Ide gila Maisya

" Bagaimana kondisi rumah mu sekarang?" tanya Maisya kepada Dila,saat ini kedua gadis cantik sedang berada di kontrakan Maisya, persahabatan mereka terjalin saat pertama kali masuk ke dunia kampus dan berada di satu fakultas yang sama, hingga sampai sekarang persahabatan mereka terjalin begitu erat dan bahkan sudah seperti saudara kandung.kedua gadis ini juga pernah bekerja di tempat yang sama dan terakhir sama-sama menjadi pengangguran akibat cafe yang sudah tidak beraktivitas lagi.

" Ya seperti yang Kamu duga.jika ingin di renovasi pasti butuh biaya besar Mai dan Kamu pasti tau kalau Aku tidak mungkin punya uang sebanyak itu." Dila selalu terbuka kepada Maisya karena memang selama ini Maisya lah yang menjadi satu-satunya orang yang bisa ia percaya selain mendiang ibunda tercinta.

Lebih dari itu Dila memilih menjaga jarak karena tidak ingin di manfaatkan oleh orang lain dan akan di tinggal setelah mendapatkan apa yang mereka inginkan.contoh nya seperti ayah kandung nya mungkin!

Maisya mengangguk sambil menggigit ujung kuku nya,nasib mereka berdua sebelas dua belas saja dan Maisya juga tidak punya banyak uang simpanan untuk membantu sang sahabat yang sedang kesusahan.

" Maaf ya Dil,Aku juga nggak bisa bantu Kamu saat ini." Maisya memutar otak mencari cara tercepat untuk bisa mengumpulkan uang yang banyak.namun sekeras apapun ia berusaha tetap juga tak menemukan nya.

" Tidak..." Maisya menggeleng-gelengkan kepalanya tidak setuju dengan bisikan yang tiba-tiba saja berhembus di telinga sebelah kanan nya.

" Kenapa Kamu woy.." tegur Dila melihat tingkah aneh dari sahabat nya.

" Masa tadi ada yang nyuruh Aku buat jual ginjal! Ngeri banget coy...Iya kalau selamat! Kalau mati mendadak bagaimana?" Maisya yang masih punya banyak impian belum mau menutup mata di umur yang masih muda ini.walau tentang umur tidak ada satu orang pun yang tau tapi sangat berharap bisa di berikan umur yang panjang agar bisa membahagiakan kedua orang tua nya di kampung halaman.

" Siapa?" tanya Dila heran,pasal nya hanya ada mereka berdua yang berada di dalam kontrakan ini,lalu kapan orang itu membisikkan kata itu di telinga Maisya.Dila mengedarkan pandangan ke sekeliling ruangan yang masih terlihat kosong masih sama saat ia pertama kali datang ke sini.

" Ishh..Nih anak malah cosplay jadi lemot lagi.." Maisya mengeram kesal melihat Dila yang tidak cepat tanggap.

" Kamu tuh yang aneh." Dila tak terima di katakan lemot oleh Maisya,selama ini ia selalu mendapatkan beasiswa di kampus nya dan itu berkat kecerdasan otak yang ia miliki dan bahkan berhasil lulus dengan IPK tertinggi.

Sebenarnya ia sudah di tawarkan untuk bekerja di luar negeri tetapi Dila menolak mentah-mentah tawaran tersebut.ia hanya ingin tinggal di dalam negeri saja apapun keadaannya demi bisa rutin ziarah ke makam sang ibu.

" Atau nggak apa sebaik nya Kamu terima saja cinta nya Ernando,dia itu cinta mati sama Kamu, orang tua nya kaya raya dan pasti bakalan rela mengeluarkan uang banyak demi membantu pujaan hati nya." Dila menatap tajam ke arah Maisya.sesulit apapun keadaannya ke depan,Dila tidak akan mau menjadi kekasih dari pria mata keranjang itu.di mana di setiap belokan pasti ada teman kencan nya dan hal ini juga sudah tersebar seantero kampus.

" Kenapa nggak Kamu aja yang sama Ernando,Aku lihat Ernando lebih cocok sama Kamu loh Mai,Aku akan menjadi orang pertama yang mendukung hubungan kalian itu.' setelah mengatakan itu,Dila langsung tertawa puas kepada Maisya.enak saja sahabat nya itu menyuruh dia hidup dengan lelaki seperti Ernando.bukan nya hidup bahagia yang ada Dila akan makan hati setiap hari nya dengan kelakuan minus dari pria tersebut.

" Udah pinter sekarang ya. Tapi jadi sugar baby pria kaya juga bagus loh Dil.Aku juga mau pekerjaan itu yang penting kan uang ngalir terus setiap hari nya." kini Dila malah mencubit halus lengan sahabat nya itu sehingga membuat Maisya meringis kesakitan.

" Terus aja kasih Aku ide yang di luar jangkauan,lagian mana ada pria kaya yang mau sama gadis jelek seperti Aku ini."Dila sudah merasa lelah kalau harus melanjutkan debat ini bersama Maisya.sambil berbaring Dila juga menutup rapat mata nya berharap kantuk segera datang menghampiri nya.

" Siapa tau tertarik kan Dil! Aku hanya ingin memberikan saran kepada Kamu,di terima ya Alhamdulillah kalau pun nggak ya nggak jadi masalah untuk Aku." Maisya sengaja menggoyangkan tubuh Dila agar gadis ini tetap terjaga demi menuntaskan masalah ini.

" Apasih Mai,Aku tuh ngantuk kalau terus-terusan dengar celotehan Kamu itu.lebih baik sekarang kita cari informasi lowongan pekerjaan.ketimbang harus mengurus masalah yang tidak berguna itu." Dila merubah posisi menjadi duduk kembali.ia keluar kan laptop nya dari dalam tas dan mulai berseluncur mencari informasi pekerjaan.

Maisya yang juga nggak mau terlalu lama menjadi pengangguran akhirnya mengikuti instruksi yang di berikan oleh Dila tadi.

Setelah menghabiskan waktu selama 3 jam lebih di kontrakan Maisya.kini kedua gadis ini beranjak pergi mencari makan siang.duduk berdiam diri di depan laptop juga membutuhkan tenaga agar bisa mengerjakan segala pekerjaan dengan baik.

Tanpa kedua gadis ini sadari jika saat ini ada seorang pria yang sedang mengamati dambaan hati nya.membayangkan Dila berada di pelukan nya saja sudah membuat darah Arki naik tak terkendali.

"Sekalian bayar makanan punya wanita itu juga ya Mas ." Arki tersenyum menyeringai di hadapan pengunjung lain nya,ia semakin tertarik dengan gadis cantik itu.

Rumah makan khas suatu daerah menjadi pilihan gadis itu,tanpa di duga Arki juga ternyata sedang berada di sana.

Kedua gadis ini makan dengan sangat lahap sekali.seperti belum makan selama dua tahun saja,padahal ada banyak beras dan uang yang bisa mereka manfaatkan saat ini sampai berhasil menemukan beberapa pekerjaan yang nyaman.

" Makan nya kalau jangan sambil berbicara,itu tidak baik gadis manis."tiba-tiba saja Arki sudah berada di samping nya saat ini,tubuh Dila menegang dengan cepat.

"Mas Arki." sapa Dila dengan gugup

" Kalau sudah selesai makan langsung pulang saja,jangan berkeluyuran di luar sana, nanti kalian bisa di culik sama pria kaya berduit." Arki tersenyum penuh makan kepada Dila.entah kenapa berada di dekat Dila membuat jiwa Arki menjadi sangat tenang .

" I- iya Mas." Wangi aroma parfum dari tubuh Arki tercium sempurna oleh Dila.sosok pria ini membuat Jantung Dila menjadi tidak aman dan bayangan yang terjadi tadi malam kembali menari di kepala nya.

" Duduk yang baik Dila,apa Kamu sengaja membiarkan rok mu sedikit terbuka agar Aku bisa melihat nya?"seperti nya membuat kesal Dila sudah menjadi kecanduan nya saat ini.

" Aku tidak punya niat seperti itu Mas." bela Dila untuk dirinya sendiri.

" Oke baiklah...Aku tunggu Kamu di rumah nanti,makanan yang kalian pesan sudah Aku bayar kan." sebelum pria ini keluar dari sini,Dila terlebih dahulu membuka suara nya.

" Aku masih punya uang kok Mas.jangan lakukan ini untuk Aku." ucap Dila lirih.

" Simpan saja uang itu untuk kebutuhan mu yang lain.Aku tau Kamu pasti seneng kan di kasih makan gratis." kata tajam itu kembali keluar dari mulut Arki.ia rangkul mesra bahu Dila yang masih duduk di posisi nya sedang kan Arki berdiri tepat di samping tubuh wanita ini.

Dila yang gugup memilih mengalah dan membiarkan mereka melakukan apapun yang mereka inginkan.rangkulan di bahu nya sudah berpindah ke pinggang dan bisa ia rasakan ketika tangan kekar Arki memeluk agresif pinggang nya.

" Ada apa ini?" batin Dila tetap saja gugup.

Lanjut besok ya guys...

Terpopuler

Comments

Maria Fransiska

Maria Fransiska

lanjut thor....

2024-09-13

0

Ajusani Dei Yanti

Ajusani Dei Yanti

lanjut lanjut thorrrr

2024-06-06

2

oland sariyy

oland sariyy

jangan lupa mampir juga di cerita author yang lain nya ya

2024-05-10

1

lihat semua
Episodes
1 Aldila Khumaira
2 Bertemu untuk yang pertama kali
3 Panas dingin
4 Cap Cip
5 Ide gila Maisya
6 Kekasih Gelap Jeni
7 Mengaku keluarga dekat
8 Merasa takut
9 Akhirnya terjadi
10 Tawaran gila
11 Lanjut atau menyerah
12 Senang Tapi Bahaya
13 Tanda Merah
14 Cerita Dila
15 Bubur ayam untuk orang tersayang
16 Kepergok Bibi
17 Salah paham
18 Kangen berujung di hotel
19 Nafkah pertama
20 Seperti sampah
21 Tidur bersama
22 Jeni cemburu
23 Mengadu
24 Menguras isi ATM sugar Daddy
25 Babak belur
26 Obat laknat
27 Jatah malam yang terlewatkan
28 Penolakan Arki
29 Adegan di pagi hari
30 Kedatangan Arki
31 Bakso mie keriting
32 Punya anak
33 Di tolak oleh Mama Dewi
34 Gugatan perceraian
35 Sama-sama egois
36 Baju merah menyala
37 Jeni Berulah
38 Berandai-andai
39 Dimas dan Jeni
40 Tongkat sakti milik Dila
41 Rugi Banyak
42 Bangkrut nya Surya Pratama
43 Pertemuan
44 Keras kepala
45 Romantis
46 Kejutan
47 Suami - istri
48 Malam Spesial
49 Lemas
50 Rumah Untuk Dila
51 Istri CEO Wibisono grup
52 Tingkah Konyol
53 Sadar Diri
54 Gara-gara Selimut Jatuh
55 Tua-tua Posesif
56 Shopping Time ala Dila
57 Di Pecat
58 Istri Nakal Milik Arki
59 Dila Kenapa
60 Di Larikan ke rumah Sakit
61 Calon Papa Dan Mama
62 Kedatangan Sahabat
63 Menantu Dan Mertua
64 Tanpa Judul
65 Pulang Ke Rumah
66 Tentang Maisya dan Dila
67 Bakwan Jagung
68 Mangga Muda
69 Demi Kamu dan Buah Hati Kita
70 Bau Ikan Asin
71 Soto
72 Gagal Total
73 Perhiasan
74 Kabar Baik Dari Arki
75 Permintaan Aneh Dila
76 Tidak Ingin Lagi
77 Fakta Yang Tertunda
78 Pesta Di Mulai
79 Malapetaka
80 Panas
81 Panik
82 Kamar Hotel Menjadi Saksi nya
83 Bayi Tua
84 Ngidam Orang Kaya
85 Siapa kah Dia
86 Dila Mengamuk
87 Bakso Tanpa Sambal
88 Kembali Viral
89 Puncak
90 Makan Siang Bersama
91 Cara Mengusir Pelakor
92 Dalam Bahaya
93 Nyonya
94 Salah Sasaran
95 Tertangkap
96 Doyan Nangis
97 Perkara Ketek
98 Balasan Yang Setimpal
99 Ingin Tidur Bersama Istri
100 Tongkat Sakti Ketemu Pawang nya
101 Selamat Datang Pewaris Wibisono
102 Teror
103 Pabrik Susu
104 Hangat Dan Kenyal
105 Gas Beracun
106 Apa Ini?
107 Andai Oh Andai
108 Dila Hilang
109 Arki Yang Malang
110 Energi positif
111 Wanita Masa Lalu
112 Kartu Di Bekukan
113 Ganti Suami
114 Dan Terjadi Lagi
115 Hukuman Untuk Bu Dewi
116 Anand Rakarsa
117 Tarik-Menarik
118 Cewek Seksi
119 Ricky Mual?
120 Tak Ingin Kehilangan
121 Cairan Pembersih
122 Belum Siap
123 Berdamai Dengan Keadaan
124 Adik untuk Dewa
125 Princess nya Wibisono
Episodes

Updated 125 Episodes

1
Aldila Khumaira
2
Bertemu untuk yang pertama kali
3
Panas dingin
4
Cap Cip
5
Ide gila Maisya
6
Kekasih Gelap Jeni
7
Mengaku keluarga dekat
8
Merasa takut
9
Akhirnya terjadi
10
Tawaran gila
11
Lanjut atau menyerah
12
Senang Tapi Bahaya
13
Tanda Merah
14
Cerita Dila
15
Bubur ayam untuk orang tersayang
16
Kepergok Bibi
17
Salah paham
18
Kangen berujung di hotel
19
Nafkah pertama
20
Seperti sampah
21
Tidur bersama
22
Jeni cemburu
23
Mengadu
24
Menguras isi ATM sugar Daddy
25
Babak belur
26
Obat laknat
27
Jatah malam yang terlewatkan
28
Penolakan Arki
29
Adegan di pagi hari
30
Kedatangan Arki
31
Bakso mie keriting
32
Punya anak
33
Di tolak oleh Mama Dewi
34
Gugatan perceraian
35
Sama-sama egois
36
Baju merah menyala
37
Jeni Berulah
38
Berandai-andai
39
Dimas dan Jeni
40
Tongkat sakti milik Dila
41
Rugi Banyak
42
Bangkrut nya Surya Pratama
43
Pertemuan
44
Keras kepala
45
Romantis
46
Kejutan
47
Suami - istri
48
Malam Spesial
49
Lemas
50
Rumah Untuk Dila
51
Istri CEO Wibisono grup
52
Tingkah Konyol
53
Sadar Diri
54
Gara-gara Selimut Jatuh
55
Tua-tua Posesif
56
Shopping Time ala Dila
57
Di Pecat
58
Istri Nakal Milik Arki
59
Dila Kenapa
60
Di Larikan ke rumah Sakit
61
Calon Papa Dan Mama
62
Kedatangan Sahabat
63
Menantu Dan Mertua
64
Tanpa Judul
65
Pulang Ke Rumah
66
Tentang Maisya dan Dila
67
Bakwan Jagung
68
Mangga Muda
69
Demi Kamu dan Buah Hati Kita
70
Bau Ikan Asin
71
Soto
72
Gagal Total
73
Perhiasan
74
Kabar Baik Dari Arki
75
Permintaan Aneh Dila
76
Tidak Ingin Lagi
77
Fakta Yang Tertunda
78
Pesta Di Mulai
79
Malapetaka
80
Panas
81
Panik
82
Kamar Hotel Menjadi Saksi nya
83
Bayi Tua
84
Ngidam Orang Kaya
85
Siapa kah Dia
86
Dila Mengamuk
87
Bakso Tanpa Sambal
88
Kembali Viral
89
Puncak
90
Makan Siang Bersama
91
Cara Mengusir Pelakor
92
Dalam Bahaya
93
Nyonya
94
Salah Sasaran
95
Tertangkap
96
Doyan Nangis
97
Perkara Ketek
98
Balasan Yang Setimpal
99
Ingin Tidur Bersama Istri
100
Tongkat Sakti Ketemu Pawang nya
101
Selamat Datang Pewaris Wibisono
102
Teror
103
Pabrik Susu
104
Hangat Dan Kenyal
105
Gas Beracun
106
Apa Ini?
107
Andai Oh Andai
108
Dila Hilang
109
Arki Yang Malang
110
Energi positif
111
Wanita Masa Lalu
112
Kartu Di Bekukan
113
Ganti Suami
114
Dan Terjadi Lagi
115
Hukuman Untuk Bu Dewi
116
Anand Rakarsa
117
Tarik-Menarik
118
Cewek Seksi
119
Ricky Mual?
120
Tak Ingin Kehilangan
121
Cairan Pembersih
122
Belum Siap
123
Berdamai Dengan Keadaan
124
Adik untuk Dewa
125
Princess nya Wibisono

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!