Akhirnya terjadi

" Apa Kamu sedang berusaha merayu ku gadis nakal?" Dila tidak tau kenapa Arki bisa berkata seperti itu,seluruh tubuh Dila berkeringat dingin kala tubuh tinggi menjulang Arki hampir mendekati tempat nya.

" Mas Arki sedang bicara apa? Aku sama sekali tidak mengerti kenapa Mas bisa menuduh ku seperti itu?" tanya Dila penuh penekanan.di malam yang sunyi ini hanya ada mereka berdua di dalam rumah.ingin berteriak juga percuma karena tak akan ada yang bisa mendengar nya, terlebih lagi security yang berjaga di depan sana biasa nya sedang tidur di pos setelah mengunci rapat gerbang rumah.

" Bagaimana jika malam ini kita menghabiskan waktu bersama?" tatapan mata Dila semakin merah mengulik tajam tubuh tinggi Arki,rasa takut tadi berusaha ia lawan agar tak mudah di lumpuhkan oleh musuh nya.sungguh berani sekali pria ini mengatakan hal kotor seperti itu kepada nya.apakah seperti ini wujud asli Arki sebelum ia masuk ke dalam rumah ini?

" Gila! Tega-teganya Mas Arki mengatakan itu kepada ku? Apa Mas tidak tau jika perkataan Mas itu telah menjatuhkan harga diri ku?"Dila memukul dada Arki dengan sekuat tenaga nya.namun aneh nya pria itu malah tertawa puas tanpa memperdulikan aksi dari Dila.

Karena sudah tidak berminat lagi untuk membalas perkataan dari Arki,Dila memilih memutar badan nya ingin masuk ke dalam kamar.akan tetapi langkah kaki mungilnya terhenti oleh tarikan cepat yang di lakukan oleh Arki dari arah belakang,bahkan gaun tidur seksi yang Dila pakai langsung melorot begitu saja.entah bagaimana cara nya Arki melakukan hal ini,yang jelas saat ini Dila sungguh merasa malu karena seluruh bagian tubuh nya sudah terlihat oleh mata pria beristri.bahkan gunung kembar nya yang tidak tertutup oleh kain tampak tinggi menjulang.gaun itu akhirnya tergelatak begitu saja di atas lantai dapur.

" Aku pasti kan kelakuan bejat Mas Arki ini akan sampai ke telinga istri Mas.di sini banyak Cctv yang bisa Aku jadikan barang bukti." teriak Dila yang semakin membuat Arki ingin memiliki nya.

Tubuh mungil itu dengan mudah ia bawa paksa masuk ke dalam kamar yang di tempati oleh Dila.sejauh perjalanan menuju ke kamar.Dila terus saja berusaha menyelamatkan diri nya dengan memukul punggung Arki.ia bahkan tanpa segan lagi menggigit bahu Arki sekuat tenaga nya.

" Akan Aku laporkan kasus ini kepada semua orang.CEO gila seperti Mas pasti akan bangkrut setelah semua orang mengetahui kebejatan Mas ini,bahkan polisi juga akan datang menjemput Mas ke sini."entah kenapa pria ini begitu kuat sekali.bahkan rasa sakit dari gigitan yang Dila berikan tak ia hiraukan dan terus saja melangkah menuju ke kamar Dila.tanpa Dila ketahui bahwa sebelum nya dari ruang kerja nya Arki sudah menyabotase seluruh Cctv yang ada di setiap sudut rumah nya.jika nanti Jeni bertanya tentang Cctv maka alasan nya adalah rusak secara tiba-tiba.

" Diam lah cantik,jangan berteriak seperti ini, nanti tenaga mu akan habis secara cuma-cuma sebelum kita melakukan malam yang panjang." Dila menggeleng cepat mendengar ucapan Arki.ini tak boleh terjadi pada hidup nya.

"Jangan lakukan ini kepada Aku,Mas! Aku mohon lepas kan Aku,biarkan Aku turun dan Aku akan pergi dari rumah ini malam ini juga.Aku minta maaf Mas! Jangan seperti ini." mohon Dila mengiba bersungguh-sungguh kepada pria yang sudah berkabut gairah.

" Aku nggak mau Mas! Aku takut." teriak Dila sambil terisak-isak.

" Aku tidak akan bisa melepaskan Kamu cantik,jangan berharap Aku bisa melepaskan Kamu malam ini,Aku akan selalu melindungi mu setelah malam pertama kita terjadi." Arki tersenyum hangat mengelus pipi Dila yang begitu lembut,air mata yang keluar dari sudut mata Dila ia hapus secara perlahan agar tak menyakiti gadis nya.

" Ini salah Mas! Kamu itu sedang di pengaruhi oleh minuman setan! Jangan lakukan ini kepada ku." kata Dila yang sudah mencium bau menyengat dari nafas Arki.mana mungkin Dila membiarkan mahkota nya di renggut oleh pria bersuami dalam keadaan mabuk pula.konsep pernikahan romantis ala-ala drama yang ia tonton akhirnya lenyap sudah berganti dengan malam petaka yang harus ia terima malam ini.

" Aku tidak mabuk Dila." jawab Arki semakin mempercepat langkah kaki nya.ia sudah tidak sanggup lagi menahan gairah akibat gesekan kulit yang terjadi di antara mereka.rasa nya Arki ingin memakan Dila saat ini juga.tapi ia tak mungkin bermain di tempat yang tidak nyaman untuk tubuh mereka berdua.

Begitu sampai di dalam kamar Dila,tubuh mungil yang tadi berada dalam gendongan nya di lempar begitu saja ke atas tempat tidur,Arki berbalik mengunci pintu kamar lalu setelah itu kunci kamar nya ia buang jauh-jauh supaya Dila tidak bisa menemukan nya.

Dila yang merasa malu dengan penampilan nya saat ini bergegas menarik selimut untuk menutupi seluruh tubuh nya.tangan kanan nya terulur mengambil hair dryer dari dalam laci rias.

Brak...

Beruntung Arki bisa menghindar dari lemparan keras yang di lakukan oleh Dila.

" Berhenti di situ Mas! Aku mohon jangan mendekat." pinta Dila berharap Arki mau berubah pikiran dan keluar dari kamar nya.

"Jangan melawan seperti itu cantik." Arki tersenyum menyeringai melepas seluruh pakaian yang ia kenakan.bayangan Jeni yang melakukan perselingkuhan di belakang nya membuat Arki semakin maju tak gentar mewujudkan khayalan tingkat tinggi nya.ia tersenyum manis kepada Dila yang sedang menggigit bibir nya .

" Jangan di gigit seperti itu bibir nya cantik,itu semua milik Mas." kata Arki perlahan naik ke atas ranjang dan menindih secara paksa tubuh Dila.selimut yang awal nya melilit di tubuh Dila sudah ia buang ke atas lantai.

" Mas! Jangan." kata Dila kehabisan akal untuk terlepas dari pria ini.

" Aku sudah tidak sanggup lagi menahan nya Dila.Aku sudah terlalu lama menyimpan rasa ini untuk mu,dulu kita berjauhan,tapi sekarang semua dalam genggaman ku dan Aku pasti kan malam ini juga Kamu akan menjadi milik ku." detik berikutnya Arki mengecup lembut gunung kembar milik Dila membuat gadis polos ini meringis dengan rasa yang berbeda.

" Masss."

" Aku ingin Kamu menjadi kekasih ku Dila." kata Arki menatap dalam wajah cantik Dila.wajah putih bersih yang jarang memakai make up tapi berhasil mengalihkan dunia seorang Arki.

" Eh.." di tengah ketakutan nya Dila merasa kaget dengan permintaan pria yang berada di atas nya.

" Apa ada yang melarang Aku mengatakan ini kepada mu?" tanya Arki santai.

"Aku ini hanya menumpang di rumah Kamu, Mas! Kenapa malah Kamu jadikan simpanan, lalu mau Kamu kemana kan istri mu itu?" tanya Dila tak habis pikir dengan jalan pikiran Arki.apa minuman setan itu telah merusak sel-sel yang ada di dalam otak nya.

" Lalu? Apa perduli ku terhadap dia?" Dila semakin terheran-heran dengan tingkah Arki malam ini.

" Mas ini salah besar,Aku takut ketahuan oleh istri mu itu." Dila mendorong sekuat tenaga tubuh Arki agar bisa turun dari atas tempat tidur.walau Dila juga sangat memuja Arki.tapi untuk menerima tawaran dari pria ini ia masih belum berani.Jeni adalah orang pertama yang akan kecewa dengan sikap nya ini.dan berikut nya ada netizen julid yang tidak akan pernah melepaskan kenyamanan hidup nya.

Langkah kaki Dila kembali berhenti karena Arki kembali menarik tangan nya.tenaga Dila tentu kalah banyak dari Arki.

" Mas!" teriak Dila masih enggan menatap ke arah Arki.

Pria ini memilih diam dan hanya memeluk Dila dengan agresif.pelukan ini terasa begitu hangat oleh Dila yang tak pernah mendapatkan kasih sayang dari seorang Ayah.

" Aku tidak memberikan izin Kamu pergi dari sini." kata Arki pelan.

" Tapi ini salah Mas." Dila terus saja menjaga kewarasan nya.

" Apa yang salah Dila?" tanya Arki masih acuh dan lupa dengan Jeni.

" Istri Mas bisa murka jika mengetahui semua ini." ucap Dila lantang.

" Jangan hiraukan dia.Aku menginginkan Kamu malam ini."Arki semakin sulit mengendalikan diri nya,rasa nya ia akan mengurung Dila semalaman penuh dan lebih senang jika Jeni tak perlu pulang lagi ke rumah ini.

" Mas.." lirih Dila tidak bergeming.

" Aku menyukai panggilan manis mu ini sayang." tubuh Dila berubah meremang dengan jantung yang berpacu kencang.tangan kekar Arki mengusap punggung mulus Dila dan berakhir di bibir merah Dila yang begitu menggoda iman nya.

Tubuh Dila saat ini benar-benar di luar kendali nya,ia begitu pasrah menerima sentuhan ini padahal dia bisa marah atas apa yang sudah Arki lakukan terhadap nya.tanpa sadar air mata Dila kembali terjatuh dan Arki segera menghapus nya.

" Kenapa Kamu menangis sayang? Apa ada yang sakit?" tanya Arki memastikan.

" Aku seperti pelakor murahan saja Mas." kata Dila tersenyum sinis.

" Kamu begitu berharga sayang,bahkan lelaki di luar sana tak pantas mendapatkan Kamu kecuali Aku." Arki lalu membawa Dila naik ke atas ranjang dan segera kedua nya berbaring di atas sana.

" Selama nya Kamu akan menjadi milik ku sayang." Arki bangkit lalu bermain di bawah sana.Arki sudah bertekad membalas semua yang sudah Jeni lakukan di belakang nya selama ini,Dila lah yang akan menjadi wanita penghibur nya.

" Henti kan Mas! Ahhh." Dila tersadar di tengah rasa nikmat yang ia rasa di bawah sana.lembah yang sudah basah itu terus saja di mainkan oleh Arki.Dila tak menyangka jika apa yang ia rasakan begitu enak sekali sampai ia mendambakan Arki untuk melakukan hal yang lebih besar dari sekarang.Ia Jambak rambut Arki yang masih bermain di bawah sana sampai membuat tubuh nya panas tak tertahankan lagi.

" Tolong Mas...Ahh.."Dila ngos-ngosan dengan tubuh yang bergetar.ada sesuatu yang mendesak ingin keluar dari bawah sana tapi ia begitu malu untuk melakukan nya .lidah Arki benar-benar membuat tubuh nya menggelinjang hebat.

" Aku mau pipis Mas!Ahh...Lepas kan dulu Mas...Ah..."mendengar hal itu Arki semakin menambah kecepatan lidah nya,salah satu tangan nya bahkan tidak berhenti memainkan puncak gunung Dila sampai membuat benda coklat itu mengeras tak tergoyahkan.

" Mas.. Awas aaaaa...." Dila menekan kepala Arki semakin dalam dan Arki menyambut kedatangan lahar itu dengan senang hati.

Dila menghirup sebanyak mungkin udara agar tidak mati secara mendadak.Arki membuat Dila tak kuasa untuk melawan dan ini adalah kali pertama nya Dila melakukan hal ini.

" Aku akan masuk ke permainan inti nya sayang." tubuh seksi Dila yang di penuhi oleh keringat semakin membuat Arki kelabakan dan ingin segera melakukan nya.

" Kamu boleh meminta apapun kepada Mas,kita akan mendapatkan surga dunia malam ini." rasa yang pernah ada untuk Jeni perlahan memudar terganti kan oleh gadis cantik ini.sudah terlalu lama Arki mendambakan Dila agar menjadi wanita nya dan malam ini harus segera terwujud sampai tidak terpisahkan oleh apapun.padahal di luar sana masih banyak wanita yang bisa ia sewa untuk menjadi pelampiasan sakit hati nya,tapi entah kenapa hati Arki tertuju kepada Dila yang setiap hari berhasil mencuri perhatian nya.

Arki melepas kain pembungkus bagian bawah nya.benda itu begitu panjang dengan urat yang menonjol di mana-mana.

" Mas! Ini terlalu besar dan Aku takut dia bisa menyakiti ku." jujur Dila khawatir dengan ukuran yang di miliki oleh Arki.

" Dia akan jinak saat bersama Kamu sayang,jangan takut dan nikmati saja." Arki mencoba memasukkan itu nya ke gawang Dila dengan sangat pelan dan cukup sabar sekali pria ini melakukan nya.

" Sttt.. Sakit Mas." teriak Dila tak tahan lagi dengan rasa yang ia dapat kan setelah Arki mencoba menerobos masuk.di bawah sana Arki terus mencoba masuk agar Dila tak terlalu lama menahan rasa sakit.

" Sakit sekali Mas,Aku mohon hentikan saja." baru ujung nya saja yang masuk ke dalam sana sudah membuat Dila kesakitan,lalu bagaimana nasib gawang nya setelah ini jika nanti Arki berhasil membelah mahkota berharga milik nya.

" Tahan sayang,sakit nya hanya sebentar saja ! Milik mu masih begitu terjaga dari dunia luar."tapi Dila terus saja meronta-ronta ingin berhenti.

Blassss...

Arki menerobos masuk dengan begitu kuat agar Dila berhenti merintih kesakitan.

"Mas... Sakit." Dila menangis sesenggukan di tengah penyatuan ini.

" Tenang sayang,sakit nya tidak akan lama."ucap Arki menenangkan Dila.

" Tapi ini membuat Aku tidak nyaman Mas." punggung Arki sudah penuh oleh cakaran dari gadis nya , begitu juga dengan kedua bahu Arki yang sudah memerah akibat gigitan kuat dari Dila.

" Ia sayang." Arki menunggu waktu yang tepat untuk menggerakkan pinggulnya,di tengah keheningan ini menyisakan detak jantung yang berdebar kencang.

" Mas pelan-pelan." ucap Dila saat pria ini mulai bergerak dan hendak menyentuh bibir nya.

" Oke sayang." Arki melumat habis benda kenyal kesukaan nya,rasa nya sangat manis dan berbeda dengan milik istri nya,tanpa terasa ia mulai membedakan antara Jeni dan juga Dila.

" Jangan keluar kan di dalam Mas." Dila masih belum mau hamil apalagi pemilik benih itu adalah suami dari seorang wanita yang sudah menolong nya dari kesusahan.

" Kenapa sayang?" tanya Arki bingung.

" Aku nggak mau hamil di luar nikah dan Kamu juga masih menjadi suami orang." jawab Dila apa ada nya.

Arki mengangguk paham dengan apa yang ada dalam benak Dila,tapi ia sudah terlanjur sayang kepada gadis ini dan akan melakukan apapun sesuai dengan keinginan nya,toh Dila juga tak akan menyadari nya dan ia malah senang jika nanti Dila hamil anak mereka berdua.

" Rileks sayang dan nikmati kebersamaan kita ini." kedua nya benar-benar melakukan percintaan yang begitu panas menggelora.bahkan erangan Dila mendominasi ruangan kedap suara ini.

" Kamu sangat sempit sekali sayang..Aku menyukai nya." teriak Arki di tengah kesibukan nya .

" Ini terlalu nikmat untuk Aku lewatkan sayang, punya mu terlalu hangat." seru Arki lagi semakin mempercepat tempo permainan.

Entah sudah berapa kali Dila mengejang nikmat sampai membuat punya nya basah kuyup.dan beberapa detik kemudian di susul oleh Arki yang juga sudah mencapai puncak kenikmatan.

"Terimakasih sayang,Aku tergila-gila oleh milik mu." Arki mengecup dada polos Dila lalu naik menuju bibir yang sudah bengkak oleh ulah nya.

Dila hanya diam dengan nafas memburu, sekarang ia sudah bukan gadis lagi dan mahkota berharga nya sudah di dapat kan oleh pria beristri.

" Aku sudah tidak berharga lagi, sekarang keluar dari sini karena Mas sudah mendapatkan apa yang Mas ingin kan." kata Dila setelah kesadaran nya kembali pulih.

" Kamu begitu berharga sayang,Mas akan selalu berada di samping mu.jangan menangis seperti itu." Ia tarik Dila masuk ke dalam pelukan nya hingga membuat tubuh mereka menempel erat dengan keringat yang bercucuran.jika sudah seperti ini Arki menjadi serba salah.Arki ingin memiliki Dila sepenuhnya tapi ia tak tega melihat Dila yang masih menitikkan air mata nya.

" Kamu tidak ingat jika Kamu adalah suami orang dan malah meniduri ku yang tidak ada apa-apa nya ini.keluar lah dari sini dan lupakan malam yang sudah kita lalui ini.Aku juga tidak butuh tanggung jawab dari Mas." Dila tak berani menatap wajah Arki,ia hanya ingin sendiri dan merenungi nasib nya ke depan. Ia terpaksa harus hidup sendiri karena merasa yakin bahwa tak ada laki-laki baik yang menginginkan wanita kotor seperti dirinya ini.

" Tidak perlu merasa bersalah seperti ini sayang,Jeni bukan wanita baik-baik yang perlu kamu jaga perasaan nya.dia sudah terlebih dahulu mengkhianati pernikahan kami.dan malam ini dia juga sedang bersama selingkuhan nya itu."

Deg..

Deg..

Dila cukup kaget mendengar berita ini tapi ia masih belum yakin dengan apa yang di katakan oleh Arki kepada nya.

" Jangan membual Mas! Kamu tidak cocok untuk melakukan itu." sanggah Dila meragukan ucapan Arki..

Bersambung 😊😊

Jangan lupa like , Vote dan tinggal kan jejak di kolom komentar ya guys... 🥰😍😍😍

Terpopuler

Comments

Maria Fransiska

Maria Fransiska

kasihan dila harus jadi korban sakit hatinya arky pada jeny.

2024-09-13

1

Chiing Charlyne

Chiing Charlyne

Si DiLa MeMang Nggak Tau DiRi , PELAKORrr NGGAK TAU DiRi , Udah Di ToLong Jeni Tak Tau Terima Kasiiih , MeMang Jeni TeLah SaLah BerSeLingkuh SetidakNya SeSama Wanita Tau DiRi Juga UTK BERTERiMA KASiiiH PADA YG MENOLONGNya

2024-06-20

3

Ajusani Dei Yanti

Ajusani Dei Yanti

lanjut thorrrr kuh semangat

2024-06-07

0

lihat semua
Episodes
1 Aldila Khumaira
2 Bertemu untuk yang pertama kali
3 Panas dingin
4 Cap Cip
5 Ide gila Maisya
6 Kekasih Gelap Jeni
7 Mengaku keluarga dekat
8 Merasa takut
9 Akhirnya terjadi
10 Tawaran gila
11 Lanjut atau menyerah
12 Senang Tapi Bahaya
13 Tanda Merah
14 Cerita Dila
15 Bubur ayam untuk orang tersayang
16 Kepergok Bibi
17 Salah paham
18 Kangen berujung di hotel
19 Nafkah pertama
20 Seperti sampah
21 Tidur bersama
22 Jeni cemburu
23 Mengadu
24 Menguras isi ATM sugar Daddy
25 Babak belur
26 Obat laknat
27 Jatah malam yang terlewatkan
28 Penolakan Arki
29 Adegan di pagi hari
30 Kedatangan Arki
31 Bakso mie keriting
32 Punya anak
33 Di tolak oleh Mama Dewi
34 Gugatan perceraian
35 Sama-sama egois
36 Baju merah menyala
37 Jeni Berulah
38 Berandai-andai
39 Dimas dan Jeni
40 Tongkat sakti milik Dila
41 Rugi Banyak
42 Bangkrut nya Surya Pratama
43 Pertemuan
44 Keras kepala
45 Romantis
46 Kejutan
47 Suami - istri
48 Malam Spesial
49 Lemas
50 Rumah Untuk Dila
51 Istri CEO Wibisono grup
52 Tingkah Konyol
53 Sadar Diri
54 Gara-gara Selimut Jatuh
55 Tua-tua Posesif
56 Shopping Time ala Dila
57 Di Pecat
58 Istri Nakal Milik Arki
59 Dila Kenapa
60 Di Larikan ke rumah Sakit
61 Calon Papa Dan Mama
62 Kedatangan Sahabat
63 Menantu Dan Mertua
64 Tanpa Judul
65 Pulang Ke Rumah
66 Tentang Maisya dan Dila
67 Bakwan Jagung
68 Mangga Muda
69 Demi Kamu dan Buah Hati Kita
70 Bau Ikan Asin
71 Soto
72 Gagal Total
73 Perhiasan
74 Kabar Baik Dari Arki
75 Permintaan Aneh Dila
76 Tidak Ingin Lagi
77 Fakta Yang Tertunda
78 Pesta Di Mulai
79 Malapetaka
80 Panas
81 Panik
82 Kamar Hotel Menjadi Saksi nya
83 Bayi Tua
84 Ngidam Orang Kaya
85 Siapa kah Dia
86 Dila Mengamuk
87 Bakso Tanpa Sambal
88 Kembali Viral
89 Puncak
90 Makan Siang Bersama
91 Cara Mengusir Pelakor
92 Dalam Bahaya
93 Nyonya
94 Salah Sasaran
95 Tertangkap
96 Doyan Nangis
97 Perkara Ketek
98 Balasan Yang Setimpal
99 Ingin Tidur Bersama Istri
100 Tongkat Sakti Ketemu Pawang nya
101 Selamat Datang Pewaris Wibisono
102 Teror
103 Pabrik Susu
104 Hangat Dan Kenyal
105 Gas Beracun
106 Apa Ini?
107 Andai Oh Andai
108 Dila Hilang
109 Arki Yang Malang
110 Energi positif
111 Wanita Masa Lalu
112 Kartu Di Bekukan
113 Ganti Suami
114 Dan Terjadi Lagi
115 Hukuman Untuk Bu Dewi
116 Anand Rakarsa
117 Tarik-Menarik
118 Cewek Seksi
119 Ricky Mual?
120 Tak Ingin Kehilangan
121 Cairan Pembersih
122 Belum Siap
123 Berdamai Dengan Keadaan
124 Adik untuk Dewa
125 Princess nya Wibisono
Episodes

Updated 125 Episodes

1
Aldila Khumaira
2
Bertemu untuk yang pertama kali
3
Panas dingin
4
Cap Cip
5
Ide gila Maisya
6
Kekasih Gelap Jeni
7
Mengaku keluarga dekat
8
Merasa takut
9
Akhirnya terjadi
10
Tawaran gila
11
Lanjut atau menyerah
12
Senang Tapi Bahaya
13
Tanda Merah
14
Cerita Dila
15
Bubur ayam untuk orang tersayang
16
Kepergok Bibi
17
Salah paham
18
Kangen berujung di hotel
19
Nafkah pertama
20
Seperti sampah
21
Tidur bersama
22
Jeni cemburu
23
Mengadu
24
Menguras isi ATM sugar Daddy
25
Babak belur
26
Obat laknat
27
Jatah malam yang terlewatkan
28
Penolakan Arki
29
Adegan di pagi hari
30
Kedatangan Arki
31
Bakso mie keriting
32
Punya anak
33
Di tolak oleh Mama Dewi
34
Gugatan perceraian
35
Sama-sama egois
36
Baju merah menyala
37
Jeni Berulah
38
Berandai-andai
39
Dimas dan Jeni
40
Tongkat sakti milik Dila
41
Rugi Banyak
42
Bangkrut nya Surya Pratama
43
Pertemuan
44
Keras kepala
45
Romantis
46
Kejutan
47
Suami - istri
48
Malam Spesial
49
Lemas
50
Rumah Untuk Dila
51
Istri CEO Wibisono grup
52
Tingkah Konyol
53
Sadar Diri
54
Gara-gara Selimut Jatuh
55
Tua-tua Posesif
56
Shopping Time ala Dila
57
Di Pecat
58
Istri Nakal Milik Arki
59
Dila Kenapa
60
Di Larikan ke rumah Sakit
61
Calon Papa Dan Mama
62
Kedatangan Sahabat
63
Menantu Dan Mertua
64
Tanpa Judul
65
Pulang Ke Rumah
66
Tentang Maisya dan Dila
67
Bakwan Jagung
68
Mangga Muda
69
Demi Kamu dan Buah Hati Kita
70
Bau Ikan Asin
71
Soto
72
Gagal Total
73
Perhiasan
74
Kabar Baik Dari Arki
75
Permintaan Aneh Dila
76
Tidak Ingin Lagi
77
Fakta Yang Tertunda
78
Pesta Di Mulai
79
Malapetaka
80
Panas
81
Panik
82
Kamar Hotel Menjadi Saksi nya
83
Bayi Tua
84
Ngidam Orang Kaya
85
Siapa kah Dia
86
Dila Mengamuk
87
Bakso Tanpa Sambal
88
Kembali Viral
89
Puncak
90
Makan Siang Bersama
91
Cara Mengusir Pelakor
92
Dalam Bahaya
93
Nyonya
94
Salah Sasaran
95
Tertangkap
96
Doyan Nangis
97
Perkara Ketek
98
Balasan Yang Setimpal
99
Ingin Tidur Bersama Istri
100
Tongkat Sakti Ketemu Pawang nya
101
Selamat Datang Pewaris Wibisono
102
Teror
103
Pabrik Susu
104
Hangat Dan Kenyal
105
Gas Beracun
106
Apa Ini?
107
Andai Oh Andai
108
Dila Hilang
109
Arki Yang Malang
110
Energi positif
111
Wanita Masa Lalu
112
Kartu Di Bekukan
113
Ganti Suami
114
Dan Terjadi Lagi
115
Hukuman Untuk Bu Dewi
116
Anand Rakarsa
117
Tarik-Menarik
118
Cewek Seksi
119
Ricky Mual?
120
Tak Ingin Kehilangan
121
Cairan Pembersih
122
Belum Siap
123
Berdamai Dengan Keadaan
124
Adik untuk Dewa
125
Princess nya Wibisono

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!