Dila yang berencana hendak pergi ke kontrakan sahabat nya di buat kaget oleh adegan yang ada di depan mata nya,kaca mobil Arki yang terbuka setengah membuat Dila bisa melihat dengan jelas apa yang sedang terjadi di dalam sana.ia mematung di tempat dengan rasa sesak yang tak tertahankan lagi.
Arki yang tidak sengaja melihat keberadaan Dila di luar mobil nya sontak saja melepas paksa ciuman sepihak yang di lakukan oleh Jeni.ia takut Dila kecewa kepada nya dan mulai berpikiran yang tidak-tidak.
" Dasar gebleng." umpat Dila lebih memilih bermain ponsel ketimbang menonton adegan live yang sedang mereka main kan.
Di dalam mobil,Jeni masih saja terus berusaha mengambil ciuman dari bibir tipis milik suami nya.meskipun Arki tak membalas ciuman itu tapi Jeni bersikeras mengulang kembali ciuman yang sempat terputus.
" Turun sekarang juga.Aku mau balik ke kantor lagi." ucap Arki dingin tanpa ekspresi.
" Kamu nggak mau masuk dulu Mas,Aku masih kangen sama Kamu." manis sekali mulut wanita ini dalam merayu Arki,jika dulu Arki akan merasa senang mendengar nya,tapi tidak dengan sekarang,ia sudah terlanjur jijik dan tidak mau lagi masuk ke dalam toilet umum yang sudah di pakai oleh banyak orang.
" Tidak,Aku sibuk." balas Arki sudah menyalakan kembali mesin mobil nya.Jeni yang tidak mau Arki semakin marah kepada nya akhir nya memilih keluar sambil membawa plastik makanan yang ia beli di sebuah restoran.di saat itu juga ia bisa melihat ada Dila di sana yang seperti nya ingin keluar dengan penampilan sederhana tapi sangat pas di badan nya.
" Dila! Terimakasih ya sudah merawat rumah selama Mbak pergi." ucap Jeni lemah lembut di sertai senyuman manis.
"Iya Mbak,sudah menjadi tugas ku melakukan itu semua." balas Dila masih tidak menyangka jika Jeni bisa melakukan apa yang sudah Arki tuduhkan kepada nya.wanita ini terlihat begitu anggun tanpa ada noda sedikitpun.jauh berbeda dengan penampilan nya saat ini.Dila terus berpikir apa yang akan terjadi jika sampai Jeni mengetahui semua nya.akan kah Jeni melapor kan diri nya ke penjara atas tuduhan perzinahan? Atau malah sebaliknya wanita ini akan terus bersikap baik dan menerima segala kejahatan yang sudah terjadi.
" Kamu mau kemana ini?" tanya Jeni begitu perhatian.
" A- aku mau ke tempat teman Mbak." balas Dila gugup ketika bayangan adegan semalam melintas di pelupuk mata nya.
" Ya sudah hati-hati di jalan ya." ketika hendak berbalik,Jeni tidak sengaja melihat ada tanda merah di bagian dada depan Dila.ia ingin bertanya tetapi tidak tau harus memulainya dari mana.
" Itu..." Dila yang mengerti kemana arah tatapan mata Jeni berhenti lalu dengan cepat membenarkan baju yang ia kenakan.sangking banyak nya Arki meninggal kan jejak merah di bagian tubuh nya bahkan sampai membuat Dila kehabisan alat make up untuk menutupi nya.
"Siapa lelaki yang sudah berhasil menggapai cinta mu Dila?" tanya Jeni ingin tau sekaligus menjawab rasa penasaran nya.
" Kenapa Kamu ingin tau segala hal tentang Dila,lebih baik Kamu segera masuk dan jangan pernah mencampuri urusan pribadi orang lain." Arki tiba-tiba saja sudah keluar dari mobil membantu Dila yang sedang mengalami kesusahan dalam membalas pertanyaan Jeni.
" Aku hanya ingin tau saja Mas, tidak ada maksud lebih kok." sanggah Jeni masih berusaha tersenyum menatap wajah Dila.
"Dia harus bisa menjaga diri nya jika tidak ingin menyesal di kemudian hari.jangan lupa beli obat agar tidak kebablasan.masa muda adalah masa paling menyenangkan dan Dila harus menikmati nya." sambung Jeni mengingat kan.tanpa ia sadari bahwa suami nya sendiri yang sudah merusak Dila sampai harus kehilangan mahkota berharga nya.
" Apa dia begitu tampan Dila? Sampai membuat Kamu bisa jatuh cinta kepada nya?" pertanyaan itu membuat Dila semakin menunduk pasrah.ia tak tau lagi harus berkata apa sedang kan pria yang di maksud saat ini ada di depan mata nya.
" Jeni!" seru Arki karena tau bahwa Dila merasa tak nyaman.
" Aku pamit dulu ya Mbak." kata Dila tersenyum canggung tidak mau terjebak lebih lama lagi dalam situasi seperti ini.
" Maafkan Mbak yang sudah kepo ini,jangan pulang malam-malam ya." Jeni sebenarnya masih punya banyak pertanyaan untuk Dila,tapi ia urungkan ketika melihat tatapan tajam dari sang suami.
Jeni masuk ke dalam rumah setelah suami nya juga ikut pamit menyusul Dila.ia tak boleh pergi lagi dan harus tahan tidak bisa bertemu kekasih gelap nya hanya untuk beberapa saja sampai kondisi aman dan ia bisa kembali hidup bebas sesuai keinginan nya.
" Kemana dia?" gumam Arki setelah melihat di sekitar rumah nya tidak ada lagi keberadaan Dila.niat hati ingin mengantar wanita nya ke tempat tujuan justru sang wanita sudah terlebih dahulu pergi meninggalkan dia dalam kebingungannya.hilang sudah kesempatan untuk berduaan dengan Dila dan ia pergi ke kantor dengan rasa kecewa nya
Ia bahkan tak perduli jika Jeni sudah pulang ke rumah, nanti ia akan mencuri kesempatan agar bisa tidur bersama wanita kesayangan nya.
" Dia jalang,lalu sebutan apa yang pantas untuk Aku yang menyukai gadis muda." Arki tersenyum geli dengan jarak umur yang cukup jauh di antara dia dan Dila.Arki selalu merasa bergairah jika berdekatan dengan Dila, apalagi dia lah orang pertama yang sudah mengambil kesucian wanita itu.sungguh beruntung sekali Arki.beda hal nya dengan Jeni yang dulu ia dapat kan sudah berlubang besar dan dia berusaha berbesar hati menerima kekurangan itu.ia pikir masalah kesucian tidak terlalu berharga di tengah zaman yang sudah semakin canggih.ternyata dugaan nya salah di tengah bising nya hiruk pikuk ibukota Dila begitu pintar menjaga diri nya dan Arki merasa bangga menjadi orang pertama untuk Dila.
" Aku janji akan menebus kesalahanku."
Di sebuah kontrakan yang tidak terlalu besar.Dila sedang terduduk lemas mendengar Maisya yang tiada henti menggerutu kesal.bahkan Dila saja belum sempat duduk mengistirahatkan tubuh nya yang lelah tapi mulut ember Maisya masih saja bergerak seperti induk bebek yang kehilangan anak nya.
" Sana Lo pesan kan dulu makanan untuk gue, gara-gara nunggu Lo yang nggak tau diri ini gue sampai ketiduran dalam rasa lapar." cerocos Maisya masih dengan wajah bantal nya.
" Kalau bukan karena ulah lo itu,mungkin saja saat ini kita berdua sudah mendapatkan pekerjaan." lanjut Maisya lagi,jika sudah kesal Maisya akan berbicara sesuka hati nya, kadang Aku- Kamu kadang juga Lo- gue dan Dila selalu bisa menempatkan diri nya jika sudah bersama dengan Maisya.
" Udah sih nggak usah marah-marah terus,sana lap dulu iler Lo itu.mual gue ngeliat muka bantal Lo itu." dengan bodoh nya Maisya yang biasa nya licik malah terkecoh oleh perkataan Dila.sampai membuat Dila tertawa sakit perut melihat tingkah sahabatnya itu.
" Dasar teman laknat! Berani-beraninya Lo mempermainkan gue." walaupun begitu persahabatan kedua wanita ini begitu erat sekali dan mereka bisa tetap bersama meskipun sudah beberapa tahun menjalani hidup berdampingan.susah senang mereka bagi bersama dan masing-masing dari mereka sudah hapal dengan jalan masa lalu sahabat mereka itu.
" Haha...Maka nya buka mata lo lebar-lebar." Dila mengeluarkan ponsel dari saku celana yang ia pakai.ia memesan dua makanan karena ia juga belum makan siang akibat menghindari Jeni.
" Udah Gue pesan makanan nya,udah sana lo cuci muka dulu.jangan sampai jigong lo yang bau itu menularkan virus dalam makanan gue." Maisya yang tidak terima dengan ucapan Dila lantas bangkit dan menghembuskan nafas nya dengan kuat di hadapan wajah Dila.setelah itu langsung kabur ke kamar mandi meninggalkan Dila yang misuh- misuh memegang erat hidung nya.
" Maisya.." teriak Dila dengan suara tertahan bersamaan dengan bunyi pintu kamar mandi yang sudah tertutup rapat.
Ayo jangan lupa like,Vote dan Komen ya guys..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 125 Episodes
Comments
Ajusani Dei Yanti
sukses selalu buat kamu Authorrr kuh
2024-06-07
1