Cerita Dila

Kini Dila dan Maisya tengah asyik menikmati Drakor terbaru,di saat Drakor tersebut menampilkan adegan ciuman antara sepasang kekasih,ingatan Dila berkelana dengan kelembutan yang di berikan Arki terhadap nya semalam, bahkan sengatan lidah pria itu masih terasa sampai Dila tiada henti memegang bibir nya sendiri.

" Udah muka lu nggak usah kayak ke pengen gitu,kurang puas apa praktek lu semalam."sindir Maisya yang sejak tadi sudah gatal mulut nya ingin mengatai Dila.ia bahkan ingin tertawa melihat ada tanda merah di dada Dila yang masih terlihat segar dan bisa di pastikan tanda itu baru saja di beri tadi malam.

" Ni tutup dulu tanda kesayangan lu itu." Maisya bangkit lalu melempar kotak foundation ke atas pangkuan Dila , membuat sahabat nya itu menunduk ke arah dada nya untuk memastikan sendiri kebenaran apa yang di katakan oleh sang sahabat.

" Lu tau kalau ini tanda apa?" tanya Dila yang mendadak amnesia jika sahabat nya itu adalah manusia yang tau segala hal dan tidak mudah untuk di bohongi.

Plakkk.

Maisya menyentil dahi Dila sampai membuat Dila meringis kesakitan.

" Gue bukan anak TK lagi dodol! Itu tanda merah di buat sama teman tidur lu semalam kan? Kurang jelas apa lagi coba gue jelasin nya." Maisya masih menunggu penjelasan dari Dila.mereka memang sudah lama berteman dekat tapi masih ada batasan yang harus mereka jaga demi kepentingan bersama.

" Tadi gue sudah mengoles nya di bagian yang terbuka ,gue sampai kehabisan bedak karena terlalu banyak tanda yang dia tinggal kan." gerutu Dila mengambil foundation lalu membuka tutup nya dengan cepat,ia harus segera menutupi tanda itu agar pulang nanti ia tak kembali mendapatkan pertanyaan aneh dari Jeni.

" Apa dia itu adalah suami pemilik rumah? Bagaimana rasa nya bermain dengan om-om. Enak bukan? Sampai membuat tubuh Lo belang-belang seperti itu." tanya Maisya semakin penasaran.

" Ya enak lah sampai gue nggak sadar lagi kalau pria itu adalah suami orang baik." jawab Dila kesal masih saja menyalahkan diri nya sendiri.

" Wah hebat sekali teman gue ini,terus gimana sama istri nya itu?" tanya Maisya masih mode kepo akut.

" Ya nggak gimana-gimana orang dia aja nggak tau,sudah dua hari wanita itu nggak pulang ke rumah dan siang ini baru pulang,gue langsung keluar aja karena ngerasa bersalah banget sama Mbak Jeni." jelas Dila dengan tangan yang sibuk sendiri menutupi tanda merah nya .jika di lihat dari banyak nya tanda yang di berikan di dada nya sudah bisa di pastikan betapa sangar nya Arki ketika berada di atas ranjang.lalu kenapa Jeni bisa mencari pelampiasan di luar sana?

" Lebih parah nya lagi tuh orang minta gue jadi cewek nya dan dia janji bakal cerai dari Mba Jeni, lu tau nggak sih Sya.." Dila terus melanjutkan cerita nya mulai dari bagaimana malam itu terjadi hingga berapa jam mereka bermain termasuk juga tentang Jeni yang ternyata sudah selingkuh terlebih dahulu di luar sana.semua di buka oleh Dila sesuai yang ia ketahui tanpa ada yang di kurangi sedikit pun.

" Ya udah lu sikat aja kalau gitu! Perduli amat sama si Jeni itu,kapan lagi punya om-om kaya yang bisa menyelamatkan hidup lu itu,lu nggak perlu capek-capek kerja dan uang akan datang sendiri kepada mu." Maisya terkekeh dengan ucapan nya sendiri.kenapa bisa ada wanita seperti Jeni yang hidup nya sudah sempurna dengan harta dan pria tampan akan tetapi lebih memilih lelaki lain yang belum tentu level nya di atas pria yang ia miliki.jika saja Maisya yang berada di posisi Jeni,Maisya pasti tidak akan menyia-nyiakan kesempatan itu dan akan setia sampai maut memisahkan.

" Emang nya gue baju yang harus di sikat gitu,gue masih punya hati yang nggak mau jadi pelakor dalam rumah tangga orang lain.Gue rencana nya mau pergi dari sana dan cari kontrakan kecil yang bisa menampung hidup gue.di sana gue nggak bisa tenang takut di datangi sama pria itu lagi." setelah melihat adegan ciuman antara Arki dan Jeni tadi,Dila mulai berpikir keras untuk menjauh dari kehidupan mereka.ia tidak mau menjadi penghalang untuk kebahagiaan orang lain,Jeni pasti bisa berubah demi menyelamatkan rumah tangga nya.

" Bodoh! Lu ini terlalu lemah jadi orang,mana ada pria tua yang mau melepas wanita muda apalagi dia adalah orang pertama yang sudah mendapatkan kesucian Lo itu, pasti Arki ketagihan dengan punya Lo yang sempit dan menggigit jauh berbeda dengan milik Jeni yang udah melar tak karuan,udah nggak usah pergi dari sana,mending Lo nikmati aja hidup lo itu sampai Lo bisa menguasai harta tuh om-om. Toh si Jeni nya juga wanita yang nggak benar jadi lu nggak perlu merasa bersalah dengan apa yang telah lo lakukan sama laki nya.udah yakin aja buat jadi kekasih nya tuh om-om, lagian Lo juga udah kebelah gitu,mana ada perjaka yang mau sama cewek kayak Lo ." Maisya malah lebih semangat dari pada Dila.mulut Maisya memang selalu judes dan Dila sudah terbiasa mendengar nya,akan tapi hati nya begitu lembut jika sudah menyangkut orang terdekat.

" Di sini sebenarnya gue yang gila atau Lo sih? Saran Lo itu bikin gue jadi bingung.padahal tadi gue berharap nya Lo berpihak sama gue dan minta gue buat pindah secepat mungkin.tau gini mending gue diam aja dan nggak perlu cerita lagi sama Lo." Dila lelah dan memilih menidurkan tubuh nya kembali ke atas ranjang.meskipun layar laptop masih menyala tetapi kedua wanita ini sudah tidak bisa lagi untuk fokus menonton drama, cerita yang di bawa oleh Dila jauh lebih menarik daripada semua Drakor yang sudah mereka tonton.

" Hahaha..." tawa Maisya pecah mendengar ucapan Dila.

" Pokok nya nggak usah bantah ucapan gue.lo wajib jadi simpanan om itu biar gue juga ikutan kaya." Maisya kembali tertawa sedang kan Dila tetap dengan wajah cemberutnya.

" Kenapa nggak lo aja yang ganti kan posisi gue ini?" tanya Dila tak di tanggapi oleh Maisya lagi karena sudah tertidur sambil memeluk guling.

" Astaga Maisya." Dila berteriak kesal karena sudah lelah menunggu balasan dari Maisya tetapi yang di tunggu malah sibuk dengan mimpi nya sendiri. Ia yang juga merasa lelah setelah lembur semalaman bersama Arki langsung ikut tidur dalam selimut yang sama dengan Maisya.

Tanpa kedua nya sadari siang sudah berubah menjadi gelap.tapi kedua wanita ini masih saja enggan untuk bangun dan kembali tidur meskipun suasana kamar sudah berubah mengikuti gelap nya di luar sana.

Lagi dan lagi Dila melewatkan jam makan malam nya sehingga membuat wanita ini meringis begitu terbangun dari tidur nyenyak nya.

" Auh..." suara Dila langsung terdengar oleh Maisya dan wanita itu juga bangkit dengan wajah kaget nya.

" Ada apa Dil?" tanya Maisya masih belum paham.

" Nggak papa Sya,udah gue mau cucu muka dulu terus pulang ke rumah Mbak Jeni." Dila berusaha menutupi penyakit itu dari Maisya,ia tidak mau lagi merepotkan sang sahabat yang selama ini sudah terlalu sering ia repot kan dengan penyakit nya ini.lebih baik ia segera pulang lalu minum obat dan rasa sakit ini pasti akan langsung hilang.

Maisya yang masih ingin istirahat kembali melanjutkan tidur nya bahkan tidak mendengar ketika Dila keluar dari kontrakan nya,mata wanita ini terlalu lengket setelah bergadang semalaman menonton Drakor kesukaan nya.siang menuju malam ini adalah hari pembalasan sebelum esok pagi kembali berjuang mencari pekerjaan.

Dila pulang dengan membawa rasa sakit di perut nya.susah payah ia berdiri menunggu ada angkutan umum yang lewat,namun setelah setengah jam berlalu satu pun bala bantuan tidak ada yang datang menghampiri.berulang kali Dila menarik nafas dalam-dalam agar bisa tetap sadar di tengah kelemahan nya ini.bahkan bibir bagian bawah juga ikut menjadi sasaran gigitan nya dengan dahi yang sudah di penuhi oleh keringat.

" Ya ampun gimana cara nya Aku pulang kalau sepi begini ." gumam Dila gelisah.

" Pliss...Beri Aku keajaiban satu kali ini saja,perut ku benar- benar udah nggak bisa di ajak kompromi."

Dugh...

Hayo jangan lupa like,Vote dan Komen ya guys.😍🥰😊😊😍

Terpopuler

Comments

Maria Fransiska

Maria Fransiska

parah ni cewek2

2024-09-13

0

Ajusani Dei Yanti

Ajusani Dei Yanti

dasar temen sengklek 🤣🤭🤭🤭

2024-06-07

1

ruhe

ruhe

mumpung masih mata melek baca teros 🤣🤣❤

2024-05-03

1

lihat semua
Episodes
1 Aldila Khumaira
2 Bertemu untuk yang pertama kali
3 Panas dingin
4 Cap Cip
5 Ide gila Maisya
6 Kekasih Gelap Jeni
7 Mengaku keluarga dekat
8 Merasa takut
9 Akhirnya terjadi
10 Tawaran gila
11 Lanjut atau menyerah
12 Senang Tapi Bahaya
13 Tanda Merah
14 Cerita Dila
15 Bubur ayam untuk orang tersayang
16 Kepergok Bibi
17 Salah paham
18 Kangen berujung di hotel
19 Nafkah pertama
20 Seperti sampah
21 Tidur bersama
22 Jeni cemburu
23 Mengadu
24 Menguras isi ATM sugar Daddy
25 Babak belur
26 Obat laknat
27 Jatah malam yang terlewatkan
28 Penolakan Arki
29 Adegan di pagi hari
30 Kedatangan Arki
31 Bakso mie keriting
32 Punya anak
33 Di tolak oleh Mama Dewi
34 Gugatan perceraian
35 Sama-sama egois
36 Baju merah menyala
37 Jeni Berulah
38 Berandai-andai
39 Dimas dan Jeni
40 Tongkat sakti milik Dila
41 Rugi Banyak
42 Bangkrut nya Surya Pratama
43 Pertemuan
44 Keras kepala
45 Romantis
46 Kejutan
47 Suami - istri
48 Malam Spesial
49 Lemas
50 Rumah Untuk Dila
51 Istri CEO Wibisono grup
52 Tingkah Konyol
53 Sadar Diri
54 Gara-gara Selimut Jatuh
55 Tua-tua Posesif
56 Shopping Time ala Dila
57 Di Pecat
58 Istri Nakal Milik Arki
59 Dila Kenapa
60 Di Larikan ke rumah Sakit
61 Calon Papa Dan Mama
62 Kedatangan Sahabat
63 Menantu Dan Mertua
64 Tanpa Judul
65 Pulang Ke Rumah
66 Tentang Maisya dan Dila
67 Bakwan Jagung
68 Mangga Muda
69 Demi Kamu dan Buah Hati Kita
70 Bau Ikan Asin
71 Soto
72 Gagal Total
73 Perhiasan
74 Kabar Baik Dari Arki
75 Permintaan Aneh Dila
76 Tidak Ingin Lagi
77 Fakta Yang Tertunda
78 Pesta Di Mulai
79 Malapetaka
80 Panas
81 Panik
82 Kamar Hotel Menjadi Saksi nya
83 Bayi Tua
84 Ngidam Orang Kaya
85 Siapa kah Dia
86 Dila Mengamuk
87 Bakso Tanpa Sambal
88 Kembali Viral
89 Puncak
90 Makan Siang Bersama
91 Cara Mengusir Pelakor
92 Dalam Bahaya
93 Nyonya
94 Salah Sasaran
95 Tertangkap
96 Doyan Nangis
97 Perkara Ketek
98 Balasan Yang Setimpal
99 Ingin Tidur Bersama Istri
100 Tongkat Sakti Ketemu Pawang nya
101 Selamat Datang Pewaris Wibisono
102 Teror
103 Pabrik Susu
104 Hangat Dan Kenyal
105 Gas Beracun
106 Apa Ini?
107 Andai Oh Andai
108 Dila Hilang
109 Arki Yang Malang
110 Energi positif
111 Wanita Masa Lalu
112 Kartu Di Bekukan
113 Ganti Suami
114 Dan Terjadi Lagi
115 Hukuman Untuk Bu Dewi
116 Anand Rakarsa
117 Tarik-Menarik
118 Cewek Seksi
119 Ricky Mual?
120 Tak Ingin Kehilangan
121 Cairan Pembersih
122 Belum Siap
123 Berdamai Dengan Keadaan
124 Adik untuk Dewa
125 Princess nya Wibisono
Episodes

Updated 125 Episodes

1
Aldila Khumaira
2
Bertemu untuk yang pertama kali
3
Panas dingin
4
Cap Cip
5
Ide gila Maisya
6
Kekasih Gelap Jeni
7
Mengaku keluarga dekat
8
Merasa takut
9
Akhirnya terjadi
10
Tawaran gila
11
Lanjut atau menyerah
12
Senang Tapi Bahaya
13
Tanda Merah
14
Cerita Dila
15
Bubur ayam untuk orang tersayang
16
Kepergok Bibi
17
Salah paham
18
Kangen berujung di hotel
19
Nafkah pertama
20
Seperti sampah
21
Tidur bersama
22
Jeni cemburu
23
Mengadu
24
Menguras isi ATM sugar Daddy
25
Babak belur
26
Obat laknat
27
Jatah malam yang terlewatkan
28
Penolakan Arki
29
Adegan di pagi hari
30
Kedatangan Arki
31
Bakso mie keriting
32
Punya anak
33
Di tolak oleh Mama Dewi
34
Gugatan perceraian
35
Sama-sama egois
36
Baju merah menyala
37
Jeni Berulah
38
Berandai-andai
39
Dimas dan Jeni
40
Tongkat sakti milik Dila
41
Rugi Banyak
42
Bangkrut nya Surya Pratama
43
Pertemuan
44
Keras kepala
45
Romantis
46
Kejutan
47
Suami - istri
48
Malam Spesial
49
Lemas
50
Rumah Untuk Dila
51
Istri CEO Wibisono grup
52
Tingkah Konyol
53
Sadar Diri
54
Gara-gara Selimut Jatuh
55
Tua-tua Posesif
56
Shopping Time ala Dila
57
Di Pecat
58
Istri Nakal Milik Arki
59
Dila Kenapa
60
Di Larikan ke rumah Sakit
61
Calon Papa Dan Mama
62
Kedatangan Sahabat
63
Menantu Dan Mertua
64
Tanpa Judul
65
Pulang Ke Rumah
66
Tentang Maisya dan Dila
67
Bakwan Jagung
68
Mangga Muda
69
Demi Kamu dan Buah Hati Kita
70
Bau Ikan Asin
71
Soto
72
Gagal Total
73
Perhiasan
74
Kabar Baik Dari Arki
75
Permintaan Aneh Dila
76
Tidak Ingin Lagi
77
Fakta Yang Tertunda
78
Pesta Di Mulai
79
Malapetaka
80
Panas
81
Panik
82
Kamar Hotel Menjadi Saksi nya
83
Bayi Tua
84
Ngidam Orang Kaya
85
Siapa kah Dia
86
Dila Mengamuk
87
Bakso Tanpa Sambal
88
Kembali Viral
89
Puncak
90
Makan Siang Bersama
91
Cara Mengusir Pelakor
92
Dalam Bahaya
93
Nyonya
94
Salah Sasaran
95
Tertangkap
96
Doyan Nangis
97
Perkara Ketek
98
Balasan Yang Setimpal
99
Ingin Tidur Bersama Istri
100
Tongkat Sakti Ketemu Pawang nya
101
Selamat Datang Pewaris Wibisono
102
Teror
103
Pabrik Susu
104
Hangat Dan Kenyal
105
Gas Beracun
106
Apa Ini?
107
Andai Oh Andai
108
Dila Hilang
109
Arki Yang Malang
110
Energi positif
111
Wanita Masa Lalu
112
Kartu Di Bekukan
113
Ganti Suami
114
Dan Terjadi Lagi
115
Hukuman Untuk Bu Dewi
116
Anand Rakarsa
117
Tarik-Menarik
118
Cewek Seksi
119
Ricky Mual?
120
Tak Ingin Kehilangan
121
Cairan Pembersih
122
Belum Siap
123
Berdamai Dengan Keadaan
124
Adik untuk Dewa
125
Princess nya Wibisono

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!