata nya.

Ia raba benda yang ada di bawah sana dan ternyata sangat basah disertai bau yang tidak sedap.

Dila bersiul- siul berlari ke kamar mandi seolah-olah ada seseorang yang sedang menunggu diri nya.berbanding terbalik dengan nasib Jeni.wanita ini terpaksa harus tidur dalam keadaan mengenaskan,kepala berdenyut pusing , emosi menguras tenaga nya tanpa ada masalah yang berarti,di bawah sana sudah gatal mencari lawan nya, namun Arki malah menolak mentah-mentah keindahan surga dunia yang ia tawarkan.Arki beralasan sedang banyak pekerjaan sampai membuat pria ini memilih tidur di dalam ruangan kerja nya.sedih sekali nasib Jeni dan pagi ini ia terpaksa bermain sendiri di kamar mandi dengan di temani jemari lentiknya.

Lenguhan manja lolos dari mulut Jeni dengan bola mata yang merem melek menahan kenikmatan nya.

Satu jam kemudian Jeni telah selesai dengan urusan nya,wajah wanita ini lebih segar dari sebelumnya dan sudah berpakaian rapi.ia berjalan menuju dapur ingin menyiapkan sarapan pagi untuk mereka bertiga.

Dila tersenyum manis menyambut kedatangan Jeni di dapur.nasi goreng telor mata sapi telah siap di atas meja makan lengkap dengan sayuran sehat lain nya sebagai hiasan di atas nya.

" Kamu yang menyiapkan semua ini Dil?" tanya Jeni kepada Dila.

" Iya Mbak,semoga saja Mbak suka dengan masakan Aku.maaf ya jika Aku lancang masuk ke dalam dapur Mbak." Dila yang sadar jika diri nya hanya menumpang di sini memutuskan untuk membantu memasak di dapur.walaupun tidak sepintar chef di luar sana tetapi masakan Dila tidak kalah nikmat dari mereka yang pernah sekolah memasak.

" Terimakasih ya sudah menyiapkan sarapan untuk kita.Kamu boleh pakai dapur ini kapan pun Kamu mau,Mbak jadi malu karena hari ini telat bangun dan Kamu yang harus mengerjakan semua pekerjaan rumah." bukan hanya urusan sarapan saja yang di lakukan oleh Dila pagi ini.seluruh ruangan juga sudah selesai ia bersihkan dan sekarang terlihat sangat rapi dari biasa nya.Jeni sengaja mempekerjakan asisten rumah tangga paruh waktu karena tidak mau aksi romantis nya di bersama Arki di lihat oleh orang lain,akan tetapi ia lupa telah memasukkan Dila ke dalam rumah nya bahkan sudah pernah melihat tingkah kedua sejoli ini.

Setelah Jeni datang,Dila pun pamit masuk ke dalam kamar ingin berganti pakaian melakukan aktivitas yang sudah ia rencanakan tadi malam.

Kedatangan Dila setelah berganti pakaian bertepatan dengan Arki yang juga keluar dari kamar sambil menenteng tas kerja di tangan kiri nya.kedua nya saling menatap penuh makna sampai akhir Dila lah yang memutuskan tatapan horor itu.

" Cantik sekali dia pagi ini." batin Arki terpesona melihat penampilan Dila yang sederhana tapi sangat cocok untuk diri nya.atasan putih sengaja di padukan dengan rok jins mini dengan flatshoes cream menghiasi kaki mulus nya.Arki tak berkedip memandang penampilan Dila pagi ini.jantung yang sudah lama berhenti berdetak kini bangkit lagi sampai Arki sendiri sulit untuk mengartikan nya.

" Duduk Mas." kata Jeni menginterupsi,tangan nya masih sibuk menata sarapan pagi sehingga tidak bisa melihat apa yang sedang terjadi di belakang punggung nya.

Arki hanya mengangguk mengiyakan, sedang kan Dila hanya diam saja mengambil posisi duduk yang cukup jauh jarak nya dari Arki.

" Mas, nanti siang Aku mau keluar sendirian untuk menghibur diri ku yang sudah terlalu bosan terkurung di dalam rumah.boleh kan Mas?" tanya Jeni kepada suami nya.

" Kenapa harus pergi sendirian,bukan kah ada Dila yang bisa Kamu ajak sebagai teman agar tidak merasa bosan seperti apa yang Kamu katakan tadi?" sindiran itu membuat Jeni terbungkam telak.walau demikian ia tau betul jika suami nya pasti mengizinkan apapun yang ingin ia lakukan.

Dila mendongakkan kepalanya ketika mendengar nama nya di sebut,gadis itu memberanikan diri melihat Arki yang juga menatap ke arah nya.tentu Dila segera menunduk lagi karena masih ingat dengan ucapan Arki tempo hari.

" Dila punya urusan lain Mas,Aku sebenarnya juga ingin mengajak dia untuk ikut bersama ku, tetapi Kamu bisa melihat sendiri kalau saat ini Dila sudah berpenampilan rapi seperti orang yang akan pergi." Jawaban Jeni begitu manis,kali ini ia tak mau berbaik hati mengajak serta Dila ke dalam urusan yang begitu penting.lebih baik ia pergi sendiri sehingga membuat rahasia nya aman terkendali.

" Pergilah sesuka hati mu,habiskan semua yang sudah Aku berikan untuk mu,tapi ingat jangan lupa kabari Aku di manapun Kamu berada."Arki mengabulkan permintaan istri nya tapi tak ada senyum apapun yang terlukis di wajah nya.

" Terimakasih Mas."Jeni tersenyum bahagia lalu berpindah duduk di pangkuan suami nya.ia kecup mesra bibir tebal milik suami nya hingga menimbulkan bunyi yang begitu kuat.

Cup....

Jeni bahkan berani melumat agresif bibir suami nya sampai lupa akan keberadaan Dila di sana.

" Mas..." rengek Jeni manja berharap Arki paham dengan maksud semua ini.

" Aku harus berangkat sekarang juga.ada meeting penting yang harus Aku hadiri dan tidak boleh terlambat walaupun hanya satu detik saja." Arki kembali menghindari hal-hal yang berbaur panas dari istri nya.meeting penting hanya sebagai kamuflase belaka agar Jeni tidak curiga kepada diri nya.

" Baiklah, hati-hati di jalan ya Mas."Jeni masih sempat mengecup manja pipi suami nya sebelum membiarkan pria ini pergi meninggalkan dirinya dan sibuk dengan berkas penting sampai lupa untuk pulang ke rumah.

" Iya sayang." Arki mengelus puncak kepala Jeni dengan tatapan mata jatuh kepada Dila.

Cara duduk gadis itu begitu seksi sekali dengan belahan yang masih terlihat meskipun sudah berusaha untuk ia tutupi.Arki menegang hebat membayangkan bagaimana indah nya isi di bawah sana.bermain- main di bawah sana pasti membuat tubuh nya mabuk kepayang dan sulit bagi nya untuk mengontrol diri.

" Gadis ku." batin Arki menyeringai tipis kepada Dila.

Tidak mau terus menerus memanjakan halusinasi nya yang di penuhi oleh wajah tampan Arki,Dila yang juga sedang sibuk sendiri bergegas pamit kepada Jeni,ia berjalan kaki menuju ke rumah nya,Dila hanya berani menatap dari uar puing-puing yang masih berserakan di sana.entah berapa banyak biaya yang harus ia keluar kan nanti untuk memperbaiki rumah nya agar layak huni seperti tetangga yang lain.

" Huft...."

" Kapan ya Aku jadi kaya?" Dila menjauh dari rumah nya lalu bersiap - siap memesan taksi yang bisa membawa dia bertemu Sahabat baik nya.

Ingat! Jangan lupa like ,Vote dan rate ⭐ ⭐ ⭐ ⭐ ⭐ ya.

Terpopuler

Comments

Maria Fransiska

Maria Fransiska

lanjut thor.... semoga jenybyang sudah baik menolong Dila jangan sampai terkhianati ya....

2024-09-13

0

Ajusani Dei Yanti

Ajusani Dei Yanti

semangat thorrrr kuh

2024-06-06

1

oland sariyy

oland sariyy

Tinggal kan jejak setelah membaca bab ini ya guys 😍🥰

2024-05-10

2

lihat semua
Episodes
1 Aldila Khumaira
2 Bertemu untuk yang pertama kali
3 Panas dingin
4 Cap Cip
5 Ide gila Maisya
6 Kekasih Gelap Jeni
7 Mengaku keluarga dekat
8 Merasa takut
9 Akhirnya terjadi
10 Tawaran gila
11 Lanjut atau menyerah
12 Senang Tapi Bahaya
13 Tanda Merah
14 Cerita Dila
15 Bubur ayam untuk orang tersayang
16 Kepergok Bibi
17 Salah paham
18 Kangen berujung di hotel
19 Nafkah pertama
20 Seperti sampah
21 Tidur bersama
22 Jeni cemburu
23 Mengadu
24 Menguras isi ATM sugar Daddy
25 Babak belur
26 Obat laknat
27 Jatah malam yang terlewatkan
28 Penolakan Arki
29 Adegan di pagi hari
30 Kedatangan Arki
31 Bakso mie keriting
32 Punya anak
33 Di tolak oleh Mama Dewi
34 Gugatan perceraian
35 Sama-sama egois
36 Baju merah menyala
37 Jeni Berulah
38 Berandai-andai
39 Dimas dan Jeni
40 Tongkat sakti milik Dila
41 Rugi Banyak
42 Bangkrut nya Surya Pratama
43 Pertemuan
44 Keras kepala
45 Romantis
46 Kejutan
47 Suami - istri
48 Malam Spesial
49 Lemas
50 Rumah Untuk Dila
51 Istri CEO Wibisono grup
52 Tingkah Konyol
53 Sadar Diri
54 Gara-gara Selimut Jatuh
55 Tua-tua Posesif
56 Shopping Time ala Dila
57 Di Pecat
58 Istri Nakal Milik Arki
59 Dila Kenapa
60 Di Larikan ke rumah Sakit
61 Calon Papa Dan Mama
62 Kedatangan Sahabat
63 Menantu Dan Mertua
64 Tanpa Judul
65 Pulang Ke Rumah
66 Tentang Maisya dan Dila
67 Bakwan Jagung
68 Mangga Muda
69 Demi Kamu dan Buah Hati Kita
70 Bau Ikan Asin
71 Soto
72 Gagal Total
73 Perhiasan
74 Kabar Baik Dari Arki
75 Permintaan Aneh Dila
76 Tidak Ingin Lagi
77 Fakta Yang Tertunda
78 Pesta Di Mulai
79 Malapetaka
80 Panas
81 Panik
82 Kamar Hotel Menjadi Saksi nya
83 Bayi Tua
84 Ngidam Orang Kaya
85 Siapa kah Dia
86 Dila Mengamuk
87 Bakso Tanpa Sambal
88 Kembali Viral
89 Puncak
90 Makan Siang Bersama
91 Cara Mengusir Pelakor
92 Dalam Bahaya
93 Nyonya
94 Salah Sasaran
95 Tertangkap
96 Doyan Nangis
97 Perkara Ketek
98 Balasan Yang Setimpal
99 Ingin Tidur Bersama Istri
100 Tongkat Sakti Ketemu Pawang nya
101 Selamat Datang Pewaris Wibisono
102 Teror
103 Pabrik Susu
104 Hangat Dan Kenyal
105 Gas Beracun
106 Apa Ini?
107 Andai Oh Andai
108 Dila Hilang
109 Arki Yang Malang
110 Energi positif
111 Wanita Masa Lalu
112 Kartu Di Bekukan
113 Ganti Suami
114 Dan Terjadi Lagi
115 Hukuman Untuk Bu Dewi
116 Anand Rakarsa
117 Tarik-Menarik
118 Cewek Seksi
119 Ricky Mual?
120 Tak Ingin Kehilangan
121 Cairan Pembersih
122 Belum Siap
123 Berdamai Dengan Keadaan
124 Adik untuk Dewa
125 Princess nya Wibisono
Episodes

Updated 125 Episodes

1
Aldila Khumaira
2
Bertemu untuk yang pertama kali
3
Panas dingin
4
Cap Cip
5
Ide gila Maisya
6
Kekasih Gelap Jeni
7
Mengaku keluarga dekat
8
Merasa takut
9
Akhirnya terjadi
10
Tawaran gila
11
Lanjut atau menyerah
12
Senang Tapi Bahaya
13
Tanda Merah
14
Cerita Dila
15
Bubur ayam untuk orang tersayang
16
Kepergok Bibi
17
Salah paham
18
Kangen berujung di hotel
19
Nafkah pertama
20
Seperti sampah
21
Tidur bersama
22
Jeni cemburu
23
Mengadu
24
Menguras isi ATM sugar Daddy
25
Babak belur
26
Obat laknat
27
Jatah malam yang terlewatkan
28
Penolakan Arki
29
Adegan di pagi hari
30
Kedatangan Arki
31
Bakso mie keriting
32
Punya anak
33
Di tolak oleh Mama Dewi
34
Gugatan perceraian
35
Sama-sama egois
36
Baju merah menyala
37
Jeni Berulah
38
Berandai-andai
39
Dimas dan Jeni
40
Tongkat sakti milik Dila
41
Rugi Banyak
42
Bangkrut nya Surya Pratama
43
Pertemuan
44
Keras kepala
45
Romantis
46
Kejutan
47
Suami - istri
48
Malam Spesial
49
Lemas
50
Rumah Untuk Dila
51
Istri CEO Wibisono grup
52
Tingkah Konyol
53
Sadar Diri
54
Gara-gara Selimut Jatuh
55
Tua-tua Posesif
56
Shopping Time ala Dila
57
Di Pecat
58
Istri Nakal Milik Arki
59
Dila Kenapa
60
Di Larikan ke rumah Sakit
61
Calon Papa Dan Mama
62
Kedatangan Sahabat
63
Menantu Dan Mertua
64
Tanpa Judul
65
Pulang Ke Rumah
66
Tentang Maisya dan Dila
67
Bakwan Jagung
68
Mangga Muda
69
Demi Kamu dan Buah Hati Kita
70
Bau Ikan Asin
71
Soto
72
Gagal Total
73
Perhiasan
74
Kabar Baik Dari Arki
75
Permintaan Aneh Dila
76
Tidak Ingin Lagi
77
Fakta Yang Tertunda
78
Pesta Di Mulai
79
Malapetaka
80
Panas
81
Panik
82
Kamar Hotel Menjadi Saksi nya
83
Bayi Tua
84
Ngidam Orang Kaya
85
Siapa kah Dia
86
Dila Mengamuk
87
Bakso Tanpa Sambal
88
Kembali Viral
89
Puncak
90
Makan Siang Bersama
91
Cara Mengusir Pelakor
92
Dalam Bahaya
93
Nyonya
94
Salah Sasaran
95
Tertangkap
96
Doyan Nangis
97
Perkara Ketek
98
Balasan Yang Setimpal
99
Ingin Tidur Bersama Istri
100
Tongkat Sakti Ketemu Pawang nya
101
Selamat Datang Pewaris Wibisono
102
Teror
103
Pabrik Susu
104
Hangat Dan Kenyal
105
Gas Beracun
106
Apa Ini?
107
Andai Oh Andai
108
Dila Hilang
109
Arki Yang Malang
110
Energi positif
111
Wanita Masa Lalu
112
Kartu Di Bekukan
113
Ganti Suami
114
Dan Terjadi Lagi
115
Hukuman Untuk Bu Dewi
116
Anand Rakarsa
117
Tarik-Menarik
118
Cewek Seksi
119
Ricky Mual?
120
Tak Ingin Kehilangan
121
Cairan Pembersih
122
Belum Siap
123
Berdamai Dengan Keadaan
124
Adik untuk Dewa
125
Princess nya Wibisono

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!