Tidur Dila terasa begitu nyenyak malam ini.bahkan alarm yang sudah ia setel sebelum tidur tadi berulang kali memekik kencang agar sang tuan putri segera bangun .Dila mengucek asal kelopak mata yang masih terasa lengket seperti ada yang mengoles lem perekat di atas mata nya.
Ia raba benda yang ada di bawah sana dan ternyata sangat basah disertai bau yang tidak sedap.
Dila bersiul- siul berlari ke kamar mandi seolah-olah ada seseorang yang sedang menunggu diri nya.berbanding terbalik dengan nasib Jeni.wanita ini terpaksa harus tidur dalam keadaan mengenaskan,kepala berdenyut pusing , emosi menguras tenaga nya tanpa ada masalah yang berarti,di bawah sana sudah gatal mencari lawan nya, namun Arki malah menolak mentah-mentah keindahan surga dunia yang ia tawarkan.Arki beralasan sedang banyak pekerjaan sampai membuat pria ini memilih tidur di dalam ruangan kerja nya.sedih sekali nasib Jeni dan pagi ini ia terpaksa bermain sendiri di kamar mandi dengan di temani jemari lentiknya.
Lenguhan manja lolos dari mulut Jeni dengan bola mata yang merem melek menahan kenikmatan nya.
Satu jam kemudian Jeni telah selesai dengan urusan nya,wajah wanita ini lebih segar dari sebelumnya dan sudah berpakaian rapi.ia berjalan menuju dapur ingin menyiapkan sarapan pagi untuk mereka bertiga.
Dila tersenyum manis menyambut kedatangan Jeni di dapur.nasi goreng telor mata sapi telah siap di atas meja makan lengkap dengan sayuran sehat lain nya sebagai hiasan di atas nya.
" Kamu yang menyiapkan semua ini Dil?" tanya Jeni kepada Dila.
" Iya Mbak,semoga saja Mbak suka dengan masakan Aku.maaf ya jika Aku lancang masuk ke dalam dapur Mbak." Dila yang sadar jika diri nya hanya menumpang di sini memutuskan untuk membantu memasak di dapur.walaupun tidak sepintar chef di luar sana tetapi masakan Dila tidak kalah nikmat dari mereka yang pernah sekolah memasak.
" Terimakasih ya sudah menyiapkan sarapan untuk kita.Kamu boleh pakai dapur ini kapan pun Kamu mau,Mbak jadi malu karena hari ini telat bangun dan Kamu yang harus mengerjakan semua pekerjaan rumah." bukan hanya urusan sarapan saja yang di lakukan oleh Dila pagi ini.seluruh ruangan juga sudah selesai ia bersihkan dan sekarang terlihat sangat rapi dari biasa nya.Jeni sengaja mempekerjakan asisten rumah tangga paruh waktu karena tidak mau aksi romantis nya di bersama Arki di lihat oleh orang lain,akan tetapi ia lupa telah memasukkan Dila ke dalam rumah nya bahkan sudah pernah melihat tingkah kedua sejoli ini.
Setelah Jeni datang,Dila pun pamit masuk ke dalam kamar ingin berganti pakaian melakukan aktivitas yang sudah ia rencanakan tadi malam.
Kedatangan Dila setelah berganti pakaian bertepatan dengan Arki yang juga keluar dari kamar sambil menenteng tas kerja di tangan kiri nya.kedua nya saling menatap penuh makna sampai akhir Dila lah yang memutuskan tatapan horor itu.
" Cantik sekali dia pagi ini." batin Arki terpesona melihat penampilan Dila yang sederhana tapi sangat cocok untuk diri nya.atasan putih sengaja di padukan dengan rok jins mini dengan flatshoes cream menghiasi kaki mulus nya.Arki tak berkedip memandang penampilan Dila pagi ini.jantung yang sudah lama berhenti berdetak kini bangkit lagi sampai Arki sendiri sulit untuk mengartikan nya.
" Duduk Mas." kata Jeni menginterupsi,tangan nya masih sibuk menata sarapan pagi sehingga tidak bisa melihat apa yang sedang terjadi di belakang punggung nya.
Arki hanya mengangguk mengiyakan, sedang kan Dila hanya diam saja mengambil posisi duduk yang cukup jauh jarak nya dari Arki.
" Mas, nanti siang Aku mau keluar sendirian untuk menghibur diri ku yang sudah terlalu bosan terkurung di dalam rumah.boleh kan Mas?" tanya Jeni kepada suami nya.
" Kenapa harus pergi sendirian,bukan kah ada Dila yang bisa Kamu ajak sebagai teman agar tidak merasa bosan seperti apa yang Kamu katakan tadi?" sindiran itu membuat Jeni terbungkam telak.walau demikian ia tau betul jika suami nya pasti mengizinkan apapun yang ingin ia lakukan.
Dila mendongakkan kepalanya ketika mendengar nama nya di sebut,gadis itu memberanikan diri melihat Arki yang juga menatap ke arah nya.tentu Dila segera menunduk lagi karena masih ingat dengan ucapan Arki tempo hari.
" Dila punya urusan lain Mas,Aku sebenarnya juga ingin mengajak dia untuk ikut bersama ku, tetapi Kamu bisa melihat sendiri kalau saat ini Dila sudah berpenampilan rapi seperti orang yang akan pergi." Jawaban Jeni begitu manis,kali ini ia tak mau berbaik hati mengajak serta Dila ke dalam urusan yang begitu penting.lebih baik ia pergi sendiri sehingga membuat rahasia nya aman terkendali.
" Pergilah sesuka hati mu,habiskan semua yang sudah Aku berikan untuk mu,tapi ingat jangan lupa kabari Aku di manapun Kamu berada."Arki mengabulkan permintaan istri nya tapi tak ada senyum apapun yang terlukis di wajah nya.
" Terimakasih Mas."Jeni tersenyum bahagia lalu berpindah duduk di pangkuan suami nya.ia kecup mesra bibir tebal milik suami nya hingga menimbulkan bunyi yang begitu kuat.
Cup....
Jeni bahkan berani melumat agresif bibir suami nya sampai lupa akan keberadaan Dila di sana.
" Mas..." rengek Jeni manja berharap Arki paham dengan maksud semua ini.
" Aku harus berangkat sekarang juga.ada meeting penting yang harus Aku hadiri dan tidak boleh terlambat walaupun hanya satu detik saja." Arki kembali menghindari hal-hal yang berbaur panas dari istri nya.meeting penting hanya sebagai kamuflase belaka agar Jeni tidak curiga kepada diri nya.
" Baiklah, hati-hati di jalan ya Mas."Jeni masih sempat mengecup manja pipi suami nya sebelum membiarkan pria ini pergi meninggalkan dirinya dan sibuk dengan berkas penting sampai lupa untuk pulang ke rumah.
" Iya sayang." Arki mengelus puncak kepala Jeni dengan tatapan mata jatuh kepada Dila.
Cara duduk gadis itu begitu seksi sekali dengan belahan yang masih terlihat meskipun sudah berusaha untuk ia tutupi.Arki menegang hebat membayangkan bagaimana indah nya isi di bawah sana.bermain- main di bawah sana pasti membuat tubuh nya mabuk kepayang dan sulit bagi nya untuk mengontrol diri.
" Gadis ku." batin Arki menyeringai tipis kepada Dila.
Tidak mau terus menerus memanjakan halusinasi nya yang di penuhi oleh wajah tampan Arki,Dila yang juga sedang sibuk sendiri bergegas pamit kepada Jeni,ia berjalan kaki menuju ke rumah nya,Dila hanya berani menatap dari uar puing-puing yang masih berserakan di sana.entah berapa banyak biaya yang harus ia keluar kan nanti untuk memperbaiki rumah nya agar layak huni seperti tetangga yang lain.
" Huft...."
" Kapan ya Aku jadi kaya?" Dila menjauh dari rumah nya lalu bersiap - siap memesan taksi yang bisa membawa dia bertemu Sahabat baik nya.
Ingat! Jangan lupa like ,Vote dan rate ⭐ ⭐ ⭐ ⭐ ⭐ ya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 125 Episodes
Comments
Maria Fransiska
lanjut thor.... semoga jenybyang sudah baik menolong Dila jangan sampai terkhianati ya....
2024-09-13
0
Ajusani Dei Yanti
semangat thorrrr kuh
2024-06-06
1
oland sariyy
Tinggal kan jejak setelah membaca bab ini ya guys 😍🥰
2024-05-10
2